Murim Psychopath

Chapter 99

2721 Kata

**Bab 99. Berkumpul Bagaikan Awan**

***

**Kota yang Menolak Tidur.**

Begitu musim semi tiba menyelimuti kota, fenomena sosial yang terjadi di kota mana pun di kekaisaran dideteksi serupa, namun khusus untuk Zhengzhou ini, malam hari seolah-olah telah resmi dihapus dari sejarah kota. Seluruh penduduk kota yang sepanjang musim dingin kemarin memilih meringkuk diam di dalam rumah secara serentak meluncur membanjiri jalanan, berkeliaran siang dan malam tanpa jeda.

Di antara seluruh jajaran kota di bawah langit kekaisaran saat ini, Zhengzhou diklasifikasikan sebagai kota yang paling benderang dan paling padat dikunjungi manusia. Fenomena ini meletus murni ditopang oleh fakta bahwa tidak hanya penduduk lokal Zhengzhou saja, melainkan jajaran pendekar muda berbakat dari Sembilan Provinsi saat itu dilaporkan sedang mengalir masuk berkumpul bagaikan awan demi bisa melambungkan reputasi nama mereka.

Karena lonjakan kuantitas manusia yang meluncur masuk terlampau ekstrem, seluruh kompleks penginapan beserta rumah makan dilaporkan telah terisi penuh tanpa menyisakan ruang kosong sejak lama. Kedai arak juga menolak dibekali pengecualian pertahanan. Titik lokasi mana pun yang dinilai mumpuni untuk dijadikan sebagai wadah berlindung dari gigitan angin malam musim semi yang dingin dipastikan telah sesak dipadati manusia.

Meskipun begitu, arus manusia dideteksi masih terus memaksakan diri merangsek masuk ke dalam kota.

Lalu ke arah mana jajaran pendekar yang gagal mengamankan kasur untuk tidur harus melangkah kaki? Bagaimanapun juga, hingga tibanya pembukaan turnamen tarung *All-Under-Heaven Youth Martial Arts Tournament* yang mengonversi Zhengzhou bertransformasi menjadi kota dengan lentera malam yang menolak padam hari ini, mereka diwajibkan untuk menahan diri bertahan hidup di jalanan, bukan?

Sebagian pendekar yang dibekali cadangan uang melimpah memilih membayar biaya sewa tambahan demi bisa menumpang sementara di rumah-rumah warga sipil, sedangkan sebagian lainnya memilih menghindari dinginnya embun malam dengan cara mendekam di dalam area rumah bordil bersenang-senang menghirup keharuman kosmetik wanita.

Lalu menyangkut sisa pendekar lainnya yang menolak dibekali uang sewa?

*Tidur di jalanan.* Opsi pertahanan terakhir yang bersiap bagi tubuh mereka murni berupa tepian jalan umum kota.

Jika tubuh fisikmu ambruk kelelahan di satu titik lokasi jalan, maka titik lokasi tersebut secara otomatis bertransformasi menjadi ranjang tidurmu malam ini. Beruntung karena saat ini telah resmi memasuki musim semi, suhu udara malam dideteksi tidak terlampau dingin hingga berisiko memicu kematian akibat kedinginan.

Lagipula mereka adalah jajaran pendekar dunia persilatan. Terbiasa ditempa oleh kerasnya embus angin dan debu persilatan seumur hidup, perkara tidur beralaskan debu jalanan kota dideteksi tidak mendatangkan pengaruh maut apa pun bagi batin mereka.

Namun detail ketenangan tersebut murni hanya berlaku di sela parameter pemikiran para pendekar jalanan saja, karena realitas di lapangan menyajikan kebenaran yang sepenuhnya berbeda. Begitu kegelapan malam resmi menyelimuti kota, kasus pertikaian memperebutkan lapak tidur di sela tepian jalan dilaporkan kerap meletus aktif di antara kawanan pendekar gelandangan tersebut. Pada situasi normal biasa, seluruh pelaku keributan jalanan ini dipastikan akan langsung diseret masuk ke dalam sel tahanan kantor pemerintah, namun saat ini Zhengzhou sedang memasuki durasi khusus. Dan mengingat mayoritas dari jajaran gelandangan tersebut menyandang status sebagai pendekar bersenjata, pihak birokrasi pemerintah menaruh ketakutan untuk meluncurkan intervensi militer secara sembarangan.

