Sebaran area berburu bagi pemain tingkat Level 100 hingga Level 200 tergolong sangat melimpah di sekeliling wilayah Desa Bairan. Berkat faktor tersebut, Bairan dianugerahi sirkulasi migrasi pemain luar yang cukup stabil. Namun di masa lalu, populasi aslinya relatif minim didukung laju pembangunan yang lambat akibat ketenaran kota besar Winston yang letaknya berdekatan, menjadikannya enggan dijadikan tempat tinggal permanen oleh para pemain.
Total kepadatan penduduk aslinya, meliputi gabungan NPC dan pemain, awalnya murni hanya berkisar di angka 500 orang saja.
Namun!
Berkat limpahan bonus dari pernikahan agung Grid bersama Lady Irene kemarin, Desa Bairan seketika memanen lonjakan migrasi yang luar biasa. Sepanjang satu minggu terakhir, ribuan pemain berbondong-bondong menetap di sana, mendongkrak kepadatan populasi Bairan melonjak menyentuh angka 5.000 orang secara instan. Serikat Tzedakah bergerak cepat memanfaatkan kas guild mereka menyewa ratusan insinyur bangunan dan pengrajin dari wilayah utara guna membangun barisan rumah tinggal serta infrastruktur publik penunjang secara masif.
“Skala pembangunannya bertransformasi sepenuhnya dibandingkan kunjunganku bulan lalu.”
“Benar sekali. Dulu di sini murni hanya ada beberapa rumah kecil dan kedai kumuh saja, namun sekarang gedung-gedung megah tampak berjejer kokoh.”
Barisan pemain yang baru menyambangi Bairan kembali setelah sekian lama dibuat takjub menatap pemandangan tersebut. Ratusan pekerja bangunan tampak sibuk merampungkan fondasi gedung baru, menyajikan visualisasi spektakuler. Pasca seluruh gedung tersebut disempurnakan nanti, Desa Bairan dipastikan sangat layak dipromosikan statusnya menjadi kota besar.
“Meskipun laju pembangunannya berjalan sangat pesat, tingkat stabilitas keamanannya diakui sangat luar biasa.”
“Tentu saja, wilayah ini berada di bawah pengawasan ketat Serikat Tzedakah. Kelompok pembuat onar mana yang cukup gila nekat memicu keributan di hadapan cakar Serikat Tzedakah?”
“Aku sangat iri dengan kemewahan Serikat Tzedakah... Bukankah wilayah kekuasaan mereka merupakan daerah terluas di antara aliansi serikat lainnya? Mereka bersiap memanen tumpukan koin emas dalam waktu singkat.”
“Semua keuntungan ini dipicu oleh momentum pernikahan suci Lady Irene. Momentum pernikahannya benar-benar menyodorkan durasi berkat yang sangat tepat bagi Serikat Tzedakah.”
“Siapa sebenarnya identitas asli suami Lady Irene?”
“Bagaimana mungkin pemain biasa sepertiku mengetahuinya? Kabar angin menyebutkan dia merupakan sesosok bangsawan agung.”
Bentangan jalanan Bairan diselimuti oleh keramaian warga sipil, di luar sisa pemain yang saat ini sedang berburu di field. Jika sisa populasi NPC ikut dikalkulasikan, ada minimal sekitar 2.000 jiwa yang rutin memadati kota sepanjang hari.
“Eh? Kilatan cahaya apa itu di langit?”
“Sensasi tekanan Magic Power yang sangat mengerikan.”
Di sela-sela kesibukan warga, barisan penyihir tingkat tinggi seketika mendongkrak fokus pandangan mata mereka menatap lurus ke arah langit malam. Tepat di atas struktur menara tertinggi di tengah Desa Bairan yang dibangun Serikat Tzedakah, kepulan Magic Power berdensitas tinggi tampak membumbung dahsyat membelah awan.
Awalnya kepulan energi tersebut memancar tipis, sebelum akhirnya meluas menutup kubah langit Bairan. Para penyihir segera menyimpulkan identitas sihir tersebut tak lain adalah sihir teleportasi massal tingkat tinggi (*Mass Teleport*).
“Wah... bukankah mantra sihir tersebut murni baru sanggup dipicu oleh penyihir promosi kelas ketiga?”
“Apakah ada event kejutan dari sistem?”
“Tentu saja! Ini dipastikan merupakan pemicu event khusus!”
