Chapter 246: Harap Jangan Terburu-buru Menyuarakan Kata Itu Terlebih Dahulu. (1)
"Prosesi final pemurnian obat kita secara resmi telah selesai!"
"Ooh!"
Jajaran murid Generasi Hyeon secara serentak langsung membiarkan jasad mereka terhempas jatuh roboh telentang menghantam lantai kayu menahan letih secara kompak di lokasi.
Di sepanjang bentangan permukaan selembar kain sutra putih yang tergelar rapi di depan hidung mereka saat itu, butiran-butiran pil roh suci yang di sepanjang permukaannya secara indah memancarkan seberkas pendaran warna ungu delima samar tampak diletakkan berbaris rapi nan teratur sekali satu per satu.
"Ah..."
Hyeon Jong—setelah sepasang kelopak matanya secara nyata diperhadapkan dengan keindahan visual butiran pil suci tersebut siang ini—secara luar biasa seketika langsung terperosok masuk memeluk keharuan spiritual yang teramat sangat mendalam sekali memadati bilik dadanya, hingga secara memalukan memaksanya kehilangan kesanggupan murni untuk melontarkan seuntai kalimat lisan sepihak.
"Apakah prosesi pembuatan pil roh suci ini memang benar-benar secara hukum telah dinyatakan selesai sempurna?"
Mencerna wacana pertanyaan yang disuarakan secara terburu-buru oleh bibir Hyeon Yeong tersebut, Pemimpin Aula Pengobatan Un Gak secara perlahan menganggukkan leher kepalanya pelan mengonfirmasikannya.
Meskipun kebersihan garis wajah tuanya siang ini secara menyedihkan terpampang menyuguhkan tingkat keletihan fisik yang teramat parah nan memprihatinkan sekali seandainya disandingkan dengan hari biasa, namun di sepanjang area sudut kelopak sepasang matanya secara luar biasa bersumpah tetap menolak melepaskan seberkas pendaran kebanggaan sains yang teramat tebal nan kokoh sekali menusuk udara.
"Misi pemurnian obat kita secara sah telah berhasil dirampungkan seutuhnya, Tetua kedua. Karakteristik senyawa dari butiran pil roh suci kita siang ini secara teoritis mungkin saja menyajikan sedikit perbedaan senyawa yang samar seandainya disandingkan secara langsung dengan senyawa obat asli Pil Asal Mula Murni yang di awal kemarin sore kita dambakan, namun..."
Tentu saja hal itu benar adanya.
Sebab formulasi Pil Asal Mula Murni yang tertulis di sepanjang dokumen medis Murim kekaisaran secara hukum bersumpah sama sekali menolak menyandang sediaan pendaran warna ungu delima seindah ini bagi mata.
"Namun terlepas dari perbedaan visualnya, kuantitas derajat khasiat obat dari Pil Awan Ungu kita siang ini secara klinis bersumpah dijamin pasti menyandang derajat khasiat yang tersaji puluhan kali lipat jauh lebih dahsyat nan elok sekali melampaui khasiat Pil Asal Mula Murni!"
"Oh!"
Hyeon Sang memaku sorot pandangan matanya menatap lekat ke arah butiran obat Pil Asal Mula Murni... tidak, lebih tepatnya menatap lekat ke arah keindahan butiran Pil Awan Ungu di depannya menggunakan sepasang kelopak mata yang dibanjiri oleh ketebalan emosi keharuan spiritual yang teramat mendalam sekali.
Namun di sepanjang belahan dunia fana persilatan Murim fana, di setiap sudut gerbang sekte dijamin pasti akan selalu ada tipe praktisi orthodox tertentu yang sasis kepribadiannya secara keras kepala selamanya jauh lebih memilih opsi mematuhi keselarasan nalar sains rasional sepihak, seandainya diperhadapkan dengan gejolak emosi kemanusiaan sepele sekelas itu.
"Bagaimana caranya sirkulasi logika di kepala tuamu diperkenankan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk menyusun klaim sains sepihak sebersih itu siang ini?"
"Maaf?"
Pemimpin Aula Pengobatan memutar poros leher kepalanya canggung menatap wajah penanya.
Di sepanjang koordinat berdirinya tersebut, jasad Hyeon Yeong saat itu secara mengerikan secara nyata sedang memaku tatapan matanya lekat menatap tajam ke arah wajah tuanya menggunakan sepasang kelopak bola mata yang memancarkan pendaran Qi ketidakpercayaan yang teramat sangat menusuk sekali menusuk mental.
"Apakah sepasang kelopak mata tuamu siang ini secara hukum diperkenankan murni untuk mengukur khasiat obat suci di depan hanya melewati perantaraan sapuan sapuan visual visual luar semata, hah?! Jasad kerdilmu sepanjang hari kemarin bagaimanapun juga secara klinis bersumpah sama sekali menolak menyentuh andil pengerjaan alkimia di wajan kuali secara nyata, mengingat keabsahan hasil obatnya 100% murni diselesaikan melewati perjuangan taruhan nyawa Chung Myung seorang diri semata! Lalu atas dasar landasan sains jenis apa yang membolehkan bibir kotormu secara lancang meledakkan klaim sebersih itu siang ini?!"
"Ah... itu, begini..."
Tepat pada detik di saat jasad Un Gak mulai memamerkan kegagalan lisan verbalnya murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk menyusun kalimat penjelasan ilmiah secara tertib di depan podium, ia secepatnya meledakkan getaran suaranya secara berapi-api menusuk udara demi menyelamatkan martabat tabibnya dari kehancuran moral.
"Demi keagungan seluruh leluhur kuil, Tetua! Jasad tuaku siang ini bersumpah demi para leluhur murni hanya meluncurkan satu langkah operasional kecil berupa mencicipi sebutir partikel senyawa obat cilik yang ukuran volumenya menolak menyentuh batas seukuran kotoran mata semut merah di tanah! Di sepanjang dapur Aula Perjamuan sekte kita sekalipun, seorang juru masak junior secara hukum tetap diwajibkan murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk mencicipi takaran bumbu masakan di wajan sebelum menyajikannya ke hadapan meja dewan tetua bukan?! Lalu atas dasar landasan kegilaan jenis apa yang membolehkan batin tuaku siang ini murni untuk menolak meluncurkan prosesi pencicipan medis seadanya sebersih itu murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk memetakan derajat khasiat obat klan kita secara presisi?!"
"Jasad bocah nakal bebal satu ini! Berani sekali bibir lancangmu menyuarakan bait bait pembelaan konyol sebersih itu menggunakan wibawa mulut kotor milikmu di depan wajah tuaku sepagi ini!"
Bagi kelangsungan batin Chung Myung di masa normal harian, watak kepribadian dari jasad Hyeon Yeong secara nyata memang dideklarasikan bertindak selaku sosok tetua kuil yang wataknya tersaji paling manis, ramah, nan murah kasih sayang sekali bagi jiwanya sepanjang hayat, namun sirkulasi ketetapan hukum sebersih itu bersumpah dijamin pasti akan secara instan dinyatakan runtuh hancur berantakan di saat sepasang mata dewan tetua Gunung Hua lainnya dipaksa murni murni hanya ditujukan untuk berhadapan langsung dengan keliaran watak aslinya selaku Pemimpin Aula Keuangan yang watak marahnya melegenda kejam.
Detik ketika sepasang kelopak bola mata milik Hyeon Yeong seketika terlihat melotot tajam memancarkan kilatan Qi kemarahan dingin laksana bilah mata kapak tempur yang siap memotong leher, jasad Un Gak secara refleks seketika tersentak tegang nan secepatnya menarik leher kepalanya menyusut ketakutan secara instan.
Merenungi kecanggungan batin yang menyelimuti sekeliling podium laboratorium, Hyeon Jong mengulas seulas senyuman manis bersahabat di bibirnya dan secepatnya meluncurkan telapak tangannya mendarat di bahu Hyeon Yeong murni demi menertibkan keliaran marahnya.
"Bait penjelasan medis yang disuarakan oleh bibir tabib klan kita barusan bagaimanapun juga secara sains tetap menyajikan kelogisan hukum yang sah bukan, adikku?"
"Apakah Kakak Seperguruan Pemimpin Sekte secara sukarela bersedia menyusun keyakinan manis berupa sesosok tabib bebal sekelas jasad mudanya siang ini sanggup memetakan derajat khasiat obat roh suci klan secara akurat murni hanya didasarkan dari prosesi pencicipan sepele sekelas itu?"