Oleh karena pertimbangan keamanan itulah, demi memulihkan kestabilan keamanan kota Zhengzhou yang terancam kacau, pihak Aliansi Beladiri terpaksa mendelegasikan barisan pendekar pengawal mereka bahkan hingga larut malam seperti ini guna memantau pergerakan mereka. Tentu saja, seketat apa pun pengawasan yang diluncurkan oleh Aliansi Beladiri saat ini, kuantitas pengawal mereka dideteksi tetap tidak mumpuni untuk meredam total seluruh pertikaian jalanan.

Terlebih lagi, beberapa orang pendekar tamu resmi yang menapakkan kaki di aliansi setelah sukses mengantongi undangan resmi dari Aliansi Beladiri dilaporkan juga gemar melangkah keluar menikmati jalan-jalan malam membelah kacaunya kota Zhengzhou……

Kota ini secara harfiah telah menjelma menjadi kota mati yang diselimuti oleh kekacauan malam.

Dan.

Di sela-sela rombongan pendekar penikmat jalan malam yang meluncur murni demi bisa membunuh durasi waktu senggang mereka di sela kacaunya kota Zhengzhou tersebut, sosok Dong Bong-su tampak ikut membaurkan wujud fisiknya di sana. Tentu saja, tidak membutuhkan baris penjelasan tambahan bahwa esensi tujuan perburuannya malam ini sepenuhnya berbeda dengan esensi jalan-jalan santai pendekar lainnya di sekelilingnya.

***

**Satu jam yang lalu.**

Eulji Tae memandu pergerakan langkah Dong Bong-su menuju ke arah Paviliun Kediaman Tamu terlebih dahulu baru kemudian memutar arah tubuhnya melangkah kaki seorang diri menuju ke arah Aula Penghubung Surga. Secara administratif, Dong Bong-su saat ini belum diklasifikasikan sebagai tamu resmi aliansi melainkan murni berstatus sebagai tamu pribadi yang diundang secara khusus oleh sosok Monster Senjata.

Tepat di saat kedua orang pendekar tersebut sukses melintasi kolong Gerbang Muhwa memasuki kompleks Aliansi Beladiri tadi, matahari dilaporkan telah resmi tenggelam di balik ufuk barat, sehingga faksi luar secara mutlak dilarang meluncurkan langkah kaki memasuki kompleks Aula Penghubung Surga. Meskipun Eulji Tae menyandang wewenang resmi sebagai komandan tertinggi dari faksi `Unit Pelindung Dunia Persilatan` (Martial World Protection Unit) sekalipun, ia tetap menolak memaksakan diri memandu Dong Bong-su menyusup masuk ke dalam Aula Penghubung Surga malam ini.

Pada akhirnya, mereka berdua merumuskan keputusan untuk menunda sesi pertemuan bersama Monster Senjata hingga terbitnya matahari esok pagi, disusul oleh langkah kaki Eulji Tae yang meluncur memasuki area aula dalam seorang diri.

Sesaat setelah kepergian master tersebut, Dong Bong-su memandu tubuhnya melangkahkan kaki keluar dari Paviliun Kediaman Tamu baru kemudian meluncurkan jalan-jalan santai menyusuri sela-sela area aula luar kompleks Aliansi Beladiri. Ditopang oleh kepemilikan keping papan nama kayu sementara beserta lencana izin masuk yang diserahkan oleh Eulji Tae kepadanya sebelum berpisah tadi, tidak ada satu pun prajurit pengawal aliansi yang meluncur menghentikan pergerakan kakinya sepanjang jalan.