“Keren sekali! Event jenis apa ini?”
Sorak-sorai riuh menggema di kalangan pemain yang berasumsi pemicuan sihir tersebut merupakan bagian dari event Kompetisi Nasional. Namun dalam hitungan detik, sorakan riuh tersebut seketika bermutasi menjadi jeritan histeris menahan ngeri.
“Para pendosa kafir! Terima hukuman mati kalian atas nama Dewa Yatan!”
“Tunjukkan pada kaum bodoh itu keagungan Dewa Yatan!”
*Krak!*
Ratusan pilar cahaya hitam meluncur deras menghantam Bairan layaknya jatuhnya badai meteor. Siluet yang menyembul dari balik pilar cahaya tersebut tak lain adalah ribuan pengikut fanatik sekte Gereja Yatan dengan jumlah pasukan melebihi 1.000 orang. Badai sihir hitam meluncur membombardir seisi desa, menyebarkan kabut racun hitam pekat yang melumpuhkan sisa udara Bairan.
“H-Hik...!”
“Uwaaaah! Tolong selamatkan nyawaku!”
Barisan gedung perkantoran baru yang dibangun Serikat Tzedakah menggunakan tumpukan modal emas mereka seketika lumat terkikis hancur dalam sekejap mata. Hamparan taman bunga camelia indah serta rindangnya pepohonan hijau di sepanjang jalan kota layu menghitam terinfeksi racun. Kobaran api membubung dahsyat di sekeliling didampingi genangan darah yang mengalir deras, menyulap kedamaian Bairan bertransformasi menjadi visualisasi neraka dunia.
“Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini?!”
Rata-rata level pemain yang mendiami Desa Bairan saat ini berkisar di angka Level 140. Di sepanjang waktu Satisfy saat ini, rata-rata level pemain umum murni berkisar di angka Level 93 saja, memosisikan pemain Bairan berada di kasta atas. Namun rombongan pengikut Yatan yang menyerang saat ini dipersenjatai kekuatan minimal Level 160, didukung kontribusi 200 tetua tingkat tinggi (*elder*) dengan kekuatan di atas Level 200.
“Jangan nekat meluncurkan serangan balik! Kalian dipastikan akan berakhir tewas konyol!”
“Brengsek! Event gila macam apa ini?!”
Dari total 2.000 penduduk yang memadati Bairan hari ini, setengahnya merupakan pemain asli. Sedangkan sisa setengahnya murni merupakan warga NPC biasa yang sama sekali tidak dibekali kemampuan bertarung.
“Ini adalah hukuman suci dewa!”
“Uwaaaah!”
“Mati kalian, para kafir kotor!”
“*Uhuk!*”
Sebuah serangan penyergapan instan yang sangat terorganisasi. Gempuran kawanan sekte Yatan bergulir sangat brutal. Ratusan NPC tewas terkapar dalam hitungan menit, disusul terdesaknya pertahanan barisan pemain.
“Sialan! Logout!”
“Aku ikut logout sekarang juga!”
Barisan pemain yang telah terkena hantaman serangan pengikut Yatan dikunci sistem menolak melakukan logout darurat karena dinilai sedang berada di dalam status bertarung (*combat state*), memaksa mereka bertarung mampus-mampusan. Sedangkan sisa pemain yang belum terhantam serangan bergegas meluncurkan logout massal. Alhasil, sisa kekuatan pemain yang bertahan bertarung meladeni invasi Yatan tersisa kurang dari 300 orang saja.
“Fiuuh...”
“Sial sekali nasib kita hari ini! Jumlah musuh terlampau timpang! Kita kalah jumlah!”
Sebanyak 1.000 pengikut fanatik Yatan mengamuk liar menyapu seisi sudut desa, membantai siapa pun yang melintas di depan pandangan mereka tanpa membedakan status NPC maupun pemain.
“Selamatkan warga sipil secepatnya!”
Sebuah kepasrahan massal di sepanjang kehancuran! Laju pembantaian kian menggila seiring pergerakan kawanan sekte Yatan yang menyerbu layaknya gelombang pasang air laut. Namun dominasi pembantaian sepihak tersebut tidak bertahan lama pasca aktifnya pergerakan balasan dari Serikat Tzedakah.
“Brengsek! Siapa kelompok keparat yang berani meluncurkan keonaran di wilayah keamananku, hah?! Cih!”
