Overgeared

Chapter 151

3796 Kata

“Fiuuh.”

Di dalam ruang kerja pusat kastil.

Zednos menguap lebar dengan ekspresi santai di wajahnya. Dia belakangan ini dibebani oleh tumpukan pekerjaan administrasi yang melimpah, memaksanya menonaktifkan seluruh kontak komunitasnya selama dua minggu penuh. Di sela-sela kegiatannya memindai buku pembukuan keuangan benteng di meja kerja, gemuruh suara serbuan musuh mendadak berkumandang di luar, memaksanya bergegas melompat ke lapangan benteng.

Ketiadaan firasat buruk sebelumnya.

“Tampaknya pertahanannya masih sanggup bertahan tanpa perlu bantuan sihirku.”

Barisan pengikut sekte Yatan yang menyerbu benteng dirasanya sama sekali tidak memendam tantangan bertarung yang sepadan bagi kelancaran latihannya. Tepat saat dirinya bersiap memutar langkahnya kembali ke dalam benteng, fokus tatapan matanya mendadak terkunci menatap lurus ke arah langit malam. Dua pilar berkas cahaya terakhir meluncur deras dari celah gerbang teleportasi massal yang perlahan merapat menutup.

“Apakah target baru ini memegang kapasitas bertarung yang tangguh?”

Sepasang mata Regas berkilat penuh wibawa saat dirinya melompat menaiki barisan anak tangga benteng dan merapat di atas dinding benteng. Dia menempatkan posisi fisiknya tepat berdiri di sela-sela Laella dan Zednos yang sedang fokus menyapu pandangan mereka memantau medan tempur di bawah sembari meluncurkan badai sihir penyokong bagi anggota serikat.

“Jumlah korban di pihak kita terdongkrak sangat drastis.”

“Ah...”

“Eh?”

Pundak Laella seketika bergetar kencang.

“Sihir apa ini?”

Rumpun kelas Mage dianugerahi kemampuan alami mendeteksi sirkulasi Magic Power musuh secara sensitif. Laella didampingi Zednos sanggup mengendus ancaman bahaya sihir hitam tersebut selangkah lebih awal dibandingkan deteksi Regas, menyahut serentak.

“Sesosok monster raksasa.”

“Sesosok iblis tempur.”

Detik berikutnya.

*Blarr!*

Dua pilar cahaya hitam menyambar keras tepat di tengah-tengah area pertempuran desa. Notifikasi darurat berwarna merah menyala seketika meledak menyelimuti pandangan mata seisi pemain di Desa Bairan, tidak terkecuali Serikat Tzedakah.

**[Neberius selaku Hamba Keempat kuil Gereja Yatan resmi menyembul di medan laga!]** **[Alunan tiupan seruling hitam yang diselimuti oleh konsentrasi sihir gelap pekat merambah masuk ke dalam indra pendengaran Anda.]** **[Pikiran Anda didera oleh guncangan emosional didampingi penurunan fokus konsentrasi secara tajam.]** *** Opsi Evasion Rate (Tingkat Hindaran) karakter direduksi menyusut hingga menyentuh angka 0% secara mutlak.* *** Opsi akurasi ketepatan serangan fisik karakter merosot drastis sebesar 60% secara konstan.* *** Kelajuan kelancaran merapalkan mantra sihir (Magic Casting Speed) melambat dua kali lipat lebih lambat.* *\*Seluruh efek status pelemahan (debuff) di atas diprogram sistem bertahan aktif sepanjang alunan tiupan seruling hitam belum kunjung dihentikan secara fisik.*

**[Balak selaku Hamba Kelima kuil Gereja Yatan resmi menyembul di medan laga!]** *** Balak memegang wewenang sebagai iblis pengendali elemen api murni. Di setiap kali Anda merapatkan jarak fisik dalam radius 1 meter di sekeliling Balak, stat HP Anda otomatis terpangkas sebesar 500 poin per detik akibat paparan panas kobaran apinya.* *** Kobaran api iblis miliknya merepresentasikan wibawa napas Dewa Yatan. Seluruh pengikut fanatik sekte Yatan yang berada di sekitar area pertempuran dianugerahi berkat khusus Dewa Yatan, mendongkrak total stat dasar mereka sebesar +50% secara otomatis.*

“...Wah.”

Sorot mata Regas seketika menatap tajam diliputi decak kagum yang mendalam.

