Aku kehilangan kesabaran dan mencoba kembali melakukan enhancement pada Ideal Dagger menggunakan empat batu tempa biasa yang tersisa. Kali ini, meskipun aku berhasil mencapai level +5 tanpa satu pun kegagalan...
**[Weapon Enhancement Stone (1) telah digunakan.]** **[Anda gagal melakukan enhancement pada +5 Ideal Dagger.]** **[Level tempa +5 Ideal Dagger turun 3 tingkat.]**
“Sialan!”
Jelas-jelas Ideal Dagger adalah belati dengan rating Unique. Aku tahu semakin tinggi rating suatu item, semakin rendah peluang enhancement-nya. Tapi aku adalah Pagma's Descendant! Sangat memalukan bagi seorang penerus pandai besi legendaris gagal menembus level +6 secara berturut-turut seperti ini!
“Sial! Sialan!”
Aku sudah menghabiskan 1.000 gold hanya untuk membeli 10 Weapon Enhancement Stone biasa, tapi hasil dari seluruh gold itu hanya menyisakan senjata tempa +3. Aku tidak bisa menerimanya begitu saja. Dengan kemarahan yang meluap-luap, aku kembali ke rumah lelang dan membeli 10 Enhancement Stone lagi.
*Kalau kali ini aku gagal menembus +6 lagi, terpaksa aku pakai Blessed Enhancement Stone-ku...*
Harganya sangat mahal di pasar lelang, jadi sebenarnya aku lebih suka menjual Blessed Enhancement Stone itu ketimbang memakainya sendiri. Namun karena sudah kepalang emosi, aku siap menggunakan batu mahal itu jika gagal lagi. Aku kembali mencoba memperkuat Ideal Dagger-ku. Dan saat itu!
**[Weapon Enhancement Stone (1) telah digunakan.]** **[+5 Ideal Dagger berhasil diperkuat.]**
“Oh...! Ohhh!”
Saat Ideal Dagger berhasil mencapai level tempa +6, seberkas aura kebiruan mulai berputar perlahan menyelimuti belati itu. Aku sangat gembira melihatnya.
“Indah sekali...”
Level tempa +5 tidak memancarkan efek visual apa pun, sehingga tidak ada perbedaan yang terlihat antara item +0 dan +5. Tapi begitu menyentuh level +6, penampilan Ideal Dagger berubah drastis. Warna aura yang terpancar mewakili elemen atau atribut khusus dari item tersebut.
*Kalau orang lain melihat ini...*
Aku langsung berjalan menuju alun-alun kota. Aku menggenggam erat belati +6 milikku dan berpose sekeren mungkin bagaikan aktor di poster film. Orang-orang di sekitar langsung menoleh ke arahku.
“Wow, lihat belati itu! Setidaknya tempa +6!” “Auranya berwarna kebiruan. Keren sekali...” “Pasti dia orang kaya sampai bisa membuang banyak uang untuk menaikkan senjata ke +6. Apa aku coba mendekatinya saja ya?” “Hei, mungkin dia cuma sedang beruntung saat menempanya. Jangan bertindak bodoh.” “Luar biasa... Ini pertama kalinya aku melihat senjata +6 secara langsung. Senjataku sendiri baru +3. Aku iri sekali.”
Aku merasa sangat puas melihat pandangan penuh iri dari orang-orang di sekitarku.
*Hahaha... Senjata +6 memang memiliki kasta yang berbeda. Aku sudah menghabiskan banyak uang untuk mencapai level ini.*
Namun lama-kelamaan, pandangan orang-orang di alun-alun berubah dari kagum menjadi menatapku seolah aku adalah orang gila yang sedang pamer.
“Cih, cuma punya belati +6 saja pamer kesana-kemari.”
Tiba-tiba, sebuah suara yang sangat familier terdengar dari arah belakangku. Aku menoleh dan mengenali sosok pemilik suara itu. Dia adalah...
“Katz!” “Blood Warrior Katz!”
Katz adalah pemain yang berada di posisi 40 besar ranker dan pemilik class Epic ketiga di Satisfy. Orang-orang di alun-alun langsung riuh begitu menyadari kehadirannya.
*Kenapa keparat itu ada di sini?*
Tentu saja aku tahu siapa Katz. Aku tidak mengenalnya secara pribadi, tapi dia adalah pembuat onar terkenal yang sering muncul di berita game. Dengan kata lain, Katz tidak mengenalku. Pria itu menatap lurus ke arahku dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan, lalu berkata, “Heh... seleramu sungguh murahan.”
“Apa maksudmu tiba-tiba memaki orang?”
