**[Quest berhasil diselesaikan!]** **[Anda dianugerahi gelar sebagai ‘Eighth Servant’.]** **[Skill ‘Unlimited Faith’ telah ditambahkan.]** **[Skill ‘Yatan's Teachings’ telah ditambahkan.]** **[Skill ‘Divine Punishment’ telah ditambahkan.]**
Setelah menempuh perjalanan jauh ke wilayah utara Kerajaan Eternal, Yura berhasil menyelamatkan 300 penganut sekte Yatan dan menyelesaikan quest sulitnya. Dengan keberhasilan ini, jajaran Seven Servants kini resmi bertambah menjadi Eight Servants, membuat kekuatan Gereja Yatan semakin bertambah kokoh di seluruh benua.
Yura segera memeriksa detail dari skill-skill baru yang didapatkannya.
**[Unlimited Faith]** **Tingkat pertumbuhan stat Faith Anda akan meningkat sebesar dua kali lipat.** *** Skill pasif.**
**[Yatan's Teachings]** **Level 1** **Menyebarkan ajaran dogma Gereja Yatan dan menyelimuti satu target dengan elemen kegelapan. Target yang terkena efek ini tidak akan bisa merapalkan sihir suci selama 4 detik, dan akan menerima damage sebesar 1,5 kali lipat selama 2 detik.** **Konsumsi Mana: 800** **Cooldown: 100 detik**
**[Divine Punishment]** **Memanggil sambaran petir hitam yang memberikan damage sebesar 15.000 ~ 23.000 poin dalam radius 10 meter.** **Radius Area Damage: 3 meter di sekitar target utama.** *** Jika skill ini berhasil menewaskan musuh, stat Faith Anda akan meningkat sebanyak 50 poin untuk setiap musuh yang tewas.** **Konsumsi Mana: 4.000** **Cooldown: 1.200 detik**
Kelemahan terbesar dari kelas penyihir hitam (dark wizard) adalah Attack Power mereka yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelas penyihir elemen lainnya. Namun, setelah resmi dilantik menjadi Eighth Servant, Yura berhasil menutupi kekurangan tersebut berkat skill ofensif dahsyat yang baru saja diperolehnya.
Di saat yang sama, sebuah jendela pengumuman sistem muncul secara serentak di hadapan seluruh pemain Satisfy di seluruh dunia.
**[Eighth Servant dari Dewa Yatan telah terlahir. Iman para pengikut Gereja Yatan semakin mendalam setelah menyaksikan keagungan dewa mereka.]** **[Pengaruh Gereja Yatan meningkat pesat di seluruh penjuru benua.]** **[Level minimal dari seluruh penganut sekte Yatan meningkat dari level 160 menjadi level 170.]** **[Seluruh pemain yang bergabung dalam faksi Gereja Yatan akan mendapatkan bonus EXP sebesar 20% selama 72 jam ke depan.]** **[Jika pertumbuhan kekuatan Gereja Yatan terus berlanjut tanpa hambatan, mereka akan memiliki kekuatan yang cukup untuk mendirikan sebuah negara berdaulat.]**
Situasi darurat langsung tercipta. Puluhan kerajaan yang ada di Satisfy segera mengumumkan kampanye militer untuk menaklukkan Gereja Yatan. Mereka tidak bisa membiarkan kekuatan sekte sesat yang tumbuh dengan cara mengorbankan nyawa manusia demi dewa kegelapan itu semakin merajalela.
Jendela pencarian (quest) yang berhubungan dengan penaklukan Gereja Yatan langsung membanjiri para pemain. Hal serupa juga terjadi di Kerajaan Eternal. Earl Steim yang memimpin wilayah utara bahkan langsung mengumumkan ekspedisi militer besar-besaran.
“Kali ini, aku sendiri yang akan memastikan seluruh akar Gereja Yatan di utara tercabut sampai habis!”
Di seluruh penjuru utara, quest penaklukan Yatan dibagikan secara massal. Para pemain mulai membentuk kelompok kerja sama demi menemukan keberadaan Kuil Yatan yang tersembunyi.
Gereja Yatan tentu tidak tinggal diam. “Ini adalah kesempatan emas! Tunjukkan kepada para penyembah berhala akan keagungan Dewa Yatan! Warnai seluruh benua ini dengan kegelapan milik Dewa Yatan!”
Tallos, Hamba Pertama sekaligus uskup agung Gereja Yatan yang dikenal sebagai penyihir hitam terkuat di benua! Begitu dia mengumumkan perang suci, jutaan pemain yang bersekutu dengan Gereja Yatan langsung menerima quest perang berskala besar.