“Akhirnya, momentum yang tepat bagiku mendedikasikan sisa hasil latihan fisikku selama ini.”

Beberapa bulan lalu, rombongan Serikat Tzedakah terbukti sama sekali menolak berdaya menghadapi wibawa kekuatan tempur satu orang Servant kuil Yatan saja. Namun kekalahan masa lalu tersebut menolak terulang kembali hari ini. Laju pertumbuhan level dan taktik tempur Serikat Tzedakah telah melesat jauh mendahului pemain umum. Meskipun benturan tempur hari ini menyodorkan kehadiran dua orang Servant sekaligus yang kapasitas bertarungnya diakui jauh lebih mengerikan dibandingkan mendiang Malacus dulu, mereka menolak melangkahkan kakinya mundur. Regas memendam rasa percaya diri yang tinggi, berbeda dengan kepasrahan yang dirawat oleh Zednos selaku Wind Mage peringkat kesatu global.

“Kita diwajibkan merelakan pertahanan Desa Bairan hari ini, kawan. Langkah paling logis adalah memutar haluan melarikan diri ke Winston dan memohon kucuran bantuan prajurit benteng dari Lady Irene guna merintis operasi merebut kembali desa ini nanti.”

Eksistensi Neberius berambut abu-abu yang memainkan alunan seruling hitam tersebut dirasa Zednos menyodorkan status counter alami yang sangat mematikan bagi rumpun penyihir maupun petarung fisik akibat tumpukan debuff-nya yang sangat ekstrem.

Laella menyela ketus. “Operasi merebut kembali desa? Zednos, apa otakmu tersumbat hingga berasumsi kawanan iblis Yatan tersebut meluncur kemari demi menguasai hak kepemilikan desa? Sama sekali tidak. Target utama kedatangan mereka murni hanya demi meremukkan seisi kota menjadi abu abu-abu. Sesaat setelah kaki kita melangkah mundur meninggalkan benteng ini, Bairan dipastikan lumat rata dengan tanah. Kita dilarang keras meluncurkan langkah mundur sedikit pun. Kita diwajibkan bertarung mengamankan kemenangan di tempat ini.”

“Pilihan bertarung mampus-mampusan ini murni hanya akan membuang koin emas serta durasi waktu berharga kita, bukan? Bukankah kita dibebaskan membangun kembali sisa bangunan desa kapan saja nanti? Untuk alasan apa kita nekat mempertaruhkan nyawa hingga didera penyusutan level serta kehilangan item jarahan berharga?”

“Apakah kecemasanmu murni hanya tertuju pada kerugian material saja, Zednos? Jika pertahanan kita runtuh hari ini, seisi warga sipil NPC di desa ini dipastikan akan lumat dibantai tanpa sisa.”

Guna membangun kembali fondasi kota yang makmur, kontribusi tenaga dan keberadaan warga sipil NPC mutlak dibutuhkan. Struktur bangunan memang sanggup direstorasi kembali menggunakan tumpukan modal emas dan waktu, namun bagaimana jadinya nasib kota jika seluruh populasinya lumat menghilang? Kota megah tersebut murni hanya akan berakhir menjadi kota mati yang hantu. Terlebih lagi, pelajaran berharga dari Grid menyadarkan mereka bahwa kalangan NPC Satisfy memendam jiwa dan perasaan yang menolak dibedakan dengan manusia asli.

Mendengar ulasan tersebut, kepasrahan Zednos mencair sepenuhnya. “Baiklah, aku memahaminya. Mari kita remukkan gerombolan iblis tersebut bersama-sama.”

Tepat di sela-sela obrolan tersebut, sebaris instruksi tegas dari Jishuka menyembul menghiasi kolom obrolan guild.

{Seluruh anggota inti berkumpul serentak. Geser titik pertahanan merapat ke pusat desa sembari sekuat tenaga menjamin keselamatan evakuasi warga NPC.}

“Mari berangkat.”

Di atas atap bangunan berlantai tiga. Jishuka meluncurkan pesan instruksinya ke kolom obrolan serikat sembari melayangkan pandangan matanya ke arah Vantner. Ksatria tameng botak tersebut bertindak sigap meluncurkan pengawalan ketat di sepanjang langkahnya menyusuri lorong sempit perumahan. Jishuka berencana memotong jangkauan pandang musuh sebisa mungkin guna merapat aman di koordinat targetnya.