Toon melayangkan ludahnya kasar. Dia memegang jabatan sebagai Kepala Keamanan Desa Bairan, memimpin mobilisasi ksatria serta prajurit benteng secara sigap. Hubungan kedekatannya dengan Jishuka tergolong sangat patuh akibat kesederhanaan sifatnya.
Toon melompat meluncur menerobos kerumunan musuh secara mandiri. Kawanan sekte Yatan? Mereka dipastikan murni sebatas lelucon murahan di hadapan cakar tajam sang pemegang kelas **Beast** yang menduduki peringkat ke-35 di jajaran ranker bersatu global tersebut.
“Beast King (Raja Binatang)!”
Toon menyilangkan kedua lengannya yang dilengkapi senjata cakar baja, memicu aktifnya opsi skill transformasi. Seketika itu juga, sekujur tubuh fisiknya bermutasi bertransformasi menjadi sesosok singa jantan berukuran raksasa. Proporsi tubuh singanya bertengger dua kali lipat lebih besar dibanding ukuran singa jantan normal.
*Roaaar!*
“Heok!”
“Uwaaaah...!”
Barisan pengikut Yatan seketika berteriak panik didera ketakutan. Di setiap kali ayunan cakar singa raksasa Toon mendarat, patahan tulang musuh terdengar pecah bersahut-sahutan. Ditambah gigitan taring singanya yang dengan mudah meremukkan kepala pengikut Yatan hingga tewas terkapar.
“Belenggu kegelapan bersiap mengunci pergerakan ragamu!”
Menyaksikan rekan mereka lumat dibantai, para tetua sekte Yatan bergegas merapalkan mantra sihir kegelapan memanggil barisan rantai besi magis hitam ke udara, mengikat erat sekujur tubuh singa Toon secara kokoh.
“Lord of the Sky (Raja Langit)!”
Didera kuncian puluhan rantai besi hitam, Toon menolak pasrah dan segera memicu opsi skill transformasi keduanya. Seketika itu juga, proporsi tubuh singa raksasanya menyusut drastis bertransformasi menjadi sesosok elang merah yang lincah. Kuncian rantai besi hitam otomatis longgar, membebaskan jalur Toon melesat terbang menerobos celah rantai. Dia menukik tajam dari atas langit mendaratkan paruh tajamnya menghancurkan kepala elder Yatan secara presisi, lalu kembali bertransformasi menjadi wujud singa raksasa melepaskan raungan membahana.
*Roaaarrr!*
“Kieeeeek!”
Puluhan pengikut Yatan yang berada di dekat radius raungannya seketika memuntahkan darah segar dari telinga mereka sembari berlutut lemas. Toon melompat kilat mencabik leher mereka satu per satu hingga jasad mereka lebur menjadi butiran cahaya sistem.
“Hahaha! Bersenang-senanglah kalian! Benturan fisik seperti ini benar-benar sangat memicu gairah bertarungku!”
“Tuan Toon... kepribadian bertarungnya memang tergolong sangat gila, namun kehebatan cakarnya diakui sangat luar biasa.”
Di sepanjang dinding benteng timur, Laella yang memegang status sebagai Mage campuran peringkat kedua global tampak menatap takjub keliaran aksi bertarung Toon di bawah, sebelum akhirnya merapatkan fokus jarinya mencengkeram erat sebutir Black Magic Orb suci miliknya. Butiran orb hitam mewah yang dijarahnya dari jasad Malacus dulu. Laella mengalirkan sisa Magic Power-nya melipatgandakan daya rusak mantra sihirnya dan menembakkan badai sihir api ke arah kepungan pengikut Yatan di bawah.
“Wrath of the Red Witch (Kemurkaan Penyihir Merah)!”
*Boom!*
Pilar kobaran api raksasa meluncur lurus membelah area barat benteng. Sekujur tubuh pengikut Yatan yang terhantam sihir tersebut seketika lumat terbakar hangus menjadi abu. Selamat dari kepungan, para prajurit melayangkan ucapan terima kasih mereka kepada Laella sebelum akhirnya bergegas mengevakuasi sisa warga sipil.
Di pelataran gerbang timur.
“Hmm, apa kalian merupakan kasta terkuat dari gerombolan Yatan ini?”
