Chapter 135: Pekerjaanku Baru Saja Dimulai! (5)
Mu Jin, pendekar yang saat ini terpantau sedang berada dalam kondisi mental yang teramat sangat panik sekali seutuhnya tampak mengambil satu langkah mundur ke belakang sembari melayangkan pertanyaannya lirih penuh keraguan.
"Apakah jasadmu saat ini secara nyata benar-benar memelihara tekad bertarung yang kuat berniat melanjutkan jalannya pertempuran fisik kita fajar ini kelak?"
"Bukan hal konyol semacam itu maksud ucapanku, pak tua. Jasad pribadiku sama sekali tidak sedang melontarkan klaim berniat melanjutkan jalannya pertarungan fajar ini kelak, melainkan bagian tanganku saat ini secara konkrit murni hanya sedang meluncurkan aksi memukuli tubuh jasadmu hingga hancur babak belur seutuhnya kelak."
Aksi memukuli tubuh jasad pribadiku? Mengincar jasad pribadiku?
Tidak peduli metode analisis macam apa yang kau gunakan demi memindai raut wajahnya saat ini kelak, wujud raut wajah dari jasad pemuda dengan mengenakan kain penutup wajah hitam di depannya fajar ini bersumpah benar-benar menyajikan visual yang teramat sangat dipenuhi oleh rasa dendam permusuhan yang luar biasa pekat sekali seutuhnya kelak.
Sama sekali tidak sanggup mencerna alasan logis yang sesungguhnya di balik keliaran wataknya baru saja, Mu Jin dengan terburu-buru kembali meluncurkan pertanyaannya kencang seutuhnya.
"Jasad pribadiku di sepanjang sisa jalan kehidupannya selama ini bersumpah merasa sama sekali tidak pernah sekali pun meluncurkan perbuatan dosa terkecil pun kelak yang layak digunakan sebagai landasan logis bagi jasadmu murni bertujuan demi memelihara dendam permusuhan sedahsyat ini ke hadapanku kelak, kawan?!"
"Huh?"
Langkah kaki Chung Myung tampak secara mendadak langsung terhenti kaku seutuhnya kelak seketika saat mendengar ucapan tersebut.
Ia kemudian memiringkan kepalanya sedikit ke arah samping seutuhnya kelak dalam keheningan.
"Sama sekali tidak memelihara dosa pertikaian terkecil pun kelak?"
"……"
"Tidak menyandang dendam permusuhan keparat apa pun kelak?!"
Chung Myung menggumamkan kalimat tanya lanjutannya seolah-olah bagian kepalanya benar-benar telah dibuat terperangah linglung setengah mati akibat mendengar kebodohan ucapan tersebut seutuhnya kelak.
"Apakah jasad pria paruh baya di depanku saat ini secara nyata benar-benar telah terlanjur dilanda oleh penyakit gila seutuhnya kelak?"
Sesosok volume suara batuk kering yang teramat sangat hampa sekali tampak meluncur bebas dari balik belahan bibirnya seutuhnya kelak seketika.
"Jasad kalian sekalian kemarin fajar dengan begitu teganya meluncurkan aksi penindasan fisik kejam secara sepihak memukuli jasad dari sekte cabang bawahan milik sekte utama orang lain yang di sepanjang hidupnya selama ini murni hanya berniat tinggal menetap dengan damainya di wilayah pemukiman mereka selama ini…… bukan, maksud ucapanku adalah memukuli sekte cabang bawahan dari Sekte Gunung Hua yang aslinya sama sekali tidak memelihara afiliasi kepentingan finansial apa pun dengan jasad pribadiku selama ini seutuhnya kelak! Kalian sekalian secara brutal terus memukuli tubuh mereka hingga memicu Pemimpin Sekte mereka dipaksa secara medis berakhir terbaring pingsan tak sadarkan diri di atas ranjang tidurnya sejak kemarin fajar baru saja kelak seutuhnya!"
Uh…… Catatan tragedi penindasan kejam semacam itu diakui secara sah memang benar-benar sempat mewujud nyata di lapangan kemarin fajar seutuhnya kelak.
"Dan seolah-olah rentetan aksi penindasan kejam tersebut masih dinilai belum mencukupi bagi nafsu ketamakan kalian selama ini, kalian kemarin fajar bahkan dengan begitu beraninya menyuarakan ancaman pengusiran kencang meminta barisan pendekar muda yang sedang hidup dengan damainya di wilayah ini untuk segera berkemas mengosongkan tempat tinggal mereka saat itu juga kelak! Apa kosakata penjelasan konyolmu barusan, hah? Sama sekali tidak menyandang dosa pertikaian terkecil pun kelak? Tidak memelihara rasa dendam permusuhan apa pun kelak?!"
Sesosok letupan urat pembuluh darah halus tampak mulai menyembul keluar menghiasi area di sekeliling bola mata Chung Myung seutuhnya kelak saat ia melayangkan teriakan lantangnya seutuhnya kelak.
"Inilah alasan krusial utama mengapa bagian hati terdalam pribadiku seumur hidup selalu menilai barisan master didikan biara sekte utama raksasa semacam kalian memiliki kualitas kemunafikan watak yang teramat sangat identik sekali seutuhnya kelak! Kalian sekalian bersumpah selamanya sama sekali tidak akan pernah memelihara logika berpikir sehat murni bertujuan demi merenungi seluruh perbuatan dosa kejam yang telah kalian laksanakan di sepanjang hidup kalian selama ini kelak, melainkan sepasang mata kalian dipetakan kelak pasti hanya akan selalu bersikeras melayangkan kalimat makian menyalahkan kesalahan pendekar lain seutuhnya kelak sepanjang sejarah. Rombongan pasukan kalian adalah merupakan pihak pertama yang memicu meledaknya sengketa pertikaian fisik fajar ini sejak awal mula kelak, namun mengapa saat ini mulut kotarmu justru dengan begitu tenangnya menyuarakan kalimat omong kosong tidak berguna semacam ini hari ini kelak, hah?!"
Chung Myung tampak sedikit tersentak cemas secara refleks di tempat berdiri badannya baru saja seutuhnya kelak saat ia bersiap meluncurkan pecutan ludah kotornya membasahi telapak tangan fisiknya kencang seutuhnya kelak.
'Ah, jasad pribadiku fajar ini baru saja sedang menyandang tugas mengenakan kain penutup wajah hitam kotor seutuhnya kelak.'
Itu bersumpah hampir saja menjadi sebuah kelalaian fatal konyol yang teramat sangat menjijikkan sekali kelak bagi kenyamanan hidup badannya kelak.
Chung Myung mengarahkan satu jari telunjuknya menunjuk lurus ke arah barisan murid generasi kedua didikan Sekte Wudang di kejauhan sembari membuka suara kembali seutuhnya kelak.
"Mari kita layangkan penafsiran logis berasumsi secara sepihak menganggap jasad dari murid generasi kedua itu hanyalah merupakan segerombolan anak kemarin sore yang bertindak liar murni didasari murni hanya karena mematuhi seluruh rangkaian kalimat perintah atasan mereka seutuhnya kelak. Sigh, ya. Dosa pertikaian macam apa sebenarnya yang sanggup diseret secara resmi murni bertujuan untuk mempersalahkan silsilah jasad didikan kecil semacam mereka kelak sepanjang sejarah?"
Barisan murid generasi kedua didikan Sekte Wudang di seberang sana, barisan pendekar muda yang dalam kurun waktu satu kelebatan napas belaka seutuhnya baru saja secara sepihak telah resmi dilabeli sebagai segerombolan bocah kemarin sore yang murni bergerak membuta mematuhi perintah atasan selama ini seutuhnya kelak, secara instan langsung merasakan datangnya letupan emosi kejengkelan batin yang teramat sangat dahsyat sekali merusak ketenangan ulu dada mereka seutuhnya kelak, secara refleks melayangkan pancaran pandangan mata protes yang tajam menatap lurus ke arah wajah badannya kelak.
Meskipun demikian sangat disayangkan bagi mereka sekalian fajar ini kelak, Chung Myung sejak awal mula bersumpah sama sekali tidak memelihara ketertarikan terkecil pun murni bertujuan untuk sekadar memedulikan detail respons sikap yang mereka layangkan dan secara konsisten terus menerus menyuarakan kalimat penjelasannya kembali seutuhnya kelak.