Namun pergerakan senyap mereka terlanjur dikunci oleh deteksi Neberius. Tepat saat kaki mereka melangkah memasuki gang, siluet Neberius secara ajaib telah mematung menghalangi jalur lintasan gerak mereka.

“Keagungan kuil dewa kami didera kemerosotan wibawa yang sangat tajam pasca kelakuan kalian nekat membantai Malacus kemarin. Kalian berdua memegang kewajiban moral menebus kelalaian tersebut menggunakan nyawa kalian.”

Orang tua berambut abu-abu tersebut bersuara dengan artikulasi yang sangat jelas dan tertib, meskipun tiupan seruling hitamnya sama sekali menolak dihentikannya.

*Tekanan wibawa kekuatannya bertengger jauh melampaui Malacus.*

Jishuka didampingi Vantner dipaksa meluncurkan langkah mundur menahan ngeri menatap wibawa fisik kakek peyot tersebut yang tinggi fisiknya bahkan menolak menyentuh kisaran 150 sentimeter. Anggota serikat berhamburan merapat memasuki gang memblokir arah serang musuh demi melindungi keselamatan sang Master.

“Serahkan kakek peyot pengganggu ini ke tangan kapak kami!”

“Vantner, secepatnya amankan keselamatan Jishuka menjauh dari tempat ini!”

“Terima kasih atas bantuan kalian!”

Sebagai rumpun petarung jarak jauh pemanah (*archer*), kapasitas daya rusak panah Jishuka menolak meluncur optimal sepanjang jarak fisiknya menempel dekat dengan musuh. Atas dasar kelemahan mutlak tersebut, Serikat Tzedakah selalu mendedikasikan formasi taktis perlindungan khusus guna menjamin jarak geraknya. Kebiasaan disiplin tersebut kembali diaktifkan hari ini.

“Ayo meluncur!”

Anggota serikat bertarung mampus-mampusan menahan pergerakan Neberius di gang, memuluskan langkah Vantner menyeret pergerakan Jishuka melarikan diri menerobos gang seberang. Namun kekecewaan kembali merayap di dada mereka. Tepat di ujung lorong gang sempit yang diselimuti kabut racun hitam pekat tersebut, sebanyak sepuluh orang pengikut Yatan kasta atas tampak berdiri kokoh mengunci jalan keluar mereka.

“Jika kalian menolak mati tersiksa didera racun, segeralah angkat kaki memutar haluan!”

Vantner memendam tanggung jawab mutlak mengamankan keselamatan sang Master Serikat, memaksanya menepis rasa cemas menghadapi kabut racun hitam. Dia merangsek maju menembus racun pekat sembari mengayunkan sepasang kapak kembarnya meluncurkan ancaman mematikan bagi kawanan pengikut Yatan. Nyali kawanan pengikut seketika menciut didera gumpalan momentum kemarahannya, memaksa mereka melangkah mundur. Vantner memanfaatkan sela kelengahan tersebut menyeret langkah Jishuka merapat ke koordinat gerbang benteng luar.

Target utama mereka adalah dinding benteng timur. Koordinat letak pertahanan di mana keefektifan akurasi panah Jishuka sanggup dimobilisasi secara maksimal. Vantner bertekad mengawal langkah Jishuka merapat ke sana, bahkan jika dirinya terpaksa mengorbankan nyawa karakternya sekalipun. Namun kawanan pengikut Yatan menolak tinggal diam. Mereka meluncurkan serbuan kilat sesaat setelah raga Jishuka melangkah keluar gang.

*Ttang!*

Di bawah sokongan opsi pasif penguatan stat dari Balak, kapasitas bertarung para ksatria hitam kuil Yatan bertransformasi menjadi momok tempur yang menolak diremehkan.

“*Uhuk!*”

Barisan ksatria hitam tampak menyusup di sepanjang kepulan penyihir hitam, menarik keluar sebilah pedang tajam yang disembunyikan di balik jubah hitam mereka secara dinamis.

Vantner meluncurkan tamengnya memblokir serangan, namun raut warna kulit wajahnya kian menyusut pucat. Meskipun dirinya memegang kelas pertahanan ksatria tameng pelindung, status Defense miliknya bertengger di kasta terburuk akibat kelalaiannya memfokuskan alokasi poin stat-nya murni ke stat Strength demi memuaskan hasrat tempur ofensifnya, didukung kualitas set zirah tamengnya yang tergolong usang. Namun pantang baginya menyerah kalah.

