Overgeared

Chapter 159

3120 Kata

“Otakku benar-benar bersiap gila.”

Semenjak tiga hari lalu, Grid memikul pengerjaan quest delegasi dari Jishuka guna melacak keberadaan tokoh bertalenta khusus. Grid awalnya sangat menikmati rutinitas baru tersebut. Menyapu profil warga sipil mengandalkan keahlian Talent Search menyodorkan kesenangan yang unik, didukung berkat kenaikan stat wawasan yang kian terdongkrak naik di sepanjang aktivitas.

Namun kendala utamanya menyembul pasca kedatangan Irene. Bangsawan cantik tersebut nekat memobilisasi unit prajurit benteng menuju Desa Bairan murni mengandalkan dalih membantu percepatan pembangunan restorasi benteng, didukung kelakuannya yang menolak merenggangkan jarak fisiknya dari sisi Grid sepanjang tiga hari terakhir. Kehadirannya memangkas kelonggaran gerak Grid menyusuri jalanan desa, memosisikannya terisolasi didera kebingungan.

“Grid... untuk alasan apa kau menolak memoles ketahanan zirah tamengku?”

“Gila, wibawa suasananya benar-benar sangat nyata.”

Desa Bairan.

Di sela-sela kegiatannya memoles persenjataan didampingi aktivitas menaksir opsi stat peralatan para anggota serikat, barisan pemain benteng yang melintasi areanya tiada henti meluncurkan ulasan bisik-bisik gaduh mereka. Semua itu dipicu oleh kelakuan Irene yang tiada henti menempel mesra di samping Grid sepanjang hari. Tangannya dengan penuh kasih sayang menyapu sapu tangan lembut menyeka tetesan keringat di dahi Grid, menyuapkan camilan manis ke mulutnya secara berkala, didampingi pendaran suara senandung indahnya sepanjang Grid sibuk menempa besi.

Sesosok gadis bangsawan cantik luar biasa berkulit putih mulus, berbibir indah menawan, didampingi sepasang mata bulat indah dan gerak-gerik tubuhnya yang memancarkan keanggunan kasta tertinggi memperlakukan Grid semesra ini di depan umum, seketika memantik api kecemburuan yang membara di dada barisan pemain pria serikat.

*Apakah pemuda berwajah biasa tersebut sukses menyelamatkan kedaulatan negaranya dari kehancuran di sepanjang masa kehidupan lalunya? Bagaimana bisa dirinya dianugerahi sesosok istri secantik dewi didampingi limpahan kekuasaan kasta tertinggi di Satisfy?*

*Aku bersumpah diriku dirundung kecemburuan yang teramat sangat... Aku berlipat-lipat jauh lebih cemburu menatap statusnya selaku suami sah Irene dibandingkan status kepemilikan kelas legendarisnya... Sial.*

*Fiuuh... aku memendam hasrat ingin meluangkan waktu bersosialisasi bersama Irene... Demi kebahagiaannya, aku bahkan bersedia mendedikasikan jiwaku menumpas kelangsungan hidup naga merah Trauka demi merebut jantung naganya...*

*Mereka berdua telah resmi berstatus suami istri sah, bukankah sirkulasi malam mereka dipastikan telah... Argh! Grid secara resmi telah merebut kesucian mahkota Irene...*

Tumpukan permusuhan batin kian membara di sekelilingnya. Grid seketika merasa tubuhnya dipaksa terduduk di atas hamparan duri tajam yang menyiksa fisiknya.

“Aku wajib meluangkan durasi istirahat sejenak.”

“Keputusan yang sangat bijak, suamiku.” Irene bergegas memulihkan posisi berdirinya sesaat setelah melihat Grid beranjak berdiri. Sembari mendongkrak sepasang mata biru indahnya yang bersinar berkilau menyerupai lentera malam, dia bergumam lembut. “Kau telah memeras stamina fisikmu bekerja menempa sejak fajar pagi menyingsing tadi, tubuhmu dipastikan didera keletihan yang teramat sangat. Mari merapatkan raga bersiap menuju kamar tidur.”

“Tidak perlu... aku sama sekali menolak membutuhkan durasi tidur siang saat ini.”