"Namun wujud silsilah yang disandang oleh jasadmu fajar ini bersumpah berjalan dengan wujud yang sepenuhnya berbeda jauh sekali seutuhnya kelak di bawah langit. Seandainya jasadmu saat ini secara nyata benar-benar menyandang tingkat kepangkatan generasi terhormat sebagai salah satu murid generasi pertama didikan Wudang seutuhnya kelak, maka jasadmu diwajibkan secara moral dan hukum untuk bangkit memikul segenap tanggung jawab penuh atas seluruh rentetan perbuatan dosa kejam yang telah diselesaikan oleh kekuatan sekte utama kalian seutuhnya kelak sepanjang sejarah."
Chung Myung memalingkan sepasang bola mata gilanya menatap tajam ke arah barisan murid generasi kedua Sekte Wudang dengan diiringi oleh pancaran kilatan mata yang memancarkan kelicikan watak yang teramat sangat mengerikan sekali seutuhnya kelak.
"Jangan pernah sekali pun di dalam isi kepala kalian memelihara asumsi bodoh meyakini jasad pribadiku fajar ini bersedia mengambil keputusan meloloskan keselamatan jasad kalian murni didasari murni karena jasad pribadiku menyandang status sebagai sesosok pendekar baik yang murah hati kelak seutuhnya, bukan?"
"……"
Tentu saja tebakan burukmu itu sepenuhnya salah seutuhnya kelak. Namun bukankah jasadmu sejak tadi secara konsisten terus menerus meluncurkan klaim palsu di depan umum menyatakan jasadmu menyandang status kehormatan sebagai seorang perampok jalanan sepele fajar ini, bukannya murid Gunung Hua? Sudah sewajarnya bagi lubang kepalamu untuk melatih koordinasi kerja pikirannya agar setidaknya sanggup merumuskan identitas penyamaran palsu yang jauh lebih konsisten sedikit kelak demi kenyamanan hidup jasad badannmu seutuhnya kelak……
"Segerombolan bajingan gila keparat seutuhnya! Di sepanjang kurun waktu tiga puluh tahun penuh lamanya secara konsisten selama ini, pihak sekte cabang bawahan tersebut secara sukarela terus menerus meluangkan waktunya mengirimkan nominal uang sumbangan tahunan ke Sekte Utama Gunung Hua kami yang telah runtuh, jajaran pendekar ksatria mulia terakhir yang tersisa di sepanjang sejarah peradaban era sulit saat ini juga seutuhnya, namun kalian sekalian kemarin fajar secara kejam justru meluncurkan aksi kekerasan fisik memukuli jasad mereka, melimpahkan dampak kerusakan luka internal yang mematikan, lengkap dengan menyiksa kelangsungan hidup mereka sepanjang jalan! Apa kosakata penjelasan konyolmu barusan, pak tua? Sama sekali tidak menyandang dosa pertikaian terkecil pun kelak? Tidak memelihara rasa dendam permusuhan apa pun kelak?!"
Sepasang kelopak mata Chung Myung tampak membelalak lebar memancarkan kilatan bahaya yang teramat sangat mengerikan sekali seutuhnya kelak seketika saat itu juga.
Tentu saja pada kenyataannya di lapangan fana kelak, bagi diri Chung Myung sendiri secara pribadi, ia dipastikan sama sekali tidak memelihara secercah letupan rasa dendam permusuhan pribadi terkecil pun kelak ke hadapan eksistensi jasad Mu Jin seutuhnya kelak sepanjang sejarah.
Meskipun begitu di bawah langit fana, hukum persilatan didikan biara Gunung Hua senantiasa mengajarkan sebuah wasiat mutlak yang menegaskan secara resmi perihal: Dosa dendam pertikaian yang didapat oleh seorang murid didikan sekte secara hukum diwajibkan untuk diposisikan secara mutlak sebagai wujud dosa dendam pertikaian sekte utama seutuhnya kelak! Dan dosa dendam pertikaian yang didapat oleh silsilah sekte cabang bawahan secara hukum juga diwajibkan secara mutlak untuk diposisikan sebagai dosa dendam pertikaian sekte utama seutuhnya kelak!
Chung Myung hari ini secara resmi menempatkan tubuh jasad fisiknya bangkit berdiri tegak murni bertujuan demi memikul secara utuh seluruh wasiat dosa dendam pertikaian Sekte Bayangan Api fajar ini kelak seutuhnya di bawah langit fana, bukannya murni bertujuan demi membawa nama Sekte Gunung Hua seutuhnya kelak.
"Cepatlah melangkahkan kedua belah kaki jasadmu kemari menghampiri jasad pribadiku saat ini juga kelak, bajingan tua keparat. Jasad kotor badannmu dipetakan memang telah terlanjur sangat layak sekali secara hukum untuk menerima porsi hantaman fisik secara brutal sepanjang hari penuh lamanya kelak dari genggaman tanganku, sebelum akhirnya jasadmu diperbolehkan secara resmi untuk menerima satu pecutan hantaman fisik maut terakhir kelak seutuhnya. Kenyataan riil di mana jajaran master atasan sekte utamamu dengan sengaja meluncurkan perintah memintamu meluncur mendatangi wilayah Namyang ini bukankah menyampaikan pembuktian konkrit yang menegaskan bahwa jasad pribadimu setidaknya dipetakan telah ikut terlibat secara aktif di dalam menyusun detail rencana konspirasi kotor makam pedang ini sejak awal mula kelak, hah? Jasad pribadiku fajar ini dipastikan kelak pasti akan membongkar fungsi kesadaran batinmu seutuhnya murni bertujuan demi menunjukkan secara nyata kepadamu perihal seberapa dahsyatnya kadar nilai kompensasi hukuman fisik yang wajib segera dilunasi oleh jasad siapa pun pendekar di bawah langit yang memiliki keberanian mental untuk sekadar mengusik kelangsungan hidup sekte cabang bawahan dari Gunung Hua seutuhnya kelak nanti seutuhnya."
Menyaksikan kegilaan sifat perilaku yang diperagakan oleh Chung Myung di depan matanya saat ini juga seutuhnya kelak, Mu Jin di dalam hatinya bersumpah benar-benar merasa teramat sangat frustrasi setengah mati sekali seutuhnya kelak.
Variabel keterlibatan macam apa sebenarnya di bawah langit ini yang sanggup diseret secara resmi murni bertujuan untuk mempersalahkan jasad pribadinya atas sengketa wilayah Namyang ini selama ini, hah? Seluruh rangkaian detail kebijakan komersial menyangkut perampasan wilayah Namyang ini bagaimanapun juga sejak awal mula merupakan wujud keputusan sepihak yang dirilis secara tertulis oleh Pemimpin Sekte Utama beserta jajaran Master Tetua Agung seutuhnya kelak di biara utama Wudang.
Tentu saja ia pribadi di masa lalu memang sempat meluangkan sisa waktu hidupnya murni didasari murni hanya karena ingin memberikan secercah kontribusi opini masukan kejiwaan menyangkut wilayah ini selama ini kelak seutuhnya, namun kadar kontribusi masukan pribadinya tersebut bersumpah sama sekali tidak pernah berada pada tingkat keterlibatan yang begitu tingginya hingga memaksakan jasad pribadinya memikul segenap tanggung jawab moral secara tunggal semacam ini kelak di bawah langit.
"Alasan konyol macam apa sebenarnya yang melatarbelakangi alasan mengapa lubang kepalamu menyajikan raut wajah cemas seolah-olah jasadmu sedang memelihara kecemasan moral didera rasa tidak adil fajar ini, pak tua?"