“Sialan...! Majulah kalian bajingan kotor! Rasakan wibawa kekuatanku selaku penghancur tameng garis depan!”

Vantner memicu opsi skill pelindung guna mendongkrak status Defense-nya ke batas maksimal, menyabetkan sepasang kapak tempurnya meladeni keroyokan ksatria hitam.

*Jlep! Sret!*

Gempuran kapak tempur raksasanya sanggup meremukkan tebasan pedang ksatria hitam. Namun kepungan ksatria hitam berjumlah sepuluh orang secara dinamis melingkari posisinya, memotong ruang geraknya didampingi lumuran darah segar yang kian membanjiri baju zirah usangnya.

“Kuoh!”

Para penyihir hitam Yatan tampak berlindung di balik benteng ksatria hitam, tiada henti merapalkan kutukan sihir hitam melumpuhkan gerak fisiknya. Vantner terhuyung lemas, sepasang kakinya bergetar hebat menahan keambrukan tubuhnya. Kejengkelan merayap di dadanya menyadari sisa HP karakternya telah merosot tajam menyentuh batas kritis terkritis.

*Aku bersumpah akan menjamin keselamatan Jishuka hingga titik darah penghabisan!* Tekad beraninya membumbung tinggi menembus batas ketakutannya. Namun gumpalan tekad belaka menolak sanggup meretas krisis pertahanan fisik. “Aku benar-benar ksatria pelindung terburuk.”

Jishuka tiada henti melepaskan sabetan anak panahnya melumpuhkan musuh di setiap kali pertahanan Vantner didera gempuran kritis, namun kecemasan menolak disembunyikan dari wajah cantiknya. Dia kesulitan meluncurkan kelancaran akurasi tembakan akibat gempuran ksatria hitam yang tiada henti mengepung posisinya. Di sela ketegangan tersebut, barisan anggota serikat yang dikerahkan memblokir Neberius di lorong sempit tadi dikabarkan ikut didera krisis kematian.

Mengandalkan kehebatan sihir kegelapan tingkat tinggi miliknya, Neberius dengan sangat mudah melumat nyawa anggota Serikat Tzedakah satu per satu dalam sekejap mata.

“K-Kuack...!”

“Kakek peyot keparat...”

Serikat Tzedakah diisi oleh barisan pemain monster yang seluruh anggotanya memegang peringkat di jajaran 200 ranker papan atas global Satisfy. Masing-masing dari mereka diakui sebagai monster tempur yang sangat mengerikan. Namun kapasitas bertarung tersebut terbukti menolak berdaya meretakkan wibawa Hamba Keempat Yatan, Neberius.

“Sihir hitam kegelapan kuil kami dibekali tingkat kecocokan elemen yang sangat luar biasa di setiap benturan elemen sihir benua. Beberapa rumpun elemen sihir bahkan diprogram sistem memicu penguatan daya rusak secara otomatis di bawah naungan sihir kegelapan kami.”

Neberius melayangkan ulasan penjelasannya secara santun sembari meluncurkan pemicuan mantra badai petir hitam ke udara.

*Blarrr!*

Lorong gang sempit tersebut seketika lumat hancur tak bersisa. Barisan bangunan perumahan warga di sekeliling roboh berkeping-keping. Sambaran petir hitam pekat menyapu seisi koordinat gang secara membabi buta.

“Kau... masih bernapas?”

Mata Neberius seketika membelalak kaget mendeteksi eksistensi mangsanya yang harusnya telah lumat terbakar petir hitam tadi ternyata masih kokoh bernyawa. Detik berikutnya, sebuah gumaman dingin berdensitas membunuh menyembul dari balik kepulan abu kehancuran gang.

“Aku bersumpah akan mencabut nyawamu hari ini.”

Sang pembunuh bayaran nomor satu Serikat Tzedakah resmi menampakkan wujud fisiknya. faker berhasil menyelamatkan nyawa rekan serikatnya sesaat sebelum sambaran petir menyambar, meluncur senyap menyusup di balik punggung Neberius sembari mengacungkan sebilah belati tajamnya kencang. Kelas penyihir secara alami memendam kelemahan fisik pertahanan yang sangat rapuh didukung ketiadaan skill pelindung pasif layaknya Malacus dulu, memosisikan Neberius sangat rentan mati terbunuh menerima serangan senyap pembunuh.