"Sudahlah. Harap luangkan kemurahan batinmu sejenak siang ini. Bukankah Pemimpin Aula Pengobatan kita sepanjang sembilan hari kemarin secara fisik telah secara nyata dipaksa menanggung penderitaan fisik yang teramat sangat menyiksa sekali bagi keselamatan jiwanya?"
"Tsk."
Meskipun keburukan rasa tidak senang secara nyata bersumpah masih terlihat terukir tebal menghiasi sekat kening dahinya, namun menimbang martabat rohaninya bersumpah dilarang keras oleh hukum adat sekte murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan tindakan tidak sopan menolak kehendak lisan dari Pemimpin Sekte secara sepihak siang ini secara luar biasa telah sukses memaksa Hyeon Yeong menarik kembali luapan Qi kemarahannya dari laboratorium secepatnya secara pasrah.
Hyeon Jong mengarahkan sorot pandangan matanya menatap tajam ke arah wajah Un Gak kembali, menyuarakan pertanyaannya lembut.
"Jadi, bagaimana rincian khasiat medis obat yang berhasil dideteksi oleh indra penciumanmu, Un Gak?"
Melepaskan sebutir desah helaan napas panjang kelegaannya secara sunyi di dalam dada setelah berhasil luput dari bahaya amarah moral tadi, Un Gak menjawab pertanyaannya secara sangat tertib nan sopan sekali di podium.
"Mengingat takaran partikel senyawa obat yang dikonsumsi oleh jasad tuaku di sepanjang prosesi pencicipan tadi murni hanya menyajikan volume yang teramat sangat kecil sekali bagi tubuh, jasad tuaku siang ini secara medis bagaimanapun juga bersumpah tetap menolak memegang wewenang ilmiah murni murni hanya ditujukan untuk menjatuhkan vonis konfirmasi hukumnya secara mutlak 100%, namun sirkulasi dantian tuaku bersumpah sangat berani sekali murni murni hanya ditujukan untuk menjanjikan garansi medis berupa tingkat khasiat obat kita siang ini secara mutlak menolak mengalami penurunan kualitas seujung kuku pun seandainya disandingkan secara langsung dengan khasiat dari Pil Asal Mula Murni yang asli di masa lalu. Jasad tuaku berani menyusun keyakinan sebersih itu seandainya di sepanjang detik krusial ini jasad tuaku diperkenankan oleh takdir murni untuk menelan sebutir pil obat rohnya secara utuh murni demi memperjelas saringan dantianku. Menimbang faksi laboratorium kita siang ini secara tidak sengaja kebetulan telah berhasil melahirkan sediaan satu butir pil obat cadangan ekstra di tanah, seandainya jasad tuaku diperbolehkan murni untuk menelannya..."
"Hahaha. Misi pemurnian obat klan kita siang ini bagaimanapun juga secara sah telah secara resmi dinyatakan rampung sempurna seutuhnya bukan, Un Gak. Lalu detail urgensi sains jenis apa lagi sebenarnya siang ini yang kelak akan secara ajaib bergulir mengalami perubahan taktis di sepanjang laboratorium kita murni murni hanya didorong akibat adanya prosesi penuntasan rasa ingin tahu dantianmu lebih awal?"
"Ah tidak, namun bagaimanapun juga, sebutir pil obat cadangan..."
"Hahahaha."
"..."
Hyeon Jong murni hanya meledakkan getaran suara tawa bahagianya yang teramat sangat riang gembira nan lantang sekali membelah udara laboratorium secara berapi-api murni tanpa menyodorkan jawaban verbal tambahan sedikit pun bagi wacana permintaannya.
Silsilah tawa bahagia sebersih itu secara luar biasa seketika itu juga telah secara nyata menyuntikkan konfirmasi hukum yang teramat bersih nan dingin sekali bagi pendengaran Un Gak berupa: jasad Pemimpin Sekte sepanjang pagi ini bersumpah sama sekali menolak memendam sepeser pun sediaan niat baik murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk melimpahkan kepemilikan atas sebutir pil obat roh suci berharga klan tersebut menghuni sepanjang saku jubah tuamu secara sukarela.
Un Gak secara luar biasa murni hanya diperkenankan oleh takdir murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk membasahi sepanjang sela bibir mulut tuanya menggunakan telapak lidahnya secara canggung menahan kecewa.
"Tuaku memahami maksud Anda... Namun takaran dimensi ukuran butiran dari Pil Awan Ungu kita siang ini secara kasat mata diakui menyajikan diameter ukuran yang tersaji sedikit lebih kecil seandainya disandingkan secara langsung dengan dimensi ukuran Pil Asal Mula Murni yang asli."
"Hal tersebut secara taktis terpaksa dieksekusi oleh mesin cetak laboratorium kita murni murni hanya ditujukan untuk menyesuaikan keselarasan kuantitas butiran pil obat kita agar secara presisi sanggup disalurkan secara merata membanjiri takaran kuantitas kepala dari jasad masing-masing murid junior Gunung Hua kita secara adil siang ini."
"Mm. Jika pertimbangan taktisnya berjalan sebersih itu, tuaku memahaminya."
"Takaran volume dari komoditas Rumput Kayu Ungu legendaris perbatasan yang sanggup diperoleh secara legal oleh telapak tangan klan kita di sepanjang satu kali pengiriman dari Yunnan bagaimanapun juga menyandang kuantitas volume yang teramat sangat cilik nan terbatas sekali bagi sekte. Terlebih lagi, meskipun silsilah dari jajaran bahan baku obat-obatan pendamping lainnya secara teoritis bersumpah diakui menyandang tingkat kemudahan perolehan yang tersaji jauh lebih elok nan melimpah di pasar Central Plains seandainya disandingkan dengan Rumput Kayu Ungu perbatasan, namun komoditas barang-barang pusaka medis sebersih itu tetap saja bersumpah menolak diklasifikasikan selaku komoditas barang dagang yang sanggup kau borong secara massal tanpa batas komersil di bawah langit fana Murim."
"Mm. Tepat. Keabsahan analisis Anda bersumpah memang menyajikan kebenaran hukum yang nyata. Sungguh menyedihkan bagi kelangsungan laboratorium kita, namun takdir komersilnya bagaimanapun juga bersumpah tetap menolak diruntuhkan secara sepihak oleh hasrat manusia."
Hyeon Jong menganggukkan kepala tuanya pelan menyetujui detail batasan komersil tersebut secara sunyi.
"Namun jasad Anda secara hukum sama sekali menolak diperizinkan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk memelihara kekecewaan batin sepihak sekejam itu di dalam dada, Pemimpin Sekte. Kelimpahan dari seikat butiran pil roh suci sebersih ini siang ini secara nyata bersumpah sudah dideklarasikan menyajikan takaran kuantitas volume yang teramat sangat masif nan mengerikan sekali bagi klan orthodox biasa. Apakah sepanjang lintasan ingatan sejarah kekaisaran pernah mencatatkan satu buah peristiwa sejarah di mana faksi suci sekelas Kuil Shaolin sekalipun secara sukarela bersedia membelah butiran obat Pil Restorasi Agung (Dahwan) mereka menjadi dua kepingan cilik secara sengaja murni murni hanya ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk disalurkan secara merata menghuni saku jubah seisi murid junior mereka?"
"Tentu saja sirkulasi sejarah fana kekaisaran menolak mencatatkan tragedi konyol sebersih itu di kertas sejarah, Un Gak. Kuantitas takaran nilai komersil dan keagungan khasiat medis sekejam apa sebenarnya yang menyelimuti sepanjang sebutir Pil Restorasi Agung di rimba persilatan fana sepanjang sejarah Murim menurut penilaian sasis kepalamu?"
Un Gak menyeringai manis memamerkan kepuasan batinnya.
"Pil Awan Ungu kita siang ini secara klinis bersumpah dijamin pasti menyandang derajat khasiat medis yang minimal menyamai derajat khasiat suci dari Pil Restorasi Agung milik Kuil Shaolin!"
"..."
Sepasang kelopak kelopak mata milik Hyeon Jong seketika itu juga secara luar biasa langsung terbelalak sangat lebar menahan takjub.
Bahkan di sepanjang gerbang faksi suci sekelas Kuil Shaolin sekalipun—sebuah klan orthodox legendaris yang kemakmuran kas keuangan finansialnya diakui menyandang kasta tertinggi nan paling melimpah ruah sekali di sepanjang kolong langit fana—keberadaan dari sebutir Pil Restorasi Agung (Dahwan) selamanya memegang status resmi selaku sesosok pil roh suci teragung yang takaran nilainya disamakan setara dengan nilai dari seikat barang pusaka tak ternilai harga yang menolak diperjualbelikan secara bebas bagi dunia.