"……"
"Tidak adil keparat pantatku! Jasad pribadimu di sepanjang sisa jalan kehidupannya selama puluhan tahun selama ini terbukti secara sah telah melangkah masuk mendaftar sebagai murid Sekte Wudang yang agung seutuhnya kelak, menikmati secara utuh seluruh jajaran fasilitas barang mewah yang disajikan di dalam sekte, mempelajari seluruh rangkaian dokumen seni bela diri pedang kasta tertinggi secara gratis, lengkap dengan diiringi oleh penyediaan jalinan kenyamanan hidup yang teramat sangat mewah sekali seutuhnya sepanjang jalan tanpa perlu memikirkan kesulitan finansial sedikit pun selama ini kelak. Dan setelah menikmati seluruh jalinan fasilitas mewah tersebut seumur hidupmu seutuhnya kelak, saat ini detik di saat musibah pertikaian fisik meledak menghantam sekte utama kalian kelak, lubang mulut kotarmu justru dengan begitu tenangnya memelihara kelicikan berniat mengalihkan seluruh tanggung jawab hukum tersebut lurus-lurus ke pundak jasad adik seperguruamu seutuhnya kelak, hah?!"
Tubuh jasad Mu Jin tampak secara refleks langsung tersentak cemas sedikit seutuhnya kelak saat mendengar rentetan kalimat sindiran tersebut dilayangkan baru saja.
"Segeralah melatih fungsi kesadaran batinmu sekuat tenaga mulai detik ini juga murni bertujuan demi memulihkan kembali fungsi akal sehat di dalam kepalamu seutuhnya kelak. Sebuah biara sekte persilatan besar pada hakikatnya bersumpah sama sekali tidak pernah memiliki metode kerja yang selonggar itu kelak seumur hidupnya kelak. Sekalipun sengketa pertikaian fisik di lapangan fana terbukti meledak dipicu murni akibat kelakuan konyol dari sesosok murid didikan kecil bawahan kelak seutuhnya, jajaran pendekar tetua kepangkatan generasi atas tetap diwajibkan secara hukum untuk bangkit berdiri paling depan memikul segenap tanggung jawab moral pemulihan nama baik sekte seutuhnya kelak. Dan sebaliknya seutuhnya kelak, jajaran pendekar didikan generasi bawah juga diwajibkan secara moral untuk melangkah membereskan seluruh rentetan aib kekacauan yang terbukti telah selesai dirilis secara sengaja oleh master atasan mereka seutuhnya kelak di medan pertempuran. Itulah wujud dari sistem kerja biara sekte persilatan yang sesungguhnya terjadi seutuhnya kelak di dunia nyata."
Sebagaimana layaknya kualitas tindakan pertempuran yang saat ini sedang diselesaikan secara nyata oleh sepasang tangan jasad Chung Myung sendiri saat ini juga seutuhnya kelak di tempat ini.
Ah, apakah wujud sengketa kekacauan di wilayah Namyang yang sedang kubereskan fajar ini baru saja merupakan wujud dari sengketa pertikaian fisik yang meledak dipicu oleh tindakan pribadiku sendiri kelak?
Masa bodoh dengan seluruh detail pertimbangan konyol semacam itu seutuhnya kelak!
"Selama jasadmu terbukti menyandang perbuatan dosa pertikaian fajar ini kelak, maka berdasarkan hukum rimba persilatan dataran tengah, jasadmu dipetakan secara alami kelak pasti harus menerima asupan hukuman fisik pembantaian dari pedangku kelak seutuhnya. Jasad pribadiku fajar ini dipastikan kelak pasti akan bertindak melayangkan nominal kompensasi hukuman fisik tersebut lurus menusuk tubuh jasadmu seutuhnya kelak, jadi tolong pastikan jasadmu bersedia menyambut kedatangan bilah pedang tajamku dengan segenap kelapangan dada yang manis kelak seutuhnya kelak nanti."
"Ah, tidak boleh demikian, dewa langit merestui……"
Melihat dengan mata kepalanya sendiri perihal betapa dahsyatnya laju pendaran hawa Qi membunuh yang meluap membanjiri jasad Chung Myung baru saja seutuhnya, jenis bahaya yang menandakan secara resmi bahwa pemuda gila tersebut dipetakan kelak pasti akan meluncurkan aksi serangan pedang mautnya kapan saja ia menginginkannya kelak, Mu Jin secara refleks langsung mempererat kembali genggaman telapak tangannya mencengkeram gagang pedang tajam miliknya sekuat tenaga seutuhnya kelak.
Chung Myung menatap lurus ke arah wujud postur pertahanan fisik Mu Jin dari arah samping sejenak seutuhnya sembari meluncurkan kelelebatan gerakan memutar kepala fisiknya kencang hingga memicu berkumandangnya suara gemertak gesekan sendi leher fisiknya yang teramat sangat keras sekali seutuhnya kelak.
"Dan jasad pribadiku bersumpah sejak kemarin fajar sebenarnya telah meluncurkan jaminan kalimat peringatan resmi terlebih dahulu ke hadapan lubang telingamu, bukan? Jika jasadmu terbukti tetap bersikeras memelihara kekokohan mulutmu menolak meluncurkan langkah pelaporan rahasia Makam Pedang tersebut secara jujur ke hadapanku fajar ini kelak, aku bersumpah kelak pasti akan memastikan secara nyata bahwa jasadmu dipetakan sama sekali tidak akan pernah diizinkan secara hukum untuk melangkahkan kaki meninggalkan tempat ini menggunakan sepasang kaki fisikmu sendiri kelak seumur hidupmu kelak. Heh. Terlepas dari seberapa buruknya opini pribadi jasadmu menilai keliaran watak pribadiku selama ini kelak, aku bersumpah jasad pribadiku selamanya dipetakan pasti akan selalu bertindak sebagai sesosok pria persilatan sejati yang senantiasa mematuhi dan mewujudkan seluruh rangkaian janji setianya seutuhnya kelak sepanjang sejarah."
Mu Jin menggigit bibir bawahnya teramat sangat kencang sekali seutuhnya kelak.
Mengingat kembali segenap rentetan memori pertarungan fajar ini kelak, bagian inderanya secara mengejutkan tampaknya memang sempat menangkap berkumandangnya untaian kalimat ancaman tersebut meluncur dari lubang mulut Chung Myung sejak awal mula kelak.
Meskipun pada kurun waktu masa lalu baru saja baru saja baru saja, ia secara konyol murni hanya memilih opsi menyemburkan suara tawa ejekannya kencang seutuhnya murni didasari murni karena menganggap untaian kalimat ancaman tersebut sebagai wujud bualan kosong sepele yang dilontarkan oleh seorang pendekar muda ingusan gembel yang keangkuhannya setinggi langit seutuhnya kelak sepanjang jalan.
Detik di saat sepasang bola matanya berhasil mengamankan pembuktian konkrit yang menegaskan secara resmi bahwa sama sekali tidak akan ada celah waktu kompromi ataupun opsi damai terkecil pun yang tersisa bagi keselamatan hidup rombongan mereka fajar ini seutuhnya kelak, sekujur raut wajah Mu Jin tampak secara drastis langsung memancar mengeras kaku seutuhnya kelak.
Tepat pada satu detik ketegangan tersebut melanda kesadarannya baru saja, sepasang bola mata Jin Hyeon lengkap dengan diiringi oleh sepasang bola mata Mu Jin tampak secara tidak sengaja terbukti saling beradu tatap secara langsung satu sama lain untuk satu detik lamanya seutuhnya kelak.
Sebuah letupan emosi dilema bertarung yang teramat sangat menyiksa sekali tampak berkecamuk hebat merusak ketahanan jiwa mereka seutuhnya kelak saat itu juga.
Sama sekali tidak ada sesosok pendekar master luar lainnya yang saat ini sedang menempatkan tubuh fisiknya berdiri diam di area hutan pegunungan sepi ini fajar ini seutuhnya kelak.
Jika kenyataannya terbukti berjalan dengan wujud kesunyian semacam itu kelak, bukankah akan berjalan jauh lebih efektif kelak bagi jasad mereka berdua untuk meluncurkan aksi serangan gabungan massal secara nekat fajar ini murni bertujuan demi menumpas ketangguhan jasad Chung Myung seutuhnya kelak?
Masa bodoh dengan segenap silsilah wibawa citra kehormatan Sekte Wudang yang legendaris seutuhnya kelak; pendekar gila di depan mereka saat ini bersumpah sama sekali tidak memelihara secercah ketulusan niat baik terkecil pun di dalam dadanya murni bertujuan demi meloloskan keselamatan jasad mereka agar dipetakan sanggup melangkahkan kaki meninggalkan tempat ini dengan kondisi selamat kelak seutuhnya kelak.