Namun Neberius secara ajaib sanggup menggeser leher fisiknya meloloskan diri dari tebasan maut belati Faker. Semua itu berkat alunan tiupan seruling hitamnya yang mendepresiasi opsi akurasi serangan fisik Faker sebesar 60% secara paksa, melesetkan arah sabetan belati beberapa sentimeter dari target vital lehernya.

“Hmm...” Kedamaian wajah Neberius mencair sepenuhnya didera kejengkelan. Dia menyeka tetesan darah kecil di leher fisiknya sembari mengernyitkan dahinya tipis untuk kali pertama sepanjang pertempuran. “Kapasitas kecepatan belatimu tergolong lumayan.”

“Sabetan belatimu berikutnya dipastikan akan bertengger jauh lebih mengerikan.”

Barisan rekan pembunuh di balik punggung Faker merupakan barisan ksatria pembunuh bayaran yang tiada henti mendampingi pergerakannya. Di masa lalu, rombongan pembunuh mereka sempat didera kekalahan memalukan dilumat oleh keliaran sihir gadis monster Euphemina, memicu motivasi latihan tempur yang sangat mengerikan di sepanjang bulan kemarin demi memulihkan harga diri mereka. Komunitas global menjuluki mereka sebagai Rombongan Pembunuh Faker.

Faker memicu panel komunikasinya memaparkan situasi tempur ke kolom obrolan serikat.

{Tim pelacak Faker resmi memblokir pergerakan Neberius di area barat. Aliran sihir hitamnya bersiap kami segel secara dinamis sepanjang kami sukses memecah sirkulasi fokus pikirannya.}

“Cih... rintangan tempurnya terlampau menyiksa fisik.”

Ksatria paladin pelindung nomor satu serikat, Toban tampak bertarung mandi keringat melontarkan sisa tenaganya memblokir ruang gerak Balak. Namun batas pertahanan tamengnya perlahan tergerus runtuh akibat paparan konstan damage panas api Balak yang memangkas HP-nya 500 poin per detik. Kekuatan tebasan pedang iblis Balak pun bertengger sangat tangguh, mendaratkan beberapa luka tebas di tubuh pelindung Toban. Meskipun dirinya memegang wewenang sebagai pemilik status Defense serta stat HP tertinggi di seantero serikat, Toban menolak menyembunyikan nada kepasrahan bicaranya di kolom obrolan.

{Ini Toban. Wibawa kekuatan tempur Balak terlampau tidak masuk akal, tamengku menolak sanggup bertahan menahan gempurannya lebih lama lagi! Di mana sokongan serangan dari Regas dan Pon?!}

Laella memindai ulasan pesan Toban didampingi guratan ekspresi kejengkelan yang sangat pekat di wajahnya. Regas telah melompat turun dari dinding benteng merangsek membantu pertempuran Toban, didukung kelintasan Pon yang ikut merapat pasca sukses menumpas sisa pengikut Yatan di gerbang barat benteng. Namun visualisasi pertempuran yang tersaji di matanya bertolak belakang.

Laella memaparkan kenyataan tempur.

{Barisan elder kasta atas kuil Yatan mengunci rapat posisi bertarung Pon dan Regas di perbatasan. Setidaknya ada minimal 60 hingga 70 orang pengikut Yatan yang diuntungkan bonus stat pasif Balak secara terorganisasi memblokir ruang gerak mereka berdua. Aku tiada henti meluncurkan sihir penyokong dari atas benteng, namun rasanya mustahil bagi mereka berdua membebaskan diri dalam waktu dekat.}

“Sialan...”

Toban bergetar lemas. Alangkah indahnya jika Grid sudi melangkahkan kakinya merapat di Desa Bairan detik ini? Namun gumpalan khayalan manis tersebut menolak memendam kontribusi nyata menyelamatkan nyawanya.

{Ah... sial sekali nasibku hari ini. Menjadi tameng pelindung pertahanan Jishuka benar-benar sangat menyiksa fisikku. Jika saja Grid bersedia menyelesaikan zirah baruku kemarin... Brengsek.}

Vantner meluncurkan sisa gerutuan kesalnya sesaat setelah sisa tenaganya menyentuh batas kritis. Sebuah keputusasaan total bagi seisi pertahanan Bairan. Namun wibawa persatuan Serikat Tzedakah menolak lumat semudah itu.