Oleh karena itu secara hukum kuil, pihak Shaolin sekalipun bersumpah dipastikan tetap menolak menyandang keberanian moral murni untuk meluncurkan pendayagunaan atas butiran Pil Restorasi Agung mereka secara ceroboh nan asal-asalan di lapangan harian.
Sediaan butiran pil obat suci sekejam itu secara adat murni hanya diperkenankan oleh dewan tetua kuil murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk dianugerahkan bertindak selaku sebutir hadiah prestasi yang terhormat murni demi merawat kelangsungan bakat dari seorang murid jenius generasi muda klan mereka yang kehebatan bela dirinya dijamin pasti akan secara sukses menghantarkan keagungan nama besar Kuil Shaolin berkibar gagah membelah seisi dunia persilatan, atau murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk menyelamatkan kelangsungan hidup jasad seorang praktisi master tingkat puncak klan mereka yang status nyawa fisiknya sedang divonis berada di ujung tanduk kematian akibat cedera tempur.
Menimbang jalannya sirkulasi distribusi yang teramat kaku nan langka sebersih itulah yang melatarbelakangi alasan mengapa sebagian besar dari jajaran murid biksu pejuang Shaolin yang menghabiskan segenap sisa nafas dan umur biologis mereka secara setia mengabdi di kuil sepanjang hayat secara nyata bersumpah menolak diperkenankan oleh takdir murni untuk sekadar melihat wujud fisik luar dari sebutir Pil Restorasi Agung menggunakan sepasang kelopak mata mereka sendiri sepanjang hidup.
"Mm, seandainya sirkulasi logika dirapikan menggunakan perbandingan visual sekejam itu siang ini... sediaan obat kita siang ini secara nyata bersumpah wajib diakui menyandang kedahsyatan yang teramat sangat mengerikan sekali bagi sekte kita."
"Faksi kita di sepanjang bulan kemarin secara nyata bersumpah dideklarasikan sangat beruntung sekali dikawal takdir kebaikan surga, Pemimpin Sekte. Kafilah Dagang Sungai Perak secara luar biasa secara sukses telah berhasil mengamankan dan menyalurkan pasokan komoditas Kristal Es suci ke gerbang sekte kita siang ini—sebuah bahan baku medis legendaris yang sebelumnya sempat bertindak selaku batu sandungan terbesar yang paling mencemaskan batin tuaku di laboratorium. Hanya menyisakan satu buah variabel kerugian finansial cilik berupa: mengingat sepanjang minggu kemarin jasad klan dagang perantara kita telah secara nyata memutuskan untuk menyapu bersih seisi sediaan komoditas Kristal Es yang tersedia di pasar Dataran Tengah secara sepihak, maka di sepanjang kurun waktu beberapa bulan ke depan sasis klan kita dipastikan akan secara hukum didera oleh kesulitan besar murni murni hanya ditujukan untuk memborong sediaan Kristal Es tambahan murni demi menyokong kelancaran misi pemurnian berikutnya. Di luar urusan Kristal Es tersebut, jasad tuaku sepanjang pagi ini juga telah menerima laporan resmi berupa sediaan Ginseng Menyerupai Manusia beserta sediaan Minyak Mineral Gua Biru di pasar kekaisaran saat ini secara klinis telah resmi dinyatakan ludes terkuras habis..."
"Mmm. Jasad tuaku menaruh pemahaman taktis yang setinggi-tingginya menyapu sirkulasi masalah tersebut, Un Gak."
Hyeon Jong menganggukkan kepala tuanya pelan menerima realitas kelangkaan pasar tersebut secara lapang dada.
Bait penjelasan medis barusan secara tidak langsung menyuguhkan konfirmasi hukum baru berupa sasis Sekte Gunung Hua secara nyata berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk meluangkan sediaan durasi waktu tunggu yang tersaji sangat panjang sekali di masa depan nanti, sebelum jasad dewan tetua diperkenankan kembali oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk memicu jalannya prosesi pemurnian ramuan obat Pil Awan Ungu berikutnya secara nyata.
Namun Hyeon Jong sepanjang pagi ini secara luar biasa bersumpah sama sekali menolak diperkenankan oleh batin sucinya murni murni ditujukan untuk memelihara kekecewaan batin seujung kuku pun di sepanjang dadanya.
'Keserakahan batin yang terlampau berlebihan di sepanjang sejarah fana Murim selamanya dijamin pasti murni hanya akan bertindak selaku magnet bencana darurat yang menyeret keselamatan jasad klanmu berakhir hancur lebur ditelan bumi.'
Murni hanya didasarkan dari kepemilikan seikat butiran pil roh suci sebersih ini saja siang ini bersumpah sudah dideklarasikan tersaji jauh dari kata cukup murni murni hanya ditujukan untuk memaksa seisi dewan tetua dari gerbang faksi persilatan orthodox tetangga sebelah meledakkan busa putih kotor dari sela mulut mereka menahan cemburu, menarik keluar bilah pedang baja logam mereka secara brutal, dan meluncurkan lari cepat tempur mereka menyerbu gerbang Gunung Hua kita demi merebutnya secara berdarah.
Menyusun sebuah harapan konyol di dalam dada berupa sepasang telapak tangan klanmu diperkenankan oleh takdir murni untuk melahirkan mukjizat pemurnian pil roh legendaris sekelas ini secara konsisten sepanjang waktu harian sesuka hati pada esensi hukumnya secara harfiah menolak menyandang perbedaan sedikit pun dengan keliaran watak kepribadian dari sesosok maling kotor tiada beradab yang menolak merawat nilai moral.
Bukankah sediaan pil roh suci yang terpampang sangat nyata nan elok di depan sepasang matanya siang ini secara klinis bersumpah sudah sangat sanggup sekali murni murni hanya ditujukan untuk memaksa sepasang kelopak bola mata praktisi waras berputar-putar di sepanjang rongga matanya menahan takjub?
"Sekarang, jika ketetapannya berjalan sebersih itu..."
Hyeon Jong secara perlahan memalingkan poros sapuan sepasang kelopak mata tuanya melirik halus ke arah koordinat berdiri Chung Myung.
"Bukankah sekarang secara hukum telah tiba momentum yang teramat elok sekali bagi jasad kita murni murni hanya ditujukan untuk memanggil kepulangan jajaran murid junior kita berkumpul menghuni laboratorium murni murni hanya ditujukan untuk menyalurkan butiran pil obat roh ini ke tangan mereka?"
Chung Myung secara luar biasa langsung menggelengkan kepala mudanya pelan menolak secara instan.
"Sama sekali menolak diperkenankan oleh hukum adat tuaku siang ini."
"Hm? Penjelasan tambahan yang mana?"
Sepasang kelopak bola mata milik Chung Myung secara perlahan tampak mulai bergulir menatap lekat menyapu kebersihan garis wajah tua Hyeon Jong, Hyeon Sang, dan Hyeon Yeong secara bergantian di tempat.
"Bahkan seandainya sasis jasad kalian siang ini murni hanya diperkenankan oleh takdir murni murni ditujukan untuk meneguk semangkuk kecil cairan air minum dingin harian sekalipun, secara hukum etika persilatan tetap diwajibkan murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk mematuhi adanya keselarasan alur urutan berdasarkan tingkatan usia biologis bukan. Jasad Anda bertiga secara hukum berkewajiban penuh murni murni ditujukan bertindak selaku faksi pendekar pertama yang wajib menelan butiran pil obat roh suci ini secepatnya siang ini juga."
"..."
Ketiga orang tetua jompo dari Generasi Hyeon tersebut secara luar biasa secara serentak seketika langsung memalingkan sepasang kelopak bola mata mereka menatap tajam ke arah wajah satu sama lain menggunakan sorot mata dipenuhi oleh kebingungan terkejut yang tebal.
"...Jasad kami bertiga?"
"Benar sekali."
Chung Myung meluncurkan langkah jubah mudanya berjalan maju beberapa meter mendekati podium, menjulurkan telapak tangan ciliknya menyambar kepemilikan atas tiga butir pil roh suci dari nampan sutra, dan secara luar biasa langsung menyodorkan butiran pil ungu delima tersebut secara lurus ke depan hidung Hyeon Jong, Hyeon Sang, dan Hyeon Yeong secara berapi-api.
"Harap secepatnya telan masuk menyusuri tenggorokan kalian secepatnya."
"..."
Hyeon Jong secara perlahan mengulas seulas senyuman manis nan teramat sangat lembut sekali menghiasi sela bibirnya secara rileks.