Oleh karena pertimbangan darurat tersebut kelak, bukankah akan berjalan ratusan kali lipat jauh lebih indah sekali kelak seutuhnya seandainya jasad mereka……
Tepat pada satu detik sebelum jalinan rencana pengeroyokan nekat tersebut resmi selesai disepakati seutuhnya kelak di dalam kepala jasad mereka seutuhnya.
Satu kelebatan jasad tubuh fisik milik Chung Myung tampak secara brutal langsung melesat meluncur maju menerjang kencang menghampiri posisi jasad badannya dengan laju gerakan menerjang yang teramat sangat kilat sekali seutuhnya kelak, menyerupai keindahan visual dari seekor burung rajawali pemburu raksasa yang sedang melesat meluncur deras menerkam jasad mangsanya kencang seutuhnya kelak dari angkasa raya.
"Maju pertempuran!"
Chung Myung mengayunkan bilah pedang tajam di dalam genggaman tangannya memotong udara kencang, menghantamkan secara brutal tebasan pedang mautnya lurus lurus ke arah ulu dada Mu Jin kencang seutuhnya kelak saat itu juga.
Aliran deras tebasan energi pedang defensif Wudang (Sword Qi) yang baru saja selesai disalurkan membanjiri bilah pedang tajam Mu Jin baru saja, jenis energi pedang lembut yang bahkan belum sempat melesat terbang membelah angkasa raya untuk satu detik lamanya sekalipun fajar ini, tampak secara brutal langsung terbelah menyusut hancur berkeping-keping seutuhnya kelak seketika, dihantam secara brutal oleh kedahsyatan tebasan energi pedang berwarna merah jingga pekat milik Chung Myung seutuhnya kelak.
"Bahkan setelah aliran waktu yang sangat panjang terbukti telah berlalu membelah bumi fana selama ini kelak seutuhnya!"
Chung Myung melangkahkan satu kaki kanan fisiknya mengambil satu langkah maju ke depan dengan laju hentakan kaki yang teramat sangat keras sekali seutuhnya kelak menghantam tanah pegunungan!
"Apakah kadar kapasitas keahlian bela diri pedang yang kalian kuasai di dalam dada kalian secara memalukan sama sekali tidak mencatatkan langkah perkembangan yang berarti seutuhnya kelak, bajingan keparat?!"
Duaaaaar!
"Keuuuuk……"
Detik di saat sepasang telapak tangan Mu Jin memaksakan sisa kekuatan fisiknya mencengkeram gagang pedang tajam miliknya sekuat tenaga murni bertujuan demi menangkis arah tebasan pedang maut Chung Myung yang meluncur deras menghantam jasad badannya baru saja seutuhnya kelak, seberkas aliran darah segar tampak secara brutal langsung muncrat menyembur keluar membasahi belahan hidung fisiknya kencang seutuhnya kelak seketika saat itu juga.
Dan secara bersamaan pula seutuhnya kelak, postur tulang belakang badannya tampak dipaksa meliuk membengkok tajam ke arah belakang dalam rentang sudut membengkok yang teramat sangat tidak wajar sekali seutuhnya kelak akibat dari beratnya hantaman pedang maut tersebut seutuhnya kelak.
'P-Punggung fisiku…… tulang belakang jasad pribadiku……'
Ia merasa seolah-olah silsilah tulang belakang jasad tubuh fisiknya saat ini telah resmi berada di ambang bencana patah hancur berkeping-keping seutuhnya kelak saat ini juga.
Meskipun begitu, bagian hatinya secara luar biasa hingga detik ini terpantau masih sanggup menahan sisa kesadaran jiwanya seutuhnya kelak……
"Jasadmu secara mengejutkan ternyata masih sanggup menangkis arah tebasan pedang mautku barusan, pak tua? Jasad didikan Wudang yang satu ini?"
Brakkk!
Tentu saja tebakan pertahananmu itu sepenuhnya salah seutuhnya kelak. Jasad badannmu dipetakan sama sekali tidak akan pernah diizinkan secara hukum untuk meloloskan pergerakan fisiknya dari tempat sulit ini kelak seutuhnya.
Chung Myung kembali mengayunkan bilah pedang tajam miliknya memotong udara kencang, menghantamkan tebasan pedang mautnya lurus menghantam ulu dada Mu Jin kencang seutuhnya kelak saat itu juga.
"Jasad murid Wudang keparat pantatku! Jasad kotor badannmu fajar ini bahkan sama sekali tidak memelihara kapasitas pikiran murni bertujuan demi meluncurkan jurus tebasan pedang balasan yang layak seutuhnya kelak di medan pertempuran!"
Brakkk!
"Jasadmu bersikeras memaksakan sisa kekuatan fisikmu murni bertujuan demi menangkis secara sepihak laju tebasan pedang mautku fajar ini, hah?!"
Brakkk!
Sepasang ujung kaki fisik Mu Jin secara perlahan tampak mulai melesat amblas terbenam masuk melintasi permukaan tanah pegunungan yang gembur seutuhnya kelak seiring berjalannya waktu.
Detail pemandangan pertempuran yang tersaji di area hutan pegunungan sepi baru saja bersumpah benar-benar menyajikan visual yang teramat sangat konyol sekali seutuhnya kelak, menyerupai keindahan visual dari sesosok manusia fana yang sedang sibuk menggunakan sebuah palu besi berukuran raksasa murni bertujuan demi menumbuk masuk sebatang paku besi kotor menembus dalam ke permukaan kayu seutuhnya kelak sepanjang jalan. Jasad tubuh fisiknya yang secara konsisten terus menerus dihantam secara brutal oleh kekuatan tebasan pedang maut Chung Myung sejak tadi tampak secara nyata benar-benar dipaksa amblas terbenam masuk menembus permukaan tanah pegunungan seutuhnya kelak.
"Menggunakan Kelembutan untuk Mengatasi Kekerasan (Using Softness to Overcome Hardness) keparat pantatku! Terlepas dari seberapa megahnya jalinan nama filosofi Taois yang kau agung-agungkan di depan umum, pada kenyataannya jasad didikan kalian tidak lebih dari sekadar segerombolan pembual kotor seutuhnya kelak di dunia persilatan luar!"
Duaaaaar!
"Keuk……"
Sesosok volume suara gemertak sendi tulang yang teramat sangat mengerikan sekali seutuhnya tampak kembali berkumandang merdu membelah keheningan malam fajar ini dari arah bagian punggung badan Mu Jin seutuhnya kelak seketika saat itu juga. Di antara deru siksaan rasa sakit yang teramat sangat mengerikan sekali menyelimuti silsilah tulang belakang jasad tubuh fisiknya lengkap dengan diiringi oleh keletihan fisik yang melanda sepasang telapak tangannya yang terasa telah berada di ambang bencana patah hancur berkeping-keping akibat dipaksa bertempur menangkis tebasan pedang Chung Myung sepanjang jalan seutuhnya kelak, ia saat ini benar-benar tidak lagi sanggup mengamankan fungsi logika berpikir sehatnya secara damai seutuhnya kelak di dalam ruangan otaknya.
Meskipun demikian kelak, tepat pada momen keputusasaan yang menyiksa jiwanya baru saja seutuhnya kelak.
Sesosok volume suara manusia fana yang watak perilakunya dinobatkan menyandang kasta keliaran watak dan kekejaman watak terunggul nomor satu seutuhnya di bawah langit fana tampak merayap membelah udara pegunungan lurus menerobos masuk membanjiri sepasang lubang telinga fisiknya seutuhnya kelak sepanjang jalan.
"Lindungi area kepala jasadmu kencang seutuhnya kelak! Bagian kepala jasadmu! Hulu kepala jasadmu! Otak di dalam batok kepala jasadmu kencang seutuhnya kelak, bajingan tua! Bukankah sejak detik pertama pertempuran fisik kita meledak fajar ini jasad pribadiku telah berkali-kali menyuarakan instruksi penting memintamu melindungi keselamatan kepala jasadmu kencang seutuhnya kelak, hah?!"
Brakkk! Brakkk! Brakkk! Brakkk! Brakkk!
Jasad Mu Jin di sepanjang sisa jalannya pertempuran fajar ini secara ajaib memang dipetakan masih sanggup memaksakan sisa otot fisiknya mencengkeram pedang tajamnya murni didasari murni hanya karena ingin menangkis secara sepihak laju datangnya rentetan tebasan pedang maut Chung Myung seutuhnya kelak. Meskipun begitu sangat disayangkan bagi kenyamanan jiwanya kelak, akibat dari terlampau dahsyatnya kadar rambatan kekuatan Qi internal raksasa yang tersimpan di balik tebasan pedang maut lawannya selama ini seutuhnya kelak, bilah pedang tajam di dalam genggaman tangannya fajar ini secara konsisten terus menerus terpantau berakhir membentur kencang bagian ulu kepala fisiknya berulang kali sepanjang jalan seutuhnya kelak sebelum akhirnya terpantul melayang kembali ke udara pegunungan seutuhnya kelak.
"Keuk! Kkeueuk!"
Setiap kali permukaan bilah pedang tajam miliknya terbukti secara memalukan berakhir membentur kencang bagian ulu kepala fisiknya sebelum akhirnya terpantul melayang kembali ke angkasa raya baru saja seutuhnya kelak, ia pribadi bersumpah secara instan selalu dipaksa mencicipi rambatan rasa nyeri yang teramat sangat menyiksa sekali seutuhnya, jenis siksaan rasa nyeri yang tidak berbeda jauh dengan rasa sakit akibat dihantam secara brutal menggunakan sebongkah palu besi berukuran raksasa kencang seutuhnya kelak di bagian kepalanya.
Meskipun jika bagian hatinya bersedia melayangkan rasa syukur yang mendalam fajar ini kelak, ia setidaknya dipetakan masih menyandang nasib mujur murni didasari murni karena arah hantaman bilah pedang tajam miliknya baru saja murni mendarat membentur kepalanya menggunakan sisi tumpul bilah pedang seutuhnya kelak; seandainya arah benturan pedang tersebut terbukti secara memalukan mendarat menghantam ulu kepalanya menggunakan sisi tajam bilah pedang seutuhnya kelak, maka bagian batok kepala fisiknya diproyeksikan kelak pasti telah resmi menyajikan visual longgar terbelah menyemburkan cairan otak kotor membasahi tanah pegunungan seutuhnya kelak sejak beberapa menit yang lalu baru saja kelak.
Meskipun begitu kelak di bawah langit fana, variabel bencana yang sesungguhnya sedang melanda kelangsungan hidup jasad fisiknya saat ini bersumpah sama sekali tidak lagi terbatas menyangkut masalah keselamatan area kepala fisiknya belaka seutuhnya kelak.
'P-Punggung fisiku…… tulang belakang jasad pribadiku……'
Sesosok volume suara gemertak sendi tulang yang secara konsisten terus menerus berkumandang dari arah bagian punggung badannya sejak tadi bersumpah sama sekali tidak menyandang sifat suara gemertak biasa belaka seutuhnya kelak. Memelihara asumsi cemas meyakini bahwa seandainya rentetan hantaman pedang maut Chung Myung terus dibiarkan berlanjut kelak, jasad tubuh fisiknya dipetakan kelak pasti hanya akan berakhir dengan tragedi patah tulang belakang meliuk ke arah belakang hingga berakhir mati lebur seutuhnya kelak di tempat ini, Mu Jin secara refleks langsung mempererat sepasang gigi gerahamnya sangat kencang seutuhnya kelak.
'Jasad pribadiku diwajibkan hukumnya secara mutlak mulai detik ini juga untuk segera merumuskan satu pecutan serangan pedang balasan secepat mungkin kelak seutuhnya di dunia nyata……!'
Pendekar didikan lawan di depannya saat ini bersumpah menyandang kasta kekuatan bertarung yang berada pada tingkat kedahsyatan yang teramat sangat luar biasa mengerikan sekali seutuhnya kelak. Urusan konyol menyangkut apakah jasad pemuda gila di depannya saat ini menyandang gelar kehormatan Naga Ilahi Gunung Hua ataupun gelar persilatan lainnya di penjuru dataran tengah bersumpah sama sekali tidak menyandang nilai penting terkecil pun saat ini juga seutuhnya kelak bagi pertimbangan kepalanya kelak. Generasi didikan sekte? Persetan dengan silsilah kasta kepangkatan generasi didikan sekte, makna penting macam apa sebenarnya yang disembunyikan di balik silsilah kepangkatan konyol semacam itu fajar ini kelak di medan pertempuran?
Satu-satunya urusan krusial yang wajib segera ia eksekusi saat ini juga tidak lain adalah jasad pribadinya diwajibkan sekuat tenaga mempertahankan kelangsungan hidup jasad fisiknya agar dipetakan sanggup melarikan diri meninggalkan tempat ini dengan kondisi selamat kelak seutuhnya kelak nanti!
Beruntung bagi takdir kehidupannya kelak, jasad pemuda gila di depannya saat ini sejak beberapa menit yang lalu terpantau murni hanya memfokuskan segenap tebasan pedang mautnya murni bertujuan mengincar keselamatan area kepala fisiknya saja sepanjang jalan, seolah-olah bagian hatinya sama sekali tidak memedulikan fakta riil perihal jasad Mu Jin yang secara konsisten terus menerus menangkis arah datangnya tebasan pedangnya menggunakan bilah pedang tajam miliknya seutuhnya kelak.
'C-Cukup satu kali kesempatan emas saja seutuhnya kelak!'
Jasad pribadiku murni hanya memerlukan satu kali kesempatan emas saja kelak murni bertujuan demi menangkis dan membelokkan arah tebasan pedang mautnya ke arah samping seutuhnya kelak. Segera setelah jalinan pertahanan membelokkan tebasan pedang tersebut terbukti berhasil diselesaikan dengan baik kelak, satu pecutan serangan balasan fisik yang meluncur di luar batas prediksi lawan diproyeksikan kelak pasti akan sanggup membuka celah pertahanan baru yang longgar dari jasad Chung Myung seutuhnya kelak, dan Mu Jin di dalam dadanya meyakini bahwa dirinya menyandang kapasitas bela diri yang teramat sangat mumpuni sekali seutuhnya kelak murni didasari murni hanya karena ingin mengeksekusi celah kelemahan tersebut seutuhnya kelak. Bukan, melainkan sekalipun seandainya jasad pribadinya terbukti tidak menyandang kapasitas bela diri mumpuni semacam itu di dalam dadanya kelak, ia dipaksa secara hukum untuk tetap mewujudkan skenario pembalasan fisik tersebut seutuhnya kelak fajar ini. Jika tidak, silsilah tulang belakang jasad tubuh fisiknya dipetakan kelak pasti hanya akan berakhir patah hancur berkeping-keping terlebih dahulu sebelum sempat melangkahkan kakinya melarikan diri seutuhnya kelak.
"Bagian kepala jasadmu kencang!"
Bilah pedang tajam di dalam genggaman tangan Chung Myung tampak kembali melesat terbang membelah angkasa raya kencang seutuhnya kelak.
'Detik ini juga kelak!'
Mu Jin mengerahkan segenap sisa aliran kekuatan Qi internal dantians di dalam dadanya seutuhnya kelak, melimpahkan aliran kekuatan Qi murni tersebut secara penuh membanjiri bagian telapak kaki fisiknya seutuhnya kelak. Setelah berhasil mengamankan koordinasi kekokohan pertahanan kuda-kuda bawahnya secara matang baru saja seutuhnya kelak, barulah ia secara perlahan mulai merilekskan kembali sekujur ketegangan otot fisik yang melanda bagian tubuh generasi atas fisiknya seutuhnya kelak.
'Belokkan tebasan pedangnya kenc seutuhnya kelak!'
Pondasi dasar dari silsilah keilmuan bela diri Sekte Wudang pada hakikatnya bersumpah senantiasa bertumpu penuh pada esensi kelembutan batin seutuhnya kelak. Tidak peduli seberapa dahsyatnya kadar kekuatan Qi internal ataupun daya rusak raksasa macam apa yang terkandung di balik tebasan pedang maut musuh kelak seutuhnya, seluruh wibawa kedahsyatan jurus musuh dipetakan kelak pasti tetap akan sanggup ditumpas nilai gunanya hingga berubah menjadi sampah tidak berguna kelak, selama bagian tangan jasadmu terbukti secara ajaib sanggup menangkis dan membelokkan arah tebasan pedang musuh ke arah samping seutuhnya kelak.
Ia menggertakkan sepasang gigi gerahamnya kencang seutuhnya sembari memusatkan sepasang bola matanya menatap tajam ke arah bilah pedang tajam Chung Myung yang saat ini sedang melayang tinggi di udara bersiap meluncur deras menghantam kepalanya seutuhnya kelak. Segera setelah bilah pedang tajam tersebut meluncur turun menghantam ulu kepalanya kelak, ia dipetakan kelak pasti akan memosisikan bilah pedang tajam miliknya miring ke arah samping murni didasari murni untuk membelokkan arah hantaman pedangnya……
Huh?
Alasan konyol macam apa sebenarnya yang melatarbelakangi alasan mengapa bilah pedang tajam Chung Myung fajar ini secara mengejutkan ternyata sama sekali tidak kunjung meluncur turun menghantam kepalanya sejak tadi, hah? Apakah karena kadar konsentrasi mental yang ia kerahkan di dalam dadanya fajar ini telah terlanjur melampaui batas kewajaran fana, hingga memicu timbulnya fenomena ilusi waktu di dalam kepalanya yang membuat laju aliran waktu berjalan dengan sangat lambat sekali bagi inderanya……
Tepat pada satu detik ketakutan tersebut melanda kesadarannya baru saja seutuhnya kelak.
Sesosok kelebatan benda berwarna hitam pekat secara mendadak tampak meluncur masuk membelah angkasa raya memenuhi ruang pengamatan sepasang bola mata Mu Jin seutuhnya kelak seketika. Ia secara refleks langsung memutar arah pandangan kepalanya menatap lurus ke arah datangnya benda tersebut dan sepasang bola matanya berhasil menangkap wujud dari sebuah benda asing yang saat ini sedang meluncur deras menghampiri wajah fisiknya kencang seutuhnya kelak.
Detik di saat fungsi logikanya berhasil mengidentifikasi secara nyata perihal detail benda asing berwarna hitam pekat tersebut tidak lain adalah merupakan kepalan tangan kanan milik Chung Myung yang sedang melesat meluncur deras lurus mengincar posisi wajah badannya seutuhnya kelak baru saja, Mu Jin secara mengejutkan justru murni hanya memilih untuk menyunggingkan seulas senyuman tipis yang sangat hampa sekali seutuhnya kelak di wajahnya.
'Jasad keparat kurang ajar pembawa petaka yang satu ini seutuhnya kelak.'
Ternyata seluruh rangkaian kosakata kesopanan bela diri yang meluncur bebas dari lubang mulut kotornya selama ini bersumpah hanyalah merupakan wujud kebohongan palsu belaka seutuhnya kelak……
Plak!
"Bagian rahang jasadmu kencang seutuhnya kelak! Bajingan tua keparat!"
Jasad tubuh fisik milik Mu Jin, jasad pendekar yang sedari tadi terpantau telah terbenam amblas masuk menembus permukaan tanah pegunungan hingga mencapai kisaran batas lutut kakinya baru saja seutuhnya kelak, tampak secara brutal langsung melesat terbang membumbung tinggi ke angkasa raya kencang seutuhnya kelak, menyerupai keindahan visual dari sebatang paku besi kotor yang baru saja dicabut paksa menggunakan linggis besi berukuran raksasa kencang seutuhnya kelak sebelum akhirnya terhempas meluncur jauh ke udara pegunungan seutuhnya kelak.
Syuuut!
Seolah-olah jasad tubuh fisiknya dipetakan sama sekali tidak akan pernah diizinkan secara hukum untuk kembali jatuh menyentuh permukaan tanah pegunungan seutuhnya kelak sepanjang sejarah, tubuh jasad Mu Jin tampak secara konsisten terus menerus melayang berputar kencang membelah angkasa raya selama beberapa menit lamanya menyerupai wujud gasing kayu yang sedang berputar kencang seutuhnya kelak, sebelum akhirnya jasad tubuh fisiknya secara memalukan berakhir jatuh terhempas kencang menghantam permukaan tanah batu pegunungan kencang seutuhnya kelak saat itu juga.
Akibat dari terlampau dahsyatnya kadar rambatan kekuatan gaya putar raksasa yang menyelimuti tubuh fisiknya selama melayang di udara baru saja seutuhnya kelak, tubuh jasad Mu Jin tampak secara konsisten terus menerus meluncur berguling kotor di atas tanah pegunungan untuk rentang waktu yang terhitung cukup lama sekali kelak, sebelum akhirnya laju gulingan jasadnya secara ajaib perlahan-lahan mulai melambat dan berhenti kencang seutuhnya kelak dalam keheningan yang dingin.
"Krrrrrrk……"
Sembari memusatkan sepasang bola mata gilanya menyaksikan wujud penampilan jasad Mu Jin yang saat ini terpantau telah resmi berakhir kehilangan kesadaran jiwanya seutuhnya kelak, lengkap dengan dibumbui oleh mulut fisiknya yang saat ini sedang sibuk menyemburkan aliran busa putih pekat membasahi tanah pegunungan baru saja seutuhnya kelak, Chung Myung murni hanya memilih melepaskan suara decakan lidahnya sinis seutuhnya kelak seolah-olah bagian hatinya merasa teramat sangat iba sekali kelak bagi keselamatannya seutuhnya kelak.
"Inilah alasan krusial utama mengapa bagian hati terdalam pribadiku seumur hidup selalu menilai barisan master didikan biara sekte utama raksasa semacam kalian memiliki kualitas kebodohan watak yang teramat sangat menyedihkan sekali seutuhnya kelak…… Tsk, tsk, tsk."
Seberapa dahsyatnya kadar kenaifan jiwa yang tersimpan di dalam lubang dada jasadmu selama ini, pak tua, hingga dengan begitu bodohnya bersedia mempercayai secara harfiah seluruh rangkaian kosakata kalimat janji pertempuran yang meluncur bebas dari lubang mulut seorang perampok jalanan kotor di tengah hutan sepi semacam ini kelak seutuhnya, hah? Kejadian konyol semacam ini adalah alasan krusial utama mengapa jajaran pendekar didikan biara Sekte Gunung Hua beserta Sekte Wudang diwajibkan hukumnya secara mutlak kelak untuk segeralah melangkahkan kaki mereka menuruni area pegunungan terisolasi mereka secepatnya seutuhnya kelak sepanjang sejarah.
Bukankah murni didasari murni karena jasad kalian sekalian sepanjang hidupnya hanya bersikeras duduk manis mengurung diri di dalam area biara pegunungan sepi sembari melangsungkan sesi membaca tumpukan kitab suci ajaran Taois kusam sepanjang hari itulah yang pada akhirnya secara instan memicu mental jasad kalian tumbuh bertransformasi menjadi teramat sangat naif dan bodoh sekali seutuhnya kelak di dunia persilatan luar?
"Anggap saja seluruh rentetan siksaan fisik yang kau lalui baru saja fajar ini sebagai wujud dari sebuah pengisi pengalaman hidup berharga yang teramat sangat indah sekali kelak bagi kelangsungan hidup jasadmu kelak seutuhnya nanti."
Chung Myung melepaskan suara decakan lidahnya sinis seutuhnya kelak sembari melangkahkan kakinya berjalan menghampiri jasad Mu Jin yang saat ini sedang terbaring pingsan tak berdaya seutuhnya kelak di atas tanah kotor, dan meluncurkan satu pecutan tendangan kaki ringannya menghantam pundak jasad badannya pelan seutuhnya kelak.
"Hei, pak tua, cepatlah melatih fungsi kesadaran batin jasadmu untuk segera bangkit berdiri tegak saat ini juga kelak. Jasad pribadimu saat ini secara hukum diwajibkan untuk segera meluncurkan langkah pelaporan menjelaskan perihal rahasia barang makam pedang tersebut seutuhnya ke hadapanku kelak seutuhnya. Pedang…… apa sebenarnya sebutan istilah pedang kuno yang sempat kalian suarakan tadi kencang, hah? Makam Pedang?"
Meskipun ia telah berulang kali melayangkan tendangan fisiknya kencang seutuhnya kelak, jasad Mu Jin saat ini terbukti secara konkrit tetap sama sekali tidak menyajikan tanda-tanda pemulihan kesadaran batin terkecil pun di wajahnya seutuhnya kelak.
Chung Myung dalam keheningan mulai merumuskan detail estimasi perhitungan logis di dalam kepalanya, membandingkan secara saksama di antara kadar kekuatan Qi internal yang sempat ia salurkan secara penuh membanjiri kepalan telapak tangannya baru saja seutuhnya kelak, dengan tingkat kekuatan kekokohan struktur tulang rahang jasad Mu Jin yang aslinya terhitung teramat sangat rapuh sekali seutuhnya kelak sepanjang sejarah, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya khidmat seutuhnya kelak.
Pendekar paruh baya yang satu ini dipastikan sama sekali tidak akan pernah memiliki kesempatan fisik untuk terbangun kembali hari ini kelak seutuhnya. Jasad fisiknya diproyeksikan kelak pasti hanya akan berakhir menikmati waktu tidur pingsan yang teramat sangat nyenyak sekali kelak seutuhnya di atas tanah kotor ini untuk selang kurun waktu minimal tiga hari penuh lamanya kelak tanpa terganggu sedikit pun kelak nanti seutuhnya.
'Apakah keputusan tindakan pemukulan pribadiku baru saja terbukti berjalan dengan kasta kedahsyatan yang terlampau berlebihan sekali belaka rupanya kelak bagi ketahanan fisiknya?'
Yah, detail kesalahan teknis sepele semacam itu dipetakan sama sekali tidak akan pernah menjadi wujud masalah yang berarti kelak bagi jiwaku kelak seutuhnya. Masih ada terlampau banyak sekali jumlah murid didikan Sekte Wudang lainnya yang saat ini sedang menempatkan tubuh fisik mereka berdiri tegak di tempat ini selain jasad Mu Jin, barisan jasad didikan kecil yang diproyeksikan kelak pasti tetap akan sanggup membeberkan detail rahasia Makam Pedang tersebut ke hadapan tanganku kelak seutuhnya kelak.
"Jika demikian kesepakatan tugas kita fajar ini kelak……"
Chung Myung dengan gerakan yang teramat sangat santai sekali tampak memalingkan wajah fisiknya sedikit menatap ke arah barisan murid generasi kedua didikan Sekte Wudang seutuhnya kelak.
Detik di saat sepasang bola mata gilanya secara tidak sengaja terbukti beradu tatap secara langsung dengan pandangan mata mereka baru saja seutuhnya kelak, seluruh murid generasi kedua didikan Sekte Wudang di seberang sana secara refleks langsung tersentak cemas setengah mati dan dengan terburu-buru mengambil satu langkah mundur ke belakang kencang seutuhnya kelak seketika.
"Menyandarkan tugas penyelidikan koordinat Makam Pedang tersebut kelak…… Apakah ada di antara kalian sekalian fajar ini yang memelihara ketajaman ingatan untuk menjelaskan secara jujur ke hadapanku perihal apa makna pusaka makam pedang kuno tersebut seutuhnya kelak?"
"……"
Satu-satunya pilihan tindakan penyelamatan terbaik yang wajib segera mereka selesaikan saat ini juga tidak lain adalah segeralah membisu menutup lubang mulut mereka rapat-rapat dalam keheningan seutuhnya kelak untuk selamanya. Seluruh silsilah logika berpikir di dalam kepala jasad mereka bersumpah telah terlanjur menyadari secara nyata perihal detail kebenaran hukum persilatan mutlak tersebut seutuhnya kelak.
Meskipun begitu di bawah langit fana, adalah merupakan wujud dari sifat alamiah manusia fana seutuhnya kelak untuk secara refleks melayangkan sedikit reaksi kejiwaan ataupun gestur cemas di saat dipaksa berhadapan langsung secara fisik menyimak pertanyaan tajam yang dilayangkan baru saja seutuhnya kelak, dan pendekar didikan lawan yang saat ini sedang berdiri gagah tepat di hadapan mata kepala jasad mereka bersumpah merupakan sesosok monster indera tingkat tinggi yang tingkat kepekaan inderanya terbukti teramat sangat tajam sekali, jenis kepekaan indera luar biasa yang bahkan dipetakan sanggup mendeteksi kedatangan sesosok hantu sekalipun sepanjang sejarah seutuhnya kelak.
"Jasadmu! Lengkap dengan diikuti oleh jasadmu fajar ini kelak!"
Chung Myung menyeringai seringai tipis yang memancarkan kelicikan seutuhnya kelak sembari mengarahkan satu jari telunjuknya menunjuk lurus secara presisi mengunci posisi jasad Jin Hyeon lengkap dengan mengunci posisi Jin Mu seutuhnya kelak saat ini juga.
"Segeralah melangkahkan kedua belah kaki jasad kalian kemari menghampiri jasad pribadiku saat ini juga seutuhnya kelak."
"……"
Jin Hyeon beserta Jin Mu secara refleks tampak saling memalingkan wajah fisik mereka satu sama lain, melayangkan tatapan cemas yang mendalam seutuhnya kelak. Dan segera setelah menyelesaikan aksi pertukaran tatapan cemas tersebut seutuhnya kelak, dengan langkah kaki yang teramat sangat terpaksa sekali lengkap dengan diiringi oleh kelemasan otot fisik yang luar biasa konyol seutuhnya kelak sepanjang jalan, mereka mulai memaksakan kedua belah kaki jasad mereka berjalan terseret pelan menghampiri Chung Myung seutuhnya kelak.
'Sama sekali tidak akan ada gunanya memaksakan diri meluncurkan pertempuran fisik hari ini kelak.' 'Jasad rombongan kita dipetakan secara mutlak sama sekali tidak menyandang kapasitas kekuatan yang cukup kelak murni didasari murni hanya karena ingin menumbangkan kekuatan bertarung miliknya fajar ini kelak seutuhnya.'
Pendekar asing di depannya saat ini bagaimanapun juga bersumpah merupakan sesosok monster didikan gila yang sanggup meremukkan kekuatan tulang rahang Paman Guru Mu Jin hingga hancur lebur hanya murni bermodalkan satu pecutan pukulan telapak tangan sepele seutuhnya kelak. Sekalipun seluruh sisa murid didikan Sekte Wudang di area pegunungan terjal ini bersikeras memilih opsi menerjang maju meluncurkan serangan gabungan massal secara nekat hari ini juga seutuhnya kelak, sama sekali tidak akan ada satu orang master didikan luar pun di bawah kolong langit ini yang berani menjamin secara hukum perihal datangnya secercah peluang kemenangan bertarung bagi jasad mereka seutuhnya kelak nanti. Terlebih lagi dari segalanya saat ini juga seutuhnya, seiring dengan telah runtuh leburnya seluruh sisa keberanian mental bertarung dari dalam lubang dada mereka semenjak beberapa menit yang lalu kelak seutuhnya, bagaimana metode ajaib macam apa sebenarnya yang wajib diperagakan demi bisa mewujudkan keselarasan serangan gabungan massal yang ideal kelak di medan pertempuran kelak?
Detik di saat langkah kaki mereka berhasil menempatkan jasad fisik mereka berdiri tegak tepat di hadapan badannya sembari menyajikan ekspresi wajah yang teramat sangat canggung dan masam sekali seutuhnya kelak baru saja, Chung Myung secara perlahan mulai menyajikan seulas senyuman tipis yang sangat ramah menghiasi wajah fisiknya seutuhnya kelak.
"Menyandarkan tugas penyelidikan Makam Pedang tersebut kelak…… Ada urusan barang apa sebenarnya di balik sebutan Makam Pedang tersebut seutuhnya kelak?"
"……Makam Pedang seutuhnya kelak."
"Tebakanmu itu sangat tepat sekali seutuhnya kelak, kawan. Makam Pedang. Apakah ada di antara kalian berdua saat ini yang bersedia melipat lubang mulutnya murni didasari murni hanya karena ingin membocorkan secara jujur perihal rahasia barang macam apa sebenarnya Makam Pedang tersebut seutuhnya ke hadapanku kelak?"
Jin Hyeon beserta Jin Mu secara kompak langsung memosisikan lubang mulut jasad mereka membisu tutup rapat-rapat dalam keheningan seutuhnya kelak sepanjang jalan.