“Aku resmi menuntaskan perburuan kawanan pengikut Yatan di gerbang barat benteng. Bagaimana kelanjutannya? Apakah kalian membutuhkan cakar bantuanku secepatnya? Cih! Seberapa tangguh wibawa iblis merah di depan kalian tersebut? Hahaha!”

Tiga orang anggota tempur baru yang resmi bergabung dengan Serikat Tzedakah kemarin, didominasi kelintasan Toon bergegas merangsek masuk meluncurkan bantuan fisik menyokong Toban menahan gempuran Balak. Faker didampingi rombongan pembunuhnya perlahan memperoleh kelonggaran napas bertarung.

“Aku merapat membantu kepungan kalian!”

Ibellin berseru lantang. Sirkulasinya yang terpencar tadi bergegas dirapatkan menyokong rombongan Faker menyergap Neberius. Kombinasi sabetan pedangnya berulang kali memutus kelancaran Neberius merapalkan mantra sihir hitam. Namun atmosfer keuntungan tempur tersebut menolak bertahan lama.

“*Hah... Hah...*”

“Brengsek... duel tempur ini menolak berjalan adil.”

“Seumur hidupku bertualang di Satisfy, baru kali ini aku menyaksikan kengerian wujud iblis orisinal.”

“Daya rusak Balak memang tergolong mengerikan, namun kendala utama pertahanan kita murni berpusat pada Neberius. Opsi debuff alunan seruling hitamnya terlampau luas dan mematikan. Aku kesulitan mendaratkan sabetan fisik akibat penyusutan akurasi 60%.”

“Penyusutan tingkat hindaran karakter hingga 0% menyodorkan siksaan maut yang sangat mematikan bagi kelangsungan hidup rumpun pembunuh...”

Seiring berjalannya durasi pertempuran, raut wajah seisi anggota Serikat Tzedakah kian menggelap pekat didera frustrasi. Kapasitas tempur Neberius dan Balak terbukti bertengger sangat tangguh, didominasi opsi debuff Neberius yang dirasa sangat mengunci kelancaran pertarungan. Satu-satunya kunci penyelesaian tempur murni tertuju pada keharusan memecah tiupan seruling hitamnya secara fisik. Seluruh anggota memendam analisis yang sama.

*“Serikat Tzedakah telah mengerahkan segenap daya tempur terbaik mereka secara disiplin, namun benturan pertempuran ini terbukti memendam batas toleransi kekuatan yang menolak berjalan seimbang.”*

Gemuruh jalannya pertempuran mempertahankan Desa Bairan saat ini dikabarkan telah resmi disiarkan secara langsung oleh ratusan media TV game di seantero penjuru belahan dunia nyata. Barisan pemain umum yang bertumpu di sekitar Desa Bairan berbondong-bondong mengaktifkan fitur perekaman kamera Satisfy mereka dan mengunggah alur pertempuran ke internet secara *real-time*.

*“Skenario pertempuran diprediksikan berpeluang membaik jika Regas didampingi Pon sukses membebaskan diri dan bergabung di garis depan pertempuran... Namun koordinasi ketat sebanyak 60 hingga 70 elder Yatan yang diuntungkan limpahan bonus stat Balak terbukti sangat kokoh mengunci ruang gerak mereka berdua di perbatasan, memotong kelancaran bantuan.”*

*“Di sepanjang sejarah Satisfy, mendiang Malacus tercatat selaku pemegang kasta terlemah di antara barisan Servant Yatan lainnya. Keberhasilan Serikat Tzedakah melumpuhkan Malacus kemarin menolak dijadikan tolok ukur kelayakan mereka sanggup meladeni duel tempur menghadapi dua Servant sekaligus yang kapasitasnya jauh lebih mengerikan. Kegagalan pertahanan Desa Bairan bersiap meledak dalam waktu dekat kecuali jika barisan pemain ranker di jajaran 10 besar global sudi meluncurkan bantuan fisik.”*

*“Menyaksikan keruntuhan pertahanan Serikat Tzedakah secara langsung menyajikan pemandangan yang sangat tidak biasa bagi komunitas game.”*

