“Tekanan wibawa kekuatan ini...!”
Neberius resmi menginjak usia 123 tahun pada tahun ini. Berkat kucuran berkat suci yang diterimanya dari Dewa Yatan, dia dianugerahi umur panjang didampingi wawasan pengetahuan yang sangat luas. Sesosok pemain luar yang menolak terdaftar di peringkat ranker secara ajaib sanggup menjungkirbalikkan jalannya pertempuran benteng murni mengandalkan keliaran manuvernya? Jika dirinya lengah meladeni serangan pemuda tersebut, raganya dipastikan bersiap menerima konsekuensi luka fatal yang mengerikan.
*Luka fatal? Sedikit saja kelengahan fokus kepalaku di arena ini dipastikan bersiap mencabut nyawa tuaku secara instan.*
*Kwaaang!*
Grid meluncur turun mengunci jarak terbangnya berkisar 10 meter di atas tanah, sebelum akhirnya meningkatkan kelajuan lesatannya secara drastis. Sirkulasi udara benteng seketika berputar liar seiring gempa bumi kecil yang mengguncang permukaan tanah. Pewaris kelas legendaris yang dibekali kelimpahan stat dasar terkuat didampingi kepemilikan opsi skill tingkat tertinggi serta set peralatan tempur legendaris yang curang.
Neberius memantapkan analisisnya. *Wibawa kekuatannya terlampau tidak masuk akal. Mustahil hal ini diprogram sistem.*
Skenario pertahanan fisik dirasanya menolak memendam kelogisan berhasil diluluskan. Dia memeluk wujud fisik kusam seorang penyihir tua yang menolak dibekali kelincahan gerak, memotong celah baginya meluncurkan aksi hindaran. Apakah satu-satunya opsi penyelamatan murni bertumpu pada keharusan meluncurkan sabetan sihir tandingan guna meredam laju damage? Langkah tersebut dipastikan akan menguras habis sisa pasokan Magic Power-nya secara sia-sia.
Ada trik alternatif yang jauh lebih terarah dan cerdas untuk meladeni gempuran Grid.
“Aku wajib menetralkan daya lesatnya menggunakan manipulasi sihir gravitasi.”
Neberius memegang wewenang politik selaku sesosok penyihir hitam tingkat tinggi. Kapasitas penguasaan mantra sihir kegelapannya menolak dibatasi murni pada rumpun serangan fisik dan sihir pelindung biasa saja, memosisikan level kekuatannya berada jauh di atas mendiang Malacus dulu. Dia menyandang gelar kehormatan sebagai Archmage Kegelapan yang dibekali otorisasi merapalkan badai elemen sihir multi-atribut secara dinamis.
“Reverse Gravity (Gravitasi Terbalik)!”
Neberius memicu pemicuan mantra sihir pertahanan yang dirasanya paling selaras guna menepis guncangan krisis saat ini.
*Wusss!*
“...?”
Tepat di saat Grid bersiap meluncur menukik tajam layaknya elang samudra membantai mangsanya... raga melayangnya mendadak terhenti kaku di angkasa benteng sebelum sempat mendaratkan opsi skill Kill secara fisik. Detik berikutnya, di luar kendali batinnya sendiri, sekujur tubuh Grid seketika melayang naik ditarik membubung tinggi ke arah langit malam. Sebuah kedahsyatan manipulasi sihir yang memutarbalikkan arah gravitasi bumi secara mutlak.
“Brengsek...!”
Grid menyemburkan sumpah serapahnya sesaat setelah tubuhnya melayang liar layaknya sebutir balon gas yang kehilangan tali penambat.
Sistem Satisfy murni mencatat lintasan tebasan pedangnya membuahkan status MISS di layar, seiring padamnya kepulan kilatan petir opsi skill Kill di sepanjang bilah Failure. Pemicuan Transcended Link didampingi Kill yang menyandang predikat selaku sepasang opsi skill serangan terkuatnya sukses dinetralkan musuh secara beruntun, memantik luapan amarah di dadanya.
Di sisi lain, Neberius beserta tumpukan puing-puing bangunan benteng yang roboh ikut didera efek Reverse Gravity, membumbung tinggi melayang ke angkasa. Layaknya tersedot oleh wibawa pusaran lubang hitam, jasad mereka meluncur cepat mengejar posisi Grid dari bawah.
“Kestabilan momentum tempurmu resmi terpatahkan, bocah. Detik ini, giliran ragamu yang bersiap mandi tebasan sihirku.”
