Neberius tewas terkapar didampingi keberhasilan Balak melarikan diri membelah dimensi. Jishuka bergegas memicu panel kepemilikan wilayah guna mengalkulasikan sisa detail kerusakan fisik wilayahnya secara riil.
**Nama Wilayah:** Desa Bairan **Skala Wilayah:** Desa **Penguasa Wilayah:** Jishuka (Baroness, Master Serikat Tzedakah) **Administrator Wilayah:** Grill (Kemampuan administrasi: C-Grade) *\*Semakin tinggi tingkatan kapasitas administratif administrator pilihan, semakin pesat laju perkembangan wilayah secara makro.* **Faksi Afiliasi:** Kerajaan Eternal, Earl Steim. **Kepadatan Penduduk:** NPC – 451 jiwa. Pemain – 5.104 jiwa. **Kekuatan Militer:** Ksatria – 2 orang. Prajurit – 103 orang. **Keamanan Wilayah:** 10/100 *\*Tingkat stabilitas keamanan berada di kasta terburuk. Kerusuhan warga komplek rentan terpicu aktif, didukung tingginya probabilitas kemunculan komplotan bandit serta monster liar di sekitar desa.* *\*Keamanan wilayah meningkat sebesar +1 poin di setiap penambahan 10 unit prajurit benteng.* *\*Tingkat keamanan diprogram sistem meningkat secara konstan di setiap jam sebanding dengan total unit prajurit benteng.* **Urusan Internal (Restorasi):** 269 / 1.200 *\*Pembangunan barisan pusat perbelanjaan, fasilitas publik, serta restorasi gedung-gedung secara otomatis meningkatkan kapasitas urusan internal.* *\*Laju peningkatan skala wilayah (upgrade ke tingkat kota) resmi terpicu sesaat setelah kapasitas urusan internal menyentuh batas maksimal.* **Diplomasi:** Tidak Ada. **Faksi Musuh Penguasa:** Gereja Yatan / Kerajaan Rio / Trauka sang Naga Merah / Kelompok Iron Style / Klan Helding / Klan Sofa. **Faksi Musuh Serikat Afiliasi:** Gereja Yatan / Kerajaan Rio. **Komoditas Khusus:** Jaffa, Besi Hitam. **Tokoh Terhormat (Talenta):** ★☆ Saat ini 1 orang terdeteksi berada di wilayah ☆★
Kemarin pagi.
Sebelum pemicuan serbuan mendadak sekte Yatan terjadi, total populasi penduduk NPC di Bairan bertengger kokoh di angka 700 jiwa, tingkat keamanan stabil di angka 90 poin, didukung kapasitas urusan internal yang telah menembus kisaran 600 poin. Seluruh pencapaian makmur tersebut murni dirintis berkat gotong-royong Serikat Tzedakah menggelontorkan segenap kas dana mereka sepanjang 20 hari terakhir.
Dan seisi kemakmuran tersebut lumat hancur dalam kurun waktu setengah hari saja. Siapa pun pemain umum yang menduduki posisinya dipastikan bersiap meledakkan amarah sumpah serapahnya, namun raut wajah Jishuka justru tampak diliputi kegembiraan. Semua itu dipicu oleh pemicuan aktif bar notifikasi hadirnya tokoh bertalenta khusus.
*“Opsi menu pencarian tokoh bertalenta khusus selama ini tiada henti memunculkan status tidak terdeteksi.”*
Hadirnya satu keping talenta unggul di Satisfy diakui sanggup memikul fungsionalitas setara dengan kontribusi 100 orang prajurit biasa. Tidak, bahkan wewenang kekuatannya berpeluang memikul peran setara seribu hingga sepuluh ribu prajurit benteng.
*“Meskipun aku menaruh harapan besar talenta baru ini dibekali keahlian administratif tingkat tinggi, opsi kasta apa pun sudah lebih dari cukup bagiku.”*
Jishuka bergegas memicu detail ulasan perekrutan personel di antarmukanya.