Ia melangkahkan kakinya menyusuri setiap jengkal sudut sempit di sepanjang aula luar Aliansi Beladiri baru kemudian merekam dengan sangat presisi detail visual dari setiap orang pendekar yang berpapasan dengannya ke dalam otaknya, selangkah demi selangkah.

Rangkaian pergerakan fisik tersebut dideteksi sebagai bentuk aktivitas “penjelajahan peta” (`map exploration`).

Mayoritas dari kalangan pemain game (`gamers`), di saat telapak kaki mereka baru pertama kali menapak di dalam area ruang bawah tanah (*dungeon*) maupun di area zona perburuan baru yang belum mereka kuasai petanya, dipastikan akan mengeksekusi aktivitas penjelajahan peta ini sebagai prioritas tindakan pertama mereka di lapangan.

Meskipun Dong Bong-su bukan merupakan tipe pemain game profesional di Bumi dulu, namun insting bertarungnya secara otomatis meniru kelihaian gerakan dari pemain veteran. Secara faktual, menyalin aturan pakem mekanis di dalam game belaka, esensi dasar dari aktivitas berburu diakui selalu diawali dengan cara mengenali kontur medan geografis di sekitar tempat bermukimnya kawanan mangsa buruan, sehingga di beberapa aspek kedua aktivitas tersebut dideteksi menyandang keselarasan filosofi yang sejajar.

Terlebih lagi.

Bagi logika kepalanya, petualangan di dunia persilatan ini secara esensial murni merupakan sebuah program game sejati bagi dirinya.

**New Murim Online.**

Sesosok dunia persilatan alternatif yang telah terukir kokoh di dalam jiwanya, wilayah perburuannya, sekaligus sasaran akhir dari petualangannya.

Kota Zhengzhou ini.

Diduga tidak lebih dari sekadar sebuah “medan perburuan” (`hunting field`) baru di dalam kelangsungan sistem game New Murim Online.

Di sela penjelajahannya tersebut, ia mendapati kuantitas pendekar asing yang berkeliaran bebas menyusuri kompleks aula luar aliansi tergolong cukup melimpah. Beberapa orang pendekar di antaranya bahkan terlihat melangkah kaki keluar melintasi kolong Gerbang Muhwa mengarah ke pusat kota Zhengzhou yang ramai. Begitu penjelajahan petanya menyusuri kompleks aula luar Aliansi Beladiri dinilai telah resmi rampung seutuhnya, ia secara alami membaurkan wujud fisiknya mengekor di belakang langkah rombongan pendekar tersebut menuju ke arah luar gerbang aliansi.

Berkat tertanamnya keping papan nama kayu di sela dada kiri jubahnya—sebuah lencana yang diserahkan oleh Eulji Tae—ia dibekali wewenang penuh untuk melangkah memasuki area koordinat mana pun di kompleks aliansi, di luar eksistensi aula dalam yang izin masuknya dikunci rapat. Lencana tersebut secara mekanis bertindak sebagai surat izin jalan bebas bagi fisiknya.

Aktivitas penjelajahan peta dideteksi menolak dibatasi hanya menyusuri area ruang bawah tanah (*dungeon*) aliansi semata. Selama kompleks Aliansi Beladiri diklasifikasikan sebagai area *dungeon*, maka area bagian dalam kota Zhengzhou secara otomatis bertransformasi menyandang status sebagai area medan luar (`field`). Bersiap mengantisipasi tibanya situasi darurat perang di masa depan kelak, menguasai detail geografis kota Zhengzhou seutuhnya dinilai sangat penting bagi kelangsungan hidupnya.

Dan prioritas tindakan berikutnya yang wajib ia eksekusi di lapangan adalah meneliti wujud kawanan monster kroco (`mobs`) yang berkeliaran di sepanjang medan luar, baru kemudian menutupnya dengan mendeteksi keberadaan sosok monster bos (`boss mob`).

Khususnya di sela-sela situasi level tingkat kekuatannya saat ini yang dilaporkan telah bertumbuh sangat tinggi, prioritas penemuannya murni hanya terbatas menyasar ke arah pendeteksian monster bos saja.

