Overgeared

Overgeared Chapter 6

1645 Kata

*Para Dark Magician adalah masalah utamanya sekarang...*

Saat ini aku berada di level -1, dan stats Strength serta Stamina-ku masing-masing hanya bernilai satu poin. Mengel's Plate Armor menambahkan 5 Strength, membuat total Strength-ku menjadi 6. Ketika semua stats ini diakumulasikan, total HP-ku sangatlah tipis. Aku mungkin hanya bisa melayangkan beberapa pukulan sebelum dikirim kembali ke akhirat.

*Apa aku bisa melarikan diri?*

Penalti kegagalan quest sudah pasti terjadi. Aku hanya ingin mempertahankan nyawaku. Tidak, aku harus bertahan hidup. Di Satisfy, jika seorang pemain mati dua kali dalam sehari, mereka dilarang mengakses game selama 12 jam. Oke, tidak ada pilihan lain!

"Logout!"

**[Anda tidak dapat logout di area ini.]**

"Sialan! Harusnya aku sudah menduga ini!"

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemain tidak bisa keluar dari game saat quest dengan batas waktu sedang berlangsung. Sebenarnya ada cara untuk keluar secara paksa, tetapi aku tidak mau menggunakannya karena penaltinya sangat berat. Setelah gagal logout, aku memutar otak mencari jalan keluar. Namun, tempat ini adalah sarang musuh.

Aku dikepung oleh semakin banyak pengikut Gereja Yatan. Tidak peduli seberapa keras aku berhitung, tidak ada celah untuk melarikan diri. Harapan itu sirna, apalagi langkah kakiku selambat kura-kura.

"Terobos ke ruang bawah tanah sekarang juga!"

Di tengah kepanikanku menentukan langkah, Doran berteriak lantang. Ia langsung menarik dua buah belati dan melemparkannya tanpa ragu. Gerakan tangannya sangat cepat, terjadi dalam sekejap mata.

*Jleb! Jleb!*

"Kuaakh!"

Salah satu belati menusuk mata seorang pemuja Yatan, sementara belati lainnya menancap tepat di dada pemuja yang lain. Doran bergerak lincah mempersempit jarak ke arah para pengikut yang terluka sembari memegang belati baru.

"Mati kalian."

Para pengikut Gereja Yatan itu bahkan tidak sempat berteriak saat leher mereka diiris tipis. Tubuh mereka langsung lenyap menjadi serpihan cahaya abu-abu. Aku hanya bisa melongo kagum. Minimnya informasi membuatku tidak tahu level pasti para pengikut Yatan ini, tetapi NPC penjaga kuil umumnya minimal berada di level 150 ke atas. Berarti para pengikut ini kemungkinan memiliki level yang setara.

Namun Doran menghabisi mereka dengan sangat mudah hingga aku tidak bisa membayangkan seberapa tinggi level aslinya.

*Apa dia NPC bertitel khusus?*

Pandanganku terhadap Doran seketika berubah. Mungkin aku bisa menyelesaikan quest gila ini jika aku terus menempel padanya. 3.000 gold! Uang senilai 3.600.000 won sudah di depan mata! Menantu Earl! Aku membayangkan semua stats-ku bertambah 20 poin dan mendapatkan istri yang cantik! Aku akan menjadi penguasa wilayah, tempat aku bisa memungut pajak tinggi dari para pemain dan NPC!

*Kalau aku jadi Lord yang punya wilayah sendiri, aku bisa punya penghasilan pasif setiap bulan.*

Menarik sekali!

Aku mulai menyemangati Doran dengan antusias. "Bagus! Doran, hajar mereka! Aku sudah lama mengagumimu!"

"Eh? Sudah lama? Kapan Anda pernah melihatku..."

"Ah! Awas! Di sebelah sana! Jaga dirimu baik-baik!"

"J-Jaga diriku...?"

Meskipun Doran sempat kebingungan dengan perubahan sikapku yang mendadak, ia kembali fokus menghabisi musuh di depannya. Cahaya abu-abu terus bermunculan berturut-turut.

*Sangat kuat!*

Doran melemparkan berbagai senjata tersembunyi dengan sangat mahir, seolah senjata-senjata itu adalah bagian dari anggota tubuhnya sendiri. Ranker nomor satu untuk class Assassin, 'Old Demon Sword', yang kulihat di siaran TV dua bulan lalu, rasanya terlihat seperti anak kecil jika dibandingkan dengan Doran.

*Bukankah dia tiga kali lebih kuat dari Earl Ashur? Aku harus berteman baik dengannya dan memintanya untuk membunuh Ashur nanti!*

Para pengikut Gereja Yatan mulai mengabaikanku dan memusatkan seluruh serangan mereka ke arah ancaman terbesar, yaitu Doran. Namun, upaya mereka tidak mampu menghentikan sepak terjang Doran. Doran memprioritaskan mereka yang tengah merapalkan mantra, menyerang mereka untuk membatalkan sihir hitam mereka.