*\*Sepanjang sang penguasa wilayah didampingi faksi bawahan memegang stat wawasan (Insight) melebihi 300 poin berpadu kepemilikan item Lord's Sword (Pedang Lord), ada probabilitas sangat langka menemukan keberadaan tokoh bertalenta khusus.* *\*Sepanjang sang penguasa wilayah didampingi faksi bawahan memegang stat wawasan melebihi 600 poin berpadu kepemilikan Lord's Sword, probabilitas menemukan keberadaan tokoh bertalenta khusus bertengger di kasta lumayan.* *\*Sepanjang sang penguasa wilayah didampingi faksi bawahan memegang stat wawasan melebihi 900 poin berpadu kepemilikan Lord's Sword, probabilitas menemukan keberadaan tokoh bertalenta khusus terkunci di kasta sedang.*
*Stat wawasan melebihi 300 poin...*
Stat wawasan (*Insight*) memegang status selaku stat khusus Satisfy. Rumpun parameter khusus yang secara baku hanya didekap oleh pemain berrumpun kelas komandan militer sejak awal, sedangkan pemain umum layaknya Jishuka murni baru sanggup menetaskannya pasca menghabiskan durasi panjang mengelola aliansi serikat maupun wilayah jajahan.
Satu-satunya pemain yang memegang kepemilikan stat wawasan di seantero Serikat Tzedakah murni hanya Jishuka seorang saja, didukung limit kapasitas poinnya yang masih tergolong minim.
*“Dengan kapasitas stat wawasanku saat ini, mustahil bagiku mendeteksi keberadaan sang tokoh bertalenta khusus tersebut secara mandiri...”*
Kemunculan talenta berharga untuk kali pertama di wilayahnya memicu hasrat Jishuka menolak membiarkannya lolos sia-sia.
*“Hmm, aku terpaksa meluncur menyusuri jalanan komplek mencari keberadaannya secara manual.”*
Di kawasan timur desa.
Jishuka meluncurkan barisan instruksi bagi anggota serikat didampingi unit prajurit benteng di area timur, koordinat wilayah yang didera tingkat kehancuran terparah. Sepasang matanya menyapu kegelisahan warga sipil yang sedang mandi keringat merintis pengerjaan restorasi bangunan. Namun di sela-sela pemantauan tersebut, benturan interaksi konyol di pinggir jalan seketika menarik perhatiannya.
“Hei, kau. Bukankah sabetan sekop tanahmu tergolong sangat terampil?”
“Hah?”
“Kau memegang opsi skill khusus bertajuk Shovel Mastery (Penguasaan Sekop) di panel karaktermu... Tidak, kurasa istilah tersebut lebih layak dicap sebagai julukan aslimu.”
“Heok?! Dari mana kau berhasil mengendus keahlian tersembunyiku ini?”
“Gila... kau terbukti sangat malas. Memendam keahlian vital seberguna ini namun memilih mematung malas menutup diri karena menolak memeras keringat bekerja membantu restorasi?”
“Mematung malas? Bukankah ragaku saat ini sedang fokus meluncurkan patroli pengamanan benteng?”
“Benturan pertempuran telah resmi ditutup, untuk alasan apa kau bersikeras meluncurkan patroli?”
“Aku mengemban komando wajib menjamin evakuasi warga sipil terhindar dari sisa-sisa ancaman serangan pengikut kuil Yatan yang berpeluang menyelinap!”
“Omong kosong tidak bermutu. Sekalipun ada sisa pengikut Yatan yang tertinggal di field, kapasitas sabetan sekopmu bertengger jauh lebih mendesak dibutuhkan bagi kelancaran pembangunan benteng saat ini. Urusan pengamanan benteng telah dikunci oleh puluhan prajurit benteng, segera angkat kakimu menyeret sekop tanah!”
“T-Tapi ragaku sempat didera luka robek yang sangat parah sepanjang pertempuran kemarin, memotong sisa stamina fisikku mengayunkan sekop tanah...”
“Luka parah? Luka lecet kecil di lenganmu ini yang kau klaim sebagai luka parah? Gila, bukankah kau terlampau pemalas? Segera ayunkan sekop tanahmu sekarang juga, atau kau memendam hasrat ingin menerima sabetan kapak tempaanku?”
“...Baiklah, akan kurintis.”
Pemuda pemalas tersebut tak lain adalah Grid. Apakah berkat suci dari pernikahan Irene? Grid saat ini sedang menggenggam erat sebilah Commander's Sword (Pedang Komandan) di tangannya, mempermudahnya menyapu detail opsi keahlian para prajurit murni lewat satu lirikan mata saja secara dinamis.