Di sepanjang sistem Satisfy, rumpun pemain murni baru meluangkan waktu memejamkan mata tidur murni demi mempercepat pemulihan stat HP didampingi stamina fisik saja. Sedangkan kapasitas HP didampingi parameter stamina Grid saat ini bertengger kokoh di angka penuh. Dirinya murni hanya berniat melangkah meloloskan diri sejenak demi menghindari kepungan kecemburuan sosial anggota serikatnya. Namun Irene bersikeras menolak melonggarkan kunciannya.

“Sama sekali tidak boleh dibiarkan. Kau wajib meluangkan waktu memejamkan mata. Bukankah durasi istirahat yang cukup menyodorkan garansi utama memelihara stabilitas kesehatan fisik Anda? Mari, segeralah tidur siang mendampingiku.”

Sebuah kedisiplinan keras kepala yang sangat tidak biasa. Grid dirundung kebingungan mendalam.

*Untuk tujuan apa dirinya tiada henti memaksaku merapat ke kamar tidur?*

Sepanjang tiga hari terakhir, Irene tiada henti memobilisasi tenaganya memaksa Grid merapat ke ranjang di sepanjang waktu pagi, siang, didampingi malam hari secara ketat. Grid menolak memahami motif di balik kegilaan tersebut, memaksanya menyuarakan pertanyaan jantannya secara langsung. “Mohon bersikap jujur kepadaku, Irene. Target kasta apa sebenarnya yang kau inginkan dari ragaku saat ini?”

“Eh?”

Sepasang mata bulat Irene seketika membelalak lebar layaknya kelinci belia didera keterkejutan menatap pertanyaan langsung suaminya. Grid yang menolak memedulikan kecanggungan sosial bergegas merapatkan fisiknya menyudutkan tubuh Irene ke dinding bangunan, melayangkan pertanyaan lanjutannya. “Apakah aku wajib mengulang pertanyaan kasarku sekali lagi? Apa motif sebenarnya dibalik desakan tidur siangmu?”

“I-Itu...” Wajah putih mulus Irene seketika merona merah padam dalam sekejap. Raganya menolak sanggup menahan tatapan tajam sepasang mata Grid, memutar kepalanya menjauh menahan malu. “...Sungguh menyebalkan perangaimu hari ini. Untuk alasan apa kau memaksaku meluruskan kalimat memalukan tersebut menggunakan bibirku sendiri?”

Irene menyahut lirih didera kepasrahan batinnya.

Grid sempat dirundung rasa bersalah mendeteksi kepasrahan wajah istrinya, namun egonya menolak meluncur mundur. Dia bersikeras mengunci kejelasan jawaban tersebut.

“Benar, kau wajib menyuarakannya secara jernih.”

Hingga akhirnya, genangan air mata keharuan seketika menghiasi kelopak mata Irene. Sebuah gumpalan rasa malu yang teramat sangat mendepresiasi pertahanan mental kebangsawanannya.

*“Hiks... suamiku, apakah kau memendam opsi kepribadian ganjil yang gemar mendera batin istrimu seperti ini...? Teganya dirimu memaksaku menyuarakan kalimat yang teramat memalukan ini secara lantang... hiks... uhuk...”*

“I-Irene? Untuk alasan apa kau mendadak meneteskan air mata?”

Grid tersentak panik menatap tangisan istrinya, bergegas menyapu pandangan matanya memantau sekeliling komplek.

*Bisa gila aku.*

Jika ada barisan pemain luar yang mendeteksi visualisasi tersebut detik ini, mereka dipastikan bersiap mendakwanya selaku sesosok suami sampah yang tega menyiksa batin istrinya hingga menangis sesenggukan di public area. Di sela-sela kepanikan Grid menguraikan situasi, Irene bergegas menggigit lembut bibir bawahnya. Sembari melayangkan lirikan matanya layaknya seekor anak kucing belia yang memendam kelaparan meminta asupan pakan, dia menatap lekat wajah Grid.

“...Aku memendam hasrat ingin secepatnya mengamankan keturunan.”

“Mengamankan keturunan? Aku memahaminya. Langkah pengerjaannya bersiap kurintis dalam waktu dekat, mohon hapus air matamu... Eh? K-Keturunan? Bayi?”