Tanpa sempat merapalkan sihir, para Dark Magician itu tidak lebih dari sasaran empuk.

"Luar biasa! Kamu benar-benar hebat! Doran, kamu adalah dewaku!"

Aku bersorak gembira saat melihat mulut seorang Dark Magician tertusuk belati Doran tepat sebelum ia menyelesaikan mantranya.

Hebat! Dengan memanfaatkan kekuatan NPC, aku benar-benar bisa menyelesaikan quest ini! Ini quest yang luar biasa! Rasanya konyol sekali mengingat aku sempat mati-matian menolak quest ini beberapa menit lalu.

Aku berusaha sekuat tenaga mengejar langkah Doran. Untung saja Doran sesekali berhenti untuk menungguku.

"Apa Anda menungguku? Baik sekali. Hehe."

Doran mengamati sekeliling dengan wajah tegang. "Orang-orang ini mulai menggunakan otak mereka."

"Hah?"

Aku ikut melihat sekeliling dan menyadari para Dark Magician mulai merapalkan mantra secara bersamaan.

"Diberkatilah jiwa-jiwa di bawah tanah." "Gunakan dendam dan ketakutanmu untuk menjerat musuh." "Mereka yang dirundung ketakutan akan terkunci langkahnya." "Pikiran mereka akan hancur dan kehilangan kehendak bebas." "Jadilah boneka tanpa jiwa!"

Biasanya, Dark Magician yang merapalkan mantra sendirian akan langsung dihabisi oleh Doran sebelum mantranya selesai. Oleh karena itu, mereka membagi mantra tersebut agar dirapalkan satu per satu secara bergantian oleh beberapa orang. Kalimat-kalimat tersebut saling menyambung membentuk satu sihir utuh yang langsung aktif.

"Bersiaplah."

Aku mencengkeram kerah baju Doran dengan panik. "Bersiap? Kamu harus melakukan sesuatu!"

"Sudah terlambat."

"Sialan!"

*Wuuush!*

Luka sayatan hitam mendadak muncul di wajah Doran, disusul kabut energi hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

"T-Tidak! Aku akan tamat kalau kamu mati!"

Aku sudah terlanjur berada di kapal yang sama dengan Doran, dan dialah pendayungnya. Aku tidak akan punya peluang menyelesaikan quest ini sendirian jika Doran tewas.

"Uhuk!"

Aku berteriak cemas melihat Doran terbatuk darah. "Sialan! Kalau ujung-ujungnya bakal begini, jangan buat aku berharap sejak awal!"

Tepat pada saat itu, cahaya hijau berpendar dari cincin yang dikenakan Doran dan menyelimuti tubuhnya. Perlahan-lahan, kondisi fisik Doran mulai membaik.

"A-Apa itu?"

Doran langsung melesat menyerang para Dark Magician yang terkejut karena mantra baru mereka gagal total.

"Cincin ini istimewa. Benda ini melindungi pemakainya dari kutukan dan racun. Namun, perlindungannya tidak sempurna. Efek damage-nya tetap terakumulasi, jadi aku harus menghindari sihir sebanyak mungkin."

"Tentu saja! Doran yang hebat pasti punya equipment luar biasa seperti cincin itu!"

Cincin itu jelas memiliki rating Epic ke atas. Apa ada cara untuk memilikinya? Di saat aku sibuk berpikir licik, Doran kembali membantai para musuh. Meski membiarkan beberapa sihir mengenainya, ia akhirnya berhasil membuka jalan.

Doran berdiri di depan tangga menuju ruang bawah tanah.

"Ayo cepat!"

"Ya!"

Meskipun aku menjawab dengan lantang, aku hanya bisa menuruni tangga dengan langkah yang sangat lambat. Para Dark Magician terus mengejar kami sembari merapalkan mantra, tetapi mereka bukan masalah karena Doran langsung melempar belati begitu mendengar suara rapalan.

"Nona Muda!"

Doran dan aku tiba di ruang bawah tanah yang remang-remang. Di tengah ruangan, tampak seorang gadis cantik diikat di atas altar. Doran langsung berlari ke arahnya. Namun, belasan Dark Magician menghadang jalannya.

Aku tertawa mengejek mereka. "Pengecut bodoh! Kalian butuh pasukan yang lebih banyak jika ingin menghadapi kami! Ayo, Doran! Habisi mereka!"

"Tentu saja!"

Doran mengangguk sembari bersiap dengan belatinya. Doran mungkin sudah lelah, tetapi jumlah musuh kali ini terlalu sedikit. Aku tersenyum lebar membayangkan para Dark Magician itu berubah menjadi cahaya abu-abu. Tanda keberhasilan quest sudah di depan mata.

*Uang 3.600.000 won dan putri Earl, aku datang!*

*Trang!*

"...Eh?"

Hasil yang di luar dugaan terjadi. Senjata tersembunyi yang dilemparkan Doran mendadak terpental jatuh ke tanah. Langkah Doran pun terhenti paksa.