Vantner yang meluncur dengan dada dipenuhi kejengkelan akibat Grid menunda zirah tamengnya segera merangsek masuk ke dalam gerbang benteng pasca menerima komando pertempuran. Sepasang matanya menangkap siluet tiga orang pemain yang sedang sekarat di hadapannya.
“Binasalah kalian dan jadilah abdi abadi di bawah naungan Dewa Yatan!”
Barisan tetua Gereja Yatan berbalut jubah hitam pekat melayangkan makian mereka bersiap menumpas sisa pemain. Vantner bergegas melesat maju menghunus sepasang kapak tempur raksasanya secara kokoh.
*Sret!*
Jasad para tetua sekte Yatan seketika terbelah dua menjadi abu abu-abu pasca tertebas sabetan kapak kembarnya. Ketiga pemain yang berhasil diselamatkan bersorak gembira.
“Terima kasih banyak, Ksatria Vantner!”
“Gila, ksatria pelindung nomor satu serikat kita benar-benar sangat gagah! Aku bersumpah akan mengunggah rekaman aksi penyelamatanmu ini di internet!”
“Kekuatan kapakmu terbukti sehebat rumor forum, Vantner!”
“Hahaha! Urusan sepele seperti ini bukanlah hal besar bagi kapakku... Eh?”
Vantner yang selama ini didera tekanan batin akibat diposisikan layaknya ksatria tidak berguna oleh keangkuhan sifat Grid seketika diliputi kebahagiaan luar biasa dihujani pujian para pemain. Dia menggaruk kepalanya yang botak berkilat sembari tertawa bangga, sebelum akhirnya mengalihkan tatapan matanya menangkap siluet Jishuka di atas atap bangunan berlantai tiga.
Sepasang mata ksatria tamengnya menangkap pergerakan tiga orang tetua Yatan kelas atas yang sedang merayap senyap di balik punggung Jishuka yang sedang sibuk meluncurkan lesatan anak panah ke bawah. Jubah hitam para tetua tersebut dihiasi guratan warna merah menyala, merepresentasikan status kasta mereka yang jauh lebih tangguh.
*Rombongan pengikut kasta tinggi!*
Vantner bertindak kilat. Dia berhasil melompat memblokir serbuan para elder, menyelamatkan Jishuka dari penyergapan. Jishuka melayangkan ulasan ketusnya menatap kedatangan Vantner.
“Langkah penyelamatanmu tergolong sangat lambat.”
Gurat gigi putih Jishuka memancar kontras dengan eksotisme warna kulit cokelatnya yang indah. Vantner mengacungkan jempol tangannya bangga sembari berteriak lantang. “Fokuskan sabetan anak panahmu melumat sisa musuh di bawah, biar barisan elder pengganggu ini kutumpas menggunakan kapakku!”
“Bagus.”
*Syuuuut!*
Kehebatan keahlian memanah Jishuka benar-benar berada di kasta tertinggi secara mutlak. Siapa pun yang menyaksikan kelincahan tangannya melesatkan anak panah dipastikan akan didera kekaguman yang teramat sangat. Anak panahnya melesat sejauh 100 meter membelah udara dan menembus tepat di tengah dada pengikut Yatan yang bersiap membantai warga sipil. Detik berikutnya, dia memutar haluan busurnya menembak ke arah atap bangunan seberang, menyulap lima orang penyihir Yatan yang sedang merapalkan mantra sihir hitam seketika tertusuk sabetan panahnya sekaligus dalam satu kali lesatan saja secara sangat dramatis.
“Membidik target diam seperti itu murni bagian dari teknik dasar memanahku,” gumam Jishuka puas menatap kelincahan tangannya.
“Binasakan para penyihir benteng secepatnya!”
Sebanyak lima orang tetua Yatan kasta atas bergerak serentak. Target pembantaian mereka dikunci lurus mengincar posisi Laella dan Zednos yang tiada henti meluncurkan badai sihir angin dari atas dinding benteng. Namun sebelum sempat merapatkan posisi, sebuah gumaman dingin berdensitas membunuh seketika berbisik tepat di sela telinga mereka.
“Kalian dilarang keras melupakan pengawasan area belakang.”
“...!”
Para elder Yatan seketika berteriak panik. Ada musuh yang menyelinap di balik punggung mereka?!
“Bagaimana bisa... *uhuk*...!”
“Brengsek!”
