Overgeared

Overgeared Chapter 21

1782 Kata

Selesai sarapan pagi, orang tuaku bergegas menuju ke toko sayur kecil yang mereka kelola. Mereka berdua biasanya berangkat kerja pukul 5 pagi, sehingga keberangkatan mereka hari ini terhitung sangat terlambat.

"Mereka terlambat karena ingin menyempatkan sarapan bersamaku."

Rasa haru kembali merayap di dadaku. Ini adalah kali pertama perutku terasa sangat kenyang setelah berbulan-bulan lamanya.

Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tamu lalu tertidur lelap, sebelum akhirnya terbangun kembali karena guncangan tangan Sehee. Sehee sudah mengenakan seragam sekolahnya dengan rapi. Meskipun dia adalah adik kandungku sendiri, aku harus mengakui jika dia memiliki paras wajah yang cantik.

"Apa? Kenapa Kakak menatapku seperti itu?"

"Aku hanya senang melihatmu tumbuh dewasa dengan baik."

"K-Kakak bicara apa sih?!" Wajah Sehee memerah padam menahan malu lalu melayangkan pukulan ke arah lengan bawahku.

*Eh? Ada apa? Apa aku salah bicara? Tapi kenapa pukulan ini terasa sangat nyaman?*

Pukulan Sehee di lenganku justru terasa seperti pijatan refleksi yang meredakan ketegangan ototku!

"Wah, rasanya enak sekali! Tolong pukul lenganku lagi! Di sebelah sini! Pukul lebih keras!"

"Kyaaa! Dasar mesum!"

*Plakk!*

...Kenapa dia malah menampar pipiku? Kuusap pipiku yang terasa perih sembari menatap bingung ke arah Sehee yang berteriak kesal. "Aku sudah menyiapkan air hangat di bak mandi untukmu berendam agar otot tubuhmu rileks! Kakak mesum!"

"Ah, iya, terima kasih..."

Meskipun sering mengomel dan bersikap kasar padaku, ia tetaplah adik perempuan yang sangat perhatian.

"Tapi kenapa aku dibilang mesum?"

Sehee bergegas berangkat ke sekolah sementara aku memanjakan tubuhku berendam di dalam bak mandi air hangat.

"Rasa pegal di tubuhku perlahan-lahan sirna."

Beberapa saat kemudian...

Setelah selesai mandi dan merapikan diri, segera kutransfer uang tabunganku untuk membayar bunga pinjaman bank. Rasa sesak melanda dadaku melihat uang hasil memeras keringat kemarin lenyap seketika dari rekening tabunganku.

"Dunia ini benar-benar kejam bagi orang miskin sepertiku..."

Aku butuh ketenangan pikiran. Segera kunyatakan kapsul game, merebahkan diri di dalamnya, lalu bersiap terhubung kembali ke Satisfy.

"Mari kita lihat berapa banyak anak panah buatanku yang berhasil terjual."

"Link start."

*Jiing!*

Pintu kapsul tertutup rapat, dan jarak pandangku perlahan-lahan menggelap menjadi hitam. Detik berikutnya, musik pembuka yang sudah sangat akrab terdengar di telingaku seiring pandanganku kembali terang benderang.

"Udaranya terasa sangat segar."

Aku bangkit berdiri di tengah alun-alun desa yang mengingatkan pada pemandangan desa indah di Eropa abad pertengahan. Tanpa menunda waktu, segera kubuka status karakterku.

"Jendela status."

**Name: Grid** **Level: 3 (75/500)** **Class: Pagma's Descendant** * Peluang mendapatkan opsi tambahan saat membuat item meningkat. * Peluang keberhasilan upgrade item meningkat. * Semua jenis equipment dapat mengenakan tanpa batas persyaratan. Namun, penalti akan diterapkan tergantung pada rating item yang dikenakan.

**Gelar: Seseorang yang Menjadi Legenda** * Resistansi terhadap efek status abnormal meningkat drastis. * Anda tidak akan mati saat HP berada di titik terendah. * Mudah dikenali oleh NPC.

