Overgeared

Chapter 152

3388 Kata

Fasilitas Bengkel Besi di Desa Bairan tergolong sangat mumpuni. Sebelum Khan menampakkan dirinya kembali di Winston dulu, sang pandai besi pengelola Bairan diakui sebagai salah satu pandai besi terbaik di wilayah utara. Namun Smith selaku murid asuhannya menolak dibekali bakat alami yang setara. Smith tahun ini resmi menginjak usia 66 tahun. Dia telah mendedikasikan 50 tahun penuh hidupnya bekerja mengayunkan palu di depan tungku besi, namun wewenang status profesinya murni masih terhenti di tingkat pandai besi pemula (*beginner blacksmith*).

“Aduh, mengapa peralatan cangkul pertanian buatan Paman Smith sangat rapuh dan mudah patah seperti ini?”

“Kurasa aku wajib meluangkan waktuku meluncur ke desa tetangga murni hanya untuk mengamankan peralatan pertanian baru.”

“Paman Smith rasanya jauh lebih berguna jika dialihfungsikan bertindak sebagai pekerja tambang biasa saja.”

“Hahaha! Pendapatmu sangat akurat. Kecepatan ayunan beliungnya saat menambang bijih besi terbukti jauh lebih efektif dibanding ayunan palu tempaannya.”

Dia telah mendiami komplek desa tersebut selama puluhan tahun, namun sirkulasi cibiran warga komplek di balik punggungnya menolak kunjung mereda. Terlebih lagi, bagaimana tanggapan kalangan pemain petualang luar yang melintasi Bairan?

“Sialan, fasilitas Desa Bairan sebenarnya sangat mumpuni, namun kualitas pandai besinya murni sebatas sampah. Aku kesulitan mengamankan persenjataan layak di bengkel ini.”

“Area berburu di sekeliling wilayah ini diisi oleh monster tingkat tinggi, namun untuk alasan apa operator Satisfy murni menempatkan pandai besi pemula usang di tempat ini? Sial sekali!”

“Namun bukankah dirinya dibekali keahlian khusus menempa Jaffa Arrow? Nominal harga penjualannya pun dipatok sangat murah. Kualitasnya tergolong lumayan untuk difungsikan bertarung di field.”

“Ulasan lumayan itulah yang menjadi kendala utamanya.”

Skenario cibiran kusam tersebut rutin menyelimuti hari-hari panjang Smith selama puluhan tahun lamanya. Dia tiada henti dirundung kesedihan dicap sebagai pandai besi tidak kompeten. Seberapa keras pun usaha fisik yang dikerahkannya di depan paron tempaan, hasilnya selalu berujung nihil. Dia berulang kali merapalkan kembali petunjuk nasihat dari mendiang gurunya dulu guna mengendalikan kobaran api tungku didampingi penempaan lempengan besi di setiap hari, namun kapasitas kemampuannya menolak beranjak naik. Seolah-olah sesosok penyihir hitam telah menyegel nasibnya didera kutukan kegagalan abadi.

*Aku menolak menyerah kalah di usia senja ini...*

Rata-rata pemuda belia di Desa Bairan memendam mimpi ingin mendirikan karier bertransformasi menjadi penambang sukses, menolak keras melirik profesi pandai besi. Realitas tersebut memutus celah Smith memiliki murid asuhan di masa tuanya. Ditambah faktor penurunan kondisi fisiknya akibat usia renta. Dalam kurun waktu singkat ke depan, pihak penguasa benteng diprediksikan bersiap memaksanya pensiun dini secara sepihak.

Smith memendam ambisi kuat ingin mendongkrak peringkat profesinya menembus kasta pandai besi menengah (*intermediate blacksmith*) sebelum masa pensiunnya tiba. Dia bersikeras membuktikan sisa martabat hidupnya kepada warga desa. Dia telah mendedikasikan segenap helai napas hidupnya berteman dengan besi, namun apakah ajalnya harus ditutup dengan status pandai besi pemula kusam? Komunitas komplek dipastikan akan menertawakan sisa makamnya nanti. Smith menolak keras menderita kehinaan sosial tersebut pasca kematiannya.