Grid tersentak panik didampingi lompatan mundur fisiknya. Irene bertindak sigap melompat memeluk erat tubuh suaminya secara mesra, menyuarakan permohonan malunya. “Aku mendambakan lahirnya seorang anak laki-laki dari rahimku. Mohon limpahkan bayi tersebut di tubuhku.”

“Uwaaaah...”

Grid membisu kaku didera keterkejutan batinnya.

*Apakah dirinya melayangkan hasrat tersebut secara serius? Apakah sirkulasi otakku sukses menguraikan makna orisinal dibalik kalimatnya tadi?*

Sejak awal pernikahan suci mereka dulu, Irene memang telah memaparkan impiannya mengamankan keturunan di hadapan Earl Steim. Namun kelakuannya yang nekat melancarkan desakan asmara secara agresif di siang hari bolong seperti ini bertengger jauh di luar batas kesiapannya.

*Keliaran ini benar-benar... Tidak, bukankah dirinya terlampau patuh mengikuti insting biologisnya?*

Irene diakui seantero kedaulatan benua sebagai representasi nyata dari kelembutan perangai bangsawan tinggi, namun kelakuannya hari ini bertolak belakang. Grid mengerjap kaku menatap Irene, lalu dia menelan ludah.

“Untuk alasan apa kau menolak melayangkan jawaban, suamiku? Apakah kapasitas ranjangku menolak sanggup memuaskan selera asmaramu...?”

“...Selera asmara?”

“Itu... aku mendambakannya. Suamiku... Suamiku sayang...”

“Mohon hentikan sisa desakan bicaramu sejenak.”

Grid menolak sanggup menahan keliaran kalimat sensual yang meluncur dari bibir murni istrinya, bergegas menangkupkan jemari tangannya membungkam lembut mulut Irene. Detik berikutnya, sekujur raga mudanya seketika didera oleh gejolak gelombang asmara yang membara dahsyat di dadanya.

*Skenario ini menolak dicap tidak pantas...*

Apakah dirinya dirundung kejengkelan? Sama sekali tidak! Sebaliknya, keliaran manja istrinya dirasa bertengger berlipat-lipat jauh lebih manis dan menawan! Sesosok dewi tercantik di kedaulatan benua tiada henti memburu asmaranya secara agresif. Bukankah realitas tersebut menyodorkan kemewahan asmara yang sangat patut disyukuri secara khusyuk? Harga diri kelelakiannya seketika membumbung tinggi menembus batas langit benteng.

“Mari berangkat menuju ranjang.”

Grid menggendong erat tubuh Irene menggunakan kedua tangannya, menyajikan visualisasi gendongan gaya putri (*princess carry*) yang romantis.

“Ah.” Irene terkejut didampingi luapan kebahagiaan yang membuncit di dadanya. Dia menyembunyikan wajah cantiknya yang merona merah menyala di balik dada bidang Grid secara manja. Grid menyeringai lebar sembari melangkah lebar merintis kelajuan larinya mengincar pintu kamar tidur benteng.

“Eh? Untuk urusan apa Master benteng terburu-buru meluncur seperti itu?”

“Apakah Lady Irene didera luka robek fisik di sepanjang restorasi?”

Barisan anggota serikat yang melintasi jalurnya bergegas melayangkan kecemasan mereka. Namun Grid didampingi Irene menolak memedulikan gumpalan kepedulian luar tersebut. Detik ini, Satisfy murni dirasa milik mereka berdua saja.

“Suamiku... mohon dekap ragaku di tempat ini.”

Sesaat setelah merapat di kamar tidur benteng, Irene mendudukkan lekuk tubuh indahnya di atas ranjang tidur didampingi visualisasi pose sensualnya yang memukau, merentangkan kedua tangannya menyambut kehangatan tubuh suaminya.

*Teguk.* “Irene...”

Grid melangkah merapat mendekati tubuh istrinya, sebelum akhirnya pergerakan fisiknya mendadak terhenti kaku di udara.