"Oh? Jasad kalian sekalian fajar ini secara nyata benar-benar memelihara tekad kuat memilih opsi menolak didorong membuka lubang mulut kalian seutuhnya kelak?"
Mereka berdua di dalam dadanya dipetakan memang telah terlanjur kehilangan seluruh sisa nafsu bertarung mereka fajar ini seutuhnya kelak. Meskipun begitu di bawah langit fana, kenyataan riil tersebut bersumpah sama sekali tidak secara otomatis melahirkan kewajiban hukum bagi lubang dada mereka untuk membocorkan seluruh dokumen rahasia penting sekte utama mereka secara murah seutuhnya kelak. Hal luar biasa tersebut bersumpah merupakan wujud dari sisa harga diri dan citra wibawa ksatria terakhir yang masih sanggup dipertahankan secara kokoh oleh silsilah jasad didikan Sekte Wudang seutuhnya kelak di dalam lubang dada mereka seutuhnya kelak.
"Uh, baiklah kalau begitu. Jasad pribadiku bersedia melayangkan pengakuan jujurnya seutuhnya kelak fajar ini. Sosok pendekar yang kemarin fajar secara resmi telah selesai merilis jaminan janji pertempuran bersedia membeberkan rahasia Makam Pedang tersebut ke hadapan pedangku bagaimanapun juga murni hanyalah merupakan jasad pria paruh baya yang saat ini sedang terbaring pingsan tak sadarkan diri di atas tanah tersebut seutuhnya kelak. Jasad kalian berdua bersumpah sama sekali tidak pernah sekali pun melayangkan jaminan janji pertempuran serupa ke hadapan jasad pribadiku selama ini seutuhnya kelak. Sebuah janji pertempuran suci bagaimanapun juga selamanya dipetakan sama sekali tidak akan pernah bisa diwakilkan nilai pemenuhannya oleh kekuatan jasad pendekar lain seutuhnya kelak, bukankah begitu logika persilatannya kelak?"
"……?"
Sesosok letupan keraguan yang mendalam tampak secara refleks langsung mekar menghiasi sepasang bola mata Jin Hyeon seutuhnya kelak seketika saat mendengar ucapan tersebut.
Astaga, dewa langit merestui. Bagaimana metode ajaib semacam ini sanggup terjadi di dunia nyata, di saat sekelompok rangkaian kalimat moral yang terdengar teramat sangat logis dan dipenuhi oleh etika kesopanan ksatria tingkat tinggi semacam ini secara mengejutkan justru sanggup keluar meluncur mulus dari lubang mulut anak gila pembawa petaka semacam dia fajar ini, hah?
"Jika logika hukumnya memang terbukti berjalan dengan wujud keselarasan semacam itu kelak, maka segeralah melangkahkan kedua belah kaki jasad kalian untuk berdiri diam menonton jalannya pertunjukan di seberang sana kelak seutuhnya."
"……Maaf?"
"Jasad pribadiku meminta jasad kalian sekalian murni bertujuan demi berdiri diam menonton jalannya pertempuran di tempat itu kelak seutuhnya."
"Perbuatan konyol macam apa sebenarnya yang sedang……?"
"Makna kata apa lagi sebenarnya yang sedang dicoba dibahas oleh lubang mulut kotarmu saat ini, hah?"
Ulasan senyuman seringai tipis yang terpatri di belahan bibir Chung Myung tampak merayap membelah wajah fisiknya dengan sangat kencangnya seutuhnya kelak, jenis ulasan senyuman seringai yang terpampang sangat nyata sekali kehandalannya kelak sekalipun wujud wajah fisiknya saat ini sedang dibungkus dengan sangat rapatnya menggunakan jubah hitam pencuri malam seutuhnya kelak. Pancaran letupan senyuman seringai tersebut secara alami langsung memicu timbulnya rasa cemas dan ketakutan dingin yang luar biasa dahsyat menyiksa sekujur tubuh Jin Hyeon lengkap dengan menyiksa tubuh Jin Mu seutuhnya kelak seketika saat itu juga tanpa alasan logis apa pun seutuhnya.
"Jika jasad kalian berdua fajar ini terbukti tetap bersikeras menolak didorong membuka lubang mulut kalian murni bertujuan demi membocorkan rahasia Makam Pedang tersebut kelak seutuhnya, maka jasad pribadiku murni hanya perlu mengalihkan segenap fokus tenaganya murni bertujuan demi memukuli dan memaksa kesadaran batin dari sosok pendekar tunggal yang bersedia membeberkan rahasianya agar jasad badannya dipaksa secara fisik terbangun kembali kelak seutuhnya fajar ini kelak."
Sesosok jasad pendekar tunggal yang bersedia membeberkan rahasianya?
Apakah di dalam isi kepala kotarnya saat ini ia secara nyata benar-benar sedang melayangkan klaim berniat membangunkan kembali kesadaran batin Paman Guru Mu Jin murni bermodalkan mengerahkan metode pemukulan fisik brutal, hah?
"B-Bagaimana metode logisnya……?"
Bagaimana metode logis macam apa sebenarnya di bawah kolong langit ini yang sanggup digunakan demi bisa membangunkan kesadaran batin seorang pendekar didikan master tingkat tinggi yang saat ini telah terkapar pingsan tak sadarkan diri akibat dampak pembalikan aliran Qi internal dantians yang sedahsyat itu……
"Ada satu buah wasiat kebenaran berharga yang berhasil dipetik secara nyata oleh silsilah perjalanan hidup jasad pribadiku di sepanjang sisa kehidupannya di dunia fana selama ini seutuhnya kelak tidak lain adalah:"
Chung Myung secara perlahan mulai mengulurkan satu telapak tangan kasarnya mencengkeram erat bagian kerah jubah jinjing pakaian Mu Jin yang saat ini sedang terbaring pingsan tak berdaya seutuhnya kelak di atas tanah.
"Jasadmu diproyeksikan selamanya sama sekali tidak akan pernah diperbolehkan memelihara asumsi bodoh meyakini bahwa seluruh silsilah rentetan masalah pertikaian rumit di dunia fana ini dipetakan kelak pasti akan selalu sanggup ditumpas nilai gunanya hingga tuntas seutuhnya murni didasari murni hanya karena mengandalkan kekerasan fisik belaka seutuhnya kelak."
Argumen penjelasan tersebut bersumpah memang terbukti sepenuhnya benar seutuhnya kelak. Sangat bertolak belakang sekali seutuhnya kelak dengan watak kekerasan yang selama ini……
"Meskipun begitu kelak!"
Sesosok kilatan Qi membunuh yang teramat sangat mengerikan sekali tampak mulai berkilau tajam di dalam sepasang bola mata Chung Myung seutuhnya kelak.
"Bagian tanganku bersumpah tetap sanggup menyelesaikan mayoritas dari seluruh rentetan masalah rumit di dunia fana ini murni bermodalkan mengandalkan kekerasan fisik saja kelak seutuhnya!"
"……"
"Jika jasad pribadiku memukuli tubuh jasad pria paruh baya ini secara konsisten terus menerus hingga ia dipaksa secara fisik untuk terbangun kelak, maka pada akhirnya jasad badannya dipetakan kelak pasti tetap akan terbangun kembali secara paksa kelak! Ataukah pilihan takdirnya jasad badannya murni hanya akan berakhir mati lebur kelak seutuhnya di tanganku! Rapatkan barisan jasad kalian berdua di sudut jalanan di seberang sana saat ini juga kelak, dan jangan pernah sekali pun memelihara kelancangan didorong untuk didorong membuka lubang mulut kalian murni bertujuan demi membocorkan rahasia Makam Pedang ini ke hadapanku kelak! Satu suku kata penjelasan pun bersumpah diharamkan keluar dari lubang mulut kalian fajar ini kelak!"
Jin Hyeon secara refleks menyunggingkan senyuman seringai tipis yang teramat sangat hampa sekali di wajahnya seutuhnya kelak.
Tampaknya mengambil keputusan sepihak membocorkan seluruh dokumen rahasia Makam Pedang tersebut saat ini juga dipetakan menyandang nilai penyelamatan yang jauh lebih indah sekali kelak bagi kelangsungan hidup jasad mereka seutuhnya kelak.