Perang besar antara Aliansi Kerajaan melawan Gereja Yatan! Episode perang kolosal yang akan mengubah peta kekuatan politik di seluruh benua telah resmi dimulai. Karena ini adalah event berskala besar pertama sejak Satisfy diluncurkan, perhatian seluruh dunia langsung tertuju ke sana.
『Apakah pihak Aliansi sanggup meredam kekuatan Gereja Yatan?』 『Jika Gereja Yatan berhasil menang dan mendirikan sebuah negara, aku sangat penasaran bagaimana alur cerita benua ini akan berkembang selanjutnya...』 『Gereja Yatan adalah perwujudan dari kejahatan! Para pemain harus bersatu untuk memusnahkan mereka!』 『Seperti yang kalian ketahui, dalang di balik event besar ini adalah sosok Eighth Servant baru. Ramai beredar rumor bahwa Eighth Servant ini adalah seorang pemain, bukan NPC biasa. Jika rumor itu benar, hanya ada satu orang yang memenuhi kriteria...』 『Peringkat ke-5 di papan peringkat terpadu! Sang Penyihir Darah, Yura! Seluruh dunia kini sedang menantikan langkahnya!』
Semua media massa membahas topik hangat ini secara besar-besaran, bahkan melebihi kehebohan saat kemunculan kelas kedua pertama kali diumumkan. Berita apa pun yang berkaitan dengan Gereja Yatan dijamin akan menarik perhatian publik. Namun, di sudut benua yang lain, Grid justru sedang sibuk memikirkan masalahnya sendiri.
“Aku harus segera menyelesaikan quest kelasku...”
Selama sepuluh hari terakhir, Grid telah menempa berbagai perlengkapan pelindung untuk dirinya sendiri, membuat seluruh tubuhnya kini dipersenjatai dengan armor berperingkat Rare dan Epic. Namun!
“Ugh... Kesan Canyon masih terlalu berbahaya untuk kuhadapi meski aku sudah dipersenjatai lengkap seperti ini...”
Kesan Canyon! Wilayah itu dikenal sebagai salah satu ngarai paling mematikan di wilayah utara.
Medan ngarannya yang berliku-liku sangat sulit untuk dilewati. Ditambah lagi, dinding tebing curam di kedua sisi ngarai berdiri sangat tinggi hingga seolah-olah menutupi langit, menciptakan atmosfer yang sangat mencekam dan menakutkan bagi siapa pun yang melintas.
Namun, ancaman sebenarnya terletak pada ribuan gua besar dan kecil yang mengotori dinding ngarai tersebut. Monster-monster mengerikan yang bersarang di dalam gua-gua itu setidaknya berada di level 160, dan mereka akan langsung menyerbu keluar begitu mendeteksi keberadaan penyusup. Pemain yang kurang waspada akan berakhir seperti tikus yang terjebak di dalam perangkap. Itulah alasan mengapa ngarai tersebut masuk dalam daftar lima wilayah terlarang di Winston.
Saat dulu pergi ke Kesan Canyon demi mencari petunjuk quest dari Earl Ashur, Grid tercatat telah tewas lebih dari sepuluh kali di tempat ini.
“Aku yang sekarang sudah jauh berbeda dari yang dulu... Stats dasar miliki jauh lebih kuat daripada saat aku masih menjadi prajurit biasa, dan perlengkapanku juga sangat hebat. Aku tidak boleh gemetar ketakutan... Ugh!”
Tetap saja, Grid tidak berani melangkahkan kakinya masuk ke dalam ngarai. Ingatan tentang kematian instan dalam hitungan menit di masa lalu masih membekas jelas di kepalanya. Pada akhirnya, dia malah mulai merutuki leluhur Khan.
“Yang benar saja, kenapa roh tua itu harus membuat ukiran gerakan pedang di Kesan Canyon sih...?”
Namun, seberapa keras pun dia mengeluh, kenyataan tidak akan berubah. Dia wajib memasuki ngarai tersebut jika ingin menyelesaikan quest kelasnya.
“Apa untuk sementara waktu aku sebaiknya menunda quest ini dan fokus meningkatkan levelku lewat hunting dulu? Jika levelku sudah mencapai 150, aku pasti bisa bertarung seimbang dengan monster-monster di ngarai itu... Tidak, sial. Meningkatkan level kan bisa kulakukan kapan saja. Fokus utamaku sekarang adalah melunasi utang keluarga. Tapi, jika aku menunda quest ini, aku tidak akan bisa mendapatkan senjata Dainsleif dengan cepat. Ah...! Apa ada cara lain yang bisa kucoba?”
Grid tiba-tiba mendapatkan sebuah ide cemerlang.
“Menciptakan item baru!”
**[Legendary Blacksmith's Creation]** **Anda dapat merancang metode pembuatan item baru setiap kali tingkat kemahiran skill ‘Legendary Blacksmith's Craftsmanship’ meningkat.** **Jumlah desain item yang bisa dibuat saat ini: 5/6.** *** Jika item diproduksi menggunakan skill ini, nama Anda akan tertera secara otomatis sebagai penciptanya.**
Dalam kasus senjata **Failure**, dia belum bisa menempa senjata tersebut karena masih kekurangan bahan Blue Orichalcum. Namun, karena Grid sudah memiliki pengalaman merancang **Failure**, dia merasa sangat percaya diri bisa merancang item pelindung khusus yang tepat untuk menghadapi monster ngarai saat ini.
“Benar, aku akan merancang item baru! Armor khusus yang bisa membantuku bertahan hidup dari serangan monster di Kesan Canyon.”
Karena pernah tewas sepuluh kali di tempat itu, Grid hafal betul karakteristik dan tipe serangan dari monster-monster yang bersarang di Kesan Canyon.
“Baiklah, mari kita mulai. Legendary Blacksmith's Creation!”
Sebuah item dengan konsep yang belum pernah ada sebelumnya kini mulai dirancang oleh jemari Grid.
***
“Tinggal 29 hari lagi sebelum reuni diadakan. Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba~”
“Omong-omong, bagaimana kabar Youngwoo sekarang? Apa dia akan ikut datang ke reuni tahun ini? Apa dia sudah berubah?”
Sekelompok teman SMA Shin Youngwoo yang sudah saling mengenal selama sepuluh tahun saat ini sedang melakukan perjalanan di wilayah utara Kerajaan Eternal. Mereka tampak asyik memperbincangkan acara reuni alumni yang akan segera digelar, serta membicarakan nasib Shin Youngwoo.
“Kau bercanda? Memangnya dia punya muka untuk datang ke reuni? Di saat teman-teman yang lain sibuk kuliah di luar negeri atau mencari pekerjaan mapan, dia malah mengurung diri bermain game dan menumpuk utang ratusan juta won. Apa dia tidak malu datang dengan kondisi mengenaskan seperti itu?”
“Benar juga... di reuni tahun lalu saja dia benar-benar diabaikan dan dijadikan bahan tertawaan oleh semua orang.”
“Ugh, kalau aku jadi Youngwoo, aku pasti sudah berpikir untuk bunuh diri saja. Tentu saja, aku harap dia tidak benar-benar melakukannya.”
Saat masih sekolah dulu, Shin Youngwoo bukanlah sosok yang menonjol. Prestasi akademik maupun kemampuan olahraganya selalu berada di rata-rata, dan dia akhirnya masuk ke universitas kelas menengah. Saat itu, setidaknya tidak ada orang yang sengaja merundungnya.
Namun kini keadaannya sudah berubah. Teman-teman seangkatannya mulai memandang rendah dan menjadikannya bahan olokan demi kesenangan pribadi. Jujur saja, kehidupan alumni yang mengolok-oloknya pun sebenarnya tidak terlalu indah. Ada yang baru lulus kuliah dan kesulitan mencari pekerjaan, ada juga yang masih sibuk belajar demi ujian sertifikasi. Di tengah tekanan sosial dan rasa cemas akan masa depan di dunia nyata, menjadikah Shin Youngwoo sebagai bahan ejekan adalah cara instan bagi mereka untuk menghibur diri.
*Setidaknya, nasibku masih jauh lebih beruntung dibandingkan dengannya.*
Pikiran manipulatif itulah yang membuat mereka merasa lebih baik. Menertawakan kegagalan orang lain. Di titik ini, mereka sudah tidak layak lagi disebut sebagai ‘teman’.
“Tapi, bukankah Youngwoo sudah bermain Satisfy sejak hari pertama server dibuka? Kita yang baru bermain belakangan dan hanya bisa online setelah pulang kerja atau saat akhir pekan saja sudah berhasil mencapai level 80 ke atas. Lalu, apa saja yang dia lakukan selama setahun penuh bermain game?”
“Aku setuju. Kalau aku punya waktu bermain sebanyak dia, aku pasti sudah masuk dalam jajaran pemain teratas. Menyedihkan sekali. Ternyata dia memang sama sekali tidak punya bakat bermain game.”
Di tengah tawa sinis mereka, salah satu dari mereka tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh dengan lingkungan sekitar.
“Tunggu... kita sekarang sedang berada di mana?”
“Lho... area ini tidak terdaftar di peta kita. Apa kita tersesat?”
Karena bukan penduduk asli wilayah utara, mereka tidak mengetahui betapa berbahayanya benua utara Kerajaan Eternal. Mereka tidak menyadari bahaya disergap monster level tinggi, atau kemungkinan terjebak dalam perangkap alam. Benar saja. Saat ini, rombongan teman Youngwoo itu tanpa sadar telah masuk ke dalam wilayah jebakan yang dibuat oleh para goblin salju dan kehilangan arah.
*Hah... hah...*
Napas mereka memburu cepat. Entah sudah berapa jam mereka berjalan, namun hamparan padang salju luas yang membentang di hadapan mereka seolah tidak ada ujungnya.
**[Anda merasakan lapar yang teramat sangat.]** **[Anda mulai merasakan pusing.]** **[Health Anda perlahan menurun akibat suhu dingin yang ekstrem.]**
Serangkaian jendela peringatan sistem terus berkedip merah di hadapan mereka, menandakan bahwa nyawa mereka sedang terancam.
“A-Apa yang harus kita lakukan...? Kita kan belum mendaftarkan titik kebangkitan (respawn point) baru sejak tiba di utara?”
“Ah... benar juga! Ini gawat. Kalau kita mati di tempat antah berantah ini, kita akan dibangkitkan kembali di kota Amsland! Berarti perjalanan melelahkan kita selama tiga hari terakhir akan sia-sia!”
“Aku lebih mengkhawatirkan EXP-ku yang akan berkurang, sialan! Mati membeku tanpa sempat bertarung melawan monster sama sekali? Yang benar saja!”
Niat awal mereka pergi ke utara adalah menuju Winston demi menyelesaikan serangkaian quest yang sudah menanti, namun nasib malang justru membuat mereka tersesat di padang salju abadi.
“Eh?”
Di tengah rasa putus asa dan amarah yang dilingkupi rasa dingin, wajah mereka mendadak berseri-seri. Tepat di ujung padang salju, mereka menemukan sebuah celah ngarai yang sangat besar.
“Ayo kita ke sana!”
Mereka segera berlari meninggalkan padang salju dan memasuki celah ngarai tersebut. Ngarai raksasa dengan pemandangan tebing batu yang berdiri kokoh, menyajikan panorama yang bahkan jauh lebih megah daripada Grand Canyon di dunia nyata.
“Wah! Luar biasa! Ini pertama kalinya aku melihat pemandangan seindah ini secara langsung! Di film pun rasanya tidak ada yang semegah ini!”
“Untuk apa buang-buang uang keliling dunia nyata jika di dalam Satisfy kita bisa menikmati pemandangan sehebat ini?”
“Hei, apa menurutmu Youngwoo menghabiskan waktu setahun bermain game hanya untuk menjadi turis yang berjalan-jalan menikmati pemandangan?”
“Puhahaha! Bisa jadi! Menikmati perjalanan santai di dunia Satisfy~ Wah, ternyata Youngwoo memiliki jiwa romantis yang tidak terduga ya!”
Rombongan itu langsung melupakan ketakutan akan kematian yang baru saja mengintai mereka beberapa menit lalu, saking terpesonanya oleh keindahan dinding ngarai yang menjulang tinggi.
“Tapi, sebenarnya ngarai apa ini? Apa namanya tertera di peta?”
“Tunggu, biarkah kuperiksa... Ah, ini dia namanya. Ke... san. Ngarai Kesan?”
“Kesan? Rasanya aku pernah mendengar nama itu sebelumnya?”
“Bukankah pemandangan seindah ini sangat langka di Satisfy? Ngarai ini pasti salah satu objek wisata terkenal di kalangan pemain.”
“Hmm... tapi kenapa suasananya terasa sangat sepi untuk ukuran tempat wisata?”
“Eh? Apa kalian mendengar suara sesuatu?”
Raut wajah mereka berangsur-angsur menegang kembali. Sejauh mata memandang, hanya ada rombongan mereka yang berdiri di tengah keheningan ngarai raksasa tersebut. Tidak ada tanda-tanda keberadaan pemain lain, bahkan hewan liar sekalipun tidak tampak melintas. Hanya desau angin malam yang terdengar bersahut-sahutan di celah tebing.
Perasaan tidak enak mulai menyergap dada mereka.
“Suasananya mendadak membuatku merinding. Ayo kita segera keluar dari tempat ini.”
“Y-Ya, setuju.”
Mereka mempercepat langkah kaki mereka, tidak lagi memedulikan keindahan tebing batu di sekitar. Di saat itulah, mereka menyadari keberadaan ribuan lubang gua besar dan kecil yang mengotori dinding tebing yang menjulang tinggi di atas mereka.
“Lubang-lubang apa itu?”
“Entahlah... apa itu sarang hewan liar?”
Tepat pada detik itu.
*Kuweeeeoh!* *Kiyahahahat!* *Kkiik!*
Serangkaian suara melengking yang mengerikan mendadak bergema keluar dari lubang-lubang gua tersebut. Suara itu terdengar seperti jeritan binatang buas bercampur dengan tawa cekikikan manusia yang menyeramkan. Detik berikutnya, sebuah siluet bayangan raksasa tampak merayap keluar dari salah satu gua.
*Sret... sret...*
Sosok monster berkaki delapan itu merayap turun dengan cepat di sepanjang dinding tebing yang curam. Itu adalah seekor laba-laba. Seekor laba-laba dengan ukuran yang sangat fantastis, bahkan saking besarnya membuat truk berbobot 15 ton sekalipun terlihat kerdil di dekatnya.
“H-Hiiiy!”
Rombongan teman Youngwoo itu langsung membeku ketakutan. Tubuh mereka gemetar hebat hingga kehilangan kekuatan hanya untuk sekadar berdiri tegak. Monster laba-laba itu mengeluarkan suara mendesis sembari menggoyang-goyangkan tubuh raksasanya seolah sedang mengejek mangsanya, sebelum akhirnya menyemburkan jaring laba-laba yang sangat tebal. Jaring laba-laba yang bahkan lebih tebal dari tali tambang dan lebih kuat dari jeruji besi itu langsung membungkus tubuh mereka dalam sekejap.
Di saat yang sama, Grid tampak sedang berdiri tegak di depan gerbang masuk Kesan Canyon. Dia menatap celah ngarai yang gelap itu sembari mengenang masa-masa lalunya yang suram.
“Dulu, aku datang ke tempat ini hanya untuk tewas... tewas... dan tewas lagi...”
Pengalaman mati berulang kali di ngarai ini sungguh teramat mengerikan bagi Grid, hingga wajah monster ngarai kerap kali muncul menghantui mimpi buruknya. Tempat ini adalah sumber trauma terbesarnya di Satisfy. Dia harus bisa menaklukkan ngarai ini jika ingin bisa tidur dengan nyenyak di dunia nyata.
“Monster-monster di dalam sana benar-benar tidak waras...”
Monster yang bersarang di Kesan Canyon memiliki wujud dan pola serangan yang sangat unik dibandingkan monster di area lain. Di antara semuanya, sosok monster yang paling membekas di ingatan Grid adalah Canyon Spider.
*Laba-laba raksasa yang gemar memakan mangsanya hidup-hidup... Hiii.*
Sensasi mengerikan saat tubuhnya terlilit jaring laba-laba hingga tidak bisa bergerak sama sekali, sementara moncong laba-laba raksasa yang dipenuhi lendir berbau busuk perlahan mendekati kepalanya.
“Setidaknya aku masih bisa bersyukur karena langsung tewas begitu kepalaku masuk ke dalam mulutnya, jadi aku tidak perlu merasakan bagaimana rasanya dikunyah hidup-hidup...”
Grid menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir bayangan mengerikan tersebut.
“Sudahlah. Jangan buang-buang waktu memikirkan hal tidak berguna. Fokusku sekarang adalah menemukan petunjuk ilmu pedang Pagma.”
Kematian memalukan di ngarai ini adalah bagian dari masa lalu Grid yang lemah.
“Aku yang sekarang sudah jauh berbeda! Akan kutunjukkan kepada kalian kekuatan dari item buatanku, dasar monster-monster keparat! Ini adalah pembalasan dendam!”
Grid berseru lantang sembari melangkahkan kakinya memasuki area ngarai. Namun, bertolak belakang dengan suaranya yang menggelegar, lututnya tampak gemetar hebat karena rasa takut yang tidak bisa disembunyikannya.