**Health: 336/336** **Mana: 87/87** **Strength: 24 + 5** **Stamina: 22** **Agility: 16** **Intelligence: 29** **Dexterity: 55** **Persistence: 21** **Composure: 14** **Indomitable: 16** **Dignity: 14** **Insight: 14**

**Stat Points: 60** **Weight: 3.095 / 1.000** * Berat barang melebihi 200%, kecepatan gerak berkurang 100%. Tubuh terasa sangat berat dan tidak bisa mengerahkan tenaga. Peluang menerima status debuff 'Weaken' meningkat drastis.

*Level 3... Fufufu, luar biasa.*

Stats karakterku meningkat drastis berkat keberhasilan membuat item rating Epic kemarin. Ditambah dengan 60 poin Stat Points bebas yang belum kualokasikan, kekuatan tempur asliku saat ini setara dengan pemain level 26. Jika aku mengenakan Mamon's Greatsword dan Mengel's Plate Armor secara bersamaan, kekuatan tempurku bahkan sanggup menyamai pemain level 50-an!

*Inikah rasanya menjadi sosok yang spesial? Fufufu...*

Aku sempat melupakan kenyataan pahit hidupku di dunia nyata saat berdiri di tengah alun-alun sembari tersenyum lebar layaknya tokoh utama dalam film aksi. Beberapa pemain wanita yang melintas di dekatku tampak menatapku jijik sembari berbisik satu sama lain.

"Ada apa dengan pria aneh itu? Berpose konyol sembari tertawa sendirian." "Mungkin dia sedang berkhayal menjadi pangeran tampan?" "Wajahnya jelek sekali. Dia pasti tidak punya pacar."

Jika di dunia nyata ucapan mereka pasti akan membuatku kesal, namun saat ini suasana hatiku sedang sangat baik sehingga aku memilih mengabaikan mereka. Kupusatkan perhatianku memeriksa daftar tingkat kemahiran skill-ku.

**[Legendary Blacksmith's Craftsmanship] Lv 1 (3,7%)** **[Legendary Blacksmith's Breath] Lv 1 (2,0%)**

Keahlian skill-ku ternyata membutuhkan usaha ekstra untuk bisa ditingkatkan.

*Ini berkat keberhasilan membuat item rating Epic kemarin.*

Dengan langkah kaki yang terasa ringan, aku bergegas menuju ke rumah lelang desa. Seperti biasa, rumah lelang dipenuhi oleh kerumunan pemain.

"Mari kita lihat berapa harga penawaran tertingginya..."

Harga standar untuk satu buah Jaffa Arrow di toko NPC tertera sebesar enam koin perunggu. Namun, anak panah buatanku memiliki rating Epic! Aku memperkirakan harga jualnya minimal bisa tiga hingga empat kali lipat lebih mahal.

Dalam kalkulasi bursa lelang equipment secara umum, item dengan rating Rare biasanya dihargai tiga kali lipat lebih mahal dari rating Normal, sedangkan item rating Epic bisa mencapai tujuh kali lipat lebih mahal.

Namun, rasa cemas mendadak merayap di dadaku. Apa ada pemain kaya yang rela merogoh kocek sedalam itu hanya untuk membeli barang habis pakai sekali buang seperti anak panah? Bagaimanapun, anak panah memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih rendah dibandingkan senjata utama.

*Sudahlah, aku tidak boleh berharap terlalu tinggi.*

Kulemparkan pandanganku ke arah layar hologram lelang sembari berpikir jika harganya laku dua kali lipat saja aku sudah sangat bersyukur. Detik berikutnya—

"Uhuk! Uhuk!"

Aku tersedak air liurku sendiri saking terkejutnya menatap deretan angka di layar lelang. Mulutku melongo lebar. Di saat yang sama, lirik bisikan dari para pemain wanita tadi kembali terdengar dari belakangku.

"Bukankah dia pria aneh yang tertawa sendiri di alun-alun tadi? Coba lihat ekspresi wajahnya sekarang. Mulutnya melongo lebar sekali." "Iiiih! Lihat itu! Air liurnya sampai menetes! Menjijikkan!" "Wajahnya jelek... Dia pasti tidak punya pacar."

*Hah... Haduh...*

Kucoba menutup mulutku kembali, namun rasanya sangat sulit akibat rasa terkejut yang luar biasa.

**[Special Jaffa Arrow] (99 Buah)** **[Harga Penawaran Tertinggi: 72 koin perunggu per anak panah.]**

Harganya laku 12 kali lipat lebih mahal dari harga pasaran Jaffa Arrow biasa!

"Ini... Ini tidak mungkin..."

Jemari tanganku gemetar hebat saat membuka inventaris lalu mengeluarkan kalkulator sistem bawaan game. Kutekan angka: 99 dikali 72 = ?

"7.128 koin perunggu..."

Kandungan 100 koin perunggu setara dengan 1 koin emas. Berarti total penjualannya mencapai 71 koin emas dan 28 koin perunggu. Sebagai informasi tambahan, 100 koin emas di situs lelang barang game bernilai sekitar 120.000 won uang tunai.

*Aku hanya membutuhkan waktu kurang dari sehari untuk membuat 100 anak panah tersebut, kan?*

Waktu sehari di dalam game setara dengan enam jam di dunia nyata. Berarti aku sanggup menghasilkan uang sekitar 84.000 won hanya dalam waktu kurang dari enam jam pengerjaan saja!

"Hahaha..."

Tawa gembira yang tidak bisa kutahan meluncur bebas dari bibirku. "Pahahahahaha!!"

"I-Orang gila itu akhirnya benar-benar hilang ingatan!" "Jelek! Dia pasti tidak punya pacar! Kontak wanita di ponselnya pasti hanya nomor ibunya saja!"

*Sialan kalian, kenapa ucapan kalian menusuk sekali?*

Namun, ejekan mereka sama sekali tidak mampu menggoyahkan kegembiraanku saat ini.

*Aku sudah menemukan jalan kesuksesanku.*

Utang bank?

"Akan kulunasi semuanya lewat game ini!"

Aku tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan kasar di proyek konstruksi lagi. Menghasilkan uang lewat menempa equipment di game ini jauh lebih menjanjikan dan menguntungkan. Class Keturunan Pagma benar-benar angsa bertelur emas yang luar biasa.

Kukepalkan tanganku erat menahan getar gembira seiring juru lelang menyerahkan koin emas dan perak hasil penjualanku. Namun keningku berkerut saat menghitung jumlah koin yang kuterima. Jumlahnya terasa kurang.

"Kenapa koin yang kuterima hanya 60 koin emas dan 59 koin perunggu?"

Manajer rumah lelang tersenyum ramah menjawab pertanyaanku.

"Ada potongan komisi penjualan sebesar 10 koin emas dan 69 koin perunggu. Potongan komisi untuk penjualan item rating Epic ditetapkan sebesar 15% dari total nilai transaksi. Terima kasih telah menggunakan layanan kami."

Potongan komisi untuk item rating Normal hanya sebesar 8%, sedangkan untuk rating Rare sebesar 10%. Komisi 15% untuk rating Epic benar-benar pemotongan yang sangat kejam.

*Seberapa besar potongan komisi untuk rating Unique dan Legendary nanti?*

Layanan keuangan bank Mother's Heart is Happy dengan manajer rumah lelang ini mendadak terasa memiliki kemiripan sifat. Eksploitasi kejam terhadap orang miskin ternyata tetap ada baik di dunia nyata maupun di Satisfy.

"Sial... Suatu hari nanti akulah yang akan mengeksploitasi mereka semua..."

Aku akan membuat deretan equipment rating Legendary yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh pemain lain! Seluruh dua miliar pemain Satisfy kelak pasti akan berlutut di hadapanku!

"Tapi itu adalah rencana di masa depan yang masih sangat jauh. Ugh!"