*Apakah kelas legendaris dianugerahi kelimpahan stat khusus multi-fungsi sekaya ini oleh sistem?*
Harapan Jishuka kian membumbung tinggi. Penggunaan opsi Lord's Sword menuntut kepemilikan stat wawasan tingkat tinggi agar sanggup dimobilisasi secara optimal!
*“Apakah kapasitas stat wawasannya sanggup menyelaraskan wibawa Lord's Sword?”*
Didorong oleh rasa percaya diri yang tinggi, Jishuka bergegas melangkah lebar menghampiri Grid. “Grid, bersediakah kau membantuku melacak keberadaan sang tokoh bertalenta khusus di desa ini?”
“Bualan konyol jenis apa lagi yang sedang kau suarakan?”
Grid mengernyitkan dahinya heran menatap kedatangan Jishuka. Tanpa memberikan celah baginya melontarkan sanggahan, Jishuka bergegas menyerahkan sebilah Lord's Sword (Pedang Lord) ke dekapannya secara dinamis.
**[Lord's Sword (Pedang Lord)]** * **Durability:** 150/150 * **Attack Power:** 150 *** Dignity (Martabat) +60** *** Opsi skill aktif ‘Character Observation’ (Pengamatan Karakter) teraktifkan.* *** Opsi skill aktif ‘Talent Search’ (Pencarian Bakat) teraktifkan.* *Sebilah pedang kehormatan khusus yang murni dianugerahkan secara eksklusif bagi kalangan penguasa wilayah (Lord) yang reputasinya diakui sistem.* *Menyajikan kemudahan bagi pemegang kekuasaan menyapu detail profil sirkulasi prajurit serta penduduk secara presisi demi kelancaran manajemen wilayah.* **Weight: 200**
Lord's Sword merepresentasikan versi pembaruan tingkat atas dari Commander's Sword orisinal.
*Pencarian Bakat?*
Dada Grid diliputi rasa penasaran sesaat setelah membaca statistiknya, memancing Jishuka meluncurkan rayuan manisnya kembali. “Kau terbukti sanggup mengelola kegunaan Commander's Sword secara presisi, mempertegas fakta kelayakanmu menguasai wibawa Lord's Sword ini, bukan? Saat ini tercatat ada 1 jiwa bertalenta khusus yang sedang mendiami Bairan, tolong kerahkan wawasanmu mencarinya demi kelancaran guild-ku.”
“Apakah kalian berasumsi seorang pandai besi dibekali otorisasi memikul seisi pekerjaan serikat secara sepihak?”
“Hehe.” Jishuka tersenyum manis sembari meluncurkan colekan jarinya menyentuh pinggul Grid diiringi kedipan lentik sepasang matanya. “Aku bersumpah bersedia melimpahkan komisi hadiah khusus secara pribadi kepadamu pasca misi ini selesai. Bagaimana?”
“Ugh...”
Hadiah komisi khusus secara pribadi? Grid seketika mematung canggung diliputi keliaran imajinasi kotornya menatap lekuk pesona sensual Jishuka berpadu dengan nada rayuannya yang pekat.
*Pernikahanku dengan Irene telah menginjak durasi 22 hari penuh, namun dada mudaku masih saja bergetar kaku menatap pesona wanita luar... Apakah keliaran gejolak batin ini murni bagian dari sisa nafsu liarku?*
Ataukah representasi dari getaran asmara?
*Otakku mulai tidak waras.*
Youngwoo seumur hidupnya di dunia nyata bahkan menolak memendam histori berpegangan tangan dengan gadis luar, memicunya sangat rentan salah mengartikan asmara lawan jenis. Grid bergegas memanggil kembali kepedihan batinnya didera penolakan Ahyoung dulu guna menstabilkan fokus kepalanya.