*Cobalah memanggil kembali memori indah tersebut.*

Smith merapatkan kelopak matanya di depan paron tempaan besi. Pikirannya melayang memanggil kembali memori pertemuan singkatnya bersama seorang pemuda misterius beberapa bulan lalu yang sempat dibimbingnya secara singkat. Pemuda tersebut menyandang nama ID: Grid. Penampilan fisiknya di dunia nyata tergolong sangat kusam, namun tangannya secara ajaib sanggup menetaskan Special Jaffa Arrow yang menakjubkan di depan matanya.

“Bagaimana cara jemarinya meluncurkan keajaiban tempaan tersebut saat itu?”

Smith mencoba mempraktikkannya. Dia memeras sisa ingatannya menolak melewatkan seujung gerakan tangan Grid sepanjang mengendalikan bara api tungku didampingi ayunan palu tempa di atas paron besi. Sirkulasi waktu menggelap kencang. Tanpa disadarinya, rembulan malam telah tenggelam digantikan oleh menyembulnya fajar pagi berikutnya. Kubah langit perlahan memancar terang.

*Wusss!*

Hingga akhirnya, sepasang mata Smith terbuka lebar memancarkan pendaran tekad yang baru.

*Ttang! Ttang!*

Tiada lagi kelalaian gerakan tangan yang sia-sia. Caranya mengendalikan kobaran bara api didampingi sirkulasi penempaan lempengan mineral logam bertransformasi menjadi sangat tertib dan presisi.

*Ttang...!*

Tanpa disadarinya, sang surya telah membumbung tinggi menduduki langit tengah benteng. Namun Smith terlanjur terhanyut memasuki dimensi kefokusan mutlak (*trance state*). Raganya menolak mendeteksi sirkulasi waktu maupun rasa lapar yang melilit perutnya. Dia bahkan sama sekali menolak menyadari gemuruh teriakan perang dan jeritan panik yang bersahut-sahutan meledak di luar dinding bengkelnya. Di bawah lindungan bara api didampingi cengkeraman palu besinya, dia murni mendedikasikan jiwanya menyelesaikan pemurnian lempengan mineral di atas paron.

Dan.

“Oh...! Ohhhh!”

Sesosok bisikan batin menyelimuti benaknya. Gumpalan pencerahan agung seketika merambah masuk ke dalam otaknya secara instan. Realitas yang indah. Smith secara ajaib sukses menerobos tembok penghalang tinggi yang selama 50 tahun penuh mengunci laju karier pandai besinya. Air mata kebahagiaan menyembur deras membasahi keriput wajah tuanya. Sembari mencengkeram erat sebutir Special Jaffa Arrow hasil tempaan barunya yang memancarkan pendaran cahaya berkilau, tubuh tuanya roboh lemas di tanah.

“Hahaha...! Hahaha! Aku berhasil... impianku akhirnya terwujud...”

Opsi pasif pencerahan menolak pudar. Smith mendekap erat anak panah legendarisnya layaknya mendekap sesosok bayi mungil tercinta sembari terisak haru. Segenap perjuangan mampus-mampusannya di usia senja akhirnya dibayar lunas oleh sistem Satisfy. Tepat di sela-sela keharuan tersebut, pintu gerbang depan bengkel besi dirobohkan kasar dari luar.

“Kafir kotor, ajalmu bersiap dijemput hari ini.”

“...?”

Sesosok siluet misterius mendadak menyusup menerobos masuk ke dalam bengkel. Siluet tersebut tak lain adalah pengikut fanatik sekte kuil Yatan. Kejadian aneh kasta apa ini? Smith mengernyit heran menatap invasi dadakan tersebut, mengalihkan pandangan matanya menerobos pintu gerbang yang hancur memantau kondisi luar benteng.