Katz hanya mengangkat bahu mendengar ucapanku sebelum mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya. Pedangnya memancarkan cahaya oranye berkilauan bagai matahari, hingga membuat mataku silau. Para pemain di alun-alun langsung berseru kagum, dan Katz tertawa puas.
“Puhahaha! Bagaimana? Bukankah levelnya berbeda jauh? Inilah keagungan dari senjata tempa +8! Senjata luar biasa yang tidak akan pernah bisa didapatkan oleh orang-orang miskin sepertimu seumur hidup kalian! Puhahaha!”
Ia tertawa terbahak-bahak sebelum melangkah pergi meninggalkan alun-alun dengan angkuh. Kerumunan pemain hanya bisa menatap punggungnya dengan kecewa.
“Apa-apaan dia? Datang ke sini cuma untuk pamer senjata?” “Ternyata rumor tentang sifat buruknya memang benar...”
Orang-orang mendecak kesal menatap kepergian Katz, lalu kembali ke kesibukan mereka masing-masing. Namun, aku masih berdiri mematung di tempatku berdiri. Tubuhku gemetar hebat karena tidak mampu menahan rasa kekalahan yang teramat sangat.
*Keparat itu, berani-beraninya dia mempermalukanku di depan umum? Dia cuma punya class Epic, berani sekali bicara sombong di hadapan pemilik class Legendaris?!*
Setelah kejadian itu, aku tidak bisa lagi puas hanya dengan senjata tempa +6. Aku segera kembali ke bengkel Khan. Aku mengeluarkan dua Blessed Weapon Enhancement Stone yang tersimpan di sudut inventarisku.
“Aku adalah Pagma's Descendant! Blood Warrior? Persetan dengannya!”
**[Blessed Weapon Enhancement Stone (1) telah digunakan.]** **[+6 Ideal Dagger berhasil diperkuat.]**
**[Blessed Weapon Enhancement Stone (1) telah digunakan.]** **[+7 Ideal Dagger berhasil diperkuat.]** **[Level tempa item mencapai +8, efek opsi meningkat sedikit.]**
“...Eh?”
Dua enhancement berturut-turut berhasil dilakukan menggunakan Blessed Enhancement Stone! Aura kebiruan yang menyelimuti Ideal Dagger kini berkilau jauh lebih pekat. Jika pedang Katz memancarkan cahaya bagaikan matahari, maka Ideal Dagger-ku berwarna biru tua pekat seperti samudra luas.
“Hah...! Hahahaha! Puhahaha!”
**[+8 Ideal Dagger]**
**Rating: Unique** **Durability: 168/168 Attack Power: 378 ~ 413 Attack Speed: +13%**
**- Memiliki peluang rendah untuk membunuh target secara instan.** **- Agility +30** **- Membuka skill 'Wind Blast'.** **- Membuka skill 'Quick Movements'.**
*Sebuah belati yang diciptakan oleh seorang pandai besi dengan bakat dan potensi besar, namun masih kurang pengalaman dan reputasi. Senjata ini dibuat bersama dengan pandai besi terkenal, Khan.* *Tidak ada yang istimewa dari bahan atau metode pembuatannya, tetapi keahlian sang pembuat dan kolaborasinya dengan Khan berhasil menciptakan sebuah belati yang ideal.*
**User Restriction: Level 180 atau lebih tinggi. Agility 450 atau lebih. Advanced Dagger Mastery.**
Sebuah belati memiliki Attack Power melebihi 400 poin, padahal ini bukan kategori longsword atau greatsword. Berkat pertemuan tidak sengaja dengan Katz tadi, aku terdorong untuk menaikkan level senjata dan berhasil mendapatkan senjata tingkat tinggi yang luar biasa.
Di saat aku sedang bersukacita, Huroi melangkah masuk ke dalam bengkel. “Tuanku! Bagaimana hasil raid kita?”
Aku menatap Huroi dengan ekspresi tenang dan berbohong tanpa ragu. “Umm... sayangnya raid kita gagal. Tidak ada item yang drop sama sekali. Aku minta maaf atas hasil ini, padahal kau sudah berkorban dengan sangat berani.”
Padahal kenyataannya raid itu sukses besar dan aku meraup banyak keuntungan. Namun aku memilih berbohong karena khawatir Huroi akan meminta pembagian item jika ia tahu kami berhasil.
Huroi tampak gemetar mendengar ucapanku. “Ini semua karena ketidakmampuanku. Kuock... Sekarang aku akan pergi berlatih keras! Dengan begitu, lain kali aku bisa membantu Tuanku dengan lebih baik!”