Faker. Sang pembunuh bayaran pertama Serikat Tzedakah secara ajaib telah menyayat leher kelima tetua Yatan kasta atas secara presisi. Cucuran darah segar menyembur deras dari tenggorokan mereka saat jasad mereka roboh lemas di tanah.
“Target berikutnya...”
*Wusss.*
Faker memutar haluan matanya menatap ke arah gerbang utara, sebelum akhirnya melenyapkan wujud fisiknya memicu opsi skill **Stealth** (Menghilang).
“Pertahanan gerbang lainnya tidak perlu kucemaskan.”
Di pelataran gerbang utara.
Sesosok pemuda belia berparas cantik menyerupai gadis belia tampak berdiri kokoh memantau jalannya pertempuran. Dia menyimak gemuruh jeritan perang yang menggema dari berbagai sudut benteng sebelum akhirnya melangkah senyap merapat ke sisi barat.
Di dalam sebuah bangunan rumah tinggal warga yang sedang diliputi kobaran api.
“S-Sialan...! Kemalangan nasib macam apa ini? Untuk alasan apa aku nekat merintis perjalanan menetap di desa terpencil ini murni hanya untuk berakhir tewas terkoyak di tempat sekotor ini?! Takdir game ini benar-benar tidak adil!”
“Seluruh poin EXP berharga yang kukumpulkan dengan susah payah sepanjang bulan ini bersiap runtuh menyusut...”
“Mengapa ajalku harus terkunci di desa terkutuk ini? Tolong selamatkan nyawaku...!”
Sebanyak empat orang tetua Yatan tingkat tinggi tampak menyergap mengunci jalur gerak enam orang pemain luar di sudut ruangan yang terbakar. Keenam pemain tersebut didera luka robek yang sangat parah di tubuh zirah mereka, memosisikan mereka murni hanya sanggup menangis meratapi ajal mereka.
*Tap!*
Kelajuan lari Ibellin melesat tajam. Dia melompati pintu gerbang rumah yang hancur dan mendaratkan kakinya di atas meja kayu, melompat menyergap memosisikan tubuhnya menghalangi lintasan serang para tetua Yatan. Detik berikutnya, dia menarik keluar sebilah pedang flamberge indah yang struktur bilahnya dirancang menyerupai untaian duri batang mawar merah yang menawan.
“Kau nekat menyerang kami sendirian?”
“Siapa nama ID-mu, bocah?”
Ibellin menyunggingkan senyuman tipis menyahut pertanyaan para elder Yatan. “Aku adalah Overgeared No. 2.”
Nama ID kehormatan yang disematkan secara sarkastik oleh Vantner kepadanya kemarin. Belakangan ini, Vantner memang tiada henti melontarkan ejekannya menjuluki Pon sebagai Overgeared No. 1 didampingi Ibellin sebagai Overgeared No. 2 murni karena persenjataan mereka berdua disokong penuh oleh hasil tempaan legendaris Grid. Namun Ibellin justru sangat menyukai julukan tersebut.
*Sret!*
Pedang flamberge terkuat buatan tangan Grid, Thorn of Deep Grief (Duri Kesedihan Mendalam) diayunkannya membelah udara. Para tetua Yatan bereaksi sigap melompat mundur menghindari luka tusuk dalam.
“Sabetan pedang tipis seperti ini... heok?!”
Raut wajah salah satu elder Yatan seketika membiru ngeri. Luka lecet kecil di bahunya mendadak memancarkan pendaran cahaya merah tua diiringi cucuran darah segar yang mengalir deras dalam jumlah yang sangat mustahil.
“Bilah pedang terkutuk!”
Para tetua Yatan bergegas melangkah mundur cemas menatap wibawa Thorn of Deep Grief. Namun Ibellin menolak membiarkan mereka meloloskan diri. Dia terus melesat merapatkan sabetan pedangnya secara disiplin.
“Ini bukan merupakan pedang sihir hitam biasa. Bilah ini murni dibalut oleh efek kutukan pendarahan abadi.”
*Jlep! Sret!*
Didukung kelengkungan unik bilahnya yang berlekuk-lekuk layaknya duri mawar, lintasan sabetan pedang Ibellin bergerak secara sangat ganjil dan dinamis, memutus celah musuh mengukur radius serangannya. Siraman genangan darah segar menyembur indah layaknya air mancur membelah keheningan rumah yang terbakar.