Seisi komplek desa tampak diliputi oleh kobaran api yang berkobar dahsyat diiringi gemuruh jeritan warga sipil. Smith perlahan menangkap esensi realitas di luar.

“Kawanan iblis Gereja Yatan meluncurkan invasi...”

*Tap. Tap.*

Langkah kaki pengikut Yatan merapat mendekati tubuh ringkihnya. Detik berikutnya, dia mengacungkan sebilah belati tajam tepat mengarah ke leher Smith.

“Binasalah kau, kafir.”

Smith justru melepaskan tawa lebarnya tenang. “Hahaha... silakan cabut nyawa tuaku. Ragaku seumur hidup memang sudah menolak memendam kerabat sisa.”

Dia telah berhasil melampaui tembok pembatas kemampuan profesinya. Jika kelak ada pemain luar yang mendeteksi keberadaan anak panah baru buatannya ini, mereka dipastikan akan menyadari kebenaran fakta bahwa dirinya tidak lagi memegang status pandai besi pemula kusam. Smith merapatkan kelopak matanya tenang.

“Aku bersiap menghadap mendiang guruku di alam sana.”

Rasa takut yang mencekam seketika merambat di dadanya mendeteksi dinginnya ujung mata pisau yang kian merapat mengincar jantungnya.

*Jlep!*

Sebuah suara robekan aneh berkumandang nyaring. Genangan darah segar menyembur deras membasahi lantai bengkel. Namun Smith menolak mendeteksi sedikit pun rasa perih di dadanya.

“...?”

Smith membuka kelopak matanya perlahan. Pandangannya seketika menangkap siluet pengikut Yatan yang memuntahkan darah segar dari mulutnya pasca sebuah anak panah menusuk telak menembus jantungnya dari belakang. Sesosok pemuda belia tampak menyunggingkan senyuman tipisnya berdiri tepat di balik punggung jasad musuh.

“Bukankah rentang waktu perpisahan kita sudah berjalan sangat lama, Pak Tua?”

“Bagaimana bisa kau merapat kemari...?”

Grid. Pemuda misterius yang dulu sempat menyodorkan opsi pencerahan agung kepadanya secara ajaib kembali menyembul di waktu yang sangat presisi demi mengamankan nyawa tuanya. Meskipun Smith sebelumnya bersikeras menolak memedulikan kelangsungan hidupnya, batinnya tetap menolak berbohong diliputi rasa lega yang teramat sangat. Air mata haru kembali menetes di pipinya.

“Apakah kondisi fisikmu baik-baik saja?”

Smith memeluk erat jemari tangan Grid secara antusias. Sepasang tangan besar yang dipenuhi tumpukan kapalan kapalan kasar, mempertegas identitas tangan seorang pandai besi sejati. Grid terkekeh pelan dan menarik tubuh Smith bangkit berdiri.

“Pak Tua, kau terbukti berhasil merancang anak panah yang sangat menakjubkan.”

“Ah...!”

Dada Smith berdebar kencang didera keharuan. Sumpah penempaannya diakui secara mutlak untuk kali pertama di sepanjang 66 tahun hidupnya. Terlebih lagi, pengakuan tersebut dilayangkan langsung dari mulut sesosok pandai besi agung tingkat tinggi! Smith berhasil dipromosikan menduduki kasta pandai besi tingkat lanjut (*advanced blacksmith*) berkat kontribusi pencerahan kilat tadi, memaksanya terisak haru menatap keagungan Grid.

“Aku memendam tekad kuat untuk terus bekerja menempa besi sepanjang puluhan tahun ke depan, Grid... tolong izinkan aku melanjutkan sisa hidupku menempa...”

Grid menepuk lembut pundak ringkih Smith. “Tentu saja kau dibebaskan menempa besi sepuas hatimu, Pak Tua. Rutinitas tersebut merupakan panggilan jiwamu.”

*Wusss.*

Grid melayangkan sihir terbangnya melayang ke udara benteng sembari menatap sepasang mata Smith hangat.