*...Ragaku menolak dibekali kemampuan meluncurkan reaksi fisik biologis.*

Apakah dirinya menolak memendam hasrat birahi menghadapi pesona Irene? Sama sekali tidak! Kepalanya diliputi hasrat asmara yang teramat sangat. Namun regulasi hukum Satisfy mematok pembatasan malam asmara murni hanya sanggup dipicu aktif sekali saja dalam kurun waktu satu bulan riil, memutus celah pemain meretas batasan tersebut secara ilegal. Sistem Satisfy memangkas kelajuan gelombang otaknya guna mereduksi respon biologis fisiknya secara otomatis. Jiwanya mendambakan dekapan hangat Irene, namun fisiknya dikunci sistem menolak merespons. Siksaan batin jenis apa yang sedang ditimpakan Satisfy di pundaknya detik ini?

*Keparat kau, developer pembuat game Satisfy ini...*

*Tetes.*

Air mata kepedihan batin Grid seketika menetes membasahi pipinya.

“Suamiku...?”

Irene tersentak panik mendeteksi linangan air mata suaminya yang mendadak meledak tanpa alasan yang jelas.

“Keindahan asmaramu terlampau membuatku terharu hingga menolak membendung air mata kebahagiaanku, Irene.”

Grid menyunggingkan senyuman hangatnya menenangkan kecemasan Irene sembari merapatkan tubuhnya. Detik berikutnya, dia bergegas memobilisasi kemahiran taktis jemari tangannya memicu teknik nomor 21 hingga 35 dari buku panduan legendaris **‘100 Teknik untuk Memuaskan Wanita’** yang dikuasainya secara disiplin.

“Aku bersumpah akan menjamin kepuasan asmaramu menyentuh batas tertinggi hari ini.”

Barisan jemari tangan Grid yang kokoh dan panjang mulai mengayun lincah meluncurkan manipulasi keahlian tangannya di tubuh Irene. Pasca kesuksesan menumpas Guardian of the Forest didampingi penempaan Failure serta Wave Armor kemarin, status stat Dexterity tangannya telah melesat jauh melampaui batas normal, menyajikan keliaran keahlian jari yang kekuatannya diakui menyentuh dimensi keilahian dewa penempa.

“Ahh...”

Alunan melodi rintihan asmara yang teramat indah seketika berkumandang dari bibir Irene seiring tubuh indahnya dimanipulasi lincah layaknya instrumen musik yang menawan. Kepulan hembusan napas hangat asmara menyelimuti seisi keheningan kamar tidur benteng...

`[Detailnya sengaja dilewati oleh sensor]`

***

“Suamiku sayang, aku menyadari betul wibawa keagungan dayamu selaku ksatria terkuat didampingi tumpukan kewajiban restaurasi benteng yang menggunung tinggi di pundakmu. Namun mohon jangan pernah melupakan fakta bahwa koordinat rumah kediaman aslimu tetaplah terkunci di gerbang Winston. Hamba memohon luangkan langkah kakimu secepatnya pulang menemui hamba kembali.”

Berkat kontribusi manipulasi jemari tangan Grid kemarin, Irene sukses menumpas sisa gejolak asmara biologisnya didampingi pemulihan kestabilan mental kebangsawanannya secara damai.

“Aku bersiap merapat pulang sekarang juga.”

Berkat gotong-royong unit prajurit benteng didampingi kepemimpinan Irene, pengerjaan pemulihan kehancuran Desa Bairan diprogram sistem melaju pesat. Irene menyimpulkan kontribusi bantuannya telah memadai, mendorongnya memobilisasi rombongan prajurit benteng merapat kembali pulang menuju Winston. Anggota serikat melepas kepergiannya hangat.

“Lady Irene... bukankah visualisasi paras cantiknya hari ini bertransformasi berlipat-lipat jauh lebih memukau dibandingkan momen perdananya merapat kemari kemarin?”

“Benar... awalnya aku berasumsi kecantikan eksotis Jishuka bertengger di kasta terindah, namun penilaianku seketika goyah menatap keanggunan Irene hari ini.”

Regas menyahut diiringi senyuman hangatnya. “Bukankah wujud asmara seorang wanita diprogram mekar indah layaknya bunga mawar sesaat setelah merengkuh kebahagiaan sejati? Kontribusi Grid memuaskan asmaranya di setiap malam yang memicu mekarnya keindahan bunga tersebut.”