Rangkaian langkah taktis ini juga sempat ia terapkan secara presisi saat kakinya baru pertama kali merapat di kota Datong kemarin. Dan monster terkuat yang ia temui di Datong saat itu—menyandang status sebagai monster bos di dalam dunianya—adalah sosok Monster Senjata.

Secara teoritis, sebagian besar monster bos yang bersiap di Zhengzhou saat ini dipastikan akan memusatkan titik koordinat persembunyian mereka di dalam area aula dalam *dungeon* Aliansi Beladiri, namun persentase kemungkinan didelegasikan secara khusus di medan luar kota Zhengzhou guna memeriahkan gelaran event *All-Under-Heaven Youth Martial Arts Tournament* dideteksi sangatlah mumpuni.

Dong Bong-su meluncur membelah jalanan kota Zhengzhou murni didorong oleh hasrat berburu mendeteksi keberadaan mereka.

Jika saja dunia persilatan ini merupakan program game online sejati di Bumi dulu, ia dipastikan hanya perlu memicu kombinasi tombol `[Alt + Tab]` di keyboard komputernya untuk bisa membedah detail lembar status kemampuan mereka seutuhnya, namun……

Sesuai dugaannya, tempat ini adalah dunia persilatan sejati yang nyata.

Berada di dalam sistem game *New Murim Online*.

Dan karena faktor realitas murni itulah, Dong Bong-su menaruh rasa suka yang berkali-kali lipat jauh lebih padat menyikapi petualangannya.

***

Menyalin langkah perburuannya saat memburu keberadaan Monster Senjata di Datong kemarin, Dong Bong-su sekali lagi memfokuskan sepasang matanya secara teliti menyusuri setiap jengkal jalanan Zhengzhou.

Mayoritas pendekar yang berkeliaran di sekelilingnya saat itu dideteksi tidak lebih dari sekadar tumpukan sampah kosong. Persis seperti kawanan kucing peliharaan rumah yang manja, tipe kucing yang bahkan menolak menyadari fakta bahwa cakar mereka telah melangkah keluar dari area rumah, murni hanya dibekali keahlian berburu tikus rumah di bawah atap genteng namun menolak memahami bagaimana kejamnya rantai makanan di hutan belantara luar, melayangkan tatapan bermusuhan secara sembarangan ke arah wajah orang asing yang melintas di depannya.

Sasaran perburuan yang dicari oleh Dong Bong-su sama sekali bukan merupakan kawanan kucing manja yang berhasil dijinakkan oleh peradaban seperti itu.

Objek yang ia cari adalah kawanan predator pemangsa sejati, karnivora buas, maupun monster pemakan segalanya.

Dong Bong-su secara konsisten terus melanjutkan langkah pencariannya. Ia memburu keberadaan insting berburu tajam milik jajaran fauna pemangsa kelas atas, menolak membuang energinya menyapa letupan hasrat membunuh kelas rendah yang dilepaskan oleh kawanan kucing liar jalanan. Ataukah berpapasan dengan pendekar unik yang karakteristiknya menyerupai Zhong Zhihang juga dideteksi bukan merupakan opsi yang buruk. Bahkan kenyataannya dinilai jauh lebih bagus.

Tipe mangsa buruan mana pun yang menyandang kualitas mumpuni dipastikan akan disambut gembira oleh batinnya.

Kenyataannya, di sepanjang perjalanannya malam ini ia sempat berpapasan dengan beberapa orang pendekar yang insting bertarungnya cukup mumpuni untuk memicu letupan hasrat bertarungnya. Namun jajaran pendekar tersebut dinilai menolak memenuhi parameter mangsa buruan yang ia idamkan di dalam game New Murim Online saat ini.

Murni karena indera penguji `[Spiritual Vision]` di kepalanya menolak melepaskan riak getaran tanda bahaya sedikit pun saat melintas di dekat mereka.