“Bengkel besi kediamanmu ini bersiap kujamin keselamatannya di sepanjang pertempuran.”

Detik berikutnya.

**[Batin Anda diliputi oleh kehangatan emosional menatap tekad pantang menyerah dari sesosok pandai besi tua yang sukses meruntuhkan pembatasan kemampuannya demi panggilan jiwa bekerja.]** **[Quest khusus ‘Blacksmith’s Affection’ (Kasih Sayang Pandai Besi) resmi teraktifkan!]**

**[Blacksmith’s Affection (Kasih Sayang Pandai Besi)]** * **Difficulty:** B *Anda memegang status terhormat selaku pewaris tunggal keagungan teknik serta komitmen suci Pagma! Anda dibekali pemahaman filosofi kemanusiaan Pagma yang mendedikasikan ‘keahlian pandai besi guna melimpahkan manfaat bagi kelangsungan hidup sesama’.* *Impian suci yang didekap erat oleh sang pandai besi tua demi meruntuhkan batas usianya sukses menyulut inspirasi batin Anda.* *Anda bertekad menjamin kelangsungan hidup sang pandai besi tua yang memendam batin sehangat bara api didampingi tekad sekokoh lempengan baja.* * **Quest Clear Condition:** Garansi keamanan fisik Bengkel Besi Smith dari kehancuran perang. * **Quest Clear Rewards:** Masa sisa umur Smith diperpanjang selama +30 tahun secara permanen. *\*Smith merupakan tipe pengrajin bertalenta yang laju perkembangannya terlambat matang berkat ketekunannya. Mengamankan perpanjangan sisa usianya menyodorkan opsi keuntungan penempaan khusus bagi Anda.* * **Quest Acceptance Reward:** Opsi skill pasif khusus ‘Blacksmith’s Affection’ resmi terbuat.* * **Quest Failure Penalty:** Sisa usia hidup Smith menolak diperpanjang sistem.*

**[Blacksmith’s Affection (Kasih Sayang Pandai Besi)]** *\*Sepanjang pemain sukses memosisikan afinitas kedekatan hubungan (Affinity) menyentuh batas maksimal menghadapi NPC pandai besi, Anda dibekali otorisasi khusus mendongkrak level skill profesi mereka berkisar antara +1 hingga +5 tingkatan secara instan.* *\*NPC pandai besi yang menerima bimbingan khusus dari Anda diprogram sistem memendam sumpah setia melayani Anda seumur hidup diiringi kemurahan hati membagikan cetak biru (recipe) metode pembuatan barang baru di setiap kali mereka berhasil mempelajarinya.*

**[Quest saat ini sedang berlangsung.]**

“Luar biasa.”

Dulu di gerbang Winston, pertemuan perdananya bersama Khan sempat memicu kejengkelannya didampingi perolehan skill Blacksmith's Rage. Dan hari ini, misi pengantaran zirah Vantner secara tidak terduga membawanya menyaksikan pencerahan Smith, menyodorkan quest khusus yang menguntungkan langkahnya.

*Taksiran kasarku mengenai buruknya Satisfy tampaknya keliru sebagian.*

Youngwoo berasumsi Satisfy merupakan wadah kotor di mana murni hanya barisan pemain licik dan jahat saja yang dibiarkan mengeruk keuntungan finansial, membiarkan orang baik hancur. Namun apresiasi quest suci hari ini memulihkan sebagian pandangannya.

Langkah kaki Grid meluncur keluar meninggalkan bengkel besi Smith didampingi kepuasan batin yang membuncit. Panel pendeteksian wawasan (*insight*) tingkat tingginya secara presisi menangkap keberadaan 15 orang pengikut Yatan yang sedang merayap di dekat koordinat bengkel. Grid bergegas menyelubungi zirah putih sucinya dibalut Malacus' Cloak (Jubah Malacus) sembari melayangkan durasi waktu tunggunya secara terukur.

“Ilmu Pedang Pagma, Wave!”