“Apa?!”

Segenap pemain serikat seketika meledak murka didera frustrasi.

“Grid! Siluman liar kaku itu! Pemuda mesum berwajah biasa tersebut nekat meluncurkan jemari kotornya menodai kemurnian tubuh suci Irene sepuas hatinya?!”

“Sesosok dewi pujaan seisi pemain... aku menolak merawat kewarasan batin menatap realitas kotor ini!”

“Dia memegang status sebagai suami sahnya! Apakah regulasi Satisfy membebaskan suaminya berbuat demikian sepuasnya?! Brengsek!”

Grid mengernyitkan dahinya masam menatap kegaduhan anggota serikatnya. “Aku bersumpah pengerjaannya murni mengandalkan ketangkasan jemari tanganku saja. Segera kunci rapat mulut iri kalian.”

“...”

Sisa durasi waktu tunggu hukuman biologis sistem Satisfy-nya murni masih menyisakan rentang waktu dua minggu penuh ke depan. Di sepanjang sisa durasi tersebut, dia memegang kewajiban membatasi benturan pertemuannya bersama Irene guna menepis krisis biologis. Jika situasi darurat menuntut kepuasan asmara istrinya, dia bersiap mengandalkan keandalan sabetan jarinya guna meretas krisis asmara tersebut.

Dia melangkahkan kakinya keluar meninggalkan bengkel besi guna menikmati kelapangan dadanya pasca kepulangan Irene. Detik berikutnya, dia kembali memfokuskan dirinya menyusuri jalanan desa memindai profil warga sipil, namun dewi keberuntungan menolak ramah padanya sepanjang hari ini, hari esok, maupun hari lusa ke depan.

*Aku tercatat telah memindai profil lebih dari 400 jiwa penduduk benteng secara manual, namun menolak melacak hadirnya satu pun talenta khusus... Apakah keabsahan kabar hadirnya tokoh bertalenta di desa ini tak lebih dari sekadar bualan bug sistem?*

Pengerjaan restorasi dinding luar benteng telah resmi dirampungkan secara total. Segenap penduduk benteng berhamburan menyebar ke berbagai sudut komplek guna memulihkan sisa bangunan internal desa. Grid tiada henti mengekor mengamati gerak mereka, memicu aktifnya peningkatan stat dasar didampingi ketekunan fisiknya. Meskipun menyodorkan kepuasan stat, batinnya mulai didera kejenuhan.

*Hari-hari panjang kuhabiskan menyusuri jalanan, jika perburuan ini berakhir tanpa raihan talenta khusus, bukankah ragaku murni sebatas membuang-buang waktu secara konyol? Aku menolak menelan kerugian tersebut. Ah... tunggu sejenak. Aku melupakan koordinat penting tambang.*

Grid memicu detail visualisasi desa menggunakan Lord's Sword di tangannya, mengalihkan fokus pandangan matanya menatap koordinat sebidang gunung kecil di belakang desa. Sebidang koordinat gunung tambang yang dulu sempat difungsikannya memotong level karakternya ke kasta minus.

*Komoditas ekspor khusus Desa Bairan bertumpu di sektor Jaffa didampingi bijih besi, didukung sirkulasi profesi warganya yang didominasi oleh penambang...*

Pembangunan militer benteng menuntut ketersediaan persenjataan melimpah, di mana kelancaran penempaannya mutlak membutuhkan pasokan bijih besi. Jishuka bersikeras mendelegasikan unit penduduk benteng memfokuskan tenaga mereka menambang bijih besi ketimbang membantu pemulihan bangunan desa demi menjamin keamanan benteng secepatnya. Mungkinkah sebutir talenta khusus yang dicarinya selama ini sedang bersembunyi mandi keringat di dalam lorong tambang?

Harapan Grid seketika membumbung tinggi, memotivasinya melangkah mendaki perbukitan tambang. Di masa lalu, kelumpuhan level minusnya menyiksa fisiknya mendaki bukit tersebut, namun kelincahan fisiknya saat ini memudahkannya merapat di mulut gua tambang dalam sekejap. Dia berlari menerobos masuk.