Anomali inilah yang diklasifikasikan sebagai transformasi batin terbesar yang melanda dirinya semenjak kakinya pertama kali menapakkan kaki di dunia persilatan ini. Detik ini, keberadaan pendekar yang hanya sebatas menyandang status sebagai predator pemangsa biasa diakui sudah tidak lagi mumpuni untuk dijadikan sebagai target buruannya. Posisinya saat ini menuntut sasaran buruan yang status kekuatannya berada di level yang sangat tangguh.

Pendekar yang tangguh, serta dibekali watak yang kejam. Dan jika parameter kekejaman tersebut menolak terpenuhi……

Minimal, pendekar tersebut diwajibkan menyandang kekuatan tempur yang sangat gila di lapangan. Selama tingkat kekuatannya tergolong sangat luar biasa gila……

Variabel itu saja sudah sangat cukup untuk menempatkannya sebagai sasaran buruan terbaik bagi kepalanya saat ini. Detik ini juga.

Dirinya sendiri secara bertahap dilaporkan mulai bisa memahami esensi kenikmatan dari pertarungan fisik, letupan kepuasan batin yang bersumber dari jalannya pertempuran maut itu sendiri. Pengalaman duel maut terakhirnya melawan Timur Khan telah menyajikan cita rasa pertarungan yang sepenuhnya baru bagi kepalanya. Sesosok kenikmatan batin yang meletus di sela sengitnya pertempuran hidup mati, di dalam duel di mana nyawa dan kematian bersanding di sela tebasan pedang.

Cita rasa itulah yang dinilai sebagai cita rasa berburu terbaik.

Dong Bong-su secara konstan memfokuskan pencariannya mendeteksi keberadaan target buruan sekelas itu, sesosok lawan bertarung yang dibekali kapasitas fisik untuk menyajikannya.

Namun.

**Lv. 35.**

Apakah tingkat level kekuatannya saat ini dilaporkan telah tumbuh menjadi terlampau kuat di Zhengzhou?

Meskipun durasi waktu malam yang sempat diwanti-wanti oleh jajaran prajurit pengawal Gerbang Muhwa agar ia segera memandu fisiknya kembali masuk ke dalam kompleks aliansi dilaporkan telah hampir selesai, ia terbukti belum berpasangan tatap dengan satu orang pendekar pun yang memenuhi parameternya.

Ia memang sempat memotong jalan melewati puluhan pendekar tangguh sepanjang jalan, namun ia menolak menemukan satu pendekar pun yang tingkat kekuatannya mumpuni untuk memantik ketertarikan bertarungnya seutuhnya.

Hingga menit ini pun, indera penguji `Spiritual Vision` di kepalanya dideteksi tetap terdiam hening tanpa riak getaran.

‘Apakah pada akhirnya aku terpaksa harus memfokuskan perburuanku membidik jajaran pendekar resmi yang berhasil mengantongi undangan Aliansi Beladiri saja di dalam kompleks?’

Detail keheningan tersebut membuktikan seberapa dahsyat tingkat pertumbuhan kekuatan Dong Bong-su saat ini.

Meskipun ia tercatat gagal mengamankan penemuan target buruan yang mampu memicu hasrat kompetitifnya malam ini, ia menganalisis situasi ini dinilai tidak buruk bagi kelangsungan gamenya.

Bagaimanapun juga di dalam mekanisme game Bumi dulu, begitu tingkat level karaktermu telah sukses menyentuh level tinggi, sebagian besar pemain dipastikan akan merelakan seluruh durasi main mereka murni hanya untuk memburu monster bos (`boss time`), merambah masuk menyusuri ruang bawah tanah tingkat tinggi, maupun menyibukkan diri di arena PVP dan PK (Player Kill).

Dan durasi waktu baginya untuk menerapkan hukum game serupa dipastikan telah resmi tiba saat ini.

Kini……

Telah tiba durasi waktu baginya untuk berburu monster sejati.