*Boom!*

Sebuah wibawa absolut yang sangat mengerikan. Gelombang getaran pedang raksasa Failure seketika menyapu bersih nyawa 15 pengikut Yatan secara instan dalam satu kali tebasan saja.

**[Quest khusus ‘Blacksmith’s Affection’ resmi diselesaikan!]** **[Sisa usia hidup Smith diperpanjang selama +30 tahun secara permanen.]**

*Bagus.*

Raut wajah Grid diliputi kegembiraan sembari memutar haluan fokus pandangannya menatap pusat desa benteng. Rombongan Serikat Tzedakah terlihat masih bertarung mampus-mampusan meladeni debuff alunan seruling Neberius didampingi amukan panas api Balak. Kapasitas bertahan hidup mereka diakui sangat luar biasa. Regas, Pon, Jishuka, didampingi Vantner menolak berdaya di garis depan, namun sisa anggota serikat menyajikan koordinasi yang solid.

*Kapasitas bertarung seisi anggota serikat saat ini terbukti bertengger jauh lebih mengerikan dibandingkan momentum raid pertahanan Malacus dulu. Di hadapan kekuatan mereka hari ini, mendiang Malacus diposisikan murni sebatas badut mainan.*

Grid mengalihkan sisa fokus pandangannya menatap koordinat barat. Jishuka didampingi Vantner terdeteksi terisolasi di sepanjang pemukiman warga sipil.

*Koordinat pertahanan di sana sedang didera krisis darurat.*

***

“*Hah... Hah...* Brengsek! Gerombolan iblis kotor sialan!”

Sisa HP Vantner telah menyentuh batas kritis terbawah. Intensitas serangan ksatria hitam kuil Yatan terlampau masif hingga sirkulasi ramuan pemulihan HP miliknya menolak sanggup menyelaraskan waktu tunggu (*cooldown*), memosisikan raganya di ambang ajal kematian.

“Binasalah kau!”

“Terima hukuman suci!”

Barisan ksatria hitam bergegas memusatkan koordinasi sabetan pedang mereka mengincar leher Vantner secara serentak. Menyadari keambrukan tameng pengawalnya, Jishuka memantapkan keputusan terakhirnya.

*Trang!*

Dia melompat memasang busur fisiknya memblokir sabetan pedang ksatria hitam demi mengamankan nyawa Vantner, memicu tubuh cantiknya memuntahkan darah segar akibat benturan. Vantner berteriak panik didera syok. “Untuk alasan apa kau nekat meluncurkan tameng busurmu, Jishuka?! Aku memegang status ksatria pelindung yang wajib memasang badanku melindungimu, bukan sebaliknya!”

Jishuka menyeringai ketus. “Apakah kapasitas pertahanan zirah usangmu itu masih layak dikategorikan sebagai pelindung sejati?”

“Ugh...”

Sesaat setelah aliansi Serikat Tzedakah memutuskan merambah Satisfy dari game L.T.S. dulu, Vantner bersikeras memilih kelas tanker. Mengingat dirinya sehari-harinya bertindak selaku dealer damage utama di game L.T.S. dulu, barisan anggota serikat sempat mencemaskan ketidaksinkronan insting tempurnya. Namun keras kepalanya Vantner menolak runtuh. Dia memendam ambisi kuat ingin mencoba memikul tanggung jawab pertahanan baru di Satisfy, memilih kelas ksatria pelindung (*guardian knight*).

Dan keputusan tersebut seketika disesalinya dalam waktu singkat. Rendahnya kapasitas damage tempur kelas tanker berpadu dengan kelambatan laju perburuan level dirasa sangat menyiksa batin petualangannya. Guna mengamankan kelancaran kenaikan level, dirinya tiada henti dipaksa berburu di dalam formasi grup (*party*). Kesenjangan level karakternya dibanding Pon selaku rival abadinya kian melebar jauh, memicu kepanikan di dadanya.