*Ttang! Ttang!*

Di dalam lorong tambang.

Hamparan 20 orang penambang bijih besi tampak sibuk mengayunkan beliung mereka menghantam dinding gua. Grid mengacungkan Lord's Sword di tangannya memindai profil mereka satu per satu secara tertib. Sepasang matanya mendadak menangkap siluet sesosok anak laki-laki belia berusia kisaran 15 tahun? Tepat di antara barisan penambang renta sekelilingnya, sebutir kilatan bintang emas suci tampak berkilau indah menghiasi atas kepala pemuda belia tersebut.

*Bocah itu...!*

Grid diliputi kegembiraan yang teramat sangat, bergegas memicu skill Talent Search-nya kencang.

* **Nama Karakter:** Minor * **Umur:** 13 tahun. * **Jenis Kelamin:** Laki-laki. * **Profesi:** Penambang Bijih Besi. * **Level:** 23 * **Strength:** 64/450 * **Stamina:** 89/608 * **Agility:** 51/200 * **Intelligence:** 98/420 * **Opsi Skill:** Fantastic Pickaxe Technique (S) (Teknik Beliung Fantastis tingkat S), Mineral Master (S+) (Master Mineral tingkat S+), Talent Will Reveal Itself (SS) (Bakat yang Menyingkap Dirinya Sendiri tingkat SS). *Sesosok anak laki-laki belia yang telah menggenggam erat beliung sejak menginjak usia 5 tahun di bawah bimbingan sang ayah yang memegang profesi penambang. Meskipun memendam usia belia, kapasitas penambangannya diprogram sistem setara dengan keahlian penambang profesional berhistori 20 tahun kerja.* *Komunitas warga desa meyakini kapasitas penambangannya di masa depan bersiap melampaui keagungan sang penambang legendaris benua, Gis.* *\*Sebutir talenta khusus yang teramat luar biasa. Sepanjang bakatnya sukses dimatangkan secara tertib, dirinya bersiap bertransformasi menduduki takhta kehormatan perwakilan negara di sektor keahlian penambangan mineral.*

*Statistik bawaan yang sangat mengerikan...!*

Grid didera kebahagiaan luar biasa. Menimbang rata-rata batas maksimal stat dasar manusia sipil Satisfy murni mentok di kisaran angka 100 poin saja, batas maksimal parameter Minor bertengger sangat tidak masuk akal didukung ketebalan stat dasarnya saat ini yang tergolong luar biasa menakjubkan bagi ukuran anak seusianya.

*Terlebih lagi, seisi opsi skill bawaannya dikunci sistem di kasta S ke atas!*

Ditambah status profesinya selaku penambang? Bukankah rumpun profesi tersebut menyodorkan keunggulan sinkronisasi yang sangat ideal bagi kelancaran profesi pandai besinya? Grid memicu detail ulasan opsi skill Minor. Lord's Sword menyodorkan peningkatan fungsionalitas Lord secara mutlak dibanding Commander's Sword orisinal, memudahkannya menguraikan detail opsi skill target secara terarah.

**[Fantastic Pickaxe Technique (Teknik Beliung Fantastis)]** * **Rating:** S *Sebuah bakat khusus yang rasionya murni didekap oleh 1 orang di antara 100.000 populasi manusia.* *Menyajikan kelajuan kelancaran mengumpulkan mineral logam berharga secara sangat cepat didukung garansi kualitas mineral yang berhasil ditambang menolak berada di bawah batas minimum.*

**[Mineral Master (Master Mineral)]** * **Rating:** S+ *Sebuah bakat khusus yang rasionya murni didekap oleh 1 orang di antara 1.000.000 populasi manusia.* *Semakin tinggi parameter stat Intelligence yang didekap, semakin masif pemahaman Anda mengidentifikasi seisi jenis mineral logam yang eksis di semesta, detail karakteristik mineral, didampingi kelancaran melacak koordinat area persebaran mineral tersebut.*