*Gadis secantik dewi ini seumur hidupnya menolak menaruh ketertarikan asmara menghadapi pemuda biasa sepertiku. Sangatlah haram bagiku membuang waktu hanyut didera delusi konyol. Aku menolak membutuhkan asmara gadis dunia nyata saat ini. ‘NPC Irene memegang takhta cinta teragung di dadaku.’*
Grid secara perlahan mulai bertransformasi menyerupai sesosok Damian! Sembari menyelipkan Commander's Sword ke dalam inventarisnya, dia menarik keluar Lord's Sword dan bersuara datar. “Urusan komisi khusus pribadi tersebut, pastikan dialokasikan guna menyokong pendanaan Vantner dan Toon secepatnya. Kantong koin emas mereka berdua dikabarkan sedang didera kritis pasca memborong zirah Wave Armor didampingi Failure tempuanku kemarin.”
“Sayangnya, sisa kas keuangan guild kita saat ini telah resmi menyentuh batas kosong. Aku melayangkan penyesalanku, namun pencairan dananya dipastikan membutuhkan durasi waktu tunggu. Ah, terlebih lagi, mohon amankan tumpukan mineral ini.”
**[Mendapatkan jarahan mineral: Orichalcum Biru (7).]** **[Mendapatkan jarahan mineral: Orichalcum (21).]** **[Mendapatkan jarahan mineral: Besi Hitam (55).]**
Hamparan mineral logam berharga tingkat tinggi. Khususnya mineral orichalcum biru murni diprogram sistem hanya sanggup dijarah dari jasad Guardian of the Forest saja, memosisikannya tidak memilik batas nominal harga lelang akibat kelangkaannya. Diberikan secara cuma-cuma? Grid terpaku kaget menatap senyuman manis Jishuka.
“Langkah yang sangat lumrah mendedikasikan ketersediaan mineral logam berharga guna menjamin kelancaran pandai besi guild.”
Di Satisfy saat ini, Serikat Tzedakah mematok regulasi gotong-royong menyokong seisi kebutuhan bahan mineral Grid di setiap pemicuan pesanan produksi persenjataan secara cuma-cuma. Faktor tersebut memuluskan jalan Grid menempa besi tanpa perlu menggelontorkan modal sepersen pun didampingi raihan profit emas yang sangat masif. Opsi tersebut dirasa sudah sangat adil baginya, namun siapa sangka serikat bersikeras melimpahkan bonus mineral tambahan padanya hari ini?
Batin Grid benar-benar didera keharuan yang mendalam. Diakui martabat dan keahliannya oleh komunitas luar menyodorkan kebahagiaan yang sangat membekas di dadanya. Dirinya seketika merasa disandingkan setara dengan keagungan Zhuge Liang di sepanjang sejarah roman Tiga Kerajaan.
“Terima kasih banyak atas ketulusan kalian menghargai martabat keahlianku.”
Grid menyahut jujur. Jishuka tersentak malu menatap ketulusan Grid, meluncurkan batuk canggungnya. “Kau memegang status sebagai pusaka terindah di seantero serikat kita, Grid. Aku bersumpah akan mengerahkan segenap wewenangku menjamin kenyamananmu menetap di serikat ini sepanjang hari. Mari terus melangkah bersama secara selaras.”
“Sepanjang kau bersikeras meluruskan keselarasan hubungan kita ke depan, pastikan mulutmu memanggilku dengan sebutan Oppa... Usia mudamu bukankah murni baru menginjak kisaran 24 tahun saat ini?”
“A-Apa?! Memanggilmu Oppa? Mimpi saja kau!”
Di seantero Serikat Tzedakah, usia Jishuka tercatat menduduki kasta termuda di antara jajaran anggota inti lainnya. Gurat kejengkelannya seketika membumbung tinggi di setiap kali dirinya diingatkan akan usianya yang masih belia. Dia sukses diterima menduduki takhta Master Serikat murni berkat keliaran kapasitas tempur didampingi kepemimpinan wibawanya yang luar biasa, namun kecanggungan sosial menolak pudar di setiap kali dirinya meluncurkan komando perintah bagi anggota yang usianya jauh lebih tua. Faktor tersebut memaksanya sengaja mengabaikan usianya demi menjaga martabat kepemimpinannya. Atas dasar gengsi politik tersebut, bibirnya menolak keras memanggil Grid dengan sebutan Oppa.
“Aku bersumpah menolak sudi memanggilmu demikian.”
Jishuka melayangkan penolakannya secara sangat serius, memancing Grid menarik taksiran analisis pribadinya.
*Apakah dirinya memendam ketidaksukaan mendalam menghadapiku? Ataukah representasi budaya luar Asia yang menolak terikat batasan silsilah usia?*
“Kalau begitu, mohon bantuannya secepatnya.”
Jishuka mendelegasikan quest pelacakan tokoh bertalenta khusus ke pundak Grid dan bergegas kembali fokus memimpin pembangunan. Grid mematung sendirian sembari memicu panel layar Satisfy menganalisis wewenang skill Talent Search miliknya.
**[Stat wawasan (Insight) Anda tercatat melebihi 600 poin. Pengaruh wawasan mendongkrak aktifnya opsi skill pasif ‘Talent Search Lv.2’ secara otomatis.]**
**[Talent Search Lv. 2 (Pencarian Bakat Lv. 2)]** *\*Mampu menyapu detail potensi tersembunyi yang didekap oleh target.* *\*Radius pengamatan murni dibatasi bagi kalangan NPC yang terafiliasi resmi mendiami wilayah kekuasaan.*
“...Apakah notifikasi ini mempertegas keharusanku menyapu seisi profil warga satu per satu secara manual?”
Sebagai anggota Serikat Tzedakah, Grid dianugerahi otoritas memantau sirkulasi data kependudukan Desa Bairan. Berkat hak tersebut, dia mengetahui total populasi penduduk benteng saat ini bertumpu di angka 556 jiwa. Apakah dirinya harus merelakan tenaganya meluncur memindai detail profil 556 orang tersebut? Kejengkelan sempat merayap di dadanya.
“Namun ulasannya tergolong sangat menarik, ragaku menolak memedulikan durasi waktunya.”
Benar sekali. Menyapu detail opsi kemampuan bawaan, batas maksimal pertumbuhan stat, didampingi opsi skill para NPC menyodorkan kesenangan yang sangat unik baginya, mengikis kejengkelan di dadanya. Terlebih lagi, bagaimana jika sepasang matanya sukses melacak keberadaan NPC yang memendam potensi tersembunyi? Kegembiraannya dipastikan akan meledak berlipat ganda.
*Stat wawasanku diprogram sistem meningkat secara konstan sepanjang aku rutin memindai mereka, didampingi probabilitas melacak kandidat ksatria baru... Sebuah perburuan yang melimpahkan banyak keuntungan sekaligus.* Siluet wajah ksatria kepala batu Jude seketika melintas di otaknya. *Jude, kapasitas bertarung pemuda tersebut diakui sangat luar biasa...*
Pemuda tersebut saat ini dikabarkan sedang mandi keringat memburu kawanan Frost Orc di bawah koordinasi Huroi dan Romeo demi mengamankan pasokan sisik sylphid... Tidak, Jude didampingi unit prajurit benteng saat ini sedang menjalani sesi pelatihan tempur khusus di perbatasan. Grid menaruh harapan besar mereka bersiap merapat kembali ke Winston membawakan tumpukan sisik sylphid secepatnya... Tidak, dia berharap mereka kembali memamerkan pertumbuhan level tempur yang melesat.
– Youngwoo-ssi.
Di sela-sela kegiatannya menyusuri jalanan komplek memindai seisi NPC desa, sebaris bisikan pesan rahasia (*whisper*) dari Yura merambah masuk. Grid menyahut sembari sepasang matanya terus fokus memindai NPC sekeliling.
– Untuk alasan apa langkah kedatanganmu merapat kemari terlampau lambat?
– Mohon maafkan kelalaianku. Durasi waktu kedatanganku terhambat akibat aku sempat hanyut menyimak tayangan rekaman siaran langsung pertempuran Desa Bairan di internet.
Langkah kaki Grid mendadak terhenti kaku.
– Siaran langsung pertempuran Desa Bairan?
– Benar, kemunculan perdana pemegang kelas legendaris pertama Pagma's Descendant secara terbuka di depan umum disiarkan secara luas hari ini.
– Berita tersebut disiarkan di internet?
– Merambah komunitas internet didampingi stasiun TV global. Seisi forum Satisfy saat ini sedang diguncang kegaduhan besar. Sungguh sebuah kejutan yang menakjubkan. Aku menolak menyangka pewaris Pagma's Descendant ternyata memendam afiliasi resmi bersama serikatmu.