*“Namun durasi waktu pertahanan yang sanggup mereka sajikan sejauh ini benar-benar patut diacungi jempol. Saya meyakini siapa pun yang menyaksikan tayangan siaran langsung hari ini dipastikan menolak membantah kebenaran klaim bahwa Serikat Tzedakah memegang status aliansi terkuat Satisfy saat ini. Mereka menyajikan kualitas bertarung yang luar biasa gagah di sepanjang skenario terburuk pertempuran... Keliaran tempur yang menakjubkan.”*

*“Secara pribadi, performa tempur Faker didampingi Vantner menyodorkan visualisasi aksi yang paling memukau mata saya di sepanjang jalannya tayangan siaran langsung.”*

*“Vantner? Apakah sepasang matamu terlanjur terkelabui oleh estetika keindahan ayunan sepasang kapak tempurnya saja? Kapak Vantner murni sebatas keliaran tanpa arah. Dia menolak memedulikan disiplin pertahanan ksatria tameng pelindungnya demi memuaskan insting menyerangnya, didorong oleh runtuhnya zirah pelindungnya. Detik ini, barisan pemain yang menyajikan keliaran tempur teragung di arena murni hanya dikuasai oleh Faker, Ibellin, Pon, serta Regas saja.”*

*“Apakah kau nekat mengabaikan dedikasi penyokong sihir Laella didampingi Zednos di atas dinding benteng?”*

Obrolan perdebatan panas seputar ulasan skeptis para kritikus game dunia nyata tiada henti menggema di sepanjang jalannya siaran langsung TV.

*“Eh? Tahan ucapanmu sejenak. Siapa sosok pemain baru yang mendadak menyembul di layar monitor saat ini?”*

Siluet wujud sesosok pemain misterius yang detail wajah didampingi nama ID-nya disembunyikan secara penuh oleh sistem Satisfy tampak tertangkap jelas oleh sorotan kamera siaran langsung.

*“Dia mengaktifkan sihir terbang melayang membelah langit benteng. Rumpun Mage?”*

Tepat. Siluet pemain misterius tersebut tampak melayang anggun membelah angkasa benteng. Detik berikutnya, tangan kanannya tampak mengayun merengkuh udara kosong di depannya memicu penarikan panel inventaris karakternya. Dia menarik keluar sebilah baju zirah pelindung dada berwarna hitam pekat, melemparkannya deras ke arah titik pertahanan Vantner yang sedang terdesak kepungan musuh bersama Jishuka.

“...!!”

Vantner seketika melepaskan teriakan marahnya menatap lurus ke arah siluet pemain melayang di langit tersebut. Gurat wajahnya memancarkan kemarahan yang sangat tebal. Namun sesaat setelah tangannya menyentuh fisik zirah hitam tersebut dan menggunakannya, guratan senyuman gembira seketika menggantikan amarahnya. Keajaiban sistem Satisfy meledak beruntun seketika itu juga. Seiring melekatnya zirah hitam baru tersebut di tubuh Vantner, status HP serta wibawa daya pertahanan fisiknya seketika pulih melesat secara drastis!

Ksatria tameng botak tersebut bertransformasi bangkit meluncurkan badai sabetan kapak kembarnya membantai kawanan elder Yatan di sekelilingnya secara membabi buta. Pembawa acara didampingi barisan komentator game dunia nyata seketika membisu didera keterkejutan.

*“Zirah pelindung jenis apa itu...?”*

Sesosok pemain misterius mendadak menyembul menerobos benteng murni demi mengantarkan sebilah zirah tempur baru ke hadapan Vantner. Jalinan hubungan rahasia jenis apa yang mengikat Vantner bersama pemain misterius tersebut, dan formula stat kasta apa yang terkandung di dalam zirah hitam tersebut? Sorotan kamera siaran langsung bergeser tajam memusatkan fokus bidikannya mengunci pergerakan sang pemain melayang di langit, seiring gelombang rasa penasaran miliaran penonton dunia nyata yang membumbung tinggi melacak identitas aslinya.

Di sela kegaduhan publik tersebut, pemuda misterius di langit kembali mengayunkan tangannya merengkuh udara kosong inventarisnya. Kali ini, dia menarik keluar sebilah pedang raksasa (*greatsword*) berwarna hitam pekat.

“...!!”