Keahlian khusus yang dikuasai Neberius tak lain adalah pemicuan mantra sihir ganda (*Double Casting*). Dia dibekali kapasitas otak yang sangat jenius guna merapalkan penyempurnaan dua mantra sihir yang berbeda secara bersamaan murni mengandalkan fokus pikiran didampingi gerak bibirnya. Dia memicu badai guntur gelap berpadu dengan bola air gelap secara serentak.
*Pajik! Pajijik!*
Sebanyak lima butir sambaran arus listrik gelap menyengat hebat sekujur tubuh Grid, menginfeksi saraf fisiknya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Detik berikutnya, tiga butir bola air raksasa meledak beruntun menyelimuti tubuh Grid, melipatgandakan hantaman damage daya hantar listrik secara brutal.
“Uwaaaack!”
Grid melepaskan jeritan perihnya seiring tubuhnya didera sengatan listrik pekat layaknya dipanggang hidup-hidup di angkasa. Sepasang mata Neberius menatap tajam mengunci pergerakan Grid.
*Zirah suci putihnya terbukti memendam opsi menepis damage sihir gelap, namun persentase keberhasilannya menolak terkunci di angka 100%.*
Sebuah keberuntungan bagi langkah pertempurannya. Neberius mengembuskan napas leganya sembari tiada henti merapalkan mantra sihir hitam lanjutannya secara beruntun.
*Hwaruruk!*
Barisan anak panah api didampingi bongkahan tombak es tajam tercipta anggun menghiasi langit malam benteng, meluncur deras membombardir tubuh Grid.
“Sialan, sensasi melayang ini benar-benar sangat mengacaukan fokusku.”
Grid masih didera efek status Reverse Gravity, melumpuhkan kelancaran koordinasi fisiknya mengendalikan arah gerak di angkasa. Jika dirinya menyelaraskan kendali raga tersebut dengan game PC kuno, sensasi geraknya terasa sangat menyiksa akibat terbaliknya sirkulasi tombol navigasi arah gerak secara mutlak.
*Boom! Boom!*
**[Anda didera damage serangan sihir sebesar 1.160 poin.]** **[Anda didera damage serangan sihir sebesar 1.230 poin.]** **[Opsi pasif Holy Light Armor teraktifkan secara otomatis, melumpuhkan total sisa damage serangan sihir gelap musuh secara mutlak.]** **[Anda didera damage serangan sihir sebesar 1.155 poin.]**
“Sangat mengganggu fokusku.”
Dia terpaksa menahan pasrah badai serangan musuh menghantam fisiknya. Opsi pasif Holy Light Armor memang sanggup mereduksi 50% damage sihir didampingi imunitas menepis sihir gelap, namun dihujani badai serangan sepihak tanpa sanggup membalas tetap saja memantik kejengkelannya. Apakah dirinya harus pasrah diposisikan bertindak selaku samsak tinju kusam sepanjang sisa pertempuran ini?
“Aku bersumpah menolak menelan kemalangan nasib tersebut.” Dirinya telah terlampau kenyang didera siksaan bertindak sebagai samsak tinju tak berguna di sepanjang masa lalunya dulu. Apakah dirinya hari ini harus dipaksa kembali menelan kepahitan yang sama? *Pantang bagiku membiarkannya terjadi...*
Grid meliukkan pinggul karakternya di angkasa benteng memutar haluan arah gerak fisiknya secara paksa. Detik berikutnya, dia meluncur menukik tajam lurus mengincar posisi Neberius yang sedang sibuk merapalkan mantra sihir.
“Aku menolak membiarkan diriku didera pembantaian sepihak kembali!”
Efek Reverse Gravity? Urusan tersebut menolak dicap sebagai rintangan rumit sesaat setelah dirinya memikirkan penyelesaiannya secara kepala dingin. Dia mengendalikan koordinasi tubuhnya secara dinamis menggunakan visualisasi langit sebagai permukaan tanah didampingi bumi sebagai kubah langit di otaknya. Tumpukan pengalaman tempur yang diperolehnya di Satisfy terbukti sukses mendongkrak kelenturan saraf berpikir otaknya, mempermudah adaptasi kilatnya menghadapi Reverse Gravity.
“Bocah ingusan yang menolak menaruh rasa hormat kepada orang tua!”
Grid yang meluncur deras menukik ke bawah benteng berhadapan dengan Neberius yang meluncur membumbung naik ke angkasa. Benturan fisik kedua raga tersebut menolak dihindari seiring laju gerak mereka yang terkunci lurus dalam satu garis lintasan.