*Sebuah keberuntungan, identitas asliku selaku Pagma's Descendant menolak terendus publik.*
Dia menyadari betul keberadaan barisan pemain luar di Bairan kemarin, mendorongnya menyembunyikan wujud fisik wajah didampingi nama ID-nya di balik kerudung jubah usang. Yura melanjutkan obrolannya menenangkan Grid.
– Apakah posisimu saat ini sedang mendiami wilayah Desa Bairan? Aku memendam hasrat ingin memverifikasi keaslian ego benda mati peliharaan yang sempat kau ceritakan kemarin.
– Kau memendam rencana meluncur ke Desa Bairan saat ini?
– Aku berniat menyelidiki detail identitas asli di balik sosok Pagma's Descendant secara langsung.
– Apakah kau melupakan status politikmu selaku Hamba Kedelapan sekte Yatan? Apa kau berasumsi faksi pertahanan serikatku bersedia membiarkan ragamu melangkahkan kaki menerobos gerbang benteng secara damai?
– Aku bersumpah akan menyelimuti wujud fisiku dibalut opsi penyamaran nama ID. Skenario bahaya menolak terpicu aktif sepanjang kau bersikeras tidak membocorkan identitas asliku ke hadapan serikatmu, bukan?
– Mengapa kau memendam keyakinan mutlak berasumsi diriku menolak membocorkan identitas aslimu? Dari mana datangnya rasa percaya dirimu menghadapiku?
– Bukankah di antara kita berdua memendam jalinan hubungan rahasia khusus? Kita memelihara status kemitraan kerja sama yang kokoh, didukung komitmenku menolak meluncurkan sabetan pedang memusuhimu di Satisfy.
– Tolong jangan salah mengartikan status kemitraan kita. Namun ya sudahlah, oke. Ragaku diprogram menetap di desa ini dalam kurun waktu tertentu, memosisikan kedatanganmu kemari sebagai keputusan yang tepat.
Di saat yang bersamaan, di pelataran Kastil Winston. Lady Irene seketika beranjak bangkit berdiri dari kursi kebangsawanannya sesaat setelah menerima laporan darurat mengenai porak-porandanya Desa Bairan didera perang.
“Kerahkan segenap unit prajurit benteng didampingi ratusan insinyur bangunan meluncur ke Desa Bairan secepatnya guna menyokong kelancaran pengerjaan restorasi. Kita bersiap berangkat detik ini.”
Ksatria agung Phoenix menyela cemas melayangkan sanggahannya. “Apakah My Lady memendam tekad kuat bersikeras meluncur ke perbatasan secara langsung?”
“Suamiku saat ini sedang mandi keringat bertarung membantu restorasi di sana, sudah merupakan kewajiban moral bagi sesosok istri meluncur mendampingi langkah suaminya, bukan?”
“Namun jalur perlintasan menuju Desa Bairan diprogram sistem dihuni oleh kelimpahan kawanan monster liar yang sangat berbahaya. Terlebih lagi, membiarkan pertahanan Kastil Winston kosong menolak dicap sebagai keputusan bijak bagi kelangsungan keselamatan Anda.”
“Kita dibebaskan mendelegasikan wewenang manajemen pertahanan Winston sementara waktu di bawah pengawasan Administrator Valdi.”
“Kondisi kesehatan Administrator Valdi saat ini dilaporkan belum pulih sepenuhnya pasca didera guncangan trauma serangan kuil Gereja Yatan kemarin...”
“Diam!”
“...My Lady?”
“Aku merasa sangat kesepian! Aku kesulitan memejamkan mata tidur di setiap malam murni karena tiada henti memikirkan keberadaan suamiku! Aku memendam hasrat ingin secepatnya dikaruniai keturunan! Apakah aku wajib meluruskan kalimat memalukan lainnya murni demi memuaskan rasa penasaranmu?!”
“Hamba memohon ampunan atas kelalaian hamba memahami batin Anda, mohon cabut nyawa hamba!”
Sesosok ksatria tua bangka yang menolak peka memahami gelora asmara batin seorang istri. Irene memantapkan keputusannya bersiap meluncur ke perbatasan sesaat setelah barisan ksatria pengawal benteng siap dimobilisasi.