*Tanker pelindung? Persetan dengan status tanker.*

Demi memuaskan hasrat bermain mandirinya (*solo hunting*), Vantner diam-diam mulai mengalokasikan poin stat karakternya ke stat Strength. Dia melupakan sumpah awalnya bertindak sebagai pelindung garda depan anggota serikat.

“Sudah berulang kali aku menegaskan kepada kalian bahwa profesi ksatria pelindung ini sama sekali tidak selaras dengan insting tempurku. Jika saja Garcia sudi merapat bertindak selaku ksatria pelindung utama serikat kita sejak awal, sistem pertahanan kita dipastikan bersiap jauh lebih kokoh saat ini. Mohon maafkan kelalaianku, Jishuka.”

“...”

Vantner didera rasa bersalah mendalam, menundukkan kepalanya memohon maaf. Jishuka tersenyum menatap kegundahan tameng pelindungnya tersebut. “Pasca pertempuran ini berakhir nanti, pastikan kau mengalokasikan sisa poin stat karaktermu secara lebih tertib di masa depan.”

“...Tentu saja. Semenjak kesuksesan raid Malacus kemarin, aku telah mendedikasikan seluruh alokasi poin stat baru karakterku murni ke stat Stamina secara mutlak. Aku bersumpah akan fokus mengunci stat Stamina ke depan.”

“Bagus sekali.”

Jishuka menyunggingkan senyuman puasnya sembari menarik kencang tali busur merahnya hingga batas maksimal. Seketika itu juga, kobaran api menyala berdensitas tinggi membungkus ujung anak panahnya secara menawan. Dia bersiap memicu aktifnya opsi skill serangan terkuatnya: **Phoenix Arrow** (Anak Panah Phoenix).

“Jishuka?!”

Dia bersikeras menguras habis sisa Magic Power-nya murni demi melumat kawanan ksatria hitam di depan mereka? Bukankah keputusan tersebut identik dengan menyerahkan nyawa karakternya pasrah kepada musuh? Vantner yang panik mencoba memblokir busurnya, namun keputusan Jishuka telah bulat.

“Aku bersumpah akan melenyapkan seisi musuh di sepanjang lorong ini. Tugasmu adalah bergegas memulihkan sisa HP-mu secepatnya dan bergabung menyokong sisa anggota serikat.”

Jishuka saat ini bertengger kokoh menduduki peringkat ke-17 di jajaran ranker bersatu global Satisfy. Di sepanjang sirkulasi ranker papan atas Satisfy, fluktuasi level murni terpaut selisih tipis 1% EXP saja, memosisikan keguguran karakter yang memangkas 20% EXP pemain sanggup meruntuhkan posisinya terlempar jatuh sebanyak 20 tingkat peringkat ke bawah secara instan.

Vantner menolak membiarkan Master Serikatnya menanggung pengorbanan sosial tersebut.

“Tolak keputusan itu! Biarkan nyawa tuaku saja yang gugur di tempat ini!”

Jishuka melayangkan tatapan ketusnya menatap kegilaan Vantner.

“Apakah kau bodoh? Jika jasadmu dibiarkan tewas terkapar di tempat ini, bagaimana cara logis bagiku meloloskan diri sendirian tanpa tameng? Patuhi komandoku secara mutlak.”

**[Anda didera damage serangan sihir sebesar 2.800 poin.]** **[Anda didera damage serangan sihir sebesar 2.550 poin.]** **[Tubuh Anda terinfeksi sihir kutukan. Opsi Defense karakter direduksi sebesar 30% didukung penurunan kelajuan gerak (Movement Speed).]**

Tubuh Jishuka berkali-kali dihantam sambaran sihir hitam. Namun keluhan menolak mengalir dari bibir seksinya.

*Hwaruruk!*

Kobaran api Phoenix Arrow kian membubung dahsyat menyelimuti seisi busur merahnya. Seiring terlepasnya tali busur nanti, kehancuran mutlak bersiap melumat seisi musuh di hadapan mereka.

“Hancurkan busurnya secepatnya!”

Barisan ksatria hitam didampingi penyihir Yatan mendeteksi ancaman maut Phoenix Arrow dan bergegas meluncurkan badai serangan mereka guna menghentikan Jishuka.

*Syuuut! Syuuut!*

Badai anak panah secara ajaib mendadak meluncur deras membelah langit benteng, memblokir arah serang ksatria hitam guna melindungi keselamatan Jishuka. Detik berikutnya, sebuah suara gumaman dingin membahana mengalir deras dari angkasa.

“Hentikan kegilaan kalian. Untuk alasan apa kalian berdua memupuk hasrat ingin tewas konyol di tempat sekotor ini?”

*Deg.*

Jishuka mengedipkan kelopak matanya yang indah menatap takjub. Dia menonaktifkan pemicuan api Phoenix Arrow-nya sembari mendongkrak tatapan matanya menatap lurus ke arah langit malam benteng.

“Untuk alasan apa langkah kakimu terlampau lambat merapat kemari, bocah keparat?”

Pendaran air mata haru seketika menghiasi sepasang mata cantiknya. Parasnya yang seksi berpadu indah dengan bibirnya yang cemberut tipis menyajikan visualisasi yang sangat memukau, memicu debaran jantung Grid merona merah padam didera ketakjuban batinnya.

“Mohon maafkan kelalaianku.”

Vantner menyemburkan jeritan marahnya mengabaikan permintaan maaf Grid. “Sialan kau, Grid! Untuk alasan apa kau nekat melakukan logout darurat di sela-sela penempaan zirah tamengku kemarin?! Dan ke mana saja pergerakan fisikmu sepanjang hari?! Bukankah kelakuanmu terlampau menyiksa batinku?! Aku bersumpah sanggup bertarung berlipat-lipat jauh lebih gagah hari ini jika saja tameng baruku telah selesai ditempa kemarin!”

Grid melayangkan sebilah zirah dada hitam ke arah dekapan Vantner. “Jika demikian, buktikan bualanmu tersebut mulai detik ini.”

“Membuktikan apa di tengah sekarat... heok?!”

Sepasang mata botak Vantner seketika membelalak kaku memindai detail formula stat zirah hitam baru di dekapannya.

**[Relieved Wave Armor (Zirah Gelombang yang Lega)]** **Rating: Legendary** * **Durability:** 574/574 * **Defense:** 861 * **Movement Speed:** -4% *** Mereduksi seluruh damage serangan fisik musuh sebesar 60% di sepanjang stat HP Anda bertahan di atas kisaran 60%.** *** Mendongkrak kapasitas stat Defense menghadapi serangan bertipe tusukan sebesar 30%.** *** Memiliki probabilitas tinggi untuk membatalkan damage serangan bertipe sabetan.** *** Opsi skill aktif khusus ‘Persistence’ (Persistence) resmi terbuat.* *Di antara barisan peralatan yang sukses disempurnakan oleh sang pandai besi agung ‘G,’ ini merupakan mahakarya kedua yang terlahir dibekali kepemilikan opsi emosi khusus.* *Zirah ini sempat didera kecemasan mendalam akibat diabaikan di sela-sela proses penempaan kemarin. Kini dirinya diliputi kebahagiaan yang sangat luar biasa pasca pengerjaan fisiknya sukses dirampungkan secara utuh. Memendam komitmen kuat menolak dibuang untuk kedua kalinya, di mana gumpalan keinginan suci tersebut diprogram sistem menyatu melimpahkan perlindungan bagi sang penggunanya.* *\*Zirah ini memendam sedikit rasa jengkel menghadapi sang penciptanya sendiri, namun kadarnya terlampau kecil untuk diutarakan.* * **Prasyarat Batas Penggunaan:** Level 240 ke atas, Strength melebihi 500 poin, Advanced Heavy Armor Mastery Level 2 ke atas. **Weight: 1.920**

**[Persistence (Persistence)]** *\*Di saat stat HP karakter Anda merosot kritis di bawah kisaran 5%, Anda secara instan memulihkan kembali stat HP sebesar +20% secara otomatis diiringi garansi imunitas mutlak menepis satu kali serangan fatal musuh tanpa syarat.* *\*Skill Cooldown: 30 jam.*

Rumpun kelas ksatria pelindung sejatinya dibekali opsi skill imunitas tak terkalahkan bertajuk **Guardian's Power** (Kekuatan Pelindung) yang sanggup menepis satu kali serangan musuh. Jika dikelola secara taktis, skill tersebut sangat efektif mengacaukan ritme serang lawan, memosisikan mereka tanker tangguh. Namun opsi skill pasif bawaan Relieved Wave Armor legendaris ini bertengger jauh lebih superior dibanding kehebatan Guardian's Power orisinal.

Vantner terpaku takjub.

*Meskipun durasi cooldown skill-nya tergolong sangat lama, opsi pemulihan instan HP sebesar +20% saat sekarat menyodorkan durasi napas kedua yang sangat mengerikan...*

Benar-benar representasi nyata dari peralatan legendaris sejati. Air mata kebahagiaan seketika mengalir deras membasahi pipinya sembari melepaskan teriakan lantangnya. “Grid! Terima kasih banyak!!”

Vantner bertindak kilat melepas zirah tempur lamanya dan menyelimuti tubuhnya dibalut Relieved Wave Armor. Seketika itu juga, status Defense fisiknya melonjak dahsyat diiringi pemulihan instan HP-nya sebesar 20% secara dramatis. Memeluk opsi kekuatan barunya, dia meluncur menyerbu kawanan ksatria hitam layaknya banteng liar.

“Jishuka! Aku resmi bangkit bertransformasi menjadi ksatria tak terkalahkan! Hahaha! Rasakan ketangguhan tamengku! Aku bersumpah akan merangsek memblokir seisi musuh demi menjamin keselamatanmu tanpa syarat!”

*Trang!*

Sabetan pedang ksatria hitam meluncur menghantam punggung Vantner, namun sabetan tersebut seketika terpental kaku membentur pelindung transparan gelombang zirah barunya.

“...?!”

Bagaimana bisa sesosok pemain sekarat mendadak bangkit memulihkan diri dengan opsi pertahanan sekokoh ini? Ksatria hitam yang didera kebingungan seketika melangkah mundur cemas, memutus celah Vantner meluncurkan keliaran ayunan kapak kembarnya membantai musuh secara membabi buta. Seisi musuh dipaksa memusatkan fokus serangan mereka murni tertuju menahan keliaran Vantner.

Jishuka memanfaatkan momentum kelonggaran ruang tersebut meluncurkan langkah mundur memperlebar jarak tembak, melepaskan anak panah pembantaiannya tanpa ampun.

*Jlep! Jlep!*

“Kuaaaak!”

“Kiyaaaak...!”

Dua orang ksatria hitam seketika lumat menjadi abu abu-abu akibat tembakan panahnya.

*Trang! Trang!*

Sisa ksatria hitam yang bertahan bersikeras meluncurkan sabetan pedang mereka menghantam Vantner, namun arah tebasan pedang mereka tiada henti terpental melesat dibelokkan oleh guratan pola gelombang Relieved Wave Armor.

“Keparat!”

Barisan penyihir hitam Yatan mencoba merapalkan mantra sihir guna memblokir laju pergerakan Vantner yang menyerbu kencang layaknya banteng mengamuk. Namun keberadaan Jishuka menyodorkan ancaman maut yang menolak diabaikan.

“*Uhuk!*”

Sabetan anak panah Jishuka tiada henti menusuk dada penyihir hitam, melumpuhkan kelancaran mantra sihir mereka. Grid menyapu sisa medan tempur sekeliling sebelum akhirnya mengunci target pertarungannya yang baru. “Target berikutnya adalah kalian.”

Ada kendala pada bab ini?

Tulis komentar di bawah jika Anda menemukan kesalahan translasi, nama karakter/istilah, atau masalah lainnya agar segera kami perbaiki.