*Sihir pelindung?*

Sihir pertahanan semacam ini tidak bisa digunakan oleh Dark Magician biasa. Hanya mereka yang telah menyelesaikan Class Change kedua yang bisa menggunakannya. Di tengah kebingunganku, sesosok wanita melangkah maju dari balik kerumunan Dark Magician. Kecantikannya benar-benar luar biasa, bahkan pesona putri Earl yang diikat di altar pun terasa memudar jika dibandingkan dengannya.

Tunggu, wajahnya terasa familier. Aku menatap namanya dan terbelalak ngeri.

*Blood Witch!*

Blood Witch. ID: Yura.

Pemain Korea Selatan yang menduduki peringkat pertama untuk class Dark Magician sekaligus peringkat kelima dalam peringkat terpadu global. Dia adalah selebriti yang sering muncul di TV karena kecantikannya yang menawan dan kemampuan bermain gamenya yang luar biasa. Kenapa dia bisa ada di sini?

Yura menatapku dingin lalu mengarahkan tangannya ke arahku. "Maaf, tapi aku tidak bisa membiarkanmu membawa persembahan ini."

*Wuuush!*

Bilah pedang api merah menyala tercipta di tangan Yura. Auranya sangat menekan. Berbeda dari Dark Magician biasa yang minim sihir penyerang, Yura sangat menguasai elemen ini. Hawa panas dari api itu membuatku bergidik ngeri.

*Apa perjuanganku selama ini hanya untuk mati di sini?*

Kenapa dia harus ada di sini?! Di saat keputusasaan mulai menyelimutiku, sebuah jendela notifikasi mendadak muncul.

**[Anda menerima serangan telak!]** **[Legenda tidak mudah mati. Anda dapat menahan semua serangan selama 5 detik dengan HP minimal.]**

HP-ku tersisa 1 poin. Aku sempat melupakannya, tetapi efek dari gelar legendarisku akhirnya aktif, menjadikanku abadi untuk sementara waktu. Wajah Yura tampak berkerut kebingungan saat melihatku masih berdiri tegak meski terkena sihir serangannya.

"Itu jelas serangan kritikal... Dilihat dari equipment-mu, levelmu paling hanya sekitar 80. Bagaimana bisa kamu bertahan?"

Yura bertanya sembari mundur ke belakang barisan Dark Magician untuk mengantisipasi serangan balik Doran. Dia selalu tersenyum anggun di TV, jadi mungkin hanya aku satu-satunya orang yang pernah melihat ekspresi bingungnya.

Aku berlari maju sembari berteriak kepada Doran. "Cepat! Mari kita selesaikan ini dalam lima detik! Aku akan jadikan tubuhku sebagai tameng untuk menahan serangan mereka, sementara kamu habisi mereka semua! Aku mengandalkanmu, Doran! Dewaku!"

Seluruh sihir dari para Dark Magician, termasuk Yura, langsung terpusat ke arahku. Ini berarti Doran bebas menyerang tanpa gangguan. Skenario terbaik.

*Ya, serang aku sesuka kalian! Aku tidak akan mati!*

Hari ini akan menjadi hari sejarah di mana pemain biasa berhasil menahan serangan seorang top ranker.

Aku mempersempit jarak ke arah Yura di bawah guyuran berbagai kutukan dan sihir serangan. Doran memanfaatkan celah yang kubuat dengan membantai para Dark Magician yang menghalangi jalan kami. Tak lama kemudian, Doran menginjak punggungku untuk melompat menerjang Yura.

Yura berhasil menangkis serangan Doran di tengah kepanikannya. Di sisi lain, momentum Doran semakin meningkat.

*Kita bisa menang!*

Namun, apa itu karena punggungku baru saja diinjak oleh Doran?

**[Anda telah tewas.]**

"......?"

Eh? Apa? Aku ingin menolak kenyataan ini, tetapi game ini terlalu kejam. Jendela notifikasi baru muncul saat pandanganku mulai menggelap menjadi abu-abu.

**[Quest gagal!]** **[Level Anda turun 2 tingkat.]** **[Level Anda kini menjadi -3.]** **[Karena Anda telah tewas dua kali dalam waktu 24 jam, Anda dilarang mengakses game selama 12 jam.]**

Hah, kenapa akhirnya malah jadi begini? Aku menatap ke arah pertarungan Doran... Tidak, pemandangan terakhir yang kulihat sebelum mataku terpejam adalah wajah si Blood Witch keparat itu.

Grid

Grid

Karakter Utama
Irene Blanc

Irene Blanc

Heroine
Mercedes

Mercedes

Heroine
Ruby

Ruby

Pendukung
Lauel

Lauel

Pendukung
Piaro

Piaro

Pendukung
Braham

Braham

Pendukung
Faker

Faker

Pendukung
Peak Sword

Peak Sword

Pendukung
Pon

Pon

Pendukung
Vantner

Vantner

Pendukung
Regas

Regas

Pendukung
Euphemina

Euphemina

Pendukung
Agnus

Agnus

Antagonis

Komentar (...)

Masuk untuk ikut berdiskusi di kolom komentar