**[Talent Will Reveal Itself (Bakat yang Menyingkap Dirinya Sendiri)]** * **Rating:** SS *Sebuah bakat khusus yang rasionya murni didekap oleh 1 orang di antara 10.000.000 populasi manusia.* *Seberapa keras pun usaha Anda menyembunyikan bakat tersembunyi Anda dari jangkauan luar, bakat agung Anda bersiap menyingkap dirinya sendiri di hadapan orang lain. Garis takdir Anda dikunci sistem memeluk jalan hidup yang kian diperebutkan oleh faksi luar didampingi tingginya godaan politik.* *Kelajuan pertumbuhan statistik dasar Anda melaju sangat pesat didampingi tingginya risiko memupuk sifat keangkuhan diri.*

Opsi skill ketiganya dirasa memendam variabel keangkuhan yang cukup mengusik, namun Grid menolak memedulikannya. Dia merapatkan langkahnya berdiri di depan Minor dan bersuara datar mengomando. “Mulai detik ini, raga beliamu memegang kewajiban mutlak mengekor mematuhi seisi perintahku.”

“...”

Minor menghentikan ayunan beliungnya sejenak, memutar kepala menatap tajam wajah Grid. Gurat cemberut menghiasi wajah belianya menyahut ketus.

“Apakah kau merupakan sesosok petualang pahlawan yang menyelamatkan kelangsungan hidup desa kami didampingi statusmu selaku suami sah bangsawan Winston? Aku memendam informasi mengenai ketenaran reputasimu. Kau diakui tokoh agung. Namun ragaku menolak mendeteksi kelayakanmu bertindak selaku tuanku. Sepanjang sebuah faksi bersikeras meminang kelayakan talenta agung sepertiku, bukankah wajar bagi mereka menggelontorkan tumpukan komisi emas yang melimpah?”

Minor menyadari betul keagungan bakat yang didekapnya. Di sepanjang roman sejarah benua, kedaulatan penguasa negara bahkan bersedia meluncurkan kunjungan fisik berkali-kali murni demi membujuk talenta khusus mengabdi di istana, mendorongnya menuntut keseriusan Grid. Namun kepribadian Grid pada dasarnya menolak memedulikan tata krama kebangsawanan tersebut. Dia mengernyitkan dahinya masam, bergegas meluncurkan pukulan kepalan tangannya menghantam keras kepala Minor.

*Bletak!*

“...!”

Minor seketika didera perih yang teramat sangat hingga menolak sanggup melepaskan jeritan suaranya, mematung mendekap kepalanya sembari berguling-guling lemas di lantai tanah tambang.

Grid melayangkan ulasan ketus tenangnya menatap kepasrahan sang bocah belia. “Bocah ingusan ini menolak waras memahami wibawa kekuatanku... Hei, seberapa menakjubkan pun kapasitas bakat yang kau dekap saat ini, statusmu saat ini murni sebatas pemula usang. Ikuti jalanku tanpa banyak bersuara. Pasca sisa kemampuanmu sukses kumatangkan di bawah bimbingan pandai besiku nanti, kita dibebaskan memutar haluan meluruskan penyesuaian isi kontrak kerja kembali.”

“...Baik, hamba mematuhinya.”

Kapasitas stat Dignity (Martabat) Grid saat ini berpadu kokoh dengan opsi pasif Holy Light Crown serta Lord's Sword sukses menembus kisaran angka 700 poin. Seberapa angkuh pun bakat yang didekapnya, Minor murni sebatas anak kecil belia yang mentalnya diprogram sistem lumpuh kaku terintimidasi oleh karisma absolut Grid.

“Aku bersumpah akan setia mengekor pergerakanmu.”

“Bagus, keputusan bisnis yang sangat bijak.”

Detik ini, sebutir alat pendeteksi mineral hidup masa depan resmi merapat di dalam genggamannya. Grid seumur hidupnya sejenak menolak membayangkan akan ada hari bahagia di masa depannya nanti di mana raganya bersiap dipaksa menerobos masuk ke sarang naga murni demi mengamankan kepingan mineral langka berkat kontribusi informasi detektor hidup menyebalkan di hadapannya ini.

Ada kendala pada bab ini?

Tulis komentar di bawah jika Anda menemukan kesalahan translasi, nama karakter/istilah, atau masalah lainnya agar segera kami perbaiki.