"Memikirkan fakta sejarah berupa jasad kerdilmu siang ini secara nyata masih bersedia meluangkan kelayakan batinmu murni murni ditujukan untuk meratapi nasib keselamatan jasad tua kami bertiga siang ini secara jujur bersumpah telah sukses menyuntikkan keharuan yang teramat mendalam sekali bagi batin tuaku, terima kasih banyak anakku. Namun, Chung Myeong-ah. Kuantitas takaran usia biologis yang menyelimuti sepanjang jasad tua kami siang ini bagaimanapun juga secara sah telah secara nyata dideklarasikan berjalan jauh dari kata cukup murni demi mencicipi keindahan sisa masa hidup di dunia fana Murim. Oleh karena itu secara hukum kesopanan klan, daripada jasad jompo kami dipaksa oleh ego murni untuk menelan butiran pil roh suci yang takaran nilainya teramat sangat berharga sekali bagi sekte ini, bukankah akan jauh lebih elok nan mulia sekali bagi masa depan sekte seandainya seikat pil obat di tanganmu ini diserahkan seutuhnya murni demi memperbanyak takaran pil di saku murid junior..."
"Bait kalimat konyol jenis apa lagi sebenarnya siang ini yang sedang coba disemburkan oleh bibir Anda seputar klaim telah menempuh usia biologis yang tersaji cukup, hah Pemimpin Sekte? Sasis jasad jompo Anda bertiga siang ini secara hukum wajib diwajibkan oleh takdir murni murni hanya ditujukan untuk tetap bertahan hidup menembus batas durasi sepanjang satu abad perjalanan waktu penuh ke depan di dunia fana ini secara sehat walafiat!"
"...Hm? Penjelasan tambahan yang mana?"
"Harap secepatnya buang jauh-jauh sisa mimpi konyol dari sepanjang sirkulasi otak kalian seputar rencana menyerahkan seisi pengerjaan tugas pembangunan sekte Gunung Hua secara sepihak ke sepanjang pundak murid junior dan secara egois meluncurkan keputusan pensiun dini menikmati hari tua secara rileks! Harap secepatnya telan butiran pil obat suci ini secepatnya dan persiapkan kembali sasis jasad fisik kalian agar sangat bersiap sekali murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk memeras seluruh sisa keringat tulang belulang jasad tua kalian bekerja keras memikul takdir sekte Gunung Hua sepanjang tiga puluh tahun perjalanan waktu ke depan secara konsisten!"
"..."
Apakah sebaris untaian kalimat ketegasan yang baru saja disuarakan oleh bilik mulut mudanya siang ini secara hukum persilatan layak diklasifikasikan selaku bentuk dari sebuah perwujudan bakti suci seorang murid junior tingkat tinggi yang beradab ataukah sebaliknya secara nyata justru dideklarasikan bertindak selaku wujud dari sebuah dosa kejahatan militer terkejam yang menolak diampuni oleh surga?
Bahkan bagi kapasitas nalar sains seorang Hyeon Jong sekalipun siang ini secara luar biasa bersumpah dijamin pasti akan secara nyata didera oleh kesulitan besar murni murni hanya ditujukan untuk menarik benis garis pemisah hukumnya secara presisi di kepala.
"Jasad kami..."
Tepat pada detik kecanggungan moral itu melanda, Chung Myung menggelengkan kepala mudanya pelan murni demi memotong kalimat keraguan.
"Pemimpin Sekte yang agung."
"Hm? Urusan yang mana, anakku?"
"Sediaan pil obat roh sepele sekelas ini bersumpah secara hukum menolak menyandang kasta selaku komoditas barang mewah yang wajib dipuja secara berlebihan bagi batin Anda siang ini."
"..."
Chung Myung menyuarakan bait penjelasannya menggunakan garis wajah memancarkan keteguhan tekad spiritual yang teramat sangat kokoh sekali menusuk dada.
"Di sepanjang bentangan rute masa depan persilatan kekaisaran nanti, Sekte Gunung Hua kita secara hukum dijamin pasti akan secara luar biasa sanggup memanen komoditas barang dagang legendaris yang takaran nilainya menyandang derajat kemuliaan yang tersaji ratusan kali lipat jauh lebih spektakuler nan masif sekali seandainya disandingkan secara langsung dengan kuali kuali cilik ini bukan. Di masa depan nanti, sebutir pil obat roh sekelas Pil Awan Ungu ini secara hukum bersumpah dijamin pasti murni hanya akan dipandang rendah selaku komoditas obat biasa yang menolak memendam kasta keistimewaan sedikit pun di sepanjang saku murid klan kita, oleh karena itu secepatnya telan butiran obat di tanganku siang ini. Jasad Anda secara hukum diperkenankan murni untuk menyodorkan kemurahan hati batin Anda nanti di hari esok setelah kejayaan sekte kita telah resmi dikunci secara kokoh seutuhnya."
"..."
Menolak menyandang kasta keistimewaan sedikit pun, katanya.
"Hahaha. Benar sekali. Tepat! Memang sewajarnya silsilah takdir kemakmuran klan kita wajib digiring menapakkan kaki menyentuh batas level kemuliaan sebersih itu siang ini. Hahahaha."
Detik pertama ketika Hyeon Jong secara luar biasa secara sukarela kembali meledakkan getaran suara tawa bahagianya yang teramat sangat riang sekali membelah udara laboratorium siang ini secara nyata telah sukses memicu Hyeon Yeong terkekeh manis nan secepatnya menyambung lisan mewakili wacana di dadanya secara rileks.
"Harap luangkan kelapangan batinmu seadanya murni murni ditujukan untuk memaklumi kelakuan tua kami siang ini, anakku. Jasad tua kami bertiga sepanjang hidup harian kemarin bagaimanapun juga telah secara konsisten dipaksa oleh takdir murni murni hanya ditujukan untuk memeluk erat keburukan nasib kemiskinan sekte yang teramat sangat menyiksa dada sekali, sehingga detik pertama ketika telapak tangan tua kami secara mendadak diperhadapkan secara nyata dengan adanya hadiah pil roh suci berharga sebersih ini secara otomatis bilik jantung di sepanjang dada tua kami bersumpah akan langsung menegang kaku menahan cemas. Sepasang telapak tangan tua kami sepanjang umur biologis hidup harian kemarin bersumpah bahkan menolak diperkenankan oleh takdir murni untuk sekadar menggenggam sebatang tanaman ginseng hutan biasa yang kelayakan medisnya presisi seutuhnya bagi tubuh, sehingga detik ketika jasad tua kami secara ajaib dipaksa murni untuk menyambut kepemilikan atas sebutir pil roh legendaris sekejam ini secara mendadak... jasad tangan tua tuaku bersumpah secara mekanis murni langsung menegang kaku menolak menjulur maju menyambutnya secara sukarela."
Mendengar bait kalimat kepasrahan finansial yang disuarakan secara jujur oleh bilik mulutnya siang ini secara luar biasa seketika telah sukses memicu Hyeon Sang menekuk sedikit sekat kening dahinya menegang canggung.
"Bait kalimat keluhan finansial kotor jenis apa lagi sebenarnya siang ini yang secara lancang berani kau hamburkan secara vulgar di depan jasad seorang murid junior, adikku?"
"Apakah sirkulasi otarku baru saja menyuarakan sebaris kalimat informasi yang secara hukum dinyatakan melanggar kebenaran sejarah klan kita, Kakak?"
Meskipun untaian kalimat dialog verbal yang diluncurkan oleh Hyeon Yeong siang ini diselimuti secara rapat oleh kehangatan candaan kemanusiaan seadanya, namun sasis batin rohani Chung Myung sepanjang detik ini bersumpah tetap menolak diperkenankan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk meledakkan tawa bahagianya sepihak menusuk udara.
Sebaliknya, sirkulasi dantian di sepanjang dada mudanya secara luar biasa justru terasa sedang didera oleh seberkas rasa nyeri kepedihan duka yang teramat sangat tipis nan perih sekali menusuk relung jiwanya secara nyata.
'Tsk.'
Chung Myung mendecakkan lidah mudanya ketus memamerkan seulas kepahitan batin yang mendalam.
Batu fondasi dari pilar pertahanan agung klan Sekte Gunung Hua baru yang sepanjang tahun kemarin secara konsisten tiada hentinya dirancang pembangunannya di sepanjang sirkulasi otaknya secara teoritis memang bersumpah dideklarasikan mutlak wajib bertumpu sepenuhnya menghuni pundak murid Generasi Ketiga (Generasi Cheong) dan Generasi Kedua (Generasi Baek).
Di bawah naungan kibaran panji kemakmuran Sekte Gunung Hua baru yang kelak akan secara sah dilahirkan di masa depan nanti, sasis tubuh jajaran murid junior dari kedua generasi belia tersebut secara mutlak berkewajiban penuh bertindak selaku inti kekuatan klan yang menolak ditawar.
Namun bagaimanapun juga, draf rencana pembangunan tersebut murni hanyalah didedikasikan khusus demi menyelamatkan keutuhan masa depan Sekte Gunung Hua di masa depan persilatan Murim semata.
Satu-satunya faksi pendekar ksatria sejati yang paling ia sayangi nan tiada hentinya menyiramkan kepedihan duka yang teramat sangat menyiksa sekali bagi batinnya di sepanjang hari harian murni tidak lain bersumber dari keberadaan jasad ketiga orang tetua jompo renta dari Generasi Hyeon yang saat ini sedang berdiri memaku jasad tua mereka di depan sepasang kelopak matanya siang ini secara nyata.
'Peristiwa sejarah yang teramat sangat menyayat nyawa sekali seandainya disaring oleh nalar tuaku.'
Sejak hari pertama di mana sepasang kaki cilik mereka diperkenankan oleh alam murni untuk melangkahkan kaki menembus pintu gerbang Sekte Gunung Hua di masa kanak-kanak mereka dulu, sasis kehidupan yang mereka reguk sepanjang hayat bersumpah murni hanya dipadati secara rapat oleh tebalnya tumpukan penderitaan fisik dan air mata duka kemiskinan yang teramat menyiksa dada secara konsisten tanpa sisa.
Bahkan di sepanjang detik sejarah kelam di masa lalu di mana jajaran rekan seperjuangan seangkatan mereka yang sirkulasi otaknya tersaji jauh lebih cerdas nan cekatan secara kompak memilih keputusan berkhianat melangkahkan kaki pergi melintasi gerbang gunung meninggalkan sekte murni demi menyelamatkan keselamatan diri mereka sendiri secara sepihak, namun sebaliknya, ketiga orang jompo renta bebal ini secara luar biasa justru memilih keputusan taktis yang teramat sangat bodoh nan kaku sekali sepanjang hayat berupa: bersumpah bersedia mempertahankan poros jasad tua mereka tetap tinggal menetap menghuni kediaman kuil Gunung Hua, secara sukarela menyerahkan kelangsungan hidup jasad mereka kelak berakhir bertransformasi menjelma sebagai sesosok hantu pelindung suci bagi kuil Gunung Hua kita di masa depan.
Bagi kelangsungan batin seorang Chung Myung, jasad ketiga orang tua renta di hadapannya siang ini selamanya dijamin pasti akan selalu memegang kasta selaku wujud jari tangan mudanya yang paling menegang perih nan menolak disembuhkan oleh khasiat obat apa saja di dunia fana.
Oleh karena itu...
"Harap secepatnya amankan butiran obat ini secepatnya."
"Jasad tuaku secara jujur bersumpah menaruh pemahaman yang setinggi-tingginya menyapu ketulusan batin yang menyelimuti sepanjang isi dadamu, anakku... namun bagaimanapun juga..."
"Ah, harap secepatnya kunci kebebalan mulut kalian secepatnya! Jasad tuaku siang ini bersumpah sudah menolak memendam sisa kesabaran murni murni hanya ditujukan untuk menyaring detail bait kalimat penolakan sepele sejenis dari sela bibir kalian sepihak! Harap secepatnya telan butiran obat di tanganku siang ini secepat kilat! Seandainya di sepanjang detik ini jasad Anda bertiga secara memalukan masih bersikeras menolak menyodorkan kepatuhan jasad kalian menyambutnya, tuaku berjanji demi kehormatan pedangku akan secepatnya meremukkan seisi butiran obat berharga klan kita siang ini secara kasar menjadi partikel debu tiada guna menghantam permukaan tanah!"
Kebersihan garis wajah Chung Myung seketika bertransformasi menjadi teramat sangat mengeras kaku nan memancarkan hawa ketegasan batin yang menegang dingin membelah udara.
Seolah-olah jasad mudanya sepanjang pagi ini bersumpah menolak dibekali toleransi seujung kuku pun murni untuk meluncurkan langkah kaki mundur melonggarkan ketetapan hukumnya sepihak menusuk dada dewan tetua.
Memandangi ketebalan tekad ketegasan batin yang terlukis sangat nyata menghiasi sepanjang permukaan wajah mudanya tersebut secara sunyi nan lekat, Hyeon Jong pada hasil akhirnya secara luar biasa secara perlahan mulai meluncurkan gerakan kepala tuanya mengangguk halus secara pasrah.
Dan secepatnya menjulurkan telapak tangan tuanya menyambut kepemilikan atas butiran pil roh suci dari sodoran tangan Chung Myung.
"Baiklah, jasad tuaku secara resmi bersedia menyambutnya siang ini."
"Pemimpin Sekte yang agung."
"Harap secepatnya batalkan rentetan untaian kalimat keberatanmu secepatnya, Hyeon Sang."
Mencegah meledaknya untaian kalimat keberatan verbal tambahan dari sela bibir Hyeon Sang secara sepihak, Hyeon Jong mengulas seulas senyuman manis nan teramat sangat hangat sekali menghiasi bibirnya secara rileks.
"Butiran pil roh suci satu ini di sepanjang sejarah laboratorium klan kita siang ini secara hukum bagaimanapun juga secara sah diakui telah selesai dirampungkan prosesi pemurniannya murni melewati curahan keringat dan perjuangan taruhan nyawa Chung Myung dari menit pertama hingga menit terakhir pengerjaan bukan, oleh karena itu sirkulasi keputusan taktis seputar ke mana arah pelimpahan kegunaan obat sucinya siang ini secara otomatis juga dijamin sepenuhnya berada di bawah kuasa hak prerogatif anak emas kita seutuhnya. Detik ketika sang pemilik obat secara nyata telah secara lantang melayangkan maklumat resmi yang memerintahkan jasad tua kotor kita murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk menelan obatnya siang ini, atas dasar landasan kesopanan organisasi jenis apa lagi sebenarnya yang membolehkan sepasang tangan tua kita nekat menyodorkan bahasa tubuh menolak sepihak?"
"...Siap, Kakak."
"Haha. Memikirkan fakta sejarah berupa siang hari ini jasad tuaku secara nyata telah diperkenankan oleh takdir murni untuk mengecap keindahan bakti suci dari seorang murid junior klan kita secara langsung."
Sebutir getaran suara tawa bahagia kemanusiaan yang teramat sangat riang nan elok sekali secara bertahap tampak mulai meluncur mengalir keluar membelah sela bibir tua Hyeon Jong secara perlahan.
Meskipun di sepanjang getaran suara tertawanya saat itu secara samar diakui masih dibalut secara tipis oleh kebasahan air mata haru yang mendalam, namun di saat yang sama, getaran nadanya secara luar biasa bersumpah dideklarasikan menyuguhkan resonansi bising tawa kebahagiaan terbesar yang tersaji teramat sangat bersih nan murni sekali menyapu seisi ruangan.
"Apakah jasad tuaku siang ini secara hukum murni hanya diperkenankan murni murni ditujukan untuk menelan butiran obat ini secara langsung menyusuri tenggorokan?"
Un Gak secara luar biasa secepatnya menyodorkan bait kalimat penjelasannya di podium.
"Benar sekali, Pemimpin Sekte yang agung. Sirkulasi dantian Anda secara hukum bersumpah sama sekali menolak menuntut adanya pemenuhan atas sediaan ritual khusus medis tambahan sedikit pun murni untuk menjinakkan molekulnya."
"Mmm, keputusan yang elok. Harap secepatnya posisikan jasad kalian berdua merapikan persiapan dantian kalian secepatnya."
"Siap, Kakak."
Hyeon Yeong dan Hyeon Sang—seolah-olah sasis batin mereka siang ini secara hukum telah resmi dinyatakan menolak dibekali alternatif pilihan taktis lainnya—secara luar biasa juga secepatnya menjulurkan sepasang telapak tangan tua mereka menyambut kepemilikan atas butiran Pil Awan Ungu yang disodorkan secara lurus oleh telapak tangan cilik Chung Myung secara tertib.
"Jasad tuaku pribadi siang ini berjanji demi kehormatan pedangku akan memaku posisiku berdiri menghuni area depan gerbang podium bertindak selaku sesosok prajurit pengawal suci yang mengawal keselamatan jasad Anda bertiga secara mutlak. Harap secepatnya telan butiran obat suci tersebut menghuni tenggorokan kalian di koordinat ini sekarang juga."
Mendengar bait janji pengawalan militer yang disuarakan secara luar biasa tenang nan mantap sekali oleh Chung Myung tersebut, ketiga orang tetua jompo dari Generasi Hyeon secara serentak menganggukkan kepala tua mereka secara kompak, secepatnya menjatuhkan pantat jasad mereka duduk bersila menghuni permukaan lantai terowongan secara rapi dibarengi oleh penuntasan silangan kaki jasad mereka secara tertib.
Un Gak menelan ludah keringnya secara perlahan menahan tegang.
Ia secepatnya menjulurkan sepasang telapak tangannya secara sangat hati-hati sekali mengumpulkan sisa keutuhan butiran Pil Awan Ungu lainnya yang masih tergeletak berserakan menghuni permukaan nampan sutra di lantai terowongan dan secara perlahan mulai menggerakkan langkah jubah tuanya berjalan mundur beberapa meter menjauh dari podium.
Langkah operasional darurat sebersih itu sengaja ia eksekusi secara taktis murni untuk mengantisipasi meledaknya bencana deviasi energi naegong suci yang menolak disukai seandainya di sepanjang jalannya Sirkulasi Qi dewan tetua nanti secara tidak sengaja terlanjur melahirkan gelombang kejut Qi panas yang sanggup merusak keutuhan fisik butiran sisa obat klan mereka secara nyata di tanah.
"Harap secepatnya telan masuk menyusuri tenggorokan kalian secepatnya."
"Mmm. Baik."
Hyeon Jong—setelah sepasang kelopak matanya secara nyata tiada hentinya memaku lekat sorot pandangan matanya menatap tajam ke arah keutuhan fisik butiran Pil Awan Ungu di sepanjang genggaman jari tangannya menggunakan sorot mata dipenuhi oleh gejolak emosi keharuan spiritual yang campur aduk—secara perlahan mulai memejamkan sepasang kelopak bola mata tuanya halus dan secepatnya mendorong masuk butiran obat suci tersebut menembus sela bibir mulutnya secara nyata.
Mengekor laju pengerjaan kakaknya secara kompak di samping podium, Hyeon Sang secepatnya juga terlihat langsung melemparkan butiran obat suci di sepanjang genggaman tangannya menembus sela mulutnya secepat kilat dalam satu kali hembusan nafas tegukan secara tertib.
Kedua belah kelopak mata milik kedua orang pendekar master tua renta tersebut seketika terlihat terkatup rapat secara kompak dibarengi oleh secepatnya dimulainya prosesi Sirkulasi Qi memulihkan dantian mereka secara nyata.
Namun sangat bertolak belakang dengan ketertiban jalannya prosesi alkimia yang disuguhkan oleh kedua kakaknya tersebut siang ini, jasad Hyeon Yeong secara luar biasa hingga detik ini bersumpah masih terlihat memilih opsi murni untuk menolak memasukkan butiran pil roh suci di tangannya menembus sela mulutnya secara sepihak, melainkan secara luar biasa murni hanya memaku sorot pandangan matanya menatap lekat wajah Chung Myung secara diam membisu nan sunyi.
"Apakah ada seikat kendala hukum cilik yang saat ini sedang melumpuhkan keberanian telapak tangan Anda murni ditujukan untuk menelannya, Tetua?"
Mendengar seuntai bait pertanyaan ketegasan yang disuarakan secara lurus oleh bibir Chung Myung tersebut, jasad Hyeon Yeong secara luar biasa bersumpah tetap menolak meluncurkan gerakan kepalanya sedikit pun siang ini.
Hanya setelah sediaan durasi waktu keheningan laboratorium secara bertahap dirasa telah resmi berlalu selama beberapa detik semata secara nyata, ia secara luar biasa secara perlahan baru bersedia membuka sela bibir mulut tuanya menyuarakan untaian kalimat lisannya secara lirih nan teramat sangat tulus sekali membelah udara.
"Chung Myeong-ah."
"Ya? Urusan yang mana, Tetua?"
"Terima kasih banyak, nak."
"..."
Sorot pandangan sepasang kelopak mata tuanya yang menyuguhkan pancaran keimanan spiritual yang teramat sangat mendalam nan bersih sekali siang ini secara luar biasa dideklarasikan tertuju lurus memaku koordinat mata Chung Myung secara mutlak.
"Jasad tuaku secara jujur bersumpah demi para leluhur merasa berkewajiban penuh secara moral murni murni hanya ditujukan untuk menyuarakan bait kalimat suci satu ini secara lisan ke hadapan wajah mudamu siang ini. Terima kasih banyak atas seisi perjuangan hidupmu bagi kemakmuran klan kita, Chung Myeong-ah."
"...Harap secepatnya batalkan sirkulasi drama kemanusiaan sepele sekelas ini secepatnya dari sela bibir Anda, Tetua. Kelakuan Anda siang ini bersumpah demi langit telah secara sukses memaksa sasis batin tuaku dirundung oleh ketidaknyamanan canggung yang teramat sangat menyiksa sekali bagi dada. Secepatnya telan butiran obat tersebut secepatnya."
"Sama sekali menolak diperkenankan oleh sirkulasi otarku siang ini, anakku."
Hyeon Yeong menggelengkan leher kepalanya pelan menolak secara instan.
"Di sepanjang sirkulasi sejarah fana kekaisaran fana Murim Murim, di beberapa koordinat waktu tertentu dijamin pasti akan selalu ada sebaris kebenaran spiritual tertentu yang status keabsahannya bersumpah menolak diakui sah secara hukum, seandainya sasis telapak tangan jasadmu secara memalukan terbukti menolak melahirkan keberanian moral murni untuk menyuarakannya secara lantang menembus perantaraan getaran lisan verbal di udara bukan. Di sepanjang bentangan jagat fana Murim siang ini secara nyata diakui senantiasa memendam seikat perkara suci tertentu yang derajat keluhurannya bersumpah tetap menolak dinyatakan sah secara moral, seandainya sasis batin kalian murni murni hanya memilih keputusan pasif berupa murni murni hanya mengurung kebenaran cintanya terisolasi secara membisu menghuni kedalaman relung batin dada kalian sepihak."
"..."
"Terima kasih yang sebesar-besarnya, Chung Myeong-ah. Jasad mudamu sepanjang tahun belakangan ini secara luar biasa secara nyata telah tiada henti mencurahkan segenap nafas dan perjuangan taruhan nyawamu murni demi menyelamatkan sediaan napas kehidupan dan menyelimuti jasad tua kotor kami menggunakan kehangatan kelimpahan kemakmuran yang teramat melimpah ruah sekali bagi dada."
"Jeez. Dampak kecanggungan batinnya bersumpah benar-benar terasa teramat gila luar biasa sekali menyiksa dada tuaku... Harap secepatnya telan obatnya secepat kilat."
"Baiklah. Jasad tuaku berjanji demi kehormatan pedangku akan secepatnya memicu penelanan obat sucinya siang ini juga. Harap luangkan kelayakan sepasang bola matamu meneliti wajah dari sesosok tetua tua bangkotan yang siang ini diperkenankan oleh alam murni murni untuk menyantap hidangan obat suci warisan perjuangan tangan kesayangan tuaku."
Meskipun secara lisan jasad tuanya tiada hentinya meluncurkan untaian kalimat candaan kemanusiaan seadanya sebersih itu di udara siang ini, namun sebagai hasilnya, Hyeon Yeong secara luar biasa secara konsisten tetap membiarkan sorot pandangan sepasang kelopak kelopak matanya menatap tajam ke arah wajah Chung Myung secara diam membisu nan lekat sekali dalam kurun waktu yang tersaji sangat lama sekali bagi udara laboratorium.
Sepasang kelopak bola mata tua milik Hyeon Yeong.
Di sepanjang kedalaman lingkaran kelopak mata tua tersebut siang ini, Chung Myung secara luar biasa secara nyata diakui telah secara sukses berhasil mendeteksi adanya kemunculan sesosok pendaran kilatan sorot mata hangat yang keindahannya menyuguhkan keselarasan 100% dengan pendaran kilatan sorot mata suci yang di masa sejarah lalu harian senantiasa dicurahkan secara tulus oleh jasad mendiang Kakak Seperguruan Pemimpin Sekte-nya (Cheong Mun) murni demi mengawal keselamatan jasad mudanya sepanjang pengabdiannya, memicu sepasang belah bibir mudanya seketika terkatup rapat secara kaku menahan rembesan emosi duka yang tebal di dada.
Setelah selesai memuaskan hasrat batinnya menatap lekat keindahan visual Chung Myung sepanjang waktu tersebut siang ini, Hyeon Yeong pada hasil akhirnya secara luar biasa secara perlahan mulai memejamkan sepasang kelopak kelopak matanya secara sangat khidmat nan tenang sekali di lokasi, dan secepatnya mendorong masuk butiran pil roh suci tersebut menembus sela lubang bibir mulut tuanya secara nyata.
Seiring dengan senyawa obat suci Pil Awan Ungu tersebut secara ajaib mulai melebur halus nan meluncur turun menyusuri sirkulasi kerongkongan tenggorokannya menuju ke sepanjang organ lambung dadanya dalam satu kali hembusan nafas tegukan kasarnya secara presisi, Hyeon Yeong secara luar biasa secepatnya secepatnya memicu jalannya prosesi Sirkulasi Qi memulihkan dantiannya seutuhnya secara tertib.
Dan tepat pada detik awal keheningan spiritual itu mengunci seisi sirkulasi jiwanya siang ini, sebutir getaran bisikan lisan yang teramat sangat perlahan nan lirih sekali—yang getaran suaranya dirasa menyuguhkan impresi yang teramat sangat samar nan halus sekali laksana getaran suara bisikan gaib malaikat surga yang menolak diakui eksistensinya oleh sains laboratorium—secara luar biasa seketika terdengar merambat masuk menyapu lubang pendengarannya secara ajaib.
- Sesosok praktisi suci yang di sepanjang sejarah kehidupan klan kita secara hukum berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan bertindak menyuarakan untaian kalimat terima kasih yang setinggi-tingginya siang ini bersumpah demi para leluhur sama sekali menolak bersumber dari arah dadamu, Tetua... melainkan secara mutlak 100% murni murni hanya diperuntukkan bagi kelangsungan hidup jasad tuaku pribadi semata.
Apakah keabsahan getaran suara lisan sebersih itu siang ini secara biokimia murni hanyalah bertindak selaku sebutir wujud delusi mental sepihak yang lahir akibat adanya kelelahan saraf otaknya saja?
Namun sangat disayangkan sekali bagi kelancaran sainsnya siang ini, sirkulasi otaknya bersumpah sudah menolak menyandang sediaan detik berharga kekaisaran murni murni hanya ditujukan untuk merenungi detail kebenaran sainsnya secara komprehensif kembali.
Menimbang fakta biologis berupa sasis jiwanya siang ini telah secara instan dinyatakan terperosok masuk mengunci keabsahan Sirkulasi Qi pemurnian dantiannya secara mutlak secara luar biasa seketika itu juga langsung memaksa Hyeon Yeong melupakan keutuhan eksistensi kedirian fisiknya seutuhnya, tenggelam hanyut secara sempurna menghuni kedalaman alam bawah sadar keadaan melupakan diri (mu-a) yang teramat sangat teduh nan damai sekali.
Chung Myung secara sangat perlahan nan sunyi sekali tampak mulai memalingkan sepasang kelopak kelopak mata mudanya menyapu keutuhan siluet jasad ketiga orang tetua jomponya yang saat itu telah secara resmi dinyatakan tenggelam seutuhnya menghuni kedalaman meditasi Sirkulasi Qi secara kompak, sebelum akhirnya secepatnya memalingkan sapuan pandangan matanya melesat keluar melintasi sela daun jendela kayu luar paviliun laboratorium secara sunyi.
Sebab entah atas dasar motif spiritual jenis apa yang sedang berkecamuk menghuni dadanya siang ini, sasis jiwanya secara luar biasa bersumpah dijamin pasti menolak diizinkan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk membiarkan sepasang kelopak matanya terus memaku pengawasan visualnya menyapu jasad tua ketiga kakaknya secara berkesinambungan siang ini.
Ada seberkas rasa cemas yang teramat sangat mengancam kewibawaan ksatria mudanya sepihak berupa seandainya jasad mudanya bersikeras memaksakan kelancaran pandangan matanya menyapu visual mereka sepanjang hari harian siang ini secara luar biasa bersumpah dijamin pasti akan langsung menyeret keutuhan martabat fisiknya bertindak menyodorkan pertunjukan visual kelemahan mental yang teramat memalukan sekali bagi mata sekeliling.
'Jasad tuaku memohon maaf yang sebesar-besarnya.'
Di sepanjang sejarah masa lalu perbatasan kekaisaran kuno kemarin lusa secara memalukan bersumpah telah secara nyata mencatatkan dosa kegagalan terbesar dari jasad tuaku yang secara klinis terbukti divonis gagal total murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk mengawal kelancaran masa depan dan mempertahankan kehormatan dari Sekte Gunung Hua suci kita secara sempurna.
Jasad tuaku di masa sejarah lalu secara mengerikan secara nyata telah divonis gagal total murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk bertindak menjaga keselamatan nyawa jajaran rekan seperjuanganku di sepanjang gerbang sekte hingga menyentuh batas garis hembusan nafas terakhirku.
Komponen peradaban yang sepanjang hidup harian kemarin secara gila diperjuangkan kelangsungannya oleh tebasan ujung pedang tuaku secara luar biasa pada hasil akhirnya secara sah terbukti murni murni hanyalah bertindak murni demi menyelamatkan kelangsungan hidup rimba persilatan Murim fana kekaisaran secara sepihak, bukan didedikasikan khusus murni ditujukan untuk menyelamatkan sediaan napas kehidupan sekte Gunung Hua kita tercinta secara privat.
Dan jajaran manusia fana di hadapan sepasang kelopak mataku siang ini secara luar biasa bertindak selaku faksi ksatria sejati yang di sepanjang satu abad kelam kemarin secara ajaib telah secara nyata berhasil mempertahankan kelangsungan Sekte Gunung Hua yang di masa sejarah lalu secara memalukan telah divonis runtuh gagal total diselamatkan oleh telapak tangan tuaku.
Meneliti keindahan visual siang ini di mana jasad ketiga orang tua renta di depannya—yang kuantitas sediaan usia biologis hidup mereka siang ini secara klinis bersumpah diakui menyandang kuantitas usia yang tersaji puluhan tahun jauh lebih muda sekali seandainya disandingkan secara langsung dengan kuantitas usia biologis jasad mudaku di saat jasad tuaku secara tragis divonis menemui ajal kematiannya di masa lalu dulu—secara kejam terpaksa dipaksa oleh kejamnya roda takdir dunia fana bertransformasi menjelma sebagai segerombolan praktisi jompo renta yang seluruh permukaan kulitnya dipenuhi secara rapat oleh guratan keriput keriput kusam akibat tiada hentinya dihantam secara brutal oleh gulungan badai ombak kekejaman dunia persilatan kekaisaran sepanjang hayat secara luar biasa di beberapa koordinat waktu tertentu dijamin pasti akan secara instan sukses memicu meledaknya rasa nyeri kepedihan duka yang teramat sangat menyiksa sekali di sepanjang relung dadanya secara nyata.
Seandainya di sepanjang lembaran sejarah masa lalu perbatasan kemarin lusa jasad seorang Chung Myung menolak dipaksa oleh takdir secara kejam murni murni hanya ditujukan untuk menemui ajal kematian tragisnya di sepanjang tebing puncak Seratus Ribu Pegunungan Besar secara berdarah.
Maka di sepanjang detik kehidupan siang ini, ketiga orang pendekar tua renta di depannya secara teoritis bersumpah dijamin pasti akan selalu diperkenankan oleh takdir kebaikan surga murni untuk bertindak selaku jajaran pendekar master agung yang kehebatan nama besarnya melesat terbang mencakar angkasa menyapu seisi kolong langit Murim secara luar biasa, bertindak selaku murid kesayangan sekte yang kehidupannya dirawat secara penuh di bawah naungan pengawasan suci dari sepasang kepakan sayap jubah emas milik Chung Myung dan Cheong Mun secara kompak bukan.
Namun realitas takdir sejarah secara kejam telah menetapkan hukum berupa jasad Chung Myung di masa lalu secara mengerikan telah secara nyata divonis tewas menemui ajal, secara memalukan dinyatakan gagal total murni murni hanya ditujukan untuk menjaga keselamatan sediaan napas hidup mereka di dunia nyata.
Sepanjang kurun waktu sejarah satu abad lamanya berjuang mempertahankan tegaknya panji Gunung Hua tanpa didampingi oleh kehadiran fisik jasad mudanya di samping gerbang, seikat embun beku dingin takdir secara kejam telah secara nyata dipaksa bertengger subur menghiasi kebersihan warna helai rambut kepala luar dari jajaran jasad bocah cilik kesayangannya tersebut, dibarengi oleh terukir rapatnya guratan keriput keriput kusam di sepanjang kebersihan sepasang telapak tangan yang memegang gagang pedang mereka sepanjang hayat.
Keindahan sasis batin spiritual mereka yang di masa muda dulu senantiasa dipenuhi secara rapat oleh ketebalan kobaran api semangat dan tekad kepahlawanan yang membara secara luar biasa siang ini secara memalukan telah resmi dinyatakan layu menyusut kering di depan tebalnya tumpukan tembok pembatas realitas fana yang kejam, dibarengi oleh terkubur dalamnya jutaan draf mimpi luhur kepahlawanan mereka di bawah himpitan beban tanggung jawab adat yang terlampau sangat menyiksa sekali bagi dada.
'Jasad tuaku memohon maaf yang sebesar-besarnya bagi jiwa kalian.'
Jasad tuaku di masa sejarah lalu secara memalukan terbukti telah secara nyata gagal total murni murni hanya ditujukan untuk menjaga keselamatan nyawa kalian.
Jasad tuaku sepanjang hayat secara nyata telah bertindak menyulitkan kelancaran nafas kehidupan kalian.
Tuaku...
'Jasad tuaku sepanjang abad kemarin secara biokimia pada kenyataannya memang telah secara nyata bertindak menyita keutuhan kelayakan masa muda kalian secara kejam.'
Jasad tuaku...
Kalian segerombolan bocah cilik kesayangan tuaku yang watak kepribadiannya teramat sangat bodoh nan kaku sekali menahan tegang.
Variabel kemuliaan jenis apa sebenarnya siang ini yang menyelimuti sepanjang tanah sekte Gunung Hua kita, hingga secara gila berhasil memaksa keteguhan batin kalian murni untuk bersikeras tetap tinggal menetap menghuni gerbang kuil suci ini sepanjang hayat dan secara ikhlas bersedia menyerahkan segenap sisa umur biologis kalian murni demi mengabdi padanya? Seandainya di masa muda kemarin sasis jasad kalian secara cerdas bersedia memilih keputusan taktis melangkahkan kaki pergi melintasi gerbang keluar sekte mengekor kelakuan rekan pengkhianat lainnya secara sukarela, keutuhan jasad fisik kalian sepanjang abad kemarin secara hukum dijamin pasti akan secara nyata diperkenankan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk mengecap kedamaian hidup yang tersaji jauh lebih elok nan sehat bukan.
Gerombolan praktisi bodoh tiada tara yang kelakuannya menolak disembuhkan oleh akal sehat.
Segerombolan bocah cilik kesayangan tuaku yang kebebalan wataknya bersumpah menyajikan tingkat kedahsyatan yang teramat sangat luar biasa gila sekali melampaui batas kewajaran persilatan fana.
Oleh karena itu secara hukum kesopanan adat sekte.
'Jasad tuaku siang ini berjanji demi kehormatan pedangku akan secepatnya merebut kembali keutuhan kejayaan masa muda kalian secara nyata.'
Jutaan draf mimpi luhur kepahlawanan masa muda kalian yang hingga detik ini status keabsahannya secara kejam masih ditangguhkan realisasinya oleh takdir persilatan.
Serta kuantitas hasrat spiritual kalian yang tiada hentinya memimpikan keindahan melesatkan lari cepat tempur jasad kalian menyusuri kemakmuran dunia persilatan kekaisaran Murim secara rileks.
Jasad tuaku siang ini bersumpah demi langit akan secara nyata bertindak merealisasikan seluruh keindahan mimpi luhur tersebut mendarat selamat menghuni dunia fana dalam sekejap.
Menimbang di masa sejarah masa lalu kemarin jasad tuaku secara memalukan telah secara nyata divonis gagal total murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk memosisikan jasad cilik kalian bertumpu kokoh menghuni sepasang lutut paha kakiku murni demi menyodorkan kehangatan belaian kasih sayang di sepanjang masa kanak-kanak kalian dulu, maka di sepanjang kelancaran nafas hidup tuaku siang ini jasad tuaku berjanji bersedia bertindak selaku sesosok pohon pelindung raksasa yang keindahan keteduhan daunnya dijamin pasti akan senantiasa menyelimuti sepanjang keselamatan jasad tua kalian secara mutlak.
Oleh karena itu, wahai jajaran pendekar ksatria keturunan darah daging suci dari klan Gunung Hua-ku tercinta.
'Harap secepatnya batalkan silsilah kalimat keluhan kaku sejenis secepatnya dari sela bibir kalian mulai detik ini.'
Jasad Anda bertiga secara hukum bersumpah dilarang keras oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk kembali menyuarakan sebaris kalimat keluhan finansial seputar klaim telah mengalami keletihan jompo renta di depan hidung tuaku siang ini.
Serta harap secepatnya hapus sejauh-jauhnya sediaan kalimat kepasrahan seputar klaim telah merasa cukup dengan keburukan kondisi fisik kalian di sepanjang hari harian.
Apakah keindahan sebutir mimpi luhur kepahlawanan secara hukum biokimia dijamin pasti akan selalu bergulir mengalami kepunahan sepihak di sepanjang relung jiwa manusia, murni murni hanya didorong akibat kuantitas usia biologis jasadmu terlanjur dideklarasikan melorot tua renta menghuni bumi fana?
Apakah kuantitas hasrat spiritual kemanusiaanmu secara nyata akan secara otomatis ikut terkuras habis seiring dengan menyusutnya ketahanan fisik tubuhmu?
Sama sekali menolak memelihara sisa kesimpulan konyol seburuk itu di sepanjang sirkulasi otarku siang ini. Jasad tuaku secara klinis mengantongi wewenang ilmiah yang tersaji jauh lebih mendalam sekali murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk memetakan keabsahan hukumnya dibandingkan dengan praktisi mana pun di bawah langit fana.
Lanskap kepasrahan sekejam itu pada kenyataannya murni hanyalah terpampang nyata menghuni dada praktisi di saat sasis jiwamu secara paksa dipaksa oleh takdir murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk memendam sisa tekad rohaninya secara kaku di dalam dada semata.
Di saat sepasang kelopak kelopak matamu secara sadar secara sepihak dipaksa murni murni hanya ditujukan untuk mengalihkan poros sapuan pandangan matanya melepaskan fokus impiannya sepihak menusuk tanah.
Di saat sasis batinmu secara memalukan telah secara nyata dipaksa oleh kenyataan murni murni hanya ditujukan untuk berhenti menyusun draf mimpi luhur seputar kepingan pencapaian agung apa saja yang sepanjang hidup harianmu secara klinis bersumpah sudah menolak sanggup dicapai kembali oleh telapak tanganmu secara nyata.
'Jasad tuaku berjanji demi kehormatan pedangku akan secepatnya memaksa seisi jiwa tua kalian murni untuk kembali memeluk keindahan mimpi luhur kepahlawanan kalian secara berapi-api siang ini!'
Chung Myung secara perlahan mulai meluncurkan gerakan memejamkan sepasang kelopak bola mata mudanya secara teramat sangat lembut nan khidmat sekali menusuk udara.
Gumpalan helaian bulu sepasang kelopak matanya tampak bergetar halus menahan rembesan air mata haru yang tebal.
Setelah membiarkan sepasang kelopak matanya terkatup rapat dalam kurun waktu durasi keheningan yang tersaji sangat lama sekali bagi udara laboratorium, ia secara perlahan mulai menggerakkan langkah jubah mudanya berjalan mendekati sela daun jendela kayu luar.
Dan menggunakan sepasang kelopak bola mata yang dipadati secara rapat oleh keindahan emosi keharuan spiritual yang teramat mendalam sekali siang ini secara luar biasa langsung mendongakkan leher mudanya menatap lekat bentangan angkasa langit biru tinggi di luar secara khidmat.
Wahai Kakak Seperguruan.
Kakak Seperguruan Pemimpin Sekte-ku tercinta yang keagungan namanya diabadikan di sepanjang lembaran sejarah suci klan.
Jasad tuaku siang ini...
Jasad tuaku sepanjang hidup harian siang ini secara nyata bersumpah demi langit diakui masih memendam tumpukan sediaan utang budi dan dosa kejahatan militer yang terlampau sangat melimpah ruah sekali bagi dada murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk ditebus secara sah menghadap wibawa Sekte Gunung Hua kita tercinta siang ini.
Kakak Seperguruan tercinta...