Dong Bong-su menetapkan keputusan untuk segera memandu pergerakan langkah kakinya kembali menuju ke kompleks Aliansi Beladiri begitu aktivitas penjelajahan medan luarnya selesai dieksekusi seutuhnya. Melanjutkan langkah pencariannya di jalanan dinilai murni hanya akan membuang durasi waktunya secara sia-sia semata.

Tepat di saat logikanya bersiap mengunci analisis kesimpulan akhir bahwa tidak bersisa satu pun monster berkategori bos yang ditambahkan di sepanjang area koordinat `medan luar Zhengzhou` malam ini……!

`[Rangkaian persyaratan khusus untuk mengaktifkan keahlian pasif Spiritual Vision telah resmi terpenuhi. Sistem memicu keaktifan keahlian pasif Spiritual Vision secara otomatis saat ini.]`

`[Sesosok musuh yang selisih tingkat levelnya tercatat melampaui nominal 10 tingkat level terdeteksi sedang memandu pergerakan kakinya merapat di dalam radius 20 meter dari posisi koordinat Anda saat ini.]`

*Ting—! Ting—!*

Gema suara mekanis khas milik keahlian `Spiritual Vision` yang sempat dirasa sedikit asing tersebut seketika meledak kencang mengguncang kesadaran otaknya.

*Tap.*

Ia menghentikan laju geseran telapak kakinya secara instan. Baru kemudian menggunakan matanya ia segera menyapu sekeliling area jalan guna memetakan objek apa sebenarnya yang sedang bersiap di sepanjang radius 20 meter di sekeliling tubuhnya saat ini.

Koordinat posisinya saat itu ditaksir berada di sela jarak sekitar 4 kilometer ke arah barat laut dengan sudut kemiringan 25 derajat diukur dari kompleks Aliansi Beladiri.

Di sela kedua sisi jalanan yang diameter lebarnya ditaksir berkisar sekitar 10 meter saat itu, berderet rapat barisan kedai arak tradisional. Meskipun malam dilaporkan telah larut, wilayah ini dideteksi sebagai area bisnis yang sangat ramai hingga menolak menyisakan ruang kosong untuk sekadar menapakkan kaki.

Saat ini pun, sesosok rombongan manusia yang mabuk tampak melangkah kaki sempoyongan berjalan mengarah ke arahnya. Meski begitu, nominal angka `[20]` meter yang tertera di sela hologram indera penguji *Spiritual Vision* di kepalanya terpantau tetap diam terkunci. Sebuah bukti medis nyata bahwa di sela rombongan pemabuk tersebut sama sekali tidak memendam keberatan tanda bahaya dari indera penguji sistemnya.

Ia menggeser sedikit posisi langkah kakinya ke arah kiri baru kemudian membiarkan rombongan pemabuk tersebut melintas melewatinya secara alami. Namun benturan pergeseran langkah kaki tipis tersebut secara instan langsung memaksa gema suara peringatan tanda bahaya di kepalanya terhenti mendadak.

‘Jika pergerakan langkahku bergeser ke kiri memicu nonaktifnya tanda bahaya……’

Itu berarti koordinat keberadaan mangsa buruannya terkunci di arah sebelah kanan.

Dong Bong-su memutar posisi kepalanya menatap lurus ke arah kanan jalan. Memotong celah di antara barisan kepala para pemabuk yang melintas melewatinya baru saja, berdiri kokoh sebuah bangunan kayu berlantai dua yang ukurannya tergolong cukup mungil.

**Kedai Nangnang** (Nangnang Tavern).

Plang papan nama yang terpasang di atas pintu masuk mengabarkan nama resmi bangunan tersebut kepada matanya.

Dong Bong-su secara sangat cepat meluncurkan sapuan matanya memeriksa detail visual bangunan tersebut dari lantai atas hingga ke lantai bawah, baru kemudian menggeser langkah kakinya melangkah menuju ke arah pintu masuk kedai.

Dong Bongsu

Dong Bongsu

Karakter Utama
Tang Wu

Tang Wu

Pendukung
Tang Hwa

Tang Hwa

Pendukung

Komentar (...)

Masuk untuk ikut berdiskusi di kolom komentar