“Y-Ya...”
Huroi pergi setelah mengikrarkan sumpahnya, dan aku segera bersiap-siap menuju Kesan Canyon.
*Senjataku sudah Ideal Dagger +8, dan Khan juga sedang membuatkan pelindung dadaku...*
Aku juga sudah memiliki helm Frostlight Orc Chief. Yang tersisa hanyalah membuat gauntlets dan boots. Aku segera mengeluarkan palu tempa dan mulai membuat sarung tangan dan sepatu pelindung. Dua hari kemudian, seluruh persiapanku selesai.
**[Khan’s Masterpiece]**
**Rating: Epic** **Durability: 300/300 Defense: 359 Movement Speed: -7%**
**- Mengurangi damage dari serangan fisik sebesar 20%.**
*Baju pelindung dada ini dibuat menggunakan seluruh pengetahuan yang dimiliki oleh pandai besi terbaik di utara Eternal Kingdom sepanjang hidupnya. Armor pelapis bagian dalam yang terbuat dari Frostlight Orc Leather menyerap benturan dari luar dengan sangat sempurna. Khan dengan bangga menyebut pelindung dada ini sebagai mahakarya terbaik dalam hidupnya.*
**User Restriction: Level 160 atau lebih tinggi. Strength 550 atau lebih. Stamina 480 atau lebih. Intermediate Heavy Armor Mastery.** **Weight: 1.900**
**[The Best Gauntlets]**
**Rating: Epic** **Durability: 150/150 Defense: 47 Attack Speed: +4% Accuracy: +8%**
**- Memiliki peluang kecil untuk mengaktifkan efek 'Double Barrage'.**
*Item yang dibuat oleh seorang pandai besi dengan keahlian dan potensi besar, namun pengalamannya masih agak kurang. Membantu Anda menyerang target lebih cepat dan lebih akurat.*
**User Restriction: Level 160 atau lebih tinggi. Agility 150 atau lebih.** **Weight: 220**
**[Adventure Boots]**
**Rating: Rare** **Durability: 120/120 Defense: 60 Movement Speed: +6%**
*Item yang dibuat oleh seorang pandai besi dengan keahlian dan potensi besar, namun pengalamannya masih agak kurang. Sangat nyaman dikenakan dan ideal untuk perjalanan jarak jauh.*
**User Restriction: Level 160 atau lebih tinggi.** **Weight: 200**
“Bagus, ini sudah sangat sempurna! Aku berhasil membuat item kelas Epic dan Rare untuk melengkapi stats-ku. Sekarang, saatnya berangkat!”
Aku segera melangkah menuju Kesan Canyon tanpa menunda waktu lagi. Begitu tiba di mulut ngarai, seluruh kenangan buruk di masa lalu langsung membayang kembali di kepalaku.
“Dulu aku datang ke sini cuma untuk mati, mati, dan mati lagi...”
Kesan Canyon adalah tempat yang sangat mengerikan hingga sering kali muncul di mimpi burukku. Aku mengalami banyak sekali trauma di tempat ini. Dan satu-satunya cara mengusir trauma itu adalah dengan menaklukkan ngarai ini.
“Monster di sini benar-benar aneh...”
Monster yang mendiami Kesan Canyon sangat mengerikan, baik dari segi wujud maupun sifat mereka. Salah satu yang paling teringat jelas di kepalaku adalah 'Canyon Spider'.
*Laba-laba raksasa yang gemar memakan orang hidup-hidup... Hiii...*
Rasa ngeri saat terperangkap dalam jaring laba-laba hingga tidak bisa bergerak, sementara rahang laba-laba besar itu perlahan mendekati wajahku.
*Tapi untunglah aku tidak sempat merasakan sakitnya dikunyah, karena aku langsung mati begitu kepalaku masuk ke dalam mulutnya...*
Aku bergidik ngeri mengingat masa-masa itu, lalu buru-buru menggelengkan kepala untuk memusatkan kembali pikiranku.
“Berhenti memikirkan hal-hal bodoh yang tidak berguna. Fokus cari Pagma’s Swordsmanship!”
Dulu, aku selalu tewas mengenaskan di tempat ini.
“Tapi sekarang aku sudah berbeda! Akan kutunjukkan pada kalian kekuatan dari efek item, dasar monster! Rasakan pembalasanku!”
Aku berteriak lantang saat melangkah masuk ke dalam ngarai. Namun berlawanan dengan kata-kataku yang gagah berani, lututku gemetar hebat. Trauma masa lalu memang tidak mudah dihilangkan begitu saja.