Pemuda di langit melepaskan teriakan lantangnya memanggil salah satu anggota Serikat Tzedakah di bawah benteng. Salah satu ksatria serikat di tanah bergegas mengangkat lengannya merespons panggilan tersebut. Pemuda di langit melemparkan pedang raksasa hitam tersebut deras ke arahnya. Kejutan berikutnya meledak beruntun seketika itu juga. Sesaat setelah mencengkeram erat gagang pedang raksasa hitam tersebut, kapasitas kekuatan tempur sang anggota serikat seketika melonjak dahsyat melebihi batas normalnya, meluncurkan badai tebasan pedang yang sangat mengerikan menggempur pertahanan Balak.

Salah satu komentator senior game seketika memekik lantang menyadari keaslian persenjataan tersebut.

*“Ah...! Aku mengenali lekuk pedang raksasa hitam tersebut! Bukankah persenjataan raksasa itu merupakan senjata pembantaian orisinal yang difungsikan oleh sesosok Jagal Winston misterius yang menyapu bersih seisi anggota Serikat Giant di Winston beberapa bulan lalu?!”*

Pembawa acara TV menyela antusias.

*“Tebakan Anda sangat akurat! Visualisasinya bertengger sangat identik! Benar-benar sebilah pedang raksasa legendaris yang sama!”* *“Gila, jika tebakan tersebut akurat, bukankah pemuda misterius di langit itu tak lain adalah...?”*

Pemuda melayang di langit Bairan! Gelombang rasa penasaran miliaran penonton Satisfy dunia nyata meroket tajam memburu identitas aslinya.

Dan...

Pemuda misterius di angkasa benteng mulai mempersenjatai sekujur tubuh karakternya secara dinamis. Dia mengenakan sebilah zirah pelindung berwarna putih bersih berbalut sulaman benang emas yang indah menawan. Selanjutnya, dia melipatgandakan penampilannya menyelimuti zirah sucinya dibalut sebilah jubah usang biasa di bahunya.

Seketika itu juga.

Fokus pandangan mata Neberius, Balak, didampingi ribuan pengikut fanatik Gereja Yatan seketika berputar serentak mengunci tatapan mereka lurus menatap ke arah pemuda misterius di langit tersebut secara bersamaan.

*“Eh...? Variabel sistem jenis apa lagi yang sedang terpicu aktif saat ini? Untuk alasan apa seisi musuh seketika memusatkan perhatian mereka mengunci pergerakan sang Jagal Winston?”* *“Apakah jubah usang yang dikenakannya dibekali opsi pasif provokasi mematikan? Namun dia murni bertarung sendirian di angkasa benteng, bagaimana cara logis baginya menumpas ribuan musuh di bawah secara mandiri...?”*

Pembawa acara TV, barisan komentator senior, seisi anggota Serikat Tzedakah, didampingi barisan pemain yang mendiami Bairan membisu kaku. Fokus pandangan mata miliaran penonton dunia nyata saat ini murni terkunci mengamati gerakan satu orang pemuda misterius di angkasa benteng tersebut tanpa berkedip.

*Wusss!*

Apakah dirinya menyadari bahwa pergerakan fisiknya saat ini sedang disimak secara langsung oleh ratusan juta pasang mata seantero planet bumi? Pemuda misterius tersebut melayangkan tangan kanannya merengkuh udara kosong di depannya. Seketika itu juga, pancaran cahaya biru keperakan menyembul memancar indah seiring tangannya mulai menarik keluar sebilah persenjataan logam dari dalam inventaris karakternya.

*“Siluet hiu pemangsa?”*

Benar. Lekukan bentuk persenjataannya menyajikan visualisasi hiu samudra raya. Pemuda misterius tersebut menarik keluar sebilah pedang raksasa transparan berbentuk hiu biru dari dalam inventarisnya. Detik berikutnya, dia melepaskan gumaman nama skill legendarisnya yang seketika melumat sisa kesunyian forum Satisfy seantero planet bumi.

“Ilmu Pedang Pagma, Transcended Link.”

*“Pagma?!”*

Dunia Satisfy detik ini terasa bergetar hebat didera kepanikan massal. Di sela-sela gemetar takjubnya pembawa acara didampingi barisan komentator senior game di studio, pancaran badai cahaya tebasan pedang biru kehitaman berkilat menyelimuti sekujur layar monitor secara luar biasa indah.

Ada kendala pada bab ini?

Tulis komentar di bawah jika Anda menemukan kesalahan translasi, nama karakter/istilah, atau masalah lainnya agar segera kami perbaiki.