Rasa sesak melanda dadaku mengingat potongan komisi 15% tadi. Kemarin aku terpaksa menggunakan jasa rumah lelang karena harus segera logout untuk bekerja lapangan, sehingga tidak sempat membuka warung dagangan sendiri di alun-alun desa.

Setelah mengantongi koin emas hasil penjualan, aku mulai menimbang kembali rencana penyewaan kereta kuda menuju Desa Winston.

"Aku bisa saja menetap di desa ini lalu memproduksi Jaffa Arrow untuk menghasilkan banyak uang, jadi buat apa repot-repot pindah desa?"

Tujuan awal kepindahanku adalah mencari tempat berburu yang sesuai dengan level pemulaku. Namun, jika aku bisa meraup untung melimpah hanya dengan memproduksi equipment, buat apa bersusah payah berburu menaikkan level?

*Menetap di sini dan fokus memproduksi equipment rasanya jauh lebih menjanjikan...*

Namun, ada satu kendala krusial yang harus kupertimbangkan: fakta kalau Smith menyukaiku!

"Membayangkan harus berduaan dengannya di bengkel itu lagi... Hiii, mengerikan sekali."

Meskipun aku tidak terburu-buru menaikkan level saat ini, menetap di desa yang sesuai dengan jajaran level karakternya tentu akan membuatku merasa jauh lebih aman. Akhirnya kuputuskan untuk tetap pindah ke Desa Winston sesuai rencana awal lalu menghampiri gerbong kereta kuda terdekat. Kuulangi kembali taktik menawarku menggunakan cerita paling sedih.

"Paman, adik perempuanku yang sedang sakit parah menungguku di Desa Winston..."

"Ya ampun! Kasihan sekali. Kalau begitu aku akan berangkat satu jam lebih awal! Cepat naik ke keretaku!"

"Tapi saat ini uangku hanya tersisa tujuh koin emas..."

"Ah, maaf. Kupikir kamu adalah rombongan penumpang yang sudah memesan tiket perjalanan tadi. Silakan cari kereta lain."

Taktik menawar pertamaku gagal total!

"Nenekku meninggal sehari sebelum aku lahir, dan hari peringatan kematiannya adalah hari ini. Aku harus segera pergi ke Desa Winston sekarang, tapi uangku hanya tersisa 7 koin emas dan 50 koin perunggu..."

"Hmm, aku sangat ingin membantumu karena reputasimu yang tinggi di desa ini, namun tarif 7 koin emas 50 perunggu itu terlalu merugi untuk perjalanan menuju Desa Winston. Maaf."

Taktik menawar keduaku kembali gagal. Manusia di game ini benar-benar tidak memiliki belas kasihan.

"Kalian kejam sekali! Seharusnya kalian memiliki sedikit simpati sesama manusia!"

Pada akhirnya aku gagal mendapatkan potongan harga yang kuinginkan, terpaksa menyewa kereta kuda paling murah dengan tarif standar yang tersisa di alun-alun.

"Ayo berangkat ke Desa Winston. Mengingat tarif mahal yang kubayar, pastikan perjalanannya cepat dan aman. Dan tunjukkan pelayanan yang ramah!"

" Paman kusir hanya melirikku dingin sembari menjawab ketus. "...Aku akan sangat berterima kasih jika kamu memilih diam sepanjang perjalanan."

Meskipun sikap kusir itu sangat menyebalkan dan guncangan kereta kuda terasa kurang nyaman, perjalanan ini tetap membuat suasana hatiku terasa sangat riang.

Grid

Grid

Karakter Utama
Irene Blanc

Irene Blanc

Heroine
Mercedes

Mercedes

Heroine
Ruby

Ruby

Pendukung
Lauel

Lauel

Pendukung
Piaro

Piaro

Pendukung
Braham

Braham

Pendukung
Faker

Faker

Pendukung
Peak Sword

Peak Sword

Pendukung
Pon

Pon

Pendukung
Vantner

Vantner

Pendukung
Regas

Regas

Pendukung
Euphemina

Euphemina

Pendukung
Agnus

Agnus

Antagonis

Komentar (...)

Masuk untuk ikut berdiskusi di kolom komentar