*Ilmu Pedang Pagma.*
Grid menghitung durasi waktu jarak fisiknya ke arah Neberius secara sangat presisi sesaat sebelum memicu aktifnya opsi skill miliknya.
“Link!”
Sebuah ketepatan durasi waktu yang sangat menakjubkan. Sesaat setelah fisik Neberius merambah masuk ke dalam radius serangnya, bilah Failure seketika memancarkan pendaran cahaya biru keperakan yang sangat menawan. Namun Neberius menolak lumpuh pasrah. *Klek!* Dia menjentikkan jemari tangannya dinamis, mematikan opsi Reverse Gravity secara instan.
*Wusss!*
Aliran gravitasi bumi seketika pulih normal secara mendadak. Siluet tubuh Neberius didampingi tumpukan puing bangunan benteng seketika meluncur jatuh bebas ke bawah benteng. Arah tebasan pedang Grid kembali meleset dari koordinat targetnya seiring sabetan Link-nya yang murni menebas udara kosong benteng. Ini merupakan pemicuan skill ketiganya yang sukses dinetralkan musuh secara sia-sia.
“Kakek peyot keparat sialan!”
Grid dirundung kejengkelan merasa permainannya dipermainkan musuh sesaat setelah mendaratkan kakinya di tanah benteng menyusul keambrukan Neberius. Namun Neberius secara ajaib telah sukses merampungkan mantra sihir barunya terlebih dahulu.
“Dark Storm (Badai Gelap)!”
*Kwaaang!*
Sebuah pemicuan mantra sihir maut orisinal kuil Yatan yang dulu sempat difungsikan Yura melumat nyawa Grid didampingi Doran di sepanjang kehancuran kuil Rebecca dulu resmi membombardir koordinat Grid.
*Deg.*
Dada Grid sempat bergetar cemas didera trauma kekalahan masa lalunya, namun insting bertarungnya bertindak sigap memicu pertukaran senjatanya menggenggam erat Divine Shield legendaris di tangannya.
*\*Memiliki probabilitas tinggi untuk membatalkan (negate) total damage sihir hitam kegelapan musuh secara mutlak.*
Sebuah opsi pertahanan legendaris bawaan Divine Shield didampingi Holy Light Armor yang merupakan counter alami yang sangat mematikan bagi rumpun penyihir hitam kuil Yatan.
“Hahaha.”
Neberius melepaskan tawa lebarnya menatap kemustahilan di depannya. Bagaimana bisa pemuda di hadapannya tersebut sanggup menembus badai sihir maut Dark Storm secara utuh tanpa didera terkikisnya HP sedikit pun? Sebaliknya, dia justru melesat merapat kencang ke arah posisinya.
*Boom! Boom!*
Neberius tiada henti meluncurkan badai sihir jarak pendek, namun langkah serbu Grid menolak terhentikan. Wibawa ketahanan Divine Shield di depan dadanya bertengger jauh lebih kokoh dibandingkan kualitas Divine Shield umum yang pernah disaksikan Neberius selama ini.
*Pengrajin agung kasta mana yang nekat menempa perisai suci sekokoh ini...? Batin tuaku menolak menyembunyikan decak kagum. Namun keagungan perisai tersebut dipastikan bersiap runtuh menghadapi kedahsyatan mantra sihirku berikutnya.*
Neberius mengalirkan sisa Magic Power-nya secara mutlak menuju ke arah sebutir magic orb hitam di tangannya. Senjata orb merupakan pusaka suci sekaligus garansi keselamatan utama bagi rumpun penyihir tingkat tinggi. Keistimewaannya mampu menyimpan memori mantra sihir berdurasi casting panjang, mempermudah pemain memicu pemicuannya secara instan sesaat setelah dialiri Magic Power kembali.
Neberius saat ini tercatat memendam dua slot penyimpanan mantra sihir tingkat tinggi di dalam orb hitamnya. Barisan mantra terkuat yang memadukan tiga elemen dasar sekaligus, identik dengan sihir Dark Firestorm yang difungsikannya menepis tebasan Transcended Link Grid sebelumnya. Apa jadinya jika dirinya nekat melepaskan kedua mantra sihir tersebut secara bersamaan tanpa jeda waktu?
*Kemenangan mutlak bersiap merapat ke tanganku!*
Keyakinan Neberius kian membumbung tinggi sesaat setelah melihat raga Grid meluncur menembus badai kabut hitam. Pemuda tersebut secara gila tampak menyingkirkan perisai sucinya dan memilih menggenggam gagang pedang raksasanya menggunakan kedua tangannya kencang?
*Bocah bodoh!*
Neberius tersenyum lebar menyemburkan luapan Magic Power-nya menghidupkan segel orb hitamnya.
“Dark Thunder Explosion (Ledakan Guntur Gelap)!”
*Kwaaaaang!*
Ledakan dahsyat yang memadukan elemen kegelapan berpadu kilatan petir menyambar kencang tepat di depan dada Grid.
*Apa?!*
Bagaimana bisa Neberius meluncurkan badai sihir tingkat tinggi secara instan sesaat setelah pemicuan Dark Storm tadi? Ini merupakan pertempuran perdana bagi Grid meladeni duel tempur menghadapi penyihir senior yang dibekali kelancaran taktis mengelola senjata orb secara profesional, memaksanya menelan hantaman damage yang sangat mengerikan di HP-nya.
**[Anda didera damage serangan sihir sebesar 14.300 poin.]**
Sebuah pemotongan stat HP yang sangat masif meskipun sekujur tubuhnya telah dilapisi Holy Light Armor. Grid tersentak ngeri namun menolak membiarkan nyalinya menciut. Dia memantapkan tekadnya menolak melewatkan sela kelengahan Neberius yang diprediksikan bersiap didera keletihan fisik pasca merapalkan sihir dahsyat tersebut. Namun taksiran kasarnya meleset, Neberius masih memendam satu slot sihir tersisa di orb-nya.
“Dark Stone Blizzard (Blizzard Batu Gelap)!”
*Kwaaang!*
*Masih ada sihir susulan?!*
Ratusan serpihan bongkahan batu tajam berpadu dengan badai pecahan es es padat tercipta mengelilingi tubuh Grid secara dinamis, meluncurkan putaran tajam layaknya blender raksasa yang menyiksa fisiknya.
“Grid!”
“Uwaaaah!”
Barisan anggota Serikat Tzedakah yang sebelumnya menggantungkan harapan keselamatan benteng mereka di pundak Grid seketika mengembuskan napas cemas secara serentak. Tidak berselang lama, seisi penonton siaran langsung Satisfy seantero belahan dunia yang sedang menyimak jalannya pertempuran lewat layar TV maupun komunitas internet menyuarakan kepasrahan mereka menatap kritisnya Grid didera badai es.
Kolom komentar obrolan siaran langsung stasiun TV seketika dihujani pesan ejekan warga forum.
*— Hahaha! Kelas legendaris katanya? Benar-benar lelucon konyol di Satisfy. Riwayat petualangannya resmi ditutup hari ini, kawan.* *— Kelas legendaris macam apa yang menolak memikirkan taktik penyimpanan sihir di dalam senjata orb penyihir? Untuk alasan apa dirinya nekat menanggalkan tameng pelindungnya di sela-sela badai sihir? Cih, kelas legendaris ini terbukti tak lebih dari sekadar pecundang kaku yang menolak waras bertarung.* *— Apakah insting bertarungnya terlanjur tumpul? Mungkin kepalanya dirundung pusing akibat efek Reverse Gravity Neberius tadi? Dia tampak kehilangan kelogisan bertarung setelah badai skill-nya tiada henti meluncurkan status MISS.* *— Pendapatmu akurat. Jujur saja, keliaran taktik tempur kakek peyot tersebut benar-benar berada di kasta tertinggi hingga wajar jika lawannya meledak murka didera frustrasi.* *— Ksatria tempur sejati... keahlian dasarnya... jujur saja, bahkan barisan pemain ranker di jajaran 10 besar global sekalipun diprediksikan bersiap didera siksaan serupa meladeni sihir kakek peyot tersebut.* *— Benar-benar sampah.* *— Kawan, apa kalian melupakan ulasan berita media kemarin? Kelas Pagma's Descendant secara orisinal memegang status profesi pandai besi biasa, bukan rumpun kelas tempur murni. Kapasitas tempur dasarnya secara sistematis memang dirancang sangat kusam.* *— Tapi apa kalian nekat membutakan mata menatap kedahsyatan output daya rusak dari tiga opsi skill pedang legendarisnya sebelumnya? Pewaris Pagma's Descendant menolak dicap lemah.* *— Tokoh Pagma memang menyandang status pandai besi, namun dirinya diakui memegang kapasitas keahlian pedang teragung kedua di sepanjang sejarah benua setelah wibawa Sword Saint Muller.* *— Aku awalnya menaruh ekspektasi yang sangat tinggi menyambut lahirnya kelas legendaris pertama Satisfy... namun realitasnya...* *— Murni sebatas sampah rongsokan.* *— Ah... aku menolak menyangka jalannya pertempuran benteng ini bersiap ditutup secepat ini... padahal porsi ayam goreng pesananku baru saja diantarkan ke rumah.*
Ratusan juta pasang penonton Satisfy dunia nyata menyuarakan kekecewaan didampingi tumpukan ejekan kasar mereka secara *real-time*. Namun mereka terlanjur buta menolak mendeteksi kehadiran variabel lain yang sedang berkecamuk di dalam pusaran badai es hitam Grid.
*Trang! Trang!*
*Bagaimana bisa hal ini terjadi?!* Neberius mematung kaku didera keterkejutan yang sangat hebat. Tepat di tengah pusaran badai esnya, dua keping cakram pavranium emas melayang meluncur lincah mampus-mampusan memblokir hantaman bongkahan batu dan es secara mandiri. Durasi sihir badai esnya resmi berakhir. Berdasarkan hukum Satisfy, pemuda yang mengenakan jubah usang tersebut harusnya telah lumat terkoyak menjadi abu. Namun visualisasi yang tersaji mempertegas kebugaran fisik Grid yang menolak terluka parah.
“Tekanan damage-nya terbukti memicu sakit perih di tubuhku meskipun kapasitas pertahanan fisiknya diprogram sistem bertumpu di bawah paus... Nah, apakah kau masih memendam sisa sihir lainnya untuk dipamerkan, kakek peyot?”
Dua keping cakram pavranium emas tampak melayang meliuk indah melingkari tubuh Grid di angkasa benteng.
Neberius melepaskan jeritan marahnya. “Kekuatan pusaka kasta apa itu?! Dari mana datangnya sepasang cakram logam emas misterius yang dibekali ego perlindungan sekokoh ini?!”
Perpaduan zirah zirah suci, perisai suci, didampingi sepasang cakram emas melayang. Tumpukan harta karun pusaka tingkat tinggi yang wewenangnya menolak didekap oleh penguasa kedaulatan negara sekalipun.
“Aku bersumpah kemenangan mutlak telah resmi didekap tanganku sejak awal jika saja tubuhmu menolak disokong oleh barisan pusaka curang tersebut...!”
Langkah kaki Grid meluncur cepat menyeret pergerakan fisiknya merapat lurus layaknya siluet hantu di hadapan Neberius. Sembari mengangkat tinggi bilah Failure di tangannya, dia bergumam dingin.
“Mohon jangan dirundung cemas. Tugas utamaku menempa besi memang diprogram sistem murni demi menjamin keunggulan kekuatanku di sepanjang jalannya pertempuran.”
“Sialan! Diamond Shield (Perisai Diamond)! Dark Shield (Perisai Gelap)!”
Neberius telah menguras habis seisi cadangan penyimpanan mantra sihir di dalam orb hitamnya. Pasokan Magic Power-nya berada di batas kritis terkritis, memotong celahnya memicu sihir ofensif tingkat tinggi. Neberius memaksakan sisa tenaganya merapalkan pemicuan dua tameng sihir pertahanan uniknya secara bersamaan.
Detik berikutnya, dia bergegas merapalkan mantra sihir Teleportasi (*Teleport*) di mulutnya. Pikirannya murni terkunci melarikan diri mencari keselamatan.
“Skenario pelarian yang sia-sia.”
Durasi cooldown dari barisan skill terkuatnya seperti Transcended Link, Link, serta Kill saat ini memang masih terkunci rapat oleh sistem. Apakah celah tersebut memotong dayanya sanggup menghancurkan dinding tameng ganda sekaligus menggagalkan upaya pelarian Neberius? Tentu saja sangat memungkinkan. Ketergantungan pada pemicuan skill tempur? Hal tersebut menolak dicemaskannya.
“Aku dibalut penuh oleh dominasi kekuatan item.”
Sabetan Failure Grid meluncur deras menghantam gumpalan tameng pelindung ganda Neberius.
*Trang!*
**[Opsi pasif khusus Holy Light Gloves teraktifkan secara otomatis, melipatgandakan sabetan serangan fisik Anda menjadi 5 kali tebasan beruntun secara instan.]**
*Boom!*
“Heok?! Kecepatan sabetan pedang kasta apa ini...!”
Artikulasi mantra Teleportasi Neberius seketika terputus kaku didera syok. Gumpalan daya rusak sabetan beruntun pedang raksasa Grid bertengger sangat dahsyat hingga memicu retakan hebat di sepanjang permukaan tameng pelindungnya.
*Trang! Krak!*
**[Opsi pasif khusus Failure teraktifkan secara otomatis, melipatgandakan sabetan serangan fisik Anda menjadi 5 kali tebasan beruntun secara instan.]**
*Boom!*
“Uwaaaah!”
Dinding tameng pelindung ganda Neberius hancur berkeping-keping menjadi butiran es. Butiran serpihan tameng yang hancur berkilau merefleksikan kepanikan wajah Neberius layaknya pecahan cermin kaca.
Gumpalan ketakutan. Neberius telah mendedikasikan 123 tahun penuh masa hidupnya di Satisfy, namun sirkulasi ketakutan batin yang pekat ini murni baru dirasakannya sebanyak beberapa kali saja sepanjang hidup. Detik berikutnya, bilah hiu pemangsa samudra raya Failure meluncur deras melumat sisa fisiknya tanpa ampun.
**[Opsi pasif khusus Failure teraktifkan, memicu aktifnya opsi skill ‘Bisect’ (Belah Dua) secara otomatis.]**
**[Bisect (Belah Dua)]** *\*Menghasilkan daya rusak ofensif sebesar 800% Attack Power secara mutlak mengincar satu target sasaran. Menyodorkan garansi mutilasi fisik target guna memicu aktifnya barisan efek status pelemahan (debuff status abnormal) secara acak.* *\*Skill Cooldown: 5 menit.*
*Sret!*
“Kuaaaack!”
Didorong oleh insting bertahannya demi menyambung hidup, Neberius secara refleks mengangkat tinggi lengan kanannya memblokir lintasan pedang, memicu lengan fisiknya terputus buntung disertai pekikan jeritan perihnya. Wajah tuanya kian membiru ngeri menatap cucuran darah segar yang menyembur deras dari potongan lengannya.
“Sangat tidak masuk akal...!”
Kapasitas bertarung Serikat Tzedakah hari ini terbukti menyodorkan kekuatan tempur yang bertengger berlipat-lipat jauh lebih mengerikan dibandingkan taksiran kasarnya.
Dia didera tekanan mental menatap keliaran belati pembunuh Faker didampingi keliaran pedang Ibellin, ditambah kuncian gerak Balak di bawah pengawasan Toon dan Jishuka. Ditambah kelincahan gerak Regas didampingi Pon yang sanggup menahan gempuran 70 elder Yatan secara kokoh di perbatasan.
Namun pemuda berkerudung usang yang menyembul terakhir di langit benteng ini menyajikan visualisasi momok yang sepenuhnya berbeda. Kapasitas bertarungnya terlampau mengerikan. Meskipun dirinya berstatus pemain biasa (*user*), wibawa bertarungnya seketika mengingatkan Neberius pada keagungan Yura yang dipilih secara khusus oleh Dewa Yatan. Perpaduan zirah suci putih berpadu dengan tameng perisai ilahi yang memancarkan Magic Power ilahi Rebecca yang teramat pekat, apakah pemuda ini memegang silsilah hubungan khusus bersama faksi Gereja Rebecca?
“Kabar angin benua menyebutkan Gereja Rebecca memelihara sebidang kuil rahasia yang didedikasikan khusus guna mendidik pembentukan Rebecca's Daughters didampingi Executor Rebecca... apakah raga tuamu terlahir dari kuil suci tersebut?”
Grid menyunggingkan senyuman tipisnya menyahut pertanyaan konyol Neberius.
“Kuil (Temple)? Bukan, ini Tem-bbal (Overgeared)!”
“...Tem-bbal...?”
Sebuah kalimat jawaban ganjil yang menolak dipahami logis oleh otaknya seketika mendongkrak kebingungan di kepala Neberius, sesaat sebelum tubuh tuanya didera siksaan perih luka tusuk yang teramat sangat.
*Jlep!*
Bilah pedang raksasa transparan biru Failure menusuk telak menembus jantung dadanya.
“*Uhuk*... K-Kuock...!”
Sebuah momentum sejarah Satisfy di mana wibawa Servant Keempat kuil Gereja Yatan resmi tumbang terkapar dilumat oleh keliaran manuver satu orang pemain saja secara mandiri.
