Chapter 236: Jadi Ini Adalah Neraka. (1)
"Kikikikiki."
"..."
"Keuheup."
"..."
"Kiiiiikikikikikik!"
"..."
Yoon Jong secara membisu murni hanya memilih opsi menatap mendongak ke arah langit biru yang tinggi.
Persetan dengan seisi dunia fana.
Mengapa silsilah langit perbatasan siang ini harus secara kejam memamerkan kejernihan visual yang teramat sangat bersih nan cerah sekali?
Chung Myung menepukkan kedua belah telapak tangan mudanya keras di udara dibarengi oleh desisan suara "Keeu", poros tulang belakang jasad mudanya seketika ditarik lurus ke atas memamerkan kebanggaan batin yang teramat sangat tinggi sekali di udara.
Kemudian ia secara tidak masuk akal mulai meluncurkan gerakan reka ulang meniru persis gaya penyampaian kalimat Yoon Jong di sepanjang Aula Agung tadi.
"Jasad tuaku bersumpah sama sekali menolak memendam pemahaman hukum! Apakah di sepanjang sejarah fana seorang manusia dideklarasikan berkewajiban memiliki alasan hukum terlebih dahulu murni murni hanya ditujukan untuk menyodorkan pertolongan menyelamatkan kelangsungan hidup sesama manusia?!"
"Lhooo?!"
Menerima pancingan adegan tersebut dilepaskan di udara, Jo Geol yang sejak awal sudah secara sukses memaku posisi berdirinya tepat di depan wajah Chung Myung, secara refleks langsung menyodorkan gerakan kejutan canggung yang dramatis di udara.
"Jasad tuaku siang ini murni hanya bertindak mengikuti arah tuntutan ketulusan batin yang menyelimuti dadaku semata! Dan alur itulah yang kuklasifikasikan sebagai keagungan jalan suci Dao-ku!"
"Lhooo?! Memikirkan bahwa sasis kerdil milikmu secara nyata telah berhasil mengantongi jalan suci Dao!"
"Uwahahahahahahahahahahat!"
"Kikikikikikikikik!"
Chung Myung dan Jo Geol secara bersamaan seketika langsung menjatuhkan jasad mereka duduk bergulingan di atas permukaan tanah daratan, meledakkan suara tawa kebahagiaan terbesar mereka hingga tubuh mereka megap-megap menahan geli.
Sepasang kelopak mata Yoon Jong secara bertahap mulai memerah padam menahan duka menatap langit biru.
Kemudian secara sembunyi-sembunyi ia menjulurkan ujung jubahnya menyapu bersih tetesan air mata kesedihan yang merembes di sudut matanya secara sunyi.
'Sepasang iblis cilik kotor yang wataknya terlampau sangat kejam sekali.'
Atas dasar alasan kebodohan apa yang melatarbelakangi mengapa telapak tanganku kemarin siang nekat meluncurkan tindakan kepedulian sosial tersebut? Seharusnya jasad tuaku memilih opsi murni hanya untuk menutup mata membiarkan segalanya bergulir secara pasif tanpa perlu memedulikan nasib mereka.
Variabel kegilaan jenis apa sebenarnya yang sedang mengalir membelah sirkulasi otak tuaku siang ini, hingga secara memalukan nekat menyemburkan jutaan bait kalimat filsafat moralitas suci yang menolak disaring di depan umum, murni hanya ditujukan pada hasil akhirnya murni untuk dijadikan sebagai bahan lelucon penyiksaan mental sekejam ini oleh junior sendiri?
"Keeu! Mukjizat spiritual yang teramat agung sekali! Sesosok praktisi Taois sejati pada kenyataannya telah resmi dilahirkan menghuni gerbang Gunung Hua kita!"
"Chung Myung. Faksi Gunung Hua kita sejak hari pertama pendiriannya bagaimanapun juga menyandang status selaku sekte Taois orthodox bukan? Sangat wajar nan ilmiah sekali seandainya jajaran murid yang dilahirkan menghuni gerbangnya memeluk status selaku praktisi Taois."
"Ah, analisis hukummu memang sangat logis sekali. Jika demikian rincian hukumnya, maka tuaku murni berkewajiban murni untuk merapikan kalimat pujiannya menjadi: Sesosok praktisi Taois sejati yang sesungguhnya secara mukjizat telah resmi dilahirkan menghuni Gunung Hua kita!"
"Sebuah wadah penampung bagi keagungan jalan suci Dao! Wadah penampung sejati!"
"Keeeeuuuuuuh! Kakak Seperguruan! Jasad adik seperguruamu ini secara nyata memendam rasa takjub rohani yang teramat sangat tinggi sekali meneliti keagungan imanmu!"
Chung Myung.
Jasad tuaku memohon dengan sangat, lebih baik layangkan saja pukulan fisik parang tempurmu menghantam wajah tuaku siang ini sebagai gantinya.
Seandainya sirkulasi batinmu berkenan murni murni hanya ditujukan untuk mendaratkan pukulan fisik kepalan tangan kasarmu menghantam moncong wajah tuaku secara langsung dibandingkan tiada hentinya menyiksa batin tuaku menggunakan untaian kalimat ejekan kotor sejenis, jasad Kakak Seperguruanmu ini dijamin pasti akan meluncurkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya bagi kemurahan hatimu.
Menyapu bersih sisa selaput air mata duka yang kembali merembes membasahi kelopak matanya, Yoon Jong memalingkan wajah mudanya menatap ke arah posisi berdiri Baek Cheon menggunakan sorot pandangan mata yang memohon belas kasihan.
Mencerna secara klinis mengenai makna duka yang tersirat di balik sorot mata juniornya tersebut, Baek Cheon melepaskan batuk kecilnya murni murni hanya untuk merapikan wibawanya dan memalingkan kelopak matanya menatap wajah Chung Myung dan Jo Geol.
"Jasad kalian berdua bersumpah berkewajiban untuk segera menghentikan seluruh kelakuan penyiksaan mental konyol ini sekarang juga!"
"Aww."
"Baik, Sasuk. Jasad tuaku mematuhi instruksi hukum Anda."
Melihat kedua orang iblis cilik yang sepanjang menit tadi tiada hentinya meluncurkan aksi penyiksaan mental tersebut secara perlahan mulai meredupkan keliaran mulut mereka secara patuh, Baek Cheon menganggukkan kepalanya pelan memamerkan raut garis wajah ketegasan palsu di bibirnya.
"Sesosok praktisi Taois agung yang keindahan imannya melegenda di dunia pada kenyataannya baru saja secara sukses dilahirkan menghuni gerbang Gunung Hua kita; bagaimana caranya kelayakan moral kalian diperbolehkan murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan kelakuan lelucon tidak sopan menghantam wajahnya? Jasad kalian bersumpah dilarang keras menjadikan kelangsungan hidup Yoon Jong selaku sebutir bahan tertawaan kotor siang ini, melainkan wajib meluangkan sediaan detik kalian murni murni hanya ditujukan untuk belajar menyerap keindahan jalan Dao miliknya... Pfft!"
"..."
Baek Cheon secara tergesa-gesa langsung menjulurkan telapak tangan kanannya menyumbat rapat bilik mulut tampannya sendiri secara kasar.
"Sasuk..."
"Ah, jasad tuaku memohon maaf yang sebesar-besarnya bagi kelalaian otot bibirku siang ini. Sirkulasi otarku secara tidak sengaja tiada hentinya dipaksa meluncurkan pengulangan visual atas kejadian tadi... Puhuhuhup!"
Melihat jasad Baek Cheon sendiri pada hasil akhirnya secara memalukan ikut runtuh menahan guncangan tawa bahagianya di lokasi, Chung Myung bersumpah sama sekali menolak meluangkan celah emas tersebut lolos begitu saja tanpa adanya aksi eksploitasi tempur!
"Dan alur pengabdian luhur itulah yang kuklasifikasikan sebagai panggilan takdir suci tertinggi bagi kelangsungan hidup jasad tuaku selaku seorang murid sah dari Sekte Gunung Hua!"
"Ah! Hentikan kegilaan mulutmu itu sekarang juga!"
"Cepat bungkam keliaran mulut kotormu! Kikikikikiki."
Chung Myung melepaskan suara ledakan tawa bahagianya yang teramat sangat keras sekali mengguncang halaman paviliun.
Memandangi keliaran tawa bahagianya yang bergulir sangat ekstrem sekali hingga secara memalukan memaksa tetesan air mata kebahagiaan merembes membasahi kelopak matanya, Yoon Jong secara tidak sadar merasa terjerat masuk ke dalam pusaran kontemplasi batin yang teramat sangat mendalam sekali mengenai apa sebenarnya esensi sejati dari jalan suci Dao dan makna kelangsungan hidup manusia fana di dunia.
*Sret.*
Baek Cheon menjulurkan telapak tangan kanannya mendarat kokoh di atas permukaan pundak jubah Yoon Jong, melepaskan beberapa kali suara dehaman batuk keras murni murni hanya ditujukan untuk merapikan getaran suaranya, sebelum akhirnya membuka mulut bersuara.
"Jasadmu bersumpah sama sekali menolak memiliki alasan moral untuk memelihara rasa malu di dalam dadamu siang ini, adikku."
"..."
"Pertunjukan iman yang kau pamerkan di sepanjang Aula Agung tadi bersumpah menyajikan keindahan dan kegagahan ksatria sejati yang teramat luar biasa sekali. Sirkulasi keputusanmu sama sekali menolak menyandang seujung noda kesalahan logika hukum sedikit pun. Melainkan fakta memprihatinkan siang ini murni ditujukan murni murni hanya untuk menelanjangi ketiadaan volume iman yang menyelimuti batin rombongan kami."
"Keeu! Analisis kepemimpinan yang teramat sangat elok nan bijak sekali, Sasuk! Memikirkan fakta sejarah berupa jasad mudaku di era baru ini secara nyata diperkenankan oleh takdir murni untuk memeluk status selaku adik seperguruan dari sesosok manusia suci sepertimu! Batin Chung Myung siang ini secara jujur merasa teramat sangat hangat nan terharu sekali menelitinya! Kakak Seperguruan! Mulai detik ini, jasad tuaku berjanji murni hanya bersedia menaruh kepercayaan penuh bagi kelangsungan..."
"Secepatnya jauhkan langkah kaki kormu dari hadapan jasad tuaku!"
Baek Cheon secara luar biasa langsung meluncurkan satu kali hantaman tendangan kaki kanannya menghantam kasar jasad Chung Myung yang baru bersiap merayap mendekati posisi berdirinya sambil menggosok-gosokkan kedua belah telapak tangannya secara jenaka, memaksa jasad mudanya terpental terbang melayang ke seberang halaman secara kasar.
"Sesosok iblis kotor yang wataknya teramat sangat menyesatkan batin sekali."
"...Sasuk. Sirkulasi mataku sepanjang menit tadi secara nyata telah mencatatkan fakta berupa jasad Anda sendiri juga ikut meluncurkan tawa bahagia menertawakan kemalanganku."
"Jasad tuaku memohon maaf atas kelalaian bibirku."
Baek Cheon menyumbat rapat bilik mulutnya kembali menggunakan ujung lengan jubahnya murni murni hanya ditujukan untuk menahan gempuran getaran tawa bahagia yang tiada hentinya membuncah di dadanya.
"Kkeueup. Kkeueup..."
"Kikikikiki."
"Kekekekekekeke."
Tempat ini adalah neraka.
Kompleks halaman paviliun ini siang ini secara nyata telah resmi bertransformasi menjadi area neraka baka terdalam bagi jiwaku.
Memandangi jasad Yoon Jong yang tiada hentinya gemetar hebat dilanda keputusasaan dan rasa malu sosial yang teramat sangat menyiksa sekali di sudut halaman, Baek Cheon secara terselubung tampak mengukir seulas ekspresi wajah bersalah yang samar di bibirnya.
Sebab seandainya sirkulasi logika di kepalanya dirapikan secara jujur dan adil, pertunjukan iman yang berhasil dilepaskan oleh Yoon Jong di sepanjang Aula Agung tadi pagi pada kenyataannya memang menyajikan keindahan wibawa kepahlawanan sejati yang teramat luar biasa spektakuler sekali bagi batin Murim.
Seberapa sempurna nan kokoh pun susunan logika hukum komersil yang coba kalian tawarkan di depan wajah para tetua perbatasan, melunakkan kekerasan hati dari gerombolan manusia kaku yang silsilah sarafnya sedang dilanda oleh luapan emosi kemarahan adat bersumpah tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan mudah murni murni hanya menggunakan perantaraan logika dagang biasa.
Namun Yoon Jong secara luar biasa telah berhasil meremukkan keutuhan dinding pertahanan emosional mereka bukan menggunakan perantaraan logika dagang kotor sepele, melainkan secara luar biasa murni menundukkannya menggunakan wibawa keteguhan iman jalan Dao-nya sendiri.
'Bocah tersebut siang ini secara nyata telah berhasil mencatatkan satu buah pencapaian diplomatik yang teramat sangat agung sekali bagi sekte.'
Berkat perantaraan pertunjukan imannya tadi, Sekte Gunung Hua secara resmi kini telah berhasil mengunci jalannya kemitraan dan persahabatan bilateral yang teramat sangat kokoh sekali dengan klan Istana Binatang perbatasan Yunnan.
Seandainya tingkat pencapaian bilateral sebersih itu disandingkan secara langsung, maka urusan mengenai perolehan hak monopoli eksklusif atas perdagangan teh Yunnan siang ini secara otomatis dideklarasikan murni hanya memeluk kasta sebagai sebutir perkara komersil sepele tiada guna bagi mata mereka.
Membangun hubungan persaudaraan bilateral yang kokoh dengan klan Istana Binatang Barbar Selatan—faksi militer terkuat yang menyandang status selaku penguasa tunggal di sepanjang kawasan Empat Istana Perbatasan—pada kenyataannya merupakan sebuah bentuk pencapaian kemakmuran yang teramat sangat dahsyat nan luar biasa sekali bagi masa depan sekte.
'Jasad rombongan kita sepanjang perjalanan Yunnan ini secara luar biasa telah berhasil meraup jutaan komponen kemakmuran tak terduga yang melampaui batas prediksi awal kita.'
Tidak hanya berhasil merampungkan kemitraan bersama klan Istana Binatang saja, melainkan di sepanjang jalan kemarin jasad mereka secara luar biasa juga telah berhasil merampungkan aliansi pertahanan militer bersama Keluarga Tang Sichuan.
Mereka secara nyata telah berhasil meletakkan batu fondasi awal murni murni hanya untuk menjembatani harmonisasi faksi militer terkuat di sepanjang kawasan barat Dataran Tengah secara utuh.
Dan komponen terpenting yang tersaji di depan mata mereka siang ini...
"Sasis telapak tanganmu sepanjang menit ini dipastikan tetap memelihara tingkat kewaspadaan yang teramat sangat ketat sekali murni murni hanya ditujukan untuk mengamankan keutuhan kantung Rumput Kayu Ungu bukan, Chung Myung?"
"Tatap sepasang kelopak matamu ke depan melirik jasad tuaku, Sasuk."
Baek Cheon memiringkan sedikit kepalanya menatap lurus.
Jasad Chung Myung saat ini sedang berdiri tegak dengan membiarkan kantung kain berisi Rumput Kayu Ungu terikat sangat erat nan melingkar kokoh menyelimuti seluruh jasad tubuh mudanya secara berlapis-lapis.
Kondisi regangan ikatannya menyajikan konfirmasi berupa sangat mustahil bagi tangan luar mana pun di dunia fana ini murni murni hanya ditujukan untuk menyentuh selembar kelopak daun obat tersebut siang ini, kecuali seandainya jasad luar tersebut bersedia meluncurkan operasi militer memusnahkan kelangsungan hidup jasad Chung Myung terlebih dahulu secara fisik.
"...Meneliti ketebalan regangan ikatannya siang ini, tingkat keamanan dari kantung obat di dadamu dipastikan tersaji puluhan kali lipat jauh lebih kokoh nan aman seandainya disandingkan dengan tingkat keamanan gudang harta kekaisaran sekalipun."
"Jasad tuaku juga menaruh penilaian hukum yang setara dengan pemikiran Sasuk."
Sambil menyeringai manis menyukai penilaiannya, Baek Cheon melepaskan batuk kecilnya murni murni hanya untuk merapikan wibawanya kembali.
"Semua junior, secepatnya merapat merapat merapatkan koordinat berdiri kalian mengitari jasad tuaku."
"Siap, Sasuk!"
Jo Geol, Yoon Jong, Chung Myung, dan Yu Iseol secara tertib langsung meluncurkan langkah kaki mereka merapat melingkari posisi berdiri Baek Cheon secara rapi.
"Pertama-tama... meskipun sirkulasi logika di kepalaku menyadari bahwa pengajuan kalimat ucapan terima kasih siang ini mungkin terasa sedikit terlampau dini untuk disuarakan, namun jasad tuaku secara pribadi menyampaikan rasa terima kasih yang terdalam atas seluruh curahan kerja keras yang telah kalian tumpahkan sepanjang misi Yunnan ini."
"Sama sekali menolak memendam rasa keberatan seujung kuku pun bagi batin kami, Sasuk."
"Namun demikian, sasis kewaspadaan mental di sepanjang jasad kalian bersumpah dilarang keras untuk dilonggarkan secepat ini siang ini. Prioritas target utama yang wajib kita selesaikan siang ini sama sekali tidak memiliki kaitan dengan urusan memetik daun Rumput Kayu Ungu semata, melainkan murni berkewajiban murni murni hanya ditujukan untuk menghantarkan keutuhan obat tersebut mendarat kokoh di dalam gerbang sekte Gunung Hua secara utuh nan selamat."
"Dan ada satu lagi variabel tambahan yang wajib Sasuk kunci di kepalamu!" Chung Myung bersuara lantang secara mantap. "Memaksa jasad rombongan kita untuk merampungkan rute perjalanan pulang ini dengan tempo kecepatan maksimal yang paling teramat sangat kilat sekali."
"Analisis targetmu itu 100% benar adanya!"
Baek Cheon menganggukkan kepalanya mantap menyetujui.
"Jasad tuaku memahami dengan sangat bersih seberapa teramat dahsyatnya siksaan keletihan fisik yang telah menghantam kelangsungan hidup jasad kalian sepanjang minggu ini. Namun harap pastikan kalian bersedia menahan sisa tenaganya, baru setelah jasad rombongan kita secara sukses melintasi gerbang Gunung Hua nanti, kalian diperbolehkan meluangkan sediaan detik kalian murni murni hanya untuk tidur menikmati istirahat sepuasnya."
"Tentu saja, Sasuk!"
"Bagus. Jika situasinya memang tersaji demikian... maka langkah operasional pertama yang wajib kita selesaikan siang ini murni hanyalah meluncurkan langkah kaki menemui jajaran divisi Kafilah Dagang Peaceful Harmony terlebih dahulu murni murni hanya untuk berkumpul merapatkan barisan perjalanan pulang."
"Hmm? Atas dasar motif hukum apa yang membolehkan telapak tangan faksi kita murni murni hanya ditujukan untuk menemui gerombolan manusia penakut sejenis siang ini, Sasuk?"
Mendengar sanggahan verbal yang disuarakan oleh Chung Myung tersebut, Baek Cheon mengernyitkan kening tampannya sedikit heran.
"Atas dasar alternatif jalan keluar mana lagi yang sanggup digunakan oleh kaki kita murni murni hanya untuk merayap keluar meninggalkan perbatasan Yunnan secepatnya seandainya kita menolak menggunakan perantaraan kafilah dagang mereka?"
"Mengapa silsilah logikamu harus selalu berjalan serumit itu, Sasuk? Rombongan kita murni hanya perlu mengeluarkan beberapa keping koin perak murni murni hanya ditujukan untuk membeli kepemilikan beberapa unit kereta kuda dagang di pasar Kunming bukan? Kita bagaimanapun juga sepanjang hari ini secara sah dibekali oleh kepemilikan belasan ekor kuda pertempuran bukan?"
"Hmm? Kuda pertempuran..."
Sepasang kelopak mata Baek Cheon seketika terbelalak sangat lebar menahan terkejut.
"Ah..."
"Jasad tuaku... jasad tuaku saat ini secara jujur merasa teramat sangat lapar sekali hingga perutku terasa berguncang perih, Wakil Pemimpin Sarang."
"..."
"Seandainya sediaan pangan menolak mendarat di perutku dalam hitungan jam ke depan, jasad kuperkasa ini bersumpah dijamin pasti akan segera berakhir mati kelaparan siang ini juga."
"Bahkan untuk meluncurkan opsi mengemis koin perak di sepanjang jalan kota Kunming sekalipun bersumpah sama sekali menolak menyajikan tingkat keberhasilan sedikit pun bagi tangan kami. Seluruh warga perbatasan di kota ini menyandang keliaran watak yang teramat sangat kaku nan menolak merawat nilai kemanusiaan sekali..."
"Kondisi organ lambung di dalam perut tuaku saat ini secara nyata dirasa telah resmi melesak menempel erat menghantam tulang punggung belakang jasadku... Tidak ada satu pun kepingan serat kulit pohon liar di sepanjang hutan ini yang tersisa murni murni hanya ditujukan untuk dikupas dan ditelan masuk ke lambung kami."
Menerima rentetan gumpalan kalimat aduan penderitaan kelaparan yang tiada hentinya disemburkan datang menghantam wajahnya siang ini, sosok Wakil Pemimpin Sarang dari bandit Bandit Harimau Penghalang, 'Bang Yo', murni hanya bisa melepaskan sebutir desah helaan napas panjang yang teramat lelah nan mendalam di dadanya.
Beberapa hari perjalanan waktu pada kenyataannya memang telah secara resmi berlalu pergi sejak detik pertama di mana jasad Chung Myung secara gila menjatuhkan keputusan adat menyegel seluruh aliran naegong di tubuh jasad mereka dan melangkahkan kaki pergi meninggalkan jasad mereka di perbatasan secara terlantar.
Diterlantarkan secara memalukan di sepanjang daratan perbatasan Yunnan yang asing dalam kondisi jasad fisik sama sekali menolak dibekali oleh seujung kuku pun aliran naegong bela diri, sangat mustahil bagi tangan bandit Bandit Harimau Penghalang murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan pergerakan fisik apa pun selain dari duduk diam merawat ketegangan batin menanti mukjizat datang.
"Langkah operasional penyelamatan jenis apa lagi yang sanggup dieksekusi oleh telapak tangan tuaku siang ini? Sirkulasi keadaan secara kejam bersumpah sama sekali menolak menyodorkan pilihan jalan keluar lainnya bagi jasad kita."
"Bagaimana seandainya jasad rombongan kita siang ini memilih opsi untuk mencoba meluncurkan kembali aktivitas operasi pembegalan bersenjata di sepanjang jalan luar kota Kunming secara darurat?"
"Aktivitas pembegalan bersenjata jenis apa yang ada di dalam kepalamu, bajingan?! Bagaimana caranya sepasang tangan kosongmu sanggup meluncurkan operasi penundukan bersenjata di saat jasad fisikhmu sendiri saat ini secara hukum sama sekali menolak dibekali oleh sirkulasi naegong bela diri?!"
"Meskipun sirkulasi naegong di jasad kita dideklarasikan berada dalam kondisi tersegel rapat siang ini, namun kuantitas sediaan kekuatan fisik murni yang dimiliki oleh jasad bandit kita bersumpah tetap menolak untuk dideklarasikan kalah seandainya disandingkan dengan kapasitas kekuatan fisik warga sipil biasa bukan?"
"...Dan siapa di antara jasad kotor kalian siang ini yang bersedia memikul tanggung jawab adat murni murni hanya untuk membereskan bencana kehancuran fisik seandainya kemarahan bocah iblis tersebut meledak kembali datang menghantam kepala kita?"
"..."
Bang Yo bersuara menggunakan getaran nada suara yang teramat sangat serak nan basah sekali dipenuhi oleh tetesan air mata haru palsu.
"Detik ketika desas-desus kotor yang menyatakan adanya kemunculan gerombolan bandit pembegal yang meluncurkan aksi pembegalan di sepanjang kota Kunming resmi terendus oleh sepasang lubang telinganya, maka secara hukum jasad rombongan kita berbelas orang siang ini dijamin pasti akan bertransformasi menjadi pihak tunggal pertama yang akan langsung diseret paksa menghadapi bilik kemarahannya... Apakah kelayakan sasis mental kalian siang ini memang benar-benar sudah dirasa cukup kokoh murni murni hanya untuk menantang keliaran amarah dari sesosok manusia iblis sekejam dirinya?"
Detik ketika sebutan kata 'manusia iblis sekejam dirinya' selesai disuarakan oleh bibir Bang Yo, bayangan siluet visual dari seraut wajah pemuda cilik berhidung besar seketika meluncur datang memadati sirkulasi ingatan masing-masing bandit secara presisi.
"Sesosok manusia iblis yang keliaran wataknya terbukti tersaji sangat keterlaluan sekali hingga seekor anjing liar sekalipun dijamin pasti akan memilih opsi memalingkan wajahnya menolak mendekati jasadnya."
"Sesosok bajingan kotor yang watak kekejamannya bersumpah tersaji puluhan kali lipat jauh lebih mengerikan nan biadab seandainya disandingkan dengan watak bandit gunung paling kejam sekalipun!"
Murni murni hanya ditujukan murni murni untuk memikirkan seraut wajah mudanya saja siang ini secara luar biasa telah sangat sanggup murni murni hanya untuk memaksa jembatan detak jantung di dada mereka meledakkan getaran kecemasan batin yang teramat sangat menyiksa sekali.
Jasad mereka bagaimanapun juga memeluk status sosial resmi selaku kelompok bandit gunung.
Kelompok bandit gunung pada esensi perilakunya selamanya murni merupakan perwujudan dari segerombolan pencuri bersenjata, dan segerombolan pencuri bersenjata pada hasil akhirnya dipastikan diisi secara rapat oleh jajaran pendekar kotor yang menolak merawat nilai moralitas luhur dan terbukti sama sekali menolak memilik kapasitas sosial murni murni hanya ditujukan untuk hidup berdampingan secara damai dengan hukum sipil kekaisaran.
Siapa saja pendekar waras yang sirkulasi otaknya masih berfungsi secara sehat dijamin pasti akan memilih opsi menolak bertransformasi menjadi kelompok bandit gunung, seberapa teramat sangat parah nan memprihatinkan pun krisis kelangsungan hidup finansial yang sedang melilit jasad mereka di perbatasan.
Tidak, bahkan seandainya mereka terpaksa meluncurkan operasi pembegalan bersenjata untuk kurun waktu yang singkat karena didorong oleh krisis pangan sekalipun, mereka bersumpah menolak merancang rencana kelangsungan hidup murni murni hanya ditujukan ditujukan untuk menghabiskan sisa nafas hidup mereka menyandang label selaku bandit gunung selamanya.
Secara sederhana, di antara jajaran pendekar kotor yang memutuskan merapatkan barisan membentuk bandit Bandit Harimau Penghalang, tidak ada satu pun praktisi yang sirkulasi otaknya dapat diklasifikasikan berfungsi secara sehat dan waras.
Namun di bawah standar keliaran moral mereka sendiri sekalipun, keliaran perilaku yang dipamerkan oleh bocah bernama Chung Myung sepanjang pertempuran kemarin lusa secara kejam diakui telah resmi melompati batas kewajaran keliaran iblis sejati.
Pertunjukan kekejaman fisiknya terbukti tersaji sangat gila sekali hingga sangat sanggup murni murni hanya untuk memaksa batin mereka mempertanyakan kelayakan hukum apakah keagungan langit di atas sana saat ini memang benar-benar sedang dilanda kegilaan hingga secara tega meluncurkan izin bagi lahirnya sesosok monster kejam sepertinya di dunia fana.
"...Jika situasinya sekaku itu, lalu langkah operasional penyelamatan jenis apa lagi yang sanggup kita eksekusi siang ini?"
"Urusan penyelamatan jenis apa lagi yang ada di dalam kepalamu, bajingan?! Rombongan kita bersumpah sama sekali menolak mengantongi alternatif jalan keluar lainnya siang ini selain dari duduk diam memaku jasad kita di sepanjang lorong pasar ini secara patuh!"
"Lalu langkah taktis seperti apa yang wajib kita ambil seandainya jasad kita terlanjur berakhir tewas mengenaskan akibat kelaparan?"
"Mengakhiri kelangsungan hidup jasadmu murni murni hanya lewat jalur kematian akibat kelaparan secara teoritis bersumpah menyajikan keindahan estetika yang tersaji puluhan kali lipat jauh lebih elok nan terhormat seandainya disandingkan dengan kematian memprihatinkan akibat jasadmu hancur remuk dipukuli oleh kepalan tangannya!"
"Keeeeuuuung."
Belasan bandit gunung Bandit Harimau Penghalang secara bersamaan melepaskan sebutir desah helaan napas panjang yang teramat sangat mendalam nan terasa berat sekali di dada.
Bagaimana caranya nasib kelangsungan hidup jasad mereka diperbolehkan oleh takdir murni murni hanya untuk berakhir menanggung porsi penderitaan seburuk ini siang ini murni murni hanya karena tidak sengaja dipertemukan secara fisik dengan sesosok manusia iblis sekejam dirinya?
"Hentikan seluruh wacana pelarian kotor kalian siang ini. Menimbang keliaran watak bertarungnya yang teramat kejam sekali, jasad tuaku berani bertaruh koin perak bocah iblis tersebut dijamin pasti akan meledakkan tawa kebahagiaan terbesarnya murni murni hanya ditujukan untuk memukuli jasad kita hingga tewas seketika, detik pertama ketika sepasang lubang hidungnya mendeteksi adanya kejanggalan aktivitas kotor yang dilepaskan oleh tangan kita di perbatasan."
"Dimensi tinggi jasad fisiknya terlihat masih menyandang status selaku seorang pemuda belasan tahun yang teramat sangat muda sekali bukan, namun makanan ajaib jenis apa sebenarnya yang ia telan di sepanjang masa pertumbuhannya hingga sanggup melahirkan keliaran watak sekejam itu..."
Salah seorang bandit meluncurkan pandangan matanya menatap wajah Bang Yo menggunakan raut garis wajah yang memancarkan kepedihan duka yang mendalam, ia membuka mulut bersuara pelan.
"Namun seandainya sirkulasi batinnya berkenan... apakah di sepanjang tahun ini ada satu jengkal pun peluang hukum yang membolehkan jasad kotor kita murni murni hanya untuk dibebaskan dari jerat segel naegong ini?"
"Bagaimana caranya sediaan logika di kepala tuaku sanggup merumuskan jawaban atas misteri medis tersebut?!"
"Wakil Pemimpin Sarang. Bagaimana seandainya bocah iblis tersebut secara mendadak meluncurkan langkah kakinya kembali datang menemui jasad kita siang ini dan secara kejam langsung meluncurkan rentetan penyiksaan fisik massal menghancurkan jasad kita hingga tewas mengenaskan? Bukankah akan jauh lebih elok bagi keselamatan nyawa kita seandainya kita memilih opsi meluncurkan rencana pelarian melarikan diri ke luar kota sekarang..."
"Atas dasar kelayakan fisik jenis apa yang membolehkan jasad kita sanggup bertahan hidup di sepanjang rute perjalanan luar seandainya sediaan naegong di tubuh kita secara hukum tetap dalam kondisi tersegel rapat?!"
"Meskipun sediaan naegong kita tersegel rapat siang ini, namun seandainya rombongan kita secara ajaib berhasil menghantarkan jasad kita melangkah masuk kembali meniti gerbang perbatasan Sichuan, bukankah faksi kita secara otomatis dijamin pasti akan sanggup menemukan satu jalan keluar medis murni murni hanya ditujukan untuk menyembuhkan segelnya?"
"Sichuan? Apakah bilik mulut kotor kalian baru saja menyuarakan koordinat Provinsi Sichuan?!"
"Benar sekali, Wakil Pemimpin Sarang. Setidaknya di sepanjang daratan Provinsi Sichuan faksi kita secara hukum masih menyandang status selaku penguasa tunggal yang menguasai..."
"Memikirkan bahwa jasad klan tuaku siang ini dipaksa berdiri tegak berdampingan secara fisik dengan sesosok manusia yang otaknya teramat sangat bodoh nan memprihatinkan sekali seperti kalian!"
Bang Yo meledakkan raungan kemarahan terbesarnya mengguncang lorong pasar.
"Seberapa banyak kuantitas robekan luka duka dan utang darah yang telah secara sukses diukir oleh kepalan tangan bandit kita di sepanjang Provinsi Sichuan selama ini?! Detik pertama ketika desas-desus kotor yang menyatakan bahwa jasad bandit kita telah kehilangan sediaan naegong-nya dan secara memalukan telah resmi bertransformasi menjadi kelompok manusia sipil biasa di perbatasan resmi tersebar luas di luar, apakah kelayakan sasis mental kalian meyakini jasad kalian akan diperizinkan oleh alam untuk bertahan hidup lebih dari satu jam? Lebih dari seratus orang pendekar dari aliansi musuh kita dijamin pasti akan langsung menyambar kapak tempur mereka dan melesatkan lari cepat mereka memburu keselamatan nyawa kita siang ini!"
"Namun seandainya jasad kita memohon bantuan perlindungan hukum menuju ke markas besar sarang bandit..."
"Apakah silsilah logikamu meyakini jajaran pemimpin sarang bandit kita akan secara sukarela menyodorkan bantuan perlindungan keselamatan bagi jasad cacat sepertimu? Pemimpin Agung sarang bandit kita bagaimanapun juga menyandang status selaku tipe pendekar yang di masa lalu secara kejam terbukti rela melemparkan jasad seorang prajurit bandit yang sehat walafiat masuk ke dalam kandang harimau liar murni murni hanya ditujukan murni ditujukan sebagai pakan hewani semata murni karena prajurit tersebut dinilai menolak merawat nilai fungsional tombak tempurnya setelah kehilangan satu buah lengan tangannya secara fisik. Apakah sirkulasi otarmu meyakini tipe pemimpin kejam sepertinya akan bersedia membuang logistik klan murni murni hanya ditujukan untuk memelihara jasad segerombolan manusia cacat tanpa naegong seperi kita siang ini?!"
Sama sekali menolak ada satu pun bandit junior yang memendam keberanian moral murni untuk menyuarakan kalimat sanggahan verbal di udara.
Bang Yo mendecakkan lidahnya kesal menatap tajam ke arah jajaran anak buahnya.
"Lupakan seluruh rencana pelarian konyol kalian barusan. Untuk saat ini, langkah operasional terbaik yang wajib diselesaikan oleh jasad kotor kita murni hanyalah mengunci rapat lambung perut kita menahan perih kelaparan di sepanjang lorong pasar ini secara patuh. Apakah kelayakan batin kalian meyakini bocah iblis tersebut melonggarkan pengawasan fisiknya murni murni karena didorong oleh kemurahan hati? Tidak, ia dijamin pasti sedang memanjatkan doa suci Taois-nya murni murni hanya agar jasad kotor kita nekat meluncurkan aktivitas pelanggaran hukum siang ini. Agar jasad tangannya secara sah diperbolehkan oleh hukum persilatan murni murni hanya ditujukan untuk memukuli kepala kita hingga tewas mengenaskan tepat pada detik pertama kita melanggar aturan."
"Derajat kepekaan logikamu memetakan watak pribadinya pada kenyataannya memang tersaji sangat luar biasa akurat sekali, Wakil Pemimpin Sarang."
"Tentu saja. Perkara hukum sepele sekelas itu bersumpah terpampang sangat jelas sekali di depan mataku. Arah jalannya sirkulasi otak kotor yang dimiliki oleh bocah iblis tersebut dideklarasikan sudah sangat sanggup dikunci secara presisi oleh kepalaku."
"Jasad tuaku secara pribadi meyakini watak kekejamannya bersumpah sama sekali menolak menyandang derajat seburuk itu siang ini."
"Bait kalimat omong kosong jenis apa lagi yang sedang coba kau suarakan dari sela bibirmu siang ini, bajingan?! Di sepanjang sejarah kelangsungan hidup jasad tuaku berkeliling rimba persilatan, tuaku bersumpah belum pernah sekali pun dipertemukan secara fisik dengan sesosok manusia yang watak kekejamannya tersaji sekejam dan sebiadab dirinya! Tingkat keliaran watak bandit gunung milik kita sekalipun bersumpah menyajikan kelembutan yang teramat sangat hangat nan beradab sekali seandainya disandingkan dengan wataknya, sangat beradab! Jasad tuaku sepanjang hayat berkeliling perbatasan bersumpah sama sekali menolak memelihara sisa kebanggaan batin sedikit pun atas status sosialku selaku bandit gunung, namun keliaran perilaku bocah satu ini secara luar biasa secara mendadak justru telah memicu lahirnya rasa kebanggaan moral yang teramat tebal sekali di sepanjang jiwaku atas beradabnya watak klan bandit kita!"
"Hoooo. Seandainya keliaran wataknya secara nyata sanggup melahirkan mukjizat kesadaran moral sebersih itu di sepanjang jiwamu, maka itu secara sah dideklarasikan bertindak selaku sebuah peristiwa yang teramat sangat elok nan bermanfaat sekali bukan?"
"Benar sekali. Peristiwa yang teramat sangat bermanfaat... lho?"
Bang Yo secara perlahan mulai memutar poros leher kepalanya menghadap ke arah samping jubahnya secara lambat.
Seiring dengan bergulirnya laju perputaran kepalanya secara perlahan, pemandangan visual pertama yang ditangkap oleh sensor sepasang kelopak matanya murni hanya menyajikan potret dari seraut wajah memucat ngeri ketakutan yang terpampang nyata di sepanjang jajaran anak buah banditnya secara masif.
Secara intuitif berhasil mendeteksi adanya ancaman bahaya kematian yang teramat sangat mengerikan sekali sedang mengepung koordinat berdirinya siang ini, seluruh permukaan kulit wajah Bang Yo seketika ikut bertransformasi menjadi berwarna putih bersih layaknya mayat dalam sekejap.
"..."
Detik ketika pergerakan kepalanya secara resmi telah berhasil diputar secara sempurna 100% menghadap lurus tepat ke arah asal getaran suara asing tadi disuarakan, sepasang kelopak mata Bang Yo seketika diperhadapkan secara langsung dengan visual seraut wajah pemuda cilik berhidung besar yang sangat ia kenal, yang di sepanjang bibir mudanya saat ini sedang mengulas seulas senyuman manis nan hangat sekali ke arahnya.
"..."
Sensasi fisik yang dirasakan oleh batinnya saat itu menyajikan impresi yang teramat sangat mengerikan sekali, seolah-olah seluruh laju perputaran roda dunia fana siang ini secara kejam telah resmi dihentikan secara sepihak oleh alam.
Seketika meledakkan cucuran keringat dingin yang teramat sangat banyak nan tebal sekali membasahi seluruh jembatan jasad fisiknya, Bang Yo gemetar hebat menahan ngeri layaknya sesosok manusia fana yang baru saja diperhadapkan secara fisik dengan kedatangan sesosok hantu baka (gwishin) yang mengerikan di depannya, ia membuka bibir mulut mudanya bersuara terbata-bata.
"S-Sejak menit ke berapa sebenarnya jasad Anda secara resmi telah meluncur tiba di..."
"Murni baru saja mendaratkan telapak kaki tuaku siang ini."
"Jika demikian rincian momentum kedatangan Anda... maka rekan dialog yang sejak tadi tiada hentinya menyahut untaian kalimat penjelasanku..."
"Yep, jasad tuaku sendiri."
"..."
Seluruh permukaan kulit wajah Bang Yo siang ini secara luar biasa bersumpah sama sekali menolak mempertahankan sisa warna putihnya, melainkan secara mengerikan langsung bertransformasi menjadi berwarna gelap kehitaman layaknya jasad seorang mayat busuk.
Murni murni hanya ditujukan murni murni hanya untuk menatap kehangatan seulas senyuman manis bersahabat yang diukir oleh bibir Chung Myung di depannya siang ini secara nyata telah sangat sanggup murni murni hanya untuk memicu lahirnya guncangan penyakit kejang-kejang fisik yang nyata bagi sistem saraf jasadnya.
"U-Urusan penjelasan verbal yang baru saja disuarakan oleh bibir kotor tuaku tadi bersumpah sama sekali menolak mewakili isi ketulusan batin tuaku yang sesungguhnya siang ini, melainkan murni hanyalah..."
"Paman raksasa tidak perlu bersusah payah merancang draf kalimat maaf yang tidak perlu. Jasad tuaku memaklumi kelayakan ucapannya."
Chung Myung secara perlahan menjulurkan telapak tangan kanannya dan menepuk-nepuk permukaan pundak jubah kulit binatang milik Bang Yo secara lembut bersahabat.
"Sirkulasi kehidupan manusia fana di bawah langit pada kenyataannya memang akan selalu diperhadapkan secara langsung dengan hal-hal kecil sejenis di sepanjang perjalanannya bukan? Rimba persilatan luar bahkan sering menyebarkan desas-desus kotor yang menyatakan bahwa seorang rakyat biasa sekalipun secara hukum diperizinkan murni murni hanya untuk menyuarakan kalimat kutukan kotor di belakang punggung Kaisar Kekaisaran mereka sendiri, jadi atas dasar urgensi hukum sekejam apa yang mewajibkan jasad tuaku murni murni hanya untuk memedulikan dehaman sepele sekelas ini?"
"J-Jasad tuaku memohon ampunan yang sebesar-besarnya atas kelancangan mulutku, Pendekar Agung."
"Jasad tuaku sudah menegaskan bahwa paman sama sekali tidak memikul kesalahan hukum siang ini."
Chung Myung tersenyum manis memamerkan kepuasan batinnya.
"Jasad tuaku sepanjang hidup bersumpah sama sekali menolak diklasifikasikan selaku sesosok praktisi bela diri yang watak kepribadiannya kaku nan menolak merawat nilai kemanusiaan bagi sesama. Meskipun secara visual luar penampilanku mungkin terlihat sedikit kurang meyakinkan bagi matamu, namun status sosialku bagaimanapun juga tetaplah memegang status resmi selaku seorang praktisi Taois suci. Sirkulasi otarku menyandang kapasitas rohani yang sanggup mencerna secara jernih mengenai apa sebenarnya peta permasalahan yang sedang menyiksa kelangsungan hidup kalian. Urusan-urusan sepele sejenis memang terbukti sangat wajar sekali terjadi."
Praktisi Taois? Bocah iblis kotor di depanku ini secara lancang berani mengklaim status sosialnya selaku praktisi Taois suci?
'Bait kalimat omong kosong tidak tahu malu jenis apa lagi yang sedang coba disemburkan oleh bibir lancangmu siang ini, bajingan?! Di sepanjang permukaan bumi perbatasan mana sebenarnya yang pernah secara nyata mencatatkan adanya sejarah keberadaan seorang praktisi Taois suci yang watak kekejamannya tersaji sebiadab dirimu?!'
Bang Yo melotot tajam menatap wajah Chung Myung secara refleks tanpa ia sadari.
Mendeteksi adanya kilatan sorot mata penuh pembangkangan moral yang dipamerkan secara vulgar oleh Pelindung tua di depannya tersebut, kehangatan seulas senyuman manis di wajah Chung Myung secara luar biasa justru terlihat mekar semakin lebar nan puas sekali.
"Apakah di sepanjang ingatan paman saat ini mengantongi alasan filosofis mengenai mengapa seorang praktisi Taois secara hukum adat layak dilabeli menggunakan sebutan praktisi Taois?"
"J-Jasad tua kami secara adat sama sekali menolak dibekali pengetahuan filsafat sebersih itu, Pendekar Agung."
"Sebab seorang praktisi Taois sejati pada kenyataannya berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan untuk menyodorkan sebutir pemberian hadiah yang hangat bagi sesama, bahkan di saat sepasang lubang telinganya baru saja secara nyata dipaksa menyaring desas-desus kalimat kutukan kotor yang dilepaskan oleh bilik mulut orang lain menghantam nama baiknya. Alur kemanusiaan sebersih itulah yang sepanjang tahun diajarkan secara tertulis di sepanjang dokumen suci faksi kami oleh Kakak Seperguruan tuaku. Oleh karena itu, siang ini jasad tuaku secara khusus juga telah secara sukses menyiapkan satu buah pemberian hadiah yang teramat sangat hangat sekali khusus murni murni hanya ditujukan untuk merawat kelangsungan hidup kalian berbelas orang."
"Hadiah?"
Chung Myung meluncurkan langkah kakinya berjalan mundur beberapa meter ke seberang halaman paviliun, sebelum akhirnya meluncur kembali membawa seikat besar tumpukan barang di sepanjang dekapan kedua belah lengannya secara rileks.
Dan secara kasar langsung melemparkan seluruh barang bawaannya tersebut jatuh berserakan di atas tanah tepat di hadapan telapak kaki Bang Yo.
"...Hadiah barang jenis apa sebenarnya ini, Pendekar Agung?"
Bang Yo memiringkan kepala mudanya sedikit canggung meneliti visualnya.
Sebab barang pemberian yang baru saja disodorkan secara sukarela oleh telapak tangan Chung Myung di depan kakinya siang ini murni hanyalah berupa seikat besar tumpukan rumput jerami kering tiada guna.
Namun atas dasar motif hukum apa yang melatarbelakangi alasan mengapa ia nekat menyodorkan seikat rumput jerami kering tiada guna ini di tengah-tengah panasnya iklim Provinsi Yunnan perbatasan siang ini, kecuali seandainya jasad mereka merupakan kawanan sapi perah liar...
Memandangi kebingungan batin yang menyelimuti garis wajah Bang Yo tersebut, Chung Myung tersenyum manis memamerkan kepuasan batinnya kembali.
"Sebagaimana parameter visual yang berhasil ditangkap secara klinis oleh sepasang kelopak matamu siang ini, barang pemberian di depan kakimu tidak lain merupakan seikat rumput jerami kering yang bersih."
"Sepasang mata tuaku memang secara nyata sanggup mendeteksi kebenaran visual rumput jerami tersebut, namun atas dasar alasan hukum apa yang mewajibkan jasad kotor kami murni murni hanya untuk menerima..."
"Bukankah di sepanjang sejarah kelangsungan hidup ras manusia fana di bawah langit, sebutir pemberian hadiah yang paling menyandang derajat kelayakan tertinggi murni untuk diserahkan kepada sesosok manusia yang sedang dilanda bencana kelaparan tidak lain adalah berupa komoditas barang yang sanggup dimakan secara langsung?"
"…Maaf?"
"Makanlah rumput jerami tersebut secepatnya."
"..."
Bang Yo murni hanya bisa memaku sepasang kelopak matanya menatap kosong ke arah wajah Chung Myung secara membisu menahan tegang.
Memakan rumput jerami? Jasad kami dipaksa menelan rumput jerami kering tiada guna siang ini?
"Bagaimana caranya jasad seorang manusia fana sanggup secara biologis menelan rumput jerami kering tiada..."
"Manusia fana?"
Chung Myung—yang di sepanjang detik tadi tiada hentinya menyempitkan sepasang kelopak mata mudanya rileks—secara perlahan mulai membuka sepasang kelopak matanya lebar-lebar memancarkan kilatan hawa dingin.
"..."
Sepasang kelopak mata hitamnya secara luar biasa seketika terlihat berkilau tajam memancarkan limpahan hawa membunuh berwarna merah darah yang teramat sangat pekat nan berkilat dingin menusuk.
"Apakah di sepanjang area koordinat tempat berdirinya jasad tuaku siang ini secara nyata sedang dihuni oleh keberadaan ras manusia fana? Bukankah jajaran jasad yang sedang memaku posisinya di depan kakiku siang ini secara resmi memeluk status selaku kawanan kuda pertempuran liar perbatasan?"
"..."
"Pikirkan kembali sirkulasi keputusan jawabanmu siang ini secara teramat sangat matang nan hati-hati sekali, paman raksasa."
"Maaf?"
"Detik ketika sasis jasad klan kalian siang ini secara resmi diakui memeluk status selaku kawanan kuda pertempuran, keputusan penolakan atau kemarahan kalian atas hadiah rumput jerami ini secara hukum dijamin pasti akan menyajikan sebuah kejanggalan yang nyata bagi batin tuaku. Namun sebaliknya, seandainya jasad klan kalian siang ini bersikeras menuntut pengakuan hak selaku ras manusia fana..."
*CRACKKK!*
Permukaan tiang penyangga paviliun kayu megah yang saat itu sedang digenggam santai oleh telapak tangan kanan Chung Myung secara luar biasa seketika terlihat langsung hancur lebur berkeping-keping menjelma menjadi tumpukan abu serat kayu halus di udara murni akibat remasan tenaganya.
"Maka jasad kotor kalian siang ini berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan tebusan utang darah yang teramat sangat setimpal sekali murni murni hanya untuk menebus seluruh keliaran bilik mulut kalian yang telah secara lancang menyemburkan kalimat kutukan kotor di belakang punggung tuaku!"
"..."
"Tentukan arah sirkulasi keputusan keselamatan klan kalian siang ini juga! Apakah jasad kotor kalian bersedia menelan rumput jerami ini secara patuh dan bertransformasi menjadi kawanan kuda pertempuran? Ataukah menolak menelan rumputnya dan memilih opsi bertransformasi menjadi ras manusia fana?"
Rentetan untaian kalimat jawaban persetujuan seketika meledak lantang disuarakan secara kompak oleh belasan bandit gunung secara serempak di tempat dalam hitungan detik.
"Jasad rombongan klan kami bersumpah akan menelan habis seluruh rumput jerami ini siang ini juga!"
"Kami sepanjang hidup kami bersumpah tiada hentinya memendam rasa kecintaan rohani yang teramat tebal sekali terhadap rasa kelezatan rumput jerami!"
"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya bagi kebaikan rohani Anda! Memikirkan bahwa jasad Pendekar Agung bersedia meluangkan kemurahan hati sebersih ini khusus murni murni hanya untuk merawat kelangsungan perut klan kami siang ini!"
Chung Myung menyeringai manis memamerkan kepuasan batinnya kembali meneliti kepatuhan mereka.
"Bagus. Segera lahap habis seluruh sediaannya tanpa tersisa sedikit pun."
"Siap, Pendekar Agung!"
Detik pertama ketika belasan tangan bandit gunung tersebut secara terburu-buru langsung merapatkan jari jemari mereka menyambar tumpukan rumput jerami kering di tanah, jutaan tetesan air mata kesedihan dan penderitaan batin yang teramat mendalam seketika merembes deras membasahi seluruh permukaan pipi jasad mereka secara sunyi.
Sebuah coretan noda kehinaan sosial yang teramat sangat menyiksa sekali bagi martabat kelangsungan hidup jasad mereka siang ini, sebagai harga mutlak yang wajib mereka tumpahkan murni murni hanya ditujukan untuk menebus kesalahan moral mereka karena tidak sengaja dipertemukan secara fisik dengan sesosok manusia monster yang watak kekejamannya tersaji sebiadab